
Shena masih bergumam sendiri karena terlalu kesal dengan sikap Leo yang benar-benar nggak ada akhlak. Gadis itu sampai tidak sadar kalau ia sudah berjalan terlalu jauh melewati desa dan entah sekarang ia ada dimana. Shena berhenti berjalan dan menoleh ke segala arah. Tubuhnya langsung lemas ketika yang dapat ia lihat disekelilingnya hanyalah hutan belantara. Shena memandangi telapak tangannya sendiri dan tersadar kalau genggaman tangannya pada Laura sudah terlepas.
“Gawat, sepertinya aku tersesat, bahkan aku tidak sadar tangan Laura terlepas dari cengkeramanku. Ada di mana aku sekarang?” Shena jadi bingung sendiri. Ia pun mulai panik karena tidak tahu harus melangkah kearah mana lagi.
Semua arah terlihat sama. Saking paniknya, ia tidak sadar kalau kakinya sudah menginjak bibir tebing. Tubuh Shena langsung oleng karena salah satu kakinya terperosok ke dalam tanah dan ia hampir saja terjatuh kalau saja tubuh Shena tidak langsung ditangkap dan ditarik oleh seseorang yang tiba-tiba muncul dari arah belakang Shena. Orang itu, sudah pasti dan jelas, siapa lagi kalau bukan Leo.
Leo menarik tubuh Shena menjauh dari bibir tebing sambil memeluk erat gadis pujaan hatinya. Keduanya pun saling menatap satu sama lain. Leo bahkan bisa merasakan detak jantung Shena yang berdetak dengan cepat.
“Kau tidak apa-apa?” tanya Leo masih mengamati wajah Shena.
Begitu sadar, Shena berusaha melepaskan diri dari pelukan Leo dengan kasar, tetapi Leo tidak mau melepaskan Shena begitu saja.
“Jawab dulu pertanyaanku!” nada suara Leo agak meninggi.
“Tidak apa-apa, terimakasih. Sekarang lepaskan aku!” cetus Shena.
“Aku baru tahu kalau orang berterimakasih itu harus dengan nada ketus dan jutek seperti itu. Apa ini budaya baru?” Leo mencoba bersikap genit pada Shena, tetapi gadis itu malah bergidik ngeri.
Dengan senyuman manis yang dibuat-buat, Shena mengulangi kata ucapan terimakasihnya pada Leo. Hal itu ia lakukan supaya Leo segera melepaskan pelukannya. “Terimakasih,” ucapnya lembut selembut kain sutera. “Bisa lepaskan aku sekarang?” pinta Shena masih sambil pura-pura tersenyum.
Leo semakin gemas melihat tingkah Shena. Ia tahu gadis itu tidak tulus mengatakannya, tapi saat ini bukan waktunya bermain-main. Mereka berdua sudah terlalu dalam memasuki kawasan hutan, dan tidak tahu bagaimana caranya bisa keluar dari hutan ini. Leo sengaja membuntuti Shena yang sedang kesal padanya dari belakang tanpa sepengetahuan Shena. Sampai akhirnya, ia melihat gadis ini hampir saja jatuh ke jurang. Dengan cepat dan sigap, Leo menangkap tubuh Shena tepat waktu sehingga tidak sampai jatuh ke dasar tebing.
“Kenapa kau diam saja? Cepat lepaskan aku!” bentak Shena.
__ADS_1
Refleks Leo melepaskan tubuh Shena dan gadis itu langsung berjalan mundur kebelakang. Sayangnya, Shena tidak memerhatikan langkahnya. Lagi-lagi kakinya sampai dibibir tebing dan ia tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya lagi. Tepat didepan Leo, Shena terjatuh kebawah.
“Tidak! Shena!” teriak Leo. Ia langsung melompat menyusul Shena dan menangkap tubuh gadis itu. Keduanya sama-sama terjatuh dan berguling-guling sampai ke dasar tebing.
Untung tebing yang mereka turuni tidak terlalu terjal dan juga tidak terlalu tinggi, sehingga Leo dan Shena masih bisa selamat tanpa mengalami luka serius. Shena jatuh tepat diatas tubuh Leo dan meringkuk ketakutan, tubuhnya gemetar karena shock. Ia bahkan tidak menyangka bakal bisa terjebak bersama Leo di tengah hutan belantara.
Namun tak dapat dipungkiri, disisi lain Shena juga merasa lega, meski tersesat di dalam hutan, ia tidak sendirian. Ada Leo bersamanya, dan Shena tetap harus waspada pada orang seperti Leo yang terkenal playboy dengan julukan gengster nggak ada akhlak.
“Sampai kapan kau mau tidur diatasku? Kau mau mengambil kesempitan dalam kesempatan?” tanya Leo. Ia tidak bisa bergerak karena tubuh Shena ada diatasnya.
Shena langsung memaksakan diri untuk bangun meski punggungnya terasa sakit akibat berguling-guling tadi.
“Pepatahmu itu kebalik, bodooh! Lagian kata-kata itu harusnya akulah yang mengucapkan,” gerutu Shena.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Shena agak ketus.
“Wajahmu kotor sekali! Aku hanya membantu membersihkan,” terang Leo.
“Jangan sok romantis denganku. Sebaiknya kita jaga jarak saja, karena aku tidak mau dekat-dekat dengan orang sepertimu.”
“Aku bahkan belum melakukan apa-apa padamu, tapi kau sudah menolakku!” Leo mendekatkan wajahnya tepat diatas wajah Shena dan menatap tajam manik mata gadis itu. “Asal kau tahu, aku paling tidak suka ditolak! Untuk saat ini, aku membiarkanmu melakukan apapun yang kau mau. Kita tidak harus dekat sekarang, jadi bersenang-senanglah selagi kau bebas, tapi suatu hari nanti, kau akan jadi milikku, dan kau juga akan jatuh cinta padaku. Saat itu tiba ... di dalam duniamu, hanya ada aku seorang.” Leo tersenyum simpul dan mulai mencari jalan agar bisa keluar dari tempat ini.
Shena tidak mengerti sama sekali apa yang dikatakan Leo padanya. Tatapan matanya benar-benar membuat Shena semakin ingin menjauh dari Leo. Namun, saat ini, cuma Leo yang bisa Shena andalkan. Setidaknya sampai keduanya keluar dai hutan ini.
__ADS_1
"Dasar orang aneh!" gumam Shena kesal.
Sebenarnya, Shena enggan mengikuti Leo karena ia tahu cowok playboy ini buta arah sana seperti dirinya. Namun, ia tidak tahu apapun soal hutan. Jadi mau tidak mau ... suka atau tidak suka, Shena mengikut langkah Leo dari belakang meskipun hatinya cemas apakah mereka berhasil keluar dari dalam hutan ini atau malah sebaliknya.
"Apa kau yakin ini jalan keluar hutan?" tanya Shena dari balik punggung Leo.
"Kenapa? Kau tidak percaya padaku? Kau pikir ini salahku sehingga kita berdua tersesat di dalam hutan ini?" nada suara Leo terdengar kesal.
"Aku kan cuma tanya, tinggal jawab iya atau tidak saja kenapa harus panjang lebar tinggi begitu. Menyebalkan sekali orang itu." lagi-lagi, Shena menggerutu sendiri.
Mereka berdua terus berjalan naik turun bukit untu mencari jalan keluar. Sesekali, keduanya berhenti berjalan untuk melepas lelah sekaligus menikmati indahnya panorama alam yang menakjubkan. Angin sepoi-sepoi juga berhembus menghilangkan peluh yang keluar dari tubuh Leo dan Shena.
"Ayo kita jalan lagi, kecuali kalau kau ingin bermalam di sini denganku," ujar Leo sedikit ada bumbu mengancam.
BERSAMBUNG
****
Maaf part ini harusnya aku up semalam berhubung repot jadi baru bisa up sekarang.
__ADS_1