Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 129 Janji Sauran


__ADS_3

Begitu melihat ibuku datang di tengah-tengah pesta pernikahan kakakku, Refald menutup mata dan merentangkan kedua tangannya. Ia menggunakan seluruh kekuatannya untuk menghentikan waktu sementara sehingga orang-orang yang ada di pesta ini berhenti bergerak dan berbicara. Dalam sekejap, mereka semua menjadi seperti patung hidup. Tentu saja aku adalah pengecualian kekuatannya.


Hanya aku yang tidak terkena pengaruh kekuatan Refald. Aku sendiri baru tahu, dan juga sangat terkejut, Refald punya kekuatan menghentikan waktu. Anehnya selama ini, Refald tidak pernah bilang padaku kalau dia punya kekuatan sedahsyat itu. Entah mengapa kharisma Refald semakin bertambah kuat setelah kami berdua menikah di dunia lain.


Setelah semua orang yang ada di pesta ini diam tak bergerak, Refald menuruni tangga dan berjalan menuju tempat Sakura dan Sauran berdiri. Ia menyentuh pundak kakakku dan kakak iparku sehingga keduanya kembali bergerak sama sepertiku. Refald juga menyentuh pundak ayahku dan juga ayah Refald sendiri, tapi tidak ibu mertuaku. Sepertinya beliau juga istimewa, sama sepertiku yang sudah kebal dengan kekuatan Refald.


Sakura, Sauran, dan Ayah langsung terperanjat setelah mereka melihat siapa yang berdiri di depanku. Mata mereka terus menatap tanpa kedip wajah ibuku. Wajah cantik nan anggun yang tak akan pernah bisa kami lupakan meski ibuku sudah tiada.


“I-ibu ... Ibu ... benarkah itu kau, Ibu?” mata Sakura mulai berkaca-kaca melihat sosok ibu berdiri diantara kami semua.


Sambil tersenyum manis khas ala ibuku, Ibu melayang maju mendekati Sakura yang juga berjalan mendekat ke arahnya. Keduanya bertemu tepat di depan ayahku berdiri, dimana sejak tadi hanya diam terpaku menatap kembali istri tercintanya yang selama ini amat sangat dirindukannya. Bahkan ayahku seakan tak percaya, kalau ia bakal bisa melihat lagi istrinya di hari yang bersejarah ini, yaitu pesta pernikahan putri pertama mereka, Sakura dan Sauran.


“Selamat untuk pernikahanmu putriku Sakura, dan juga kau Sauran.” Suara ibu terdengar lembut dan menggema, sangat merdu untuk di dengar. “Ibu turut bahagia untuk kalian berdua. Aku harap, kalian bisa berbahagia untuk selamanya dan punya banyak anak.” Lagi-lagi, ibu tersenyum manis sekali.


Sayang saja, aku tidak bisa mengabadikan momen yang mengharukan ini. Refald sendiri sedang berdiri disampingku dan menggenggam erat tanganku agar aku tidak menangis.


Air mata Sakura sudah mengalir deras membasahi pipi lembutnya. Ia berusaha memercayai apa yang ia lihat dan ia dengar ini. Perlahan, Sakura mengangkat tangannya dan berusaha menyentuh ibu. Namun, tangan Sakura tak bisa menyentuhnya. Itu karena ibu hanyalah jiwa tanpa raga. Raga Sakura, tak akan bisa menyentuh jiwa ibuku kecuali kalau ia sudah pernah mati.

__ADS_1


Kakakku menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena tak kuasa menahan betapa bahagianya Sakura bisa melihat ibu meski ia tak bisa menyentuh jiwa ibu secara langsung. Ibu mengerti bagaimana perasaan kakakku, oleh karena itu ibu berusaha merengkuhnya, meskipun mereka tak bisa saling bersentuhan.


“Jangan menangis, Sayang. Aku datang kemari untuk memberikan restuku pada pernikahan kalian berdua. Semua ini berkat adikmu Shiyuri. Meski saat ini kau tak bisa menyentuhku, kasih sayang ibu akan selalu ada untukmu. Berterimakasihlah pada adikmu. Dia mengorbankan banyak hal agar ibu bisa datang kembali menemuimu dihari bahagiamu. Aku harap, momen ini adalah momen paling indah dalam hidupmu agar kau tetap hidup bahagia bersama dengan orang yang kau cintai.”


Mendengar kata-kata lembut ibuku, Sakura berhenti menangis dan mengangkat kembali wajahnya untuk menatap ibuku lekat-lekat.


“Kau sangat cantik, Ibu dan aku sangat merindukanmu. Aku sungguh bahagia, kembalinya Shiyuri dan hadirnya ibu di malam ini, merupakan hadiah terindah yang pernah aku terima di dunia ini. Rasanya, aku tidak menginginkan apa-apa lagi. Ibu datang kemari merupakan hal yang paling membahagiakan dalam hidupku. Aku tidak akan pernah melupakan momen indah ini. Akan aku simpan kenangan ini di lubuk hatiku yang terdalam.” Sakura bercucuran air mata saat mengatakan semua isi hatinya.


Ibuku hanya bisa mencium kening kakakku, dan mencoba memeluknya meski lagi-lagi mereka tak bisa bersentuhan. “Ibu juga sudah menunggu momen ini, Sayang. Maafkan ibu yang tak bisa menemanimu di sepanjang waktumu hingga detik ini. Dan ibu berharap, Sauran bisa membahagiakanmu dan menjagamu dengan baik.” Ibu berpaling menatap kakak iparku.


“Aku berjanji Ibu, akan aku berikan hati dan segenap jiwaku untuk menjaga Sakura, selalu mencintainya dan membahagiakannya seumur hidupku. Ibu tidak perlu mengkhawatirkan Sakura lagi, karena sudah ada aku disisinya. Aku berjanji padamu.” Sauran pun memberi hormat pada ibuku dengan membungkukkan badannya sehingga menambah haru suasana. Apalagi setelah mendengar janji yang diucapkan Sauran untuk Sakura.


Selama beberapa saat, Sakura melepas kerinduannya direngkuhan ibuku. Kini, giliran ibu yang menghampiri ayahku. Aku tersenyum melihat pertemuan romantis antara ayah dan ibuku, keduanya saling menatap dalam perasaan masing-masing. Aku sempat melihat beberapa kali, ayahku mengusap air matanya.


“Senang bisa bertemu denganmu lagi, Nadeshiko.” Ayah menatap lembut wajah istri tercintanya.


Sungguh itu adalah pertemuan yang paling mengharukan disepanjang. Sepasang sejoli yang terpisah karena maut, kini dipertemukan kembali dalam dua dunia yang berbeda. Namun aura cinta keduanya terlihat sangat kuat dan tetap sama seperti yang pernah kulihat sewaktu ibuku masih hidup dulu. Mungkin inilah yang dinamakan dengan cinta sejati yang tak pernah pudar. Meski mereka berbeda dunia, cinta keduanya tetap abadi selamanya.

__ADS_1


"Jangan menangis Honey," ujar Refald lirih tapi genggaman tangannya sangat terasa semakin kuat.


"Bagaimana bisa aku tidak menangis, Refald. Ayah dan Ibu akhirnya bisa bertemu di momen spesial pernikahan kakakku. Jujur, aku jadi teringat momen pernikahan kita sendiri waktu itu. Ini bukan air mata kesedihan, melainkan air mata bahagia." aku mencoba tersenyum sambil terus mengusap air mata yang terus mengalir membasahi pipiku.


Tak ada hal lain lagi yang kuinginkan di dunia ini selain melihat orang-orang yang aku cintai bahagia. Apalagi dengan kehadiran jiwa ibu di tengah-tengah kami seperti sekarang ini. Meskipun ini hanya sementara dan tak bisa berlangsung lama, bagi kami semua yang menyayangi ibu ... itu sudah lebih dari cukup.


Terlepas dari itu semua aku sangat berterimakasih pada tunangan manusia superku Refald yang bisa menciptakan keajaiban seperti ini. Hidupku yang dulu kuanggap suram, kini jauh lebih sempurna dengan adanya Refald disisiku. Dan aku ... sangat mencintai Refaldku, yang tidak lain adalah suamiku di dunia lain sekaligus tunanganku di dunia nyata ini.


BERSAMBUNG


***


masih ada satu episode lagi ... sabar ya ...



Sakura

__ADS_1



Sauran


__ADS_2