
Leo berusaha mengatasi kebingungannya mengenai perintah kakaknya. Dalam hati ia bertanya, kenapa dirinya tiba-tiba disuruh mencium Shena. Leo tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Shena jika sampai Shena tahu kalau Leo menciumnya di tempat seperti ini, tapi sesuai dengan kesepakatan, Leo tidak boleh protes atau banyak bertanya jika Refald sudah memerintahkan sesuatu.
Beberapa detik kemudian, Shena muncul tiba-tiba tak jauh dari posisi Leo berdiri saat ini. Namun, Shena terlihat berbeda dari Shena yang biasanya. Wajahnya pucat dan matanya menjadi merah menyala layaknya orang yang sedang kerasukan setan seperti yang diduga Leo sebelumnya. Bedanya, setan yang merasuki Shena adalah setan sungguhan.
“Leo! Sekarang!” teriak Refald dan Leopun dengan cepat menyambar tubuh Shena dalam pelukannya. Leo langsung mencium bibir kekasihnya seperti yang sudah diperintahkan Refald padanya. “Jangan berhenti menciumnya sampai mata merahnya menghilang!” seru Refald lagi dan ia pun merentangkan kedua tangannya dan membuat penghalang untuk Leo dan Shena agar para iblis pasukan Gengishkhan tak bisa mendekati atau melukai mereka berdua.
Perang pun dimulai, pak Po menyerang iblis yang mencoba melukai Fey dari belakang ketika Refald sibuk berkosentrasi dengan kekuatannya.
“Aku tidak akan membiarkanmu melukai istri pangeranku, bedebaah!” teriak pak Po membabi buta menghancurkan iblis tak berbentuk itu.
“Wuah, sugoiii pak Po! Kau hebat.” Fey mengacungkan dua jempol untuk pocong tampan pasukan Refald yang sudah berubah wujud mirip gaya Leo.
“Terimakasih atas pujianmu, Putri!” pak Po tersenyum bangga pada dirinya sendiri sambil membenahi kerah bajunya yang sama persis dengan Leo.
“Pak Po?” panggil Fey dari bawah. Sebab posisi pak Po sedang melayang-layang diatas.
“Iya, Putri,” jawab pak Po yang beranjak turun ke lantai. Sesekali ia juga terus memusnahkan iblis yang mencoba mendekatinya atau mendekati pengantin pangerannya.
“Kenapa kau memakai pakaian yang sama seperti Leo? Kau terlihat aneh.” Fey mulai berkomentar soal penampilan pak Po yang memang agak berbeda dari biasanya. Sangat aneh menurut Fey.
“Tuan muda Leo begitu stylish, Puteri. Saya sangat menyukai gaya cool nya ... makanya saya mengikuti trennya,” ujar pak Po sambil tersenyum bangga. Sedangkan Fey hanya geleng-geleng kepala.
“Aku baru tahu Leo si Laksmana punya fans fanatik setan juga! Daebak!” gumam Fey dan kembali mengamati suaminya yang sedang berkosentrasi penuh pada kekuatannya untuk melawan raja iblis bengis itu.
Para pasukan Refald yang lain juga mulai bermunculan dari segala arah dan menangkap semua iblis pasukan Gengishkan. Para iblis itu dimasukkan ke dalam sebuah gucci besar yang sudah disiapkan Refald sebelumnya.
__ADS_1
Bila manusia biasa perangnya di daratan dan menggunakan berbagai macam senjata, maka lain halnya dengan perang para makhluk astral tak kasat mata ini. Mereka semua bertarung di udara dan melayang-layang seperti capung yang berterbangan ketika hujan akan tiba.
Di saat semuanya sibuk berperang, cuma Leo dan Shena yang malah asyik berciuman di dalam penghalang yang sudah Refald buat untuk keduanya. Sayangnya, Leo langsung berteriak dan mengerang kesakitan karena bibir Leo digigit dengan keras oleh Shena yang sedang kerasukan.
“Aaaaaghhhhh!” teriak Leo sehingga mengagetkan Refald dan Fey. Cowok itu melepaskan pelukannya pada Shena dan mundur ke belakang sambil menahan bibirnya yang sedikit terluka akibat gigitan dari Shena.
“Ada apa?” tanya Refald dan Fey bersamaan.
“Shena menggigitku! Gigitannya kuat sekali!” ujar Leo.
“Tentu saja, bodoh! Dia sedang dibawah kendali iblis itu!” bentak Refald kesal. “Cium dia dengan segenap hati dan jiwamu! Jangan menciumnya karena nafsu! Kau ini benar-benar membuatku kesal! Apa yang ada diotak mesummu itu? Aku menyuruhmu mematahkan mantranya dengan cinta yang kau punya! Bukan malah otak mesummu yang kau keluarkan! Dasar boodoh!”
Fey ingin ngakak mendengar omelan Refald yang melebihi emak-emak rempong saat memarahi anak-anaknya yang bandel, tapi ia berusaha menahannya dan waspada pada iblis Gengishkhan yang sejak tadi hanya tersenyum sinis menatap Refald.
“Memangnya bagaimana cara membedakan ciuman cinta dan nafsu? Bagiku sama saja!” ujar Leo sambil menangkis serangan Shena dengan pelan agar gadis itu tidak terluka jika ia kembali sadar.
“Oey, Kak? Sekarang bagaimana? Shena benar-benar kuat!” teriak Leo dari dalam penghalang.
“Kuasai saja tubuhnya! Buat peluang sampai kau bisa menciumnya kembali.” Refald masih menatap tajam pergerakan Leo dan Shena sambil menangkis semua serangan yang ditujukan Gengishkhan padanya tanpa beranjak dari tempat Refald berdiri.
Raja iblis itupun salut dengan Refald karena meski Refald tidak melihatnya, ia selalu bisa menghalau semua serangannya dan mengarahkannya ke tempat lain.
“Bagaimana kalau aku gagal?” teriak Leo sambil terus menangkis tangan ganas Shena.
Pertarungan Leo dengan Shena sangat berbeda dengan pertarungan yang lainnya. Bila yang lainnya saling menyerang dan melenyapkan, lain halnya dengan Leo yang hanya menghindari semua serangan Shena tanpa membalasnya. Entah kenapa gerakan-gerakan Leo saat menghindari amukan Shena malah terlihat seperti sedang berdansa dengan kekasihnya itu.
__ADS_1
Refald terus saja menatap tajam Leo dan Shena yang terlihat romantis walau mereka sedang bertarung satu sama lain. Satunya sedang dalam mode menyerang dengan kekuatan penuh dan satunya dalam mode bertahan tanpa melawan.
“Jika kau gagal! Maka ... wanitamu itu akan mati dan menjadi budak iblis itu selamanya,” ujar Refald sambil tersenyum simpul menatap Leo penuh makna.
Seketika Leo terdiam dan terpaku mendengar jawaban dari Refald. Tentu saja hal itu tidak akan pernah Leo biarkan. Leo tidak akan pernah rela jika Shena harus menjadi budak iblis laaknat itu. Memikirkan hal itu, gejolak hati Leo terasa mendidih pada puncaknya. Tangannya mengepal kuat dan Leo mulai mengeluarkan tatapan elang yang bisa melelehkan setiap hati wanita yang memandangnya.
“Tidak! Aku tidak akan pernah membiarkan Shenaku mati dengan cara seperti ini! Apalagi sampai menjadi budak setan alas itu!” tukas Leo dengan emosi yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Tekad api Leo mulai muncul bertepatan dengan serangan yang mendadak dilancarkan Shena saat Leo tak bergeming dari posisinya. Gadis yang dikendalikan oleh iblis itu mengira kalau Leo sedang dalam posisi lemah sehingga ia akan mengalahkan Leo dengan mudah, tapi dugaan Shena ternyata salah besar. Justru Leo semakin bertambah kuat dan dengan sigap, Leo menangkap kedua tangan Shena tepat saat tangan ramping itu hendak mencekik leher Leo.
Dengan kekuatan fisik yang Leo punya, cowok itu menarik tubuh Shena mendekat kearahnya dan langsung mencium Shena dengan mesra. Leo menyerahkan semua cinta yang ia miliki dengan segenap hati dan jiwanya ke tubuh wanita yang amat sangat ia cintai ini melalui ciumannya.
Kali ini, usaha Leo berhasil. Cowok itu bisa menghilangkan mata merah menyala Shena sehingga gadis itu kembali sadar kembali. Begitu kesadarannya sudah kembali seperti semula, Shena sangat terkejut karena merasakan Leo menciumnya tanpa izin darinya.
Spontan Shena terbelalak dan juga terkejut mendapati dirinya di cium Leo sampai seperti itu. Shenapun mendorong tubuh Leo sekuat tenaga agar menjauh darinya.
“Apa yang kau lakukan, ha?” teriak Shena, tapi belum sempat Leo menjawab untuk memberi penjelasan, tiba-tiba gadis itu ambruk dan dengan sigap Leo menangkap tubuh Shena agar ia tidak jadi jatuh ke lantai.
“Kakak!” teriak Leo pada Refald.
“Dia tidak apa-apa,” jawab Refald santai. “Tubuhnya terlalu lemah ditambah ia juga sangat shock melihatmu menciumnya.” Refald menyunggingkan senyumnya karena taktiknya membuat Leo mematahkan mantranya, sudah berhasil.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1