
Setelah makan malam selesai, aku dan ayahku langsung menuju kamar yang sudah disediakan untuk kami. Ayah memilih kamarku sebagai tempat peristirahatan kami malam ini.
“Bagaimana perasaanmu saat ini, Shiyuri?” Ayah mengusap rambutku dengan lembut saat aku berbaring dipangkuannya. Sudah lama aku tidak merasakan kehangatan ini. Bersama ayah, aku seperti kembali menjadi anak kecil lagi.
“Aku bahagia ayah, tapi aku juga sedih dan kecewa.”
“Kenapa? Bukankah kalian berdua saling mencintai?”
“Bukan soal Refald, Ayah. Aku hanya sedih karena sudah membuang waktu yang berharga bersama dengan kalian semua. Sungguh aku sangat menyesal,” ucapku lirih. Aku yakin Refald sedang mendengar percakapan kami.
Inilah yang aku rasakan saat ini. Hal yang paling membuatku sedih adalah, waktu yang aku habiskan dengan ayahku tinggal sedikit lagi. 2 tahun bukanlah waktu yang lama bagiku, apalagi aku tidak bisa setiap hari bersama dengan ayahku. Kesedihanku ini, tak bisa dihindari lagi. Aku ingin menangis, tapi aku tidak mau menumpahkannya di depan ayah tercintaku.
“Yang lalu biarlah berlalu, Sayang. Ayah lega karena Refaldlah yang menjadi pendamping hidupmu. Ayah memercayakanmu padanya. Cuma dia yang pantas untukmu. Ayah saja tidak akan bisa seperti suamimu itu. Kau sangat beruntung putriku. Kalian berdua menemukan pendamping yang tepat untuk menggantikanku menjaga kalian. Meski aku akui, aku bukan ayah yang baik bagi kalian.”
“Tidak, Ayah.” Aku bangun dari tidurku dan menghadap ayahku. “Bagi kami, Ayah adalah ayah terbaik di dunia yang hanya mencintai ibu dan kami berdua. Tidak banyak orang yang betah melajang sekian lama tanpa seorang pendamping hidup. Ayah sungguh luar biasa. Cinta ayah pada ibu mengalahkan segalanya. Bahkan aku sampai bisa merasakan betapa besarnya cinta yang ayah miliki untuk kami semua.
"Dari dulu hingga sekarang, rasa cinta ayah tak pernah berubah. Tidak ada ayah sehebat dirimu di dunia ini, Ayah. Aku sangat menyayangi Ayah, Sakura dan juga almarhum ibu. Untuk pertama kalinya selama masa hidupku, aku merasa sangat beruntung sudah dilahirkan ke dunia ini, dan jika Tuhan memberiku kesempatan di kehidupan berikutnya, aku ingin menjadi putri Ayah dan ibu lagi. Aku sangat menyayangimu, Ayah.” Tanpa sadar air mataku mengalir begitu saja.
Ayahku pun memelukku dengan erat. “Aku juga sangat menyayangi kalian berdua. Bagiku, tidak ada yang lebih berarti selain kebahagiaan kalian. Dan kini aku lega, karena kau dan Sakura bisa hidup bahagia bersama dengan orang yang kalian cintai. Ayah tak perlu merasa khawatir lagi jika suatu hari nanti, ayah tak bisa lagi mendampingi kalian berdua, karena sudah ada Refald dan Sauran yang bersedia menggantikan Ayah dengan segenap hati dan jiwa mereka untuk menjaga dan melindungi kalian.”
Kata-kata ayah menambah deras air mataku yang tadinya sudah kutahan mati-matian. Ayah tahu kalau usianya sudah tidak lama lagi, tapi ia masih menyembunyikannya dariku dan juga dari Sakura.
Ini adalah takdir yang sudah digariskan dalam hidup kami semua. Dimana ada kebahagiaan, pasti ada kesedihan juga. Dimana ada kehidupan, pasti ada kematian. Semua manusia akan mati jika sudah waktunya, tak peduli orang itu wanita atau pria, tua atau muda, besar atau kecil, kaya atau miskin, bila kematian sudah datang menjemput, tak akan ada seorangpun yang bisa melarikan diri.
Kini aku mengerti maksud Refald memperlihatkanku tentang apa yang akan terjadi pada ayahku. Ia ingin aku bisa menerima takdir ini dengan ikhlas dan lapang dada agar ayahku bisa bahagia setelah sekian lama menunggu untuk bisa kembali bersama dengan almarhum ibu. Mungkin sudah saatnya cinta mereka yang sempat terpisah karena maut yang menjemput ibuku lebih dulu, kembali bersatu lagi.
Malam ini, kami berdua saling berpelukan mencurahkan perasaan yang selama ini kami pendam satu sama lain. Pasti berat bagi ayahku membesarkan kedua putrinya tanpa sosok ibu di usia kami yang masih belia. Namun, dengan bodohnya aku malah menambah penderitaan ayahku dengan melarikan diri darinya.
__ADS_1
Kini, kenangan pahit itu hanya tinggal kenangan di hati, ayahku sama sekali tidak menyalahkanku. Bahkan ia berpikir jika ia jadi aku, maka mungkin ayah akan melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan dulu.
Setelah menangis sepuasnya dalam pelukan ayah, aku pun tertidur lelap saking lelahnya. Namun, aku sadar kalau kini aku pasti sedang memasuki alam mimpi. Saat mataku terbuka, aku mendapati pemandangan yang berbeda dari tempatku tadi.
Aku bangun dari tidurku untuk mengamati apa yang ada disekelilingku. Aku tersenyum karena aku berada disebuah tempat seperti bukit dengan berbagai macam tanaman dan bunga-bunga bermekaran tumbuh disekeliling tempat ini. Bahkan tubuhku berada diatas rumput hijau yang lembut dan menyegarkan mata.
“Sepertinya aku sedang bermimpi berada di musim semi. Bunganya indah sekali,” gumamku sambil duduk mengamati indahnya pemandangan disekitarku.“Tempat ini, sangat cocok kalau dibuat piknik, sayang ini hanya di dunia mimpi.”
Tiba-tiba ada sebuah tangan muncul dari belakangku dan menyodorkan sebuket bunga dari berbagai macam jenis bunga terikat rapi digenggaman tangannya. “Ini bukan mimpi, Honey. Aku sengaja menculikmu kemari karena aturan ketat ayahku yang tidak memperbolehkan kita bertemu.”
Sudah kuduga, pemilik tangan yang memberiku bunga adalah Refald, suamiku sendiri. Ia tersenyum manis padaku sambil mengecup lembut keningku. Ia pun duduk disebelahku. Aku menerima buket bunga itu dan mencium aroma bunganya.
“Wangi sekali,” ujarku.
“Tentu saja, itu kumpulan jenis bunga yang biasa digunakan sebagai dasar parfum. Kau suka?”
“Suka. Apa bunga ini nyata?” tanyaku penasaran.
Aku hanya diam dan menikmati suasana romantis kita saat ini. “Bagaimana kalau Leo tahu dan melapor pada ayahmu, apa yang akan mereka lakukan?”
“Tidak akan ada yang tahu, mereka semua sedang tidur. Aku sudah mengisi mimpi mereka dengan hal-hal yang indah sehingga mereka tidak akan terbangun hingga esok hari.”
“Oh iya? Kau juga punya kekuatan semacam itu? Tapi kenapa kau tidak pernah memberiku mimpi indah?” protesku.
“Karena aku tidak ingin kau terus berangan-angan dalam mimpi. Aku ingin kau hidup bahagia bersamaku, tapi tidak di alam mimpi.”
Aku menatap Refald yang sedang menikmati pemandangan indah di depan kami.
__ADS_1
“Apa aku bisa melihat mimpi apa yang kau berikan pada mereka?” tanyaku tiba-tiba.
Refald tidak langsung menjawabku, ia memejamkan mata dan berpikir sejenak. “Ide yang bagus Honey. Lihatlah ke atas.” Refald menunjuk langit-langit di atas kami.
Aku takjub karena langit-langit itu mendadak menayangkan tayangan mimpi setiap orang yang ada dalam pengaruh kekuatan Refald. “Daebak! Aku tidak bisa berkata-kata, ini sih seperti sedang melihat bioskop, bedanya kita melihat di luar ruangan tanpa perlu menggunakan layar. Cukup melihat langit yang cerah saja. Kau luar biasa Refald.”
Refald langsung mencium pipiku dengan cepat. “Terimakasih atas pujianmu, Honey.” Refald semakin mengeratkan pelukannya padaku. Kami berdua memandangi mimipi-mimpi semua orang dari bawah tempat ini.
Aku tertawa ketika melihat mimpi Leo. Anak itu bermimpi sedang digandrungi banyak sekali wanita cantik, tapi ia hanya memandangi sebuah foto yang ia cocokkan dengan wajah semua para wanita yang mengerumuninya.
“Foto siapa yang dipegang Leo?” tanyaku pada Refald.
“Itu foto gadis yang suatu hari nanti akan menjadi pasangan hidupnya. Sebenarnya, Leo punya pacar masa kecil, karena suatu hal, mereka harus terpisah satu sama lain. Kisah mereka mirip dengan kisah kita.”
“Benarkah?”
“Ehm, ini sudah takdir Honey. Tidak ada siapapun bisa melawan takdir yang sudah digariskan kepada setiap orang. Kebetulan, takdir Leo dan kita sama. Leo dan pasangannya, suatu saat akan bertemu dan memulai kisah cinta mereka. Kau lihat dan tunggu saja.”
“Tentu, aku akan menunggu. Aku bahkan tidak sabar ingin bertemu kekasih Leo nanti.” Aku tersenyum pada Refald dan kembali menatap langit-langit untuk melihat mimpi yang lainnya.
Aku diam terpaku dan senyumku menghilang begitu melihat mimpi ayahku. Tanpa sadar, lagi-lagi air mataku mengalir deras. “Ayah, ibu ...,” gumamku lirih.
BERSAMBUNG
***
Season 2 putra raja, akan aku lanjutkan disini ya ... terimakasih atas semua dukungan kalian yang setia menunggu up Refald dan Fey. Love you all.
__ADS_1