Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 161 Lari


__ADS_3

Fey menatap semua para berandal itu dengan tatapan penuh waspada. Gadis itu berdiri tepat di depan Shena. Sedangkan Shena sendiri juga berusaha mengatasi rasa takutnya dan bersiap-siap untuk melawan mereka semua. Shena mengambil ancang-ancang dan mengingat-ingat setiap gerakan ilmu bela diri yang dulu sempat dipelajari Shena sewaktu masih SMA.


Namun, hal berbeda tiba-tiba muncul dari ujung tempat para berandal itu berdiri menghalangi mereka. Ada sejumlah makhluk astral tak berbentuk berwarna hitam pekat mirip seperti dementor yang ada dalam film fantasi Harry Potter. Makhluk menyeramkan itu mendadak datang dan melayang-layang mengitari seluruh berandal kampung itu.


“Jangan bunuh mereka,” ujar makhluk astral hitam itu dengan suara yang menggema sehingga terdengar menakutkan. Sepertinya para berandal itu mengenal makhluk itu dan mereka pun berhenti bergerak agar tidak mendekati Shena dan Fey. “Salah satu dari wanita-wanita itu adalah pengantin pangeran Refald. Kita bawa saja keduanya agar yang mulia Gengishkhan senang.” Makhluk itu tidak mendekati Shena dan Fey. Dia hanya melayang-layang disekitar orang-orang yang mengepung kedua gadis tak berdaya itu.


“Baik, Tuan.” Semua berandal itu pun mematuhi apa yang dikatakan makhluk hitam itu.


Perlahan, mereka maju mendekat lagi dan berusaha menangkap Fey dan Shena. Tanpa membuang-buang waktu lagi, salah satu berandal itu mendekati Shena, dengan sekuat tenaga gadis itu menendang dada preman itu, tapi sepertinya tendangan Shena tidak berpengaruh pada orang yang ditendangnya. Orang itu hanya mundur beberapa langkah dan mulai maju kembali dengan kilatan mata merah menyala. Sinar mata itu, berbeda dengan mata manusia biasa. Sinar merahnya, menandakan kalau orang itu sedang dikuasai oleh makhluk astral yang merasuki tubuh mereka.


“Nona, jangan buang-buang tenaga dengan menggunakan kekuatan fisik. Orang-orang ini, memiliki ilmu kebal yang mereka dapat dari hasil syirik. Mereka bersatu dengan makhluk astral yang tidak bisa kau lihat. Orang biasa seperti kita, tidak akan bisa melawan mereka.” Fey memberitahu Shena agar ia menghemat tenaganya dan memperingatkannya agar lebih berhati-hati.


“Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Shena mulai kembali panik. Padahal, ia berusaha bersikap tenang dan menyingkirkan semua rasa takutnya, tapi kata-kata Fey barusan langsung meruntuhkan keberaniannya.

__ADS_1


Dilihat dari segi manapun, mereka semua memang terlihat berbeda dengan manusia biasa pada umumnya. Semuanya terlihat seolah sedang kerasukan setan.


Pantas saja nama kampung ini adalah ‘kampung setan’, penduduknya kesetanan semua. batin Shena sambil mengusap peluh yang mengalir didahinya saking tegangnya karena dikepung oleh orang-orang abnormal.


“Aku juga sedang memikirkannya, tapi otakku tak juga bisa menemukannya. Kita terjebak di sini. Hanya ada satu cara supaya kita bisa lolos dari sini.” Fey masih menatap tajam semua orang yang mengelilinginya.


“Apa itu?” tanya Shena. ia sedikit lega, karena ternyata masih ada jalan keluar untuk mengatasi masalah ini.


“Lari!” teriak Fey sambil menarik tangan Shena seenak jidatnya dan mengajaknya berlari sekencang-kencangnya menjauhi kerumunan para berandal itu.


Shena sendiri cuma bisa kaget dan tercengang ketika wanita asing ini meneriakkan kata ‘lari’ adalah satu-satunya jalan keluar yang bisa mereka berdua lakukan. Tadinya, Shena pikir beneran ada jalan keluar yang bisa menyelamatkan mereka dari para orang-orang aneh ini. Nggak tahunya, Shena malah diajak lari tunggang langgang menjauh dari para berandal yang sedang kesetanan itu.


Sayangnya, pelarian mereka tidak berjalan dengan mulus, karena dementor, makhluk astral hitam pekat itu menghalangi langkah mereka sebelum keduanya mencapai perbatasan pintu keluar perkampungan. Fey tahu kalau dirinya tidak akan bisa melawan makhluk astral ini, tapi ia tidak takut sedikitpun, walau ia tak punya kekuatan seperti yang dimiliki Refald, Fey masih punya keberanian dan tekat yang kuat.

__ADS_1


Fey tidak menemukan cara apapun selain nekat menerobos bayangan hitam itu tanpa tahu apa akibatnya. Alhasil, Fey pun langsung ambruk seketika dan tak sadarkan diri begitu juga dengan Shena. Kedua gadis itu terkapar tak berdaya karena berusaha menembus jiwa makhluk hitam menyeramkan itu.


“Huh, dasar b0doh! Kau bisa mati bila menyentuhku!” ujar makhluk yang mirip dengan dementor itu. “Cepat bawa mereka pergi dari sini sebelum pangeran Refald tiba. Aku yakin pangeran tampan itu sedang dalam perjalanan kemari. Yang mulia Gengishkhan pasti senang dengan hadiah yang aku bawa ini, hahaha.” Makhluk astral menyeramkan itu tertawa keras dan menggelegar.


“Baik, Tuan!” seru semua berandal kampung itu. Tubuh Fey dan Shena diangkat dan dibawa ke tempat kediaman raja mereka di dunia lain.


BERSAMBUNG


***


NB: sekali lagi, ini adalah dunia fantasi yang ada dalam dunia haluku. Jika nanti ditemukan nama tokoh atau karakteristik yang sama, itu hanya kebetulan. Karena cerita ini hanya murni fiksi. Sebenarnya, dari episode 1 sampai episode ini, sebagian kisahnya memang ada dari pengalaman pribadi yang aku modifikasi menjadi kisah fantasi yang unik dan seru. Semoga kalian semua suka dengan cerita bergenre fantasi, action, dan romantis ini. Yang tidak suka, boleh di skip kok. Dan terimakasih juga karena masih suka dengan semua karya-karyaku.


Yang nunggu kisah Leo dan Shena di season 2 sabar ya ... pasti udah kangen banget, kan? Gimana jadinya Leo yang sedang kerepotan menghadapi keanehan Shena saat dia sedang hamil bahkan sampai melahirkan. Hehehehe .... yang jelas kisah Leo dan Shena bakal lebih seru lagi nanti ... apalagi kalau sudah ada Leo junior ... aku yang nulis ikutan greget juga hehehe .. love you all ...

__ADS_1


Bonus satu episode lagi untuk hari ini ... tunggu saja ya ...


__ADS_2