
Tatapan mata Refald semakin menajam melihat senyuman licik dari preman pasar yang ia todong dengan pistol milik preman itu sendiri. Tiba-tiba para preman yang tadi sempat dikalahkan oleh Fey, langsung menodongkan senjata api sama seperti yang dimiliki Rafald dan mengarahkan senjata tersebut kearah Fey dan Refald.
Dengan cepat, mereka semua menarik pelatuk pistolnya berasamaan dan sejumlah timah panas mulai melayang cepat ke arah tubuh Fey dan Refald. Refald yang tahu kalau ia dan istrinya sedang dalam bahaya besar mencoba menggunakan sedikit kekuatannya untuk manghalau peluru itu agar tidak sampai mengenai tubuhnya dan juga Fey yang berdiri tidak jauh dari tempat Refald saat ini.
Peluru-peluru itupun berhenti bergerak dan tetap melayang di udara sampai akhirnya terjatuh dengan aman di tanah. Pemandangan itu mengejutkan semua orang yang melihatnya. Tapi untungnya mereka semua tidak sadar kalau yang menghentikan semua peluru itu adalah Refald . Mereka semua malah mengira kalau peluru tersebut adalah peluru palsu.
Menyadari hal itu, Fey bergerak cepat melompat keatas dan melakukan salto menendang semua pistol yang berada ditangan kawanan perampok itu satu persatu dan mengambil pistol yang terlepas ke dalam genggamannya. Beberapa pistol yang tersisa ia lemparkan ke arah Refald dan suaminya itu pun menangkap semua pistol-pistol yang terlempar ke arahnya.
Fey melakukan adegan itu dengan sangat cepat bahkan sebelum preman itu menyadari kalau senjatanya sudah berpindah tangan.
Dada Refald mulai kembali sakit setelah sempat menggunakan sedikit kekuatannya. Ia terduduk lunglai sambil memegangi dadanya sendiri.
Kesempatan itu digunakan preman sangar untuk menumbangkan Refald begitu suami Fey terlihat lemah meski awalnya ia tercengang melihat keajaiban yang ia yakini pasti pria tampan itulah yang melakukannya. Namun, preman itu tetap tidak suka jika ada yang mencoba ikut campur urusannya. Sayangnya, gerakan preman tersebut kalah cepat dengan Refald. Walau ia kesakitan, ia tidak akan mudah ditumbangkan, apalagi oleh orang seperti preman sangar itu.
Dor!
Refald menembak salah satu betis preman sangar karena berusaha menyerangnya. Tentu saja suara tembakan yang diiringi dengan erangan keras dari preman tersebut terdengar kencang bagai suara petir yang menggelegar disiang bolong. Preman itupun tumbang dan terkapar tak berdaya sementara anak buahnya berlarian kearah bos preman pasar itu untuk membantunya.
Sedangkan Fey sendiri, langsung berlari menyongsong Refald untuk mencari tahu bagaimana keadaan suaminya saat ini.
"Kau tidak apa-apa, suamiku?" tanya Fey mulai khawatir.
Refald belum bisa menjawab, karena masih menahan rasa sakit.
"Apa beciuman bisa memulihkan sedikit tenagamu?" tanya Fey bingung dan tidak tega melihat Refald kesakitan seperti itu.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, Honey." ujar Refald terbata-bata masih menahan rasa sakit. "Tapi ... tidak ada salahnya ... kalau mencobanya." Napas Refald terdengar ngos-ngosan.
Tanpa pikir panjang lagi, Feypun memegang kedua pipi Refald lalu menciumnya dengan mesra untuk memberikan energinya agar suaminya itu kembali bertenaga.
Mulut semua orang menganga lebar menyaksikan adegan intim pasangan suami istri yang berciuman mesra ditempat umum dan disaksikan oleh banyak pasang mata di depan para preman pula.
Mereka semua tidak pernah menduga bahwa Fey dan Refald nekat melakukan adegan tak seharusnya diperlihatkan ditempat umum seperti ini mengingat tidak ada yang tahu kalau Refald dan Fey adalah pasangan suami istri. Ada yang mendukung adegan itu dan ada juga yang menentang tindakan tak pantas tersebut terlebih lagi, ini adalah daerah perkampungan, bukan perkotaan.
"Wah, gila. Pasangan itu benar-benar gila. Entah kenapa jadi serasa lihat syuting film drakor sungguhan melihat mereka," komentar salah satu netizen yang dekat dengan tempat Fey dan Refald melakukan transfer tenaga.
"Apaan? Dasar nggak tahu malu!" Kesal yang lainnya karena ia jomblo dan belum punya pasangan.
Dengan kata lain, adegan dadakan ala film drama yang disaksikan oleh semua pendukuk kampung disini mendapat dukungan penuh dari orang-orang yang sudah punya pasangan tapi ditentang keras bagi kaum jomblo ngenes yang belum mendapat pasangan termasuk para preman pasar ini.
"Apa yang mereka lakukan?" tanya preman pasar itu sambil menahan rasa sakit di betisnya akibat luka tembak yang diberikan Refald padanya.
"Mereka berciuman, Bos." Salah satu anak buahnya menjelaskan.
"Bukan itu maksudku bodoh! Apa mereka tidak tahu malu? Dasar bocah-bocah nggak ada akhlak. Cepat bunuh mereka! Kenapa kalian malah bengong saja disini!" Bentak preman tersebut.
Dasar bos preman nggak sadar diri ... dia sendiri orang yang tidak punya hati, masih berani ngatain orang lagi. batin beberapa anak buahnya.
"Mereka sweet banget, Bos. Nggak tega mau bunuh mereka, biarkan saja mereka menyelesaikan ciuman mereka dulu, baru kita bunuh," jawab preman itu ngasal dan langsung mendapat pukulan telak dari rekan-rekannya.
"Adowww, apaan?Aku kan lagi baper, aku jadi keinget drakor CLOY, kalau melihat mereka seperti itu," protes salah satu preman penggemar drakor pada teman-taman yang memukulya.
__ADS_1
"Heh, kutu kupret! Kita ini preman, masa iya kau jadi penggemar drakor! Malu-maluin aja!"
Semua preman-preman pasar itu memandang geram rekannya yang sama sekali tak mencerminkan sikap preman.
"Lah gimana lagi, dah terlanjur suka!" preman penggemar drakor itu masih ngotot membela diri.
"Hentikan kalian semua, cepat habisi mereka atau kalian sendiri yang akan aku habisi!" bentak preman sangar itu.
Melihat beberapa orang berusaha menyerangnya, mata Refald kembali menyala tanda tenaganya berangsur pulih kembali. Ia menyudahi ciuman Fey dan menuntun istrinya berdiri.
"Kau tunggu disini Honey, biar aku yang memberikan pelajaran pada mereka." mata Refald masih menatap tajam para preman itu.
"Kau yakin kau tidak apa-apa?" tanya Fey masih sedikit khawatir.
"Kalau aku kenapa-napa, cium aku seperti tadi." Refaldpun maju dan menghadapi semua para preman hanya dengan tangan kosong tanpa menggunakan kekuatannya lagi.
BERSAMBUNG
****
Maaf up-nya telat, nanti aku lanjut lagi ya. .
Baju Refald kembaran sama Leo di playboy jatuh cinta 2. Yang belum baca mampir ya. .. klik aja profilku .. pasti nanti muncul covernya Leo
__ADS_1