Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 237 Pasukan Refald


__ADS_3

Badai awan hitam berpusar diatas langit-langit dan berbagai macam makhluk astral mulai muncul dalam pusaran lubang awan hitam tersebut. Para iblis yang dulu mengincar Fey dan Refald kini kembali datang karena penghalang yang dibuat Refald telah berhasil ditembus. Mereka semua langsung menyerang Refald secara bersama-sama.


Namun, sebelum semua iblis tersebut bisa menyentuh Refald, seluruh pasukan dedemit Refald datang dan menghalau para makhluk astral itu mereka semua saling bertarung satu sama lain dengan menggunakan kekuatan mereka masing-masing. Mereka semua bertarung di udara layaknya capung yang beterbangan ketika musim hujan tiba.


Sementara Refald sendiri masih menghajar Aditya sampai babak belur hingga laki-laki itu tak bisa bergerak lagi. Sayangnya, Aditya sudah bukan manusia biasa lagi. Tubuhnya, ternyata sudah kebal dengan pukulan. Meski ia dibikin babak belur oleh Refald, Aditya masih bisa berdiri tegak. Tak heran jika waktu itu, ia tidak melawan saat dihajar habis-habisan oleh para preman pasar suruhan Nouval dan ia pun cepat pulih dari luka-lukanya.


Sebenarnya, Refald sudah curiga sejak awal. Namun, ia masih diam karena kekuatannya saat itu belum sepenuhnya pulih. Selain itu, Aditya tidak melakukan apapun selama mereka tinggal bersama. Hal itu karena target laki-laki itu bukanlah Refald atau yang lainnya, melainkan Riska. Kekasihnya itu memang sudah ia rencanakan untuk dijadikan tumbal. Tetapi, rencana itu telah gagal.


Semuanya berubah ketika iblis penggemar drakor membuka kedok aslinya. Hanya iblis itulah yang suka bertindak seenaknya sendiri dan tidak pernah patuh pada Aditya meskipun ia terikat kontrak dengannya, tidak seperti iblis-iblis yang lain.


Dan untuk saat ini, Aditya tidak bisa membiarkan Refald dan Fey tetap hidup. Apalagi setelah apa yang dilakukan Refald padanya, suami Fey itu telah mengacaukan rencananya.


“Huh, aku sudah berakting sebaik mungkin untuk membawa pergi calon tumbalku berikutnya. Kenapa kau ikut campur urusanku, ha?” teriak Aditya sambil melemparkan bola api yang keluar dari tangannya ke arah Refald.


Tentu saja Refald langsung menghalau serangan itu hanya dengan sekali kibasan tangan. Meski Aditya juga punya kekuatan iblis, kekuatan Refald jauh lebih unggul diatasnya. Bahkan ribuan iblispun tak akan bisa menumbangkan Refald dengan mudah. Tak ada yang bisa mengalahkan Refald bila kekuatannya sudah kembali. Refald memang sengaja membiarkan pasukan dedemitnyalah yang melawan iblis-iblis jahat itu sementara ia mengurus manusia iblis yang bernama Aditya ini.


“Kau sudah membunuh banyak orang, tentu saja itu menjadi urusanku. Orang sepertimu tidak pantas berada di dunia ini. Kau tidak tahu bencana apa yang sudah kau ciptakan. Begitu kau mati, maka jiwamu akan menjadi budak para iblis yang melakukan perjanjian denganmu. Selamanya, jiwamu tidak akan pernah tenang.”


“Tutup mulutmu! Aku tidak akan terpengaruh oleh ucapanmu!” teriak Aditya dengan penuh emosi.


“Kau manusia paling menyedihkan yang pernah aku temui selama aku hidup. Kau membuang harga dirimu dan bersekutu dengan iblis. Terserah kau mau percaya atau tidak. Meski begitu, akan aku beritahu kabar baik untukmu.” Refald tersenyum menatap Aditya yang sedang marah padanya. “Kemungkinan besar, hanya iblis penggila drakor itu saja yang tidak menginginkan jiwamu karena kini, makhluk itu sedang jatuh cinta. Tapi iblis yang lainnya ... pasti akan menghancurkan hidupmu. Tak hanya saat kau masih hidup, tapi juga saat kau mati.” Refald menatap tajam Aditya sembari mengamati sekitarnya.


Seluruh pasukan Refald sedang berjuang menghancurkan semua iblis-iblis jahat itu dan mereka tidak pernah memberikan kesempatan pada iblis jahat untuk mendekat ke arah Refald. Pasukan dedemit Refald benar-benar terlatih. Mereka semua unggul dan banyak sekali iblis jahat yang berhasil mereka musnahkan tanpa campur tangan Refald.


“Kalian semua hebat!” puji Refald disela-sela percakapannya engan Aditya.


"Terimakasih, Pangeran!" Seru semua pasukan dedemit Refald bersamaan, kompak, layaknya kelompok yang sedang paduan suara.


“Baiklah," ujar Aditya agak keki mendengar kekompakan pasukan dedemit Refald. "Anggap saja apa yang kau katakan itu benar. Tapi, aku tidak berniat menjadi budak mereka. Sebaliknya ... aku ingin menggantikan posisimu. Kau adalah pangeran Mirza Banta, kan? Raja dedemit selanjutnya. Huh, akan aku beritahu satu hal juga padamu. Akulah ... yang akan menjadi Raja berikutnya setelah aku menghabisimu!” tandas Aditya penuh percaya diri.


Bukannya terkejut, Refald malah tertawa riang mendengar pernyataan menggelikan yang keluar dari mulut Aditya.


“Aku baru tahu, selain pandai berakting kau juga suka berhalu. Kau ingin menjadi raja dedemit? Kau bahkan tidak sanggup mengendalikan satu iblis penggemar drakor itu. Bagaimana bisa kau menjadi raja? Kekuatanmu saja, belum ada sepucuk ujung jari kelingkingku ini. Beraninya kau bermimpi menjadi Raja dedemit? Jangan membuatku tertawa, kau ini lucu sekali.”


“Kau sombong sekali? Kau bahkan berlindung dibalik punggung istrimu!”


“Ah ... itu, ehm ... bagaimana menjelaskannya, ya? Sepertinya kau dan para iblis jahat itu tidak tahu apa-apa tentangku. Alasan kenapa aku menetap disini sementara, dan membiarkan Fey melindungiku padahal kekuatanku jauh lebih besar darinya adalah karena memang aku sengaja ... hiatus sementara menjadi pangeran dari dunia lain.”


“Apa maksudmu?” tanya Aditya tidak mengerti.


Sejak pertemuan pertamanya dengan Refald, Aditya sempat terkejut, karena ternyata pangeran dedemit yang terkenal keren tak tertandingi dan selalu diagung-agungkan di dunia lain ternyata kekuatannya tak jauh lebih besar dari istrinya. Tanpa tahu bahwa Refald memang sengaja tidak menggunakan kekuatannya selama berada di desa ini sampai ia pulih kembali.


“Sejujurnya, saat ini aku hanya bermain-main denganmu sambil menunggu pasukanku membereskan semua iblis-iblis jahat itu. Manusia sepertimu, tidak akan pernah bisa mengalahkanku dengan mudah.” Refald menyeringai sinis menatap Aditya.

__ADS_1


“Kau terllau meremehkanku. Aku akui kekuatanmu yang sekarang memang jauh lebih besar daripada saat pertama kali kita bertemu. Tapi aku ... sangat tahu kelemahanmu. Kita lihat apakah kau masih bisa tertawa setelah ini?”


“Apa yang sudah kau rencanakan?” mata Refald mulai berubah serius. Ia punya firasat yang buruk dan anehnya, Refald tidak bisa lagi merasakan aura istrinya.


“Apa kau yakin, kau tidak melewatkan sesuatu?” Aditya tersenyum sinis pada Refald.


“Apa maksudmu?” tatapan mata Refald semakin tajam seolah mewaspadai sesuatu. Pikirannya masih mencoba mendengar istrinya tapi sepertinya, Fey telah menghilang dari dunia ini. Refald yakin, istrinya terjebak di dunia lain bersama dengan Riska. “Fey!” gumam Refald sambil mengepalkan tangannya dan juga berkosentrasi mencari keberadaan istrinya, tapi ternyata gagal. Refald tidak bisa mendengar pikiran Fey lagi.


Aditya yang Refald lihat sekarang, bukanlah orang yang sama seperti saat mereka masih tinggal bersama. Kini, jiwa orang itu sudah berganti dengan jiwa iblis yang menguasai sepenuhnya tubuh Aditya.


“Apa kau sudah mengucapkan selamat tinggal pada istri tercintamu? Karena saat ini ... mungkin iblis yang bekerjasama denganku sudah menghabisi istrimu! Hahaha ...” Aditya yang sudah dikuasai iblis itu tertawa terbahak-bahak karena telah merasa menang.


“Apa?” Refald mulai menyadari sesuatu, ternyata Aditya memang sengaja membuat Refald sibuk dengan mengorbankan dirinya dihajar habis-habisan oleh Refald.


Sementara itu, secara diam-diam, Aditya memasang penghalang dimana hawa keberadaan Fey tak bsia dirasakan lagi oleh lawannya. Target Aditya sebenarnya adalah Riska, tapi ia sama sekali tidak keberatan jika harus membunuh istri pangeran dunia lain yang mendapat gelar Pangeran Mirza Banta alias Refald.


“Beraninya kau! Jika terjadi sesuatu pada istriku! Akan aku cincang kau hidup-hidup!” teriak Refald sambil melesat pergi kearah Fey berada, tapi langkahnya dihalangi oleh Aditya. “Minggir!” geram Refald menahan emosi. Ia tidak boleh marah atau kekuatannya bakal hilang, jika sampai Refald kehilangan kekuatan, maka sudah dipastikan siapa pemenang dari pertarungan ini.


“Tidak akan! Aku ingin melihat kau marah. Aku dengar, pangeran dari dunia lain tak pernah marah pada siapapun. Aku jadi penasaran, apa jadinya jika wanita yang paling dicintai pangeran dari dunia lain ini mati. Hahahaha ....” Aditya terus tertawa keras, ia membayangkan kehancuran Refald dihadapannya.


Kelemahan seorang pangeran Refald adalah Fey, sebab itulah ia meminta iblis menghabisi Fey sementara ia mengalihkan perhatian Refald. Aditya sangat yakin, iblis yang diperintahkannya sudah berhasil membunuh Fey dan membawa Riska kembali kemari.


“Hadeuh, kau benar-benar tidak tahu apapun tentang kami. Entah kau ini bodoh atau apa. Istriku ... tak akan bisa ditumbangkan semudah itu. Karena dia, punya sebagian kecil kekuatanku. Selain itu, aku punya pasukan dedemit yang bakal menjaganya dalam keadaan apapun, walau aku tidak tahu kemana kau membawa pergi istriku. Tapi pasukanku ... tetap akan bisa menemukannya.” Refald mendorong tubuh Aditya dengan kuat hingga ia terpental dan melesat jauh mundur kebelakang sampai membentur beberapa batang pohon dengan keras saking kuatnya dorongan Refald.


Tak terhitung, sudah berapa banyak pohon yang patah akibat tertabrak tubuh Aditya. Manusia iblis itu baru berhenti melesat setelah tubuhnya menghantam keras salah satu batang pohon terbesar di hutan ini. Jaraknya pun mencapai hampir 2 km dari tempat Refald berdiri. Laki-laki itupun ambruk dengan darah mengucur deras keluar dari mulutnya akibat benturan mematikan tadi. Ia pun mulai terbatuk-batuk dan mengerang kesakitan.


***


Di tempat lain, Fey dan Riska masih tetap berlari kencang masuk kedalam hutan untuk menghindari iblis yang hendak menyerang keduanya. Fey sengaja menggiring makhluk menyeramkan itu ketempat yang jauh dari pemukiman warga agar tidak mengganggu penduduk desa. Tanpa Fey sadari, ia dan Riska sudah tersedot masuk ke dalam dunia lain yang diciptakan iblis jahat atas perintah Aditya. Walau saat ini, Fey memiliki sedikit kekuatan suaminya, ia tetap tidak bisa mengalahkan penghalang yang dibuat khusus untuknya. Dengan kata lain, Fey dan Riska tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini.


“Saya tidak kuat lagi, nyonya Refald,” ujar Riska berhenti berlari, ia membungkukkan tubuhnya karena kelalahan dan napasnya ngos-ngosan. “Sebaiknya, anda cepat pergi dari sini, tinggalkan saya sendiri. Mungkin ini sudah takdir hidup saya. Target makhluk itu adalah saya. Selamatkan diri anda, nyonya! Jangan biarkan tuan Refald kehilangan anda. Lagipula, saya sudah tak layak hidup lagi di dunia ini.” Riska masih berusaha mengatur kembali napasnya. Ia sendiri juga pasrah akan takdir yang sudah digariskan untuknya.


“Kalau kau ingin mati, aku tidak akan menghalangimu, tapi jika kau mati disini, maka itu sama saja kau mempermudah jalan Aditya untuk mencapai tujuannya. Aku tidak aka membiarkan manusia iblis seperti kekasihmu itu semakin merajalela,” ujar Fey masih mengamati sekitarnya. Ia merasa ada sedikit keanehan ditempat ini. Sayangnya, gadis itu masih belum bisa menemukan keanehan yang dirasakannya.


Sedangkan Riska, masih belum bisa memercayai semua ini. Namun, jika memang ia harus berakhir disini, satu-satunya penyesalannya adalah ia tidak bisa mengucapkan permintaan maafnya pada Nouval karena telah berani mengkhianati pernikahannya. Riska sadar bahwa apa yang dilakukan suaminya bukan sepenuhnya kemauannya. Nouval, telah dikendalikan oleh iblis suruhan Aditya untuk menyiksanya sehingga membuat dirinya benci pada suami Riska sendiri dan berpaling cinta ke Aditya.


Air mata Riska mulai jatuh mengingat kenangan-kenangan tentang Nouval sebelum ia dikendalikan oleh iblis Aditya. Sebenarnya, Nouval adalah pria pendiam dan bersedia menerima apa adanya Riska walau ia sudah tidak suci lagi saat keduanya menikah. Nouval juga pria yang suka bekerja keras demi mencukupi dan menghidupi keluarganya. Namun, kehadiran Aditya telah mengubah segalanya. Suaminya itu mulai berubah kasar dan suka main tangan.


Hal itulah yang membuat Riska semakin tertekan dan juga merasa bahwa dirinya tak pantas menjadi istri Nouval lagi. Kini, semuanya telah terbongkar, Riska sudah mengetahui kebenaranya termasuk siapa Aditya sebenarnya. Meski pernikahan antara dirinya dan Nouval sudah berakhir, wanita itu tetap ingin melihat wajah mantan suaminya itu untuk terakhir kalinya, sebelum ia mati. Walau nyatanya, keinginan terakhirnya ini tidak akan pernah terpenuhi.


Riska yakin, Nouval pasti sangat membencinya dan tidak akan pernah mau memaafkannya ataupun melihatnya atas apa yang sudah ia lakukan pada mantan suaminya itu. Mengingat hal itu, air mata Riska semakin terus mengalir membasahi seluruh wajahnya. Ia sungguh menyesal karena tidak bisa bersabar menghadapi perangai suaminya saat sedang dalam kendali iblis jahat. Seandainya ia bisa bertahan dan bersabar, mungkin pernikahannya dengan Nouval tidak akan berakhir seperti ini.


“Penyesalan, memang tidak datang didepan, tapi dibelakang. Tidak ada gunanya kau menyesali apa yang sudah terjadi. Masih belum terlambat untuk memperbaikinya. Tetaplah hidup dan jangan menyerah, aku akan melindungimu dari para iblis-iblis ini,” ujar Fey. Ia sangat mengerti apa yang dirasakan Riska saat ini.

__ADS_1


“Aku tidak pantas untuknya, Nyonya. Harusnya Nouval bisa mendapatkan wanita yang lebih terhormat dariku. Saat menikah dengannya, kesucianku sudah direnggut. Itu sudah menjadi beban dalam hidupku dan aku terus merasa bersalah padanya,” isak tangis terdengar lagi. Riska tak bisa mengendalikan pikirannya tentang betapa buruknya dirinya ini.


“Tapi dia mencintaimu. Aku yakin dia sangat mencintaimu ... sayangnya, kau tidak pernah sepenuhnya membuka hati untuknya karena terlalu memikirkan Aditya. Hati suamimu goyah, karena kau terus saja merasa bersalah. Itulah kenapa iblis jahat bisa merasukinya. Seandainya kau melupakan masa lalumu dan menyerahkan seluruh hati beserta cintamu, maka cinta kalian berdua tak akan tergoyahkan.


“Bangunlah, dan temui suamimu! Katakan padanya bahwa kau menyesal dan ingin terus bersamanya. Tidak ada kata terlambat dalam hal cinta. Karena aku juga pernah mengalami hal sama saat aku meninggalkan Refald dulu. Syukurlah, kami berdua masih bisa bersatu kembali hingga kini setelah sempat terpisah bertahun-tahun lamanya. Kaupun juga bisa kembali pada suamimu dan hidup bahagia seperti aku dan Refald sekarang.”


“Apa? Kalian berdua ... sempat terpisah?” tanya Riska tak percaya. Sebab, melihat bagaimana romantisnya Refad pada Fey, rasanya tidak mungkin jika sepasang sejoli ini pernah berpisah apalagi sampai bertahun-tahun.


“Itu karena kebodohanku dan keegoisanku. Aku tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan Refald setelah aku meninggalkannya begitu saja. Tapi cintanya padaku begitu besar sehingga ia terus mencariku dan kami pun akhirnya bertemu kembali dengan kisah cinta yang baru. Kami menjalani kehidupan baru lagi hingga aku menjadi istrinya. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi selanjutnya dalam kehidupan ini Riska. Jika kau memang mencintai suamimu, kembalilah padanya. Dan jika dia juga masih mencintaimu, maka ia akan menerimamu kembali.”


“Bagaimana kalau dia membenciku dan sudah tidak mau lagi bersamaku.” Riska menundukkan kepalanya memikirkan kemungkinan yang terburuk.


“Jika dia menolakmu, jangan menyerah! Tunjukkan padanya bahwa cintamu tulus. Itulah yang dilakukan Refald padaku demi mendapatkan cintanya kembali.” Fey teringat bagaimana suaminya itu terus melindunginya tanpa tahu bahwa orang yang selama ini ada disamping Fey adalah tunangannya sendiri.


Kata-kata Fey menggetarkan hati Riska untuk memberanikan diri memulai kisah cintanya kembali dengan Nouval. Tak dapat dipungkiri Riska memang masih mencintai mantan suaminya. Mendengar kisah cinta singkat antara Fey dan Refald, membuat Riska menjadi bersemagat dan bertekat meminta maaf pada Nouval atas kesalahan yang sudah ia buat. Wanita itu berharap dapat membangun kembali hubungan mereka yang telah goyah akibat ulah orang ketiga.


“Terimakasih Nyonya, akan aku coba!” Riska berdiri tegak dan menyeka air matanya. “Tapi Nyonya, ada dimana kita? Ini bukan desa tempat tinggalku.” Riska mulai menyadari sesuatu, ia juga mengamati sekeliling.


Disemua sisi mereka berdiri, hanya terdapat hutan belantara dan sama sekali tidak ada tanda-tanda kehidupan. Riska juga tidak pernah melihat ada hutan selebat ini.


“Ada yang tidak beres disini. Sepertinya, kita terjebak dalam dunia lain.”


Kata-kata Fey ini membuat takut Riska. “Apa itu artinya ... kita tidak bisa keluar dari tempat ini?” Riska jadi mulai panik sendiri. Terkurung di tempat ini, sama saja dengan mati.


Fey mencoba memanggil Refald dengan pikirannya, tetapi sepertinya panggilan itu tidak terkonek. Ia sama sekali tidak bisa merasakan aura tubuh suaminya. Dengan kata lain, tidak ada yang bisa menyelamatkan Fey dari jebakan mematikan ini. Namun ia tetap mengajak Riska berjalan untuk mencari jalan keluar.


Beberapa iblis mulai datang mendekat. Fey berhenti berjalan dan mengamati sekitarnya dengan penuh waspada. Tidak ada jalan lain selain melawan serangan para iblis yang mencoba menyerangnya dan tidak akan pernah membiarkan Riska menjadi tumbal mereka.


Tiba-tiba dari arah belakang, sesosok makhluk mengerikan melesat cepat kearah Fey dan hendak menyerang istri Refald begitu ia lengah. Fey sendiri merasakan gerakan itu dan langsung menoleh ke arah sosok makhkuk mengerikan tersebut. Namun, gerakan makhluk itu begitu cepat sehingga Fey tak sempat melawan ataupun bertahan. Begitu tangan iblis menyentuh tubuh gadis itu, maka sudah dipastikan habislah Fey saat itu juga.


Didetik-detik terakhir ketika tangan iblis itu hendak mencengkeram leher Fey, sebuah tangan lain mencekal tangan iblis itu dengan kuat. Dia meremas-remas tangan makhluk mengerikan tersebut sampai berubah menjadi abu. Tentu saja pemandangan itu membuat Fey tertegun sekaligus ngeri. Riska bahkan tak berani melihat lagi. Dalam sekejap, iblis yang menyerang Fey itupun musnah berkat sosok makhluk berbaju serba putih berdiri tegak membelakangi Fey.


“Maaf, saya datang terlambat, Putri! Tadi saya tersesat. Anda tidak apa-apa, kan?” ujar sosok makhluk astral lainnya yang sudah sangat dikenal Fey.


Fey sendiri shock berat begitu mengetahui siapakah sosok yang menghalau serangan iblis menakutkan tadi. Sosok itu ...


“Tidak mungkin ... ini sungguh tidak mungkin ... kau ....” mata Fey terbelalak dan juga tidak bisa berkata-kata saking terkejutnya.


Tubuh istri Refald itu langsung lemah dan jatuh terduduk sambil terus menatap tajam sosok makhluk yang berdiri dihadapannya.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


Aku kasih episode panjang biar gak penasaran hehehe ...jangan bosan menunggu ya ... love you all forever.



__ADS_2