
Ciuman Refald begitu menggetarkan hati dan jiwaku. Meski kami sudah sering berciuman, tapi baru kali ini aku merasakan sensasi yang berbeda seolah hormon kewanitaanku bangkit dan muncul sebuah hasrat yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Rasanya seperti tak ingin berhenti bersentuhan dengan Refald. Tapi, kami berdua berusaha mengendalikan diri. Aku pun sadar kami sedang dalam masa pubertas. Jiwa muda kami juga sedang bergejolak dan berada dipuncaknya. Namun, sebisa mungkin kami tidak boleh sampai kelepasan karena kami berdua punya kehormatan yang harus sama-sama kami jaga sebagai sesama keturunan Raja.
Refald menyudahi ciumannya dan memelukku. “Jangan pernah pergi dariku, tempat ini tidak selalu aman untukmu. Apalagi, kau bisa melihat hantu, anggap saja, rumah sakit ini adalah sarang para hantu gentayangan karena mereka semua mati tidak wajar. Kau tidak boleh jauh-jauh dariku. Kau mengerti, Honey. Sore ini, aku akan sadar, dan dokter akan mengurangi kunjungannya malam ini. Begitu tengah malam, kita akan berjalan-jalan berkeliling rumah sakit ini untuk pelatihan pertamamu.” Refald mencium keningku, dan aku hanya terdiam membeku menatap Refald.
Pelatihan seperti apa yang akan Refald berikan padaku? Pikirku.
“Soal Leo, dia adik sepupuku, putra dari mantan seorang mafia terkenal di Jerman, Byon Pyordova. Berkat paman Byon juga, akhirnya aku memutuskan datang kemari untuk mencarimu. Keluarga kami memang sangat aneh, ayahku adalah agen kepolisian, sementara Pamanku, adalah seorang mafia. Dan pamanku yang lainnya, seorang ahli arkeologi yang meneliti tentang sejarah dan kebudayaan dunia, serta masih banyak lagi keluarga lain yang tak bisa aku jelaskan satu persatu. Suatu hari nanti, kau akan aku kenalkan pada mereka semua dan juga Leo. Saat ini Leo masih tinggal di Jerman, mungkin masih SMP kalau di Indonesia, kalau di Jerman, dia masih tingkatan Inligua Berlin.”
Aku paham dengan penjelasan Refald meski ia menggunakan banyak istilah asing. “Lalu, apa maksudmu dengan tambatan hati Leo yang belum dia temukan?” tanyaku masih saja bingung.
“Leo akan datang ke Indonesia suatu hari nanti dan saat itulah dia akan menemukan orang yang dia cintai sama seperti aku yang menemukanmu setelah sekian lama kita terpisah. Kisah cinta Leo dan aku, tidak jauh beda. Mereka terpaksa harus terpisah karena takdir, tapi takdir juga yang akan mempertemukan mereka kembali, sama seperti kita. Kau mengerti?” Refald menatapku lagi.
“Jadi, wanita yang nanti akan menjadi pendamping hidup Leo ada di Indonesia? Apa dia ada di sekitar sini? Apa aku pernah bertemu dengannya?”
“Dia tidak ada di sini Honey, tempat gadis itu sangat jauh dari sini, dan kau tidak pernah bertemu dengannya. Ehm, mungkin kalian akan bertemu, tapi tidak sekarang.”
__ADS_1
“Kapan?” aku sangat penasaran dengan wanita yang akan menjadi pendamping Leo, padahal seperti apa Leo dan gadis yang akan menjadi pendampingnya, aku juga tidak tahu, tapi entah kenapa aku penasaran dengan mereka dan kisah cinta seperti apa yang akan mereka jalani.
“Saat Leo menikah!” Refald menyeringai.
“Itu artinya masih sangat lama!” tiba-tiba saja, sebuah ide gila meluncur di kepalaku. “Apa ... pertemuan mereka tidak bisa dipercepat?” tanyaku pada Refald dan dia langsung menyentil keningku. “Auw! Sakit tahu!” aku mengusap-usap keningku.
“Itu sama saja dengan mengubah takdir Honey. Jangan coba-coba berpikiran seperti itu. Kau tahu konsekuensi apa yang bakal aku terima jika sampai kau mengubah takdir seseorang. Hah, harusnya aku tidak memberitahumu!” Refald mulai ngambek padaku.
“Aku kan hanya asal bicara, lagian bagaimana caraku mempertemukan mereka? Seperti apa wajah gadis itu aku juga tidak tahu. Dan dimana dia berada juga akupun tak tahu, bagaimana bisa aku mempertemukan mereka?” Secepat kilat aku bangun dan langsung berlari ke dalam kamar mandi untuk menghindari tatapan Refald. “Hah, aku bisa gila kalau terus-terusan berada di dekat Refald, jantungku berdetak dengan sangat keras. Dasar penyihir, hantu saja menyukainya! Apalagi aku yang hanya manusia biasa,” gumamku sambil membasuh mukaku.
“Honey, tenanglah! Dia tidak jahat, dia hanya ingin bicara padamu!” Refald menenangkanku tapi aku masih bersembunyi di dadanya. “Mbak Sun, ubahlah dirimu ke wujud aslimu, istriku sangat ketakutan. Aku harap kau mengerti,” pinta Refald pada makhluk putih berambut panjang itu. Dia melayang-layang di balik tubuhku yang masih memeluk Refald dengan erat saking takutnya.
“Maaf yang mulia, saya tidak tahu kalau dia adalah pengantinmu. Jika saya tahu, saya akan berubah wujud lebih awal.” Suara hantu yang di panggil Refald dengan sebutan mbak Sun itu terdengar berbeda dengan pasukan dedemit Refald lainnya, suaranya sedikit menggema.
“Apa dia juga salah satu pasukanmu?” tanyaku menengadah menatap Refald yang sedang menatap makhluk paling fenomenal di Indonesia ini.
__ADS_1
“Tidak, dia bukan pasukanku.”
“Tapi, dia menyebutmu ‘yang mulia’?” aku masih tidak mengerti tentang aturan dunia Refald.
“Semua hantu mengenaliku Honey, tapi bukan berarti mereka semua adalah pasukanku. Sama seperti raja-raja lain yang memiliki pasukan mereka sendiri-sendiri. Anggap saja seperti itu.”
Aku manggut-manggut dan mulai memberanikan diri melihat sosok mbak Sun. Lagi-lagi, aku terpana karena ternyata, setiap makhluk tak kasat mata, wujud aslinya benar-benar mempesona. Mbak Sun yang aku lihat sangat mirip dengan artis ratu horor papan atas Indonesia. Tapi aku tidak berani menyebutkan namanya, aku takut salah tafsir dan menyinggung perasaannya. Namun, apa yang aku lihat ini sungguh suatu kebanggaan bagiku, karena aku merasa seolah bertemu langsung dengan salah satu artis favoritku yang juga dulu sering aku bahas bersama dengan Nura dan juga Mia. Mereka penggemar sosok wanita yang ada di depanku ini.
Mudah-mudahan ini hanya dugaanku saja. Semoga hanya wajahnya saja yang mirip. Cantik banget sih. Batinku.
***
dunia haluku mulai merajalela ... maaf ya ..
__ADS_1
pasang yang bening ah ... biar gak merinding