
“Kita ketemu lagi nanti saat istirahat, masuklah! Bel sudah berbunyi.” Epank melepaskan genggaman tangannya pada Yua dan pergi kekelasnya sendiri.
Dengan hati berbunga-bunga, Yua masuk ke dalam ruangan dan langsung disambut tatapan sinis dari Via.
Aku langsung menutupi wajah Via dengan berdiri di depan Yua sambil mengantar Refald keluar dari kelas. “Cieee, yang lagi berbunga-bunga.” Aku sengaja memanas-manasi Via yang hanya bisa marah dan kesal melihat mantan pacarnya kini menjadi pacar teman sekelasnya.
“Diam, kau!” bentak Yua padaku.
“Yua, aku titip Fey,” ujar Refald pada Yua dan beralih menatapku. “Sampai jumpa lagi, Honey.” Refald tersenyum manis padaku dan pergi ke kelasnya.
“Hei Yua! Benarkah kau pacaran dengan Epank? Kau merebut pacar temanmu sendiri?” tanya Nike secara blak-blakan tanpa basa-basi.
“Lebih tepatnya mantan, Say.” Aku membela Yua yang wajahnya berubah merah karena tidak tahu apa yang harus ia katakan di depan semua teman-temannya soal hubungannya dengan Epank sekarang.
“Benar!” teriak Via. “Dia sudah merebut Epank dariku! Dasar PHO kamu! Teman makan teman!” Via menunjuk wajah Yua dengan sinis.
Aku menepis tangan Via dengan kasar. “Dasar mak Lampir, masih aja nyalahin orang. Apa perlu aku beritahukan kepada semua orang yang ada di sekolah ini kalau kaulah yang mengkhianati Epank dan selingkuh dengan Bayu? Kau masih berani menuduh Yua yang berusaha mati-matian menyelamatkan Epank saat ia dalam bahaya sementara kau sendiri sibuk mengurusi dirimu sendiri? Siapapun yang jadi Epank pasti akan lebih memilih Yua daripada orang sepertimu yang nggak punya hati! Sudah selingkuh, egois, masih menyalahkan orang lain lagi! Bersyukurlah kau masih bisa hidup!” bentakku pada Via.
Semua teman-teman sekelasku beralih menatap Via karena terkejut mendengar fakta yang aku jabarkan pada semuanya. Sedangkan Via langsung melayangkan tangannya hendak menamparku tapi aku dengan sigap bisa menepis tangan itu sehingga tidak sampai mengenaiku. Aku mencengkeram kuat tangannya sehingga Via tidak bisa bergerak.
“Kau!” teriak Via.
“Apa?” tantangku.
Semua mata tertuju pada kami. Siswa laki-laki bersorak sorai melihatku berubah dari siswi pendiam dan tak banyak bicara kini menjadi ganas dan bar-bar seketika. Sejujurnya, sejak aku menemukan jati diriku dan hubunganku dengan Refald mencuat kehadapan publik, aku kembali ke sifat asalku saat almarhum ibuku belum meninggal dulu. Aku sudah kembali menjadi diriku sendiri sekarang, dan tidak lagi takut pada apapun.
Kalau sebelumnya aku menerima hinaan, cacian, dan bullyan dari mereka yang tidak suka padaku tanpa punya kemauan membalas. Kini aku sudah tidak lagi seperti dulu, aku bisa menunjukkan gigi dan taringku sehingga aku tidak akan ditindas lagi oleh siapapun. Aku juga berjanji akan melindugi teman-temanku seperti yang kulakukan pada Yua sekarang.
“Oey! Fey! Kau bisa jadi galak juga?” tanya Riko.
__ADS_1
“Diam kau kecoak!” bentakku padanya dan masih tetap mencengkeram kuat tangan Via.
“Uuuuuuuuwwwww,” sahut yang lainnya.
“Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut di sini,” tanya guru BK yang tiba-tiba saja sudah berdiri di depan pintu kelas.
Semua siswa langsung diam tanpa bisa berkata apa-apa melihat kedatangan guru BK yang terkenal killer ini.
Aku melepas kasar tangan Via dan menghadap guru BK yang berdiri tidak jauh didepanku.
“Aku terkejut, Fey. Ini pertama kalinya kau membuat kegaduhan di sekolah. Biasanya kau hanya diam saja dan tidak peduli dengan apapun yang ada disekitarmu. Tumben sekali? Jelaskan padaku apa yang terjadi! Kalian bertiga!” bentak guru BK itu. “Fey, Yua dan Via. Ikut aku ke kantor! Sekarang!”
Aku dan Yua saling pandang. Ini pertama kalinya juga bagi kami masuk ke ruang BP. Aku menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi sehingga Via hendak menamparku. Guru BP tadi langsung mengerti dan hanya manggut-manggut saja mendengar penjelasanku. Sedangkan Via dan Yua hanya menundukkan kepalanya karena guru killer itu menatap tajam mata keduanya.
“Lagi-lagi soal kisah cinta, ha? Apa kalian mau main sinetron! Fokus pada pelajaran kalian! Jangan sampai aku menikahkan kalian bertiga jika kejadian ini terulang lagi! Dasar anak muda zaman now!” bentak guru BP itu pada kami. “Sebagai hukuman untuk kalian bertiga, bersihkan seluruh ruang Multimedia dan perpustakaan. Sekarang juga! Harus sampai bersih, kalau tidak, kalian semua akan aku skors!” Guru BK yang bernama bu Tia ini menulis nama kami di daftar buku hitamnya, menandakan jika kami melakukan kesalahan lagi maka hukuman yang lebih berat bisa menanti.
“Baik, Bu!” jawab kami bertiga. Setelah itu kami pergi ke ruang multimedia dan bersiap melaksanakan hukuman yang diberikan pada kami.
“Ini tidak adil, jendela ini tinggi sekali.” Aku meloncat-loncat untuk bisa mencapai jendela paling atas agar bisa membersihkan debu dan sarang laba-labanya.
“Ambil bangku saja.” Yua memberikan saran.
“Ah, kau benar.” aku menyeret sebuah kursi yang ada di pojok ruangan dan menempatkannya didepanku agar aku bisa naik diatasnya dan membersihkan debu yang tersisa.
Sayangnya, sepertinya ini adalah hari apesku. Baru saja aku menginjakkan kakiku di atas kursi, tiba-tiba saja salah satu gagang kursi tempatku berpijak patah, alhasil aku langsung oleng dan terjatuh kalau saja tidak ada sebuah tangan yang menarikku dan langsung mendarat mulus di tubuh orang itu.
Aku sungguh terkejut Refald bisa ada disini dan menyelamatkanku tepat waktu. Jika tidak, mungkin aku sudah mengalami gagar otak atau patah tulang karena terjatuh dari atas.
“Refald?” tanyaku terkejut melihat Refald tiba-tiba saja sudah ada di didepanku dan tersenyum simpul padaku.
__ADS_1
“Aku menangkapmu Honey, jangan khawatir, Oke.”
Yua yang terkejut sekaligus heran dengan apa yang dia lihat di depan matanya langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
“Ba-bagaimana bisa ... kau a-ada di sini? Tadi ... kan? Itu ... ehmm ....” Yua bingung harus berkata apa. Entah bagaimana caranya Refald tiba-tiba saja ada di sini dan menyelamatkan Fey ketika hampir saja sahabatnya itu celaka.
“Jangan bilang siapa-siapa Yua, hanya kamu yang tahu, Oke! Aku pergi dulu.” Refald beralih menatapku. “Honey, hati-hati.” Refald tersenyum manis padaku dan menengadah sambil berkata, “Bantu mereka dan cepat pergi dari sini!” perintah Refald pada pasukan dedemitnya yang langsung melakukan apa yang diperintahkan rajanya.
“Dia bicara pada siapa?” tanya Yua yang masih shock dengan kejadian ajaib tadi. “Refald .. apakah dia hantu?” Yua bergidik ngeri.
“Bukan, dia adalah Edwardku.” Fey tersenyum bahagia melihat semua ruangan multimedia kini jadi kinclong seketika.
Yua pun ikut tercengang melihat keajaiban yang aneh ini. “Apa Refald adalah vampir?” tanya Yua yang sudah setengah mati penasaran tentang siapa Refald sebenarnya.
“Bukanlah, dia manusia sama seperti kita. Tapi, dia bukan manusia biasa. Refald ... adalah putra raja.”Fey benar-benar bangga ketika menyebutkan jati diri Refald kepada Yua.
Yua sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Fey padanya. “Jelaskan padaku nanti! Jika tidak, akan aku pecat kau jadi sahabatku!” ancam Yua dan mengajak sahabatnya pergi dari ruangan ini karena tiba-tiba saja bulu kuduknya berdiri. Seolah ada makhluk astral tak kasat mata yang sedang mengawasi mereka.
****
akhirnya Refald dan Fey comeback. . mreka masih SMA saat ini ... trus ikuti kisah mereka sampai nanti mreka menikah .. semoga suka dengan cerita fantasi ala Edward-Bella
yang kangen sama Refald mana ya?
Fey saat SMA
__ADS_1
jangan lupa untuk dukung penulis dengan like, vote dan komentar .. love you all