Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 269 Raja Dedemit Sesungguhnya


__ADS_3

Tak hanya menyiapkan pesta kembang api yang begitu megah dan meriah, Refald juga menyalakan lantunan musik klasik merdu nan syahdu didengar. Entah darimana Refald mendapatkan musik yang indah itu. irama musiknya membuat siapapun yang mendengarnya jadi terbuai dan ingin menggerakkan tubuh mengikuti iramanya.


Dengan gaya elegan ciri khas ala seorang pangeran dedemit Refald, ia membungkukkan kepalanya dan mengulurkan satu tangan dihadapan istri tercintanya. Refald meminta Fey untuk berdansa bersamanya di tengah-tengah pesta kembang api yang sedang berlangsung. Tentu saja dengan senang hati, Fey menerima uluran tangan Refald dan merekapun menari, berdansa bersama layaknya seorang pangeran dan putri raja di negeri dongeng yang tengah berbahagia.


Gerakan-gerakan memukau Refald dan Fey menjadi panutan semua mata yang memandang. Semua orang mulai berpasang-pasangan mengikuti gerakan pasangan dua sejoli paling romantis di pesta ini, tak terkecuali, Ezi-Divani, Mia-Rio, Yua-Epank, dan yang terakhir, pasangan Nura-Eric. Mereka semua berdansa bersama di teras vila mengikuti lantunan musik irama klasik tepat di bawah hamparan pesta kembang api yang begitu meriah.


“Katakan padaku, bagaimana pak Po bisa menjadi manusia dan berdandan ala dirimu seperti itu? Aku kira tadi itu, Leo? ini juga belum waktunya memasuki bulan baru, kenapa pak Po mendadak jadi manusia?” tanya Fey pada Refald saat ia sedang asyik berdansa dengan suaminya.


“Pak Po mendapat bonus istimewa, Honey. Dia berhasil menyelesaikan pertapaannya bersamaku. Selain itu, malam ini adalah malam supermoon.” Refald menatap manik mata Fey seolah ada makna dibalik ucapannya.


“Apa?” bibir Fey langsung bergetar saking terkejutnya, ia mulai menyadari sesuatu. “Kau bilang apa tadi? Supermoon?” tanya Fey lagi.


Kali ini Fey berhenti berdansa dengan Refald dan menatap wajah suaminya sambil bekaca-kaca. Tangannya tetap melingkar dikedua pundak Refald.


“Iya Honey, ini ... adalah malam supermoon. Lihatlah bulan itu?” Refald menunjuk bulan purnama yang bersinar terang menghiasi langit-langit di malam hari. Cahaya rembulan yang berbentuk bulat sempurna itu menerangi seluruh alam jagad raya tanpa ada yang tersisa.


“Refald! Bisa kau antar aku pulang sekarang?” seru Fey agak tergesa-gasa dan gelisah. Air matanya mulai mengalir deras membasahi pipinya.


Seolah tahu apa yang dirasakan istrinya, Refald mencoba menenangkan Fey dan mengusap sisa bulir air mata yang mengalir itu. “Tunggulah sebentar lagi, Honey. Kita beri mereka berdua waktu untuk menghabiskan malam bersama. Sekarang masih pukul 21.00 malam. Kau baru boleh menemui beliau setelah tengah malam nanti. Masa kau tega merusak suasana syahdu mereka setelah sekian lama keduanya baru bisa berjumpa. Kau mengerti maksudku kan, Honey?”


Tangis Fey langsung pecah ditangan Refald yang sejak tadi memegang kedua pipinya. Fey menggenggam tangan suaminya sambil terus menangis mencurahkan isi hatinya karena akan segera bertemu dengan seseorang yang selama ini sangat ingin Fey temui sepanjang hidupnya.


“Benarkah aku bisa bertemu dengannya, Refald?” nada suara Fey gemetar karena menangis.


Refald terus mengusap air mata istrinya dengan kedua tangannya. “Kau bisa bertemu dengannya Honey, ceritakan segala hal yang ingin kau ceritakan padanya. Jangan menangis lagi oke, kecantikanmu semakin berkurang jika kau terus menangis. Lagipula, beliau pasti tidak suka jika melihatmu seperti ini, disangkanya kau tidak bahagia bersamaku. Tersenyumlah! Kau semakin cantik bila tersenyum.” Refald menatap Fey dan sedikit memberi ciuman memabukkan.


Tanpa Refald dan Fey sadari, adegan sweet Refald ini juga di contoh oleh pasangan-pasangan yang lainnya di bawah bisingnya suara kembang api dan lantunan musik klasik yang menghiasi pesta mereka malam ini.


Tak lama setelah itu, Refaldpun pamit undur diri terlebih dulu dengan alasan bahwa Fey membutuhkan waktu istirahat yang cukup.


“Hati-hati di jalan, Refald. Terimakasih untuk semuanya dan sudah mempersiapkan pesta semeriah ini.” ujar salah satu teman sekelas Refald dulu.


“Tunggu, Refald!” sergah seseorang sebelum Refald dan Fey pergi meninggalkan pesta. “Apakah benar kalau Fey ... adalah ratunya dedemit? Kejadian pemutaran LCD tadi ... benar-benar aneh. Aku yakin, itu bukan kebetulan. Ada apa ini sebenarnya? Tolong jelaskan.”


Refald hanya tersenyum menanggapi pertanyaan salah satu temannya itu. Mungkin orang ini memiliki indra keenam sehingga bisa merasakan apa yang tidak bisa orang biasa rasakan.


“Kalau istriku ini adalah ratunya dedemit, maka aku ... adalah raja dedemitnya. Semua yang kau lihat itu ... adalah rekayasa yang aku buat. Kalau kau membuka ruangan yang ada di pojok ruangan ini, maka kau akan menemukan jawabannya,” terang Refald dan sontak semua mata menatap satu ruangan yang dimaksud Refald.

__ADS_1


Alih-alih percaya pada pernyataan Refald yang mengungkapkan bahwa ia dan Fey adalah raja dan ratu dedemit. Semua teman-temannya malah menganggap itu hanya gurauan semata. Tidak ada yang percaya kalau Refald an Fey bukanlah manusia biasa. Bahkan mereka pun tidak sadar kalau ada banyak makhluk astral pasukan Refald berkeliaran di pesta ini dan membaur bersama yang lainnya termasuk pak Po dan mbak Kun. Lebih parahnya lagi, pak Po malah sudah berubah menjadi manusia biasa meski itu hanya sementara.


“Kalau sudah tidak ada pertanyaan lagi, kami permisi dulu. Aku tidak ingin Fey kelelahan mengingat ia sedang hamil besar. Silahkan lanjutkan pestanya. Sampai ketemu lagi di lain hari.” Refald menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke mobil limosin hitam yang sejak tadi sudah menunggu mereka berdua di depan pintu gerbang.


Semua orang hanya bisa menyaksikan kepergian Refald yang begitu keren saat menggendong Fey berjalan menjauh menuju pintu luar vila. Setelah keduanya menghilang dari pandangan, Salah satu teman sekelas Refald bergegas menuju ruangan yang dimaksud untuk mencari tahu misteri di balik pemutaran layar video tadi.


Meski awalnya suasana menjadi tegang, tiba-tiba saja mendadak berubah lega setelah mereka membuka pintu ruangan tersebut. Ternyata di dalam ruangan itu, ada sebuah laptop yang berisi video asli tentang fakta dibalik kehidupan Martha and the gengnya. Dari sinilah video itu diputar sebenarnya. Jadi, meski Vike dan Evi memotong kabel ataupun mancabut paksa flashdisk tersebut, video pada LCD itu tidak akan berhenti berputar karena pusatnya ada di dalam ruangan ini. Siapakah yang mengontrolnya? Tentu saja para pasukan dedemit Refald selain pak Po dan mbak Kun.


“Apa mereka percaya bahwa ruangan itulah yang mengontrol pemutaran video tadi?” tanya Fey ketika sudah berada di dalam mobil mewahnya bersama dengan Refald. Ia tahu kejadian tadi adalah murni kekuatan Refald. Dan untuk menyamarkan siapa Refald sebenarnya, Refald sengaja menyiapkan ruangan cadangan itu dan dijaga ketat oleh pasukan dedemitnya.


“Tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak percaya, Honey. Kalaupun ada yang curiga, maka aku akan menghapus ingatan mereka.”


“Ah, iya. Benar juga, aku lupa kalau kau punya kekuatan menghapus ingatan orang.” Fey merebahkan kepalanya dibahu Refald. Jantungnya berdebar-debar karena sebentar lagi ia kan bertemu seseorang yang sangat spesial bagi Fey.


“Apa kau lelah, Honey?” tanya Refald yang memerhatikan istrinya, ia juga bisa mendengar suara detak jantung Fey.


“Tidak, aku hanya gugup. Apa yang akan aku katakan padanya, bila kami bertemu Refald.”


“Katakan apa saja yang ingin kau katakan Honey, aku yakin beliau juga sudah tahu semuanya yang terjadi dalam hidup kita, tapi beliau tetap ingin mendengarnya langsung darimu.” Refald mencium kening Fey agar lebih tenang dan siap saat ia bertemu dengan orang spesial yang ditunggu-tunggu Fey sepajang hidupnya.


Beberapa menitpun berlalu, Refald dan Fey akhirnya sampai dikediaman neneknya. Refald membantu membukakan pintu untuk istrinya yang semakin gugup menatap rumah neneknya. Lampu rumah berlantai dua ini masih terang benderang seolah tahu kalau dirinya akan datang.


“Ka-Kakek ... kau kah itu, Kek?” tanya Fey untuk memastikan bahwa sosok yang berdiri dihadapannya adalah almarhum kakeknya.


“Kemarilah, Cucuku ... senang sekali akhirnya bisa bertemu denganmu! Kau sudah dewasa dan juga cantik seperti ibu dan nenekmu.” Sosok yang tidak lain adalah Kakek Fey itu merentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan Fey ke dalam pelukannya.


Tentu saja Fey langsung berjalan cepat memeluk kakeknya yang baru pertama kali ini dijumpainya sejak Fey lahir kedua. Tak bisa diukirkan dengan kata-kata betapa bahagianya Fey saat ini. Terlebih lagi inilah momen yang paling ditunggu-tunggunya, yaitu bertemu dengan kakek yang konon katanya terkenal sangat luar biasa. Fey hanya mengenal sosok kakeknya dari buku diary ibunya dan cerita singkat dari neneknya. Ia sama sekali tidak menyangka bakal memiliki kesempatan langka bertemu dengan kakek tercintanya ini.


Refald yang melihat adegan mengharukan itu ikut berjalan mendekat dan bersimpuh sambil menundukkan kepalanya tanda memberi hormat pada kakek Fey yang tidak lain adalah raja dedemit sebelumnya.


“Selamat datang Yang mulia,” ucap Refald dengan khidmad sehingga membuat kening Fey berkerut karena heran melihat tingkah suaminya yang tunduk dihadapan kakeknya.


“Bangunlah, pangeran Mirza Banta. Senang akhirnya bisa bertemu dengan pangeran tampan yang kini sudah menjadi suami cucuku.” suara kakek Fey terdengar berwibawa dan senang melihat Refald.


“Terimakasih, Yang mulia?” ujar Refald dengan sopan dan masih menunduk.


“Yang mulia? Siapa yang kau panggil ‘yang mulia’ suamiku?” tanya Fey bingung antara melihat kakeknya dan Refald secara bergantian. Ia masih tidak mengerti kenapa Refald memanggil kakeknya dengan sebutan ‘yang mulia’, padahal suaminya itu merupakan calon raja dedemit selanjutnya.

__ADS_1


“Honey, kakek ... adalah raja dedemit saat ini ... sebelum aku,” jawab Refald singkat.


“Apa? Tidak mungkin, bukankah raja dedemit saat ini adalah kakekmu?”Fey terkejut mendengar jawaban suaminya.


“Bukan, Honey. Kakekku hanyalah penjaga alam ghaib di dunia lain. Raja dedemit sesungguhnya adalah beliau,” terang Refald.


“Hah?” Fey terperangah antara percaya dan tidak percaya.


“Itu benar, Cucuku ... Raja dedemit yang sebenarnya ... adalah aku. Akulah yang meminta kakek Refald memilihkan seorang pangeran dedemit yang akan menjadi penerusku dari keturunannya. Sahabatku itu memilih suamimu, dan dia ... akan menjadi penerusku secara mutlak dengan syarat, pengeran dedemit yang terpilih harus menikah dengan keturunanku, yaitu dirimu. Perjalanan panjang kisah kalian sudah kalian berdua arungi bersama. Kekuatan cinta kalian berdua juga sudah tak bisa diragukan lagi. Kini, sepertinya kalian berdua sudah siap menggantikan posisiku dan nenekmu sebagai raja dan ratu dedemit.”


Mata Fey terbelalak hingga tubuhnya terhuyung mundur saking shocknya mendengar ucapan kakeknya. Syukurlah, Refald sigap menangkap tubuh istrinya agar tidak sampai oleng setelah mengetahui fakta yang amat sangat mengejutkan ini. Pantas saja, Nenek Fey begitu misterius dan aneh, ternyata ... nenek kesayangannya itu adalah seorang ratu dedemit juga.


“Kakek, apa ... Kakek sedang mengajakku bercanda? Jika Kakek adalah raja dedemit, kenapa Kakek tidak menggunakan kekuatan kakek untuk tetap bertahan hidup dan terus bersama dengan nenek? Seandainya Kakek masih hidup, mungkin ibuku juga tetap hidup hingga detik ini.”


“Fey cucuku, Meski aku adalah raja dedemit, kakekmu ini tetaplah manusia yang umurnya sudah ditentukan oleh Sang Pencipta. Aku tidak bisa melawan takdir kehidupan yang sudah digariskan padaku. Meski begitu, dalam waktu tertentu aku masih bisa kembali hadir ditengah-tengah dunia kalian semua walau hanya untuk sesaat. Bagiku, itu adalah hal luar biasa yang bisa kudapatkan karena punya kesempatan melihat nenekmu dan juga semua keturunanku, termasuk dirimu.


“Lagipula ada perbedaan besar diantara kita. Pangeran Refald memliki kekuatan istimewa yang tidak aku punya, ia bisa berbagi jiwa dan kekuatannya denganmu, sedangkan aku tidak bisa. Itulah kenapa nenekmu hanya menjadi manusia biasa, tidak sepertimu yang bisa berubah seperti suamimu. Dan juga ... kedatangan kakek kali ini adalah untuk memberitahu bahwa suamimu akan segera dinobatkan sebagai raja dedemit selanjutnya.”


Apa yang dikatakan kakek Fey membuat Refald tertegun begitu pula dengan Fey sendiri. Dalam waktu sekejap, ketiganya sudah langsung berada di sebuah tempat di dunia lain dimana tempat ini merupakan tempat yang sama saat Fey dan Refald melaksanakan pernikahan ghaib mereka beberapa tahun yang lalu. Yang lebih menakjubkan lagi adalah semua pasukan dedemit Refald dan juga seluruh keluarga terdahulu Fey dan Refald sudah berkumpul diistana yang megah dan indah ini.


Tentu saja semuanya bersorak sorai riang gembira menyambut dan menyaksikan penobatan Refald dan Fey yang begitu mendadak ini seolah semuanya sudah disiapkan sebelumnya. Refald dan Fey yang menyaksikan leluhur mereka sudah hadir di disinggasana mereka masing-masing langsung bersimpuh memberi hormat pada semua leluhurnya. Para leluhur tersebut pun memberikan berkat dan doa mereka untuk pasangan suami istri yang sebentar lagi dinobatkan sebagai raja dan ratu dedemit yang baru.


“Refald, kenapa kau tidak bilang padaku kalau akan jadi raja dedemit sungguhan? Aku pikir itu hanya julukanmu saja?” bisik Fey disela-sela acara penobatan Refald yang dipandu oleh kakek Refald sendiri.


“Honey, aku sendiri juga tidak tahu, sepertinya mereka semua memang sengaja menyembunyikan semua ini dariku. Sungguh aku tidak tahu apa-apa, Honey. Aku hanya diberitahu bahwa kakekmu akan menemui kita begitu aku selesai bertapa. Selain itu ... aku juga mendapat kekuatan baru lagi. Hanya itu yang aku ketahui, aku sama sekali tidak menyangka kalau pertemuan dengan kakekmu adalah untuk penobatanku.”


Refald dan Fey saling berhadapan satu sama lain karena proses penobatannya sudah dimulai.


BERSAMBUNG


***


Mulai masuk fantasi lagi ya ... setelah ini aku percepat alurnya. Tahu sendiri kan di Leo season 2, Fey akan segera melahirkan dan Leo dalam bahaya besar. Seperti apa cara Refald nyelametin Leo? Simak di Leo season 2 setelah aku up malam nanti.


Oh iya ... terimakasih atas dukungan dari kalian semua, baik yang like, vote, dan yang ngasih hadiah. Pokoknya terimakasih banyak. Dan komentar kalian semua selalu membuatku semangat untuk menulis kisah yang lebih seru lagi dari ini.


Terus dukung ya .... love you all ....

__ADS_1




__ADS_2