
Refald memberitahu seluruh keluarganya dan semua orang yang ada di pesta ini kalau sebentar lagi mereka akan kedatangan tamu tak diundang. Tentu saja tamu tak diundang tersebut beniat tidak baik. Sebab, tidak ada yang mengundang orang-orang tak berakhlak seperti para gerombolan preman kampung itu.
Dan benar saja, tak berselang lama setelah peringatan yang diberikan Refald, beberapa orang-orang jahat memaksa menerobos masuk ke dalam rumah dan langsung menembaki semua orang yang ada di dalam ruang pesta. Orang-orang tersebut adalah para berandal dan gigolo suruhan dari seseorang tak dikenal. Sayangnya, mereka semua salah masuk kandang. Sudah bisa dipastikan, para gigolo itu tidak aka pernah bisa keluar dalam keadaan hidup-hidup.
Peluru yang mereka tembakkan, tak ada satupun berhasil menembus kulit semua orang yang ada diruangan ini. Itu karena, Refald sudah membuat penghalang khusus dan tidak bisa dilihat hanya dengan mata telanjang. Uniknya lagi, para gigolo suruhan itu tidak akan bisa menembus penghalang Refald. Setiap orang yang hendak maju memasuki dinding penghalang, selalu saja terpental dengan sendirinya.
Mereka semua benar-benar tidak bisa mendekati Refald dan orang-orang yang berdiri dibelakangnya. Peluru-peluru yang ditembakkan juga berjatuhan dibawah dinding penghalang yang tak terlihat.
Pemandangan aneh bin ajaib itu telah berhasil membuat bingung para gigolo karena semua orang yang mereka tembaki tetap berdiri kokoh ditempatnya. Bahkan mereka semua malah terkesan cuek dan tetap melanjutkan aksi bincang-bincangnya sambil menikmati pesta dengan lantunan musik yang indah dan merdu didengar. Lebih parahnya lagi adalah, semua tamu undangan pesta pernikahan Refald, seolah menganggap para penjahat itu tidak ada.
“Ada apa ini? Kenapa tak ada satupun orang yang tumbang? Apa pelurunya meleset?” tanya pemimpin gigolo berbadan gempal pada semua anak buahnya.
“Pelurunya tak dapat menembus mereka, Bos?” lapor salah satu anak buahnya yang berdiri 5 meter tepat di depan Refald. Refald sendiri hanya dia, ambil bersikap waspada. Sesekali ia melirik wajah istrinya yang terlihat tegang bersembunyi dibalik punggungnya.
“Apa?” teriak bos itu tidak percaya. “Tembak lagi! Huh, mereka pikir mereka itu dukun apa? Jangan kasih ampun! Bunuh mereka semua yang ada disini!” perintahnya dengan lantang.
Semua anak buahnya pun menembaki orang-orang yang berdiri dibelakang Refald. Namun, lagi-lagi mereka tetap berdiri tegak sambil menatap tajam para penembak tersebut. Entah kenapa, tatapan mata para sasaran tembaknya, menyiutkan nyali gigolo-gigolo tersebut. Dan yang lebih menakutkan lagi adalah tatapan mata Refald yang menyala bagai kobaran bara api besar.
“Refald, siapa mereka?” tanya Fey dari balik punggung Refald. Gadis itu mengeratkan cengkeraman tangannya dikedua lengan suaminya.
“Eric, apakah mereka ....” Refald sengaja tak menjawab dulu pertanyaan istrinya, ia malah berpaling menatap Eric yang berdiri di samping Refald.
Sedangkan Yua, Mia dan Nura beserta suami kedua sahabatnya hanya bisa melongo menatap pemandangan ajaib ala negeri dongeng ini. Mereka semua benar-benar terkejut dengan apa yang mereka lihat tepat didepan mata. Jelas-jelas peluru itu terarah pada semua orang yang ada dibelakang Refald, tetapi tak satupun peluru itu menembus kulit mereka.
“Benar-benar menakjubkan,” gumam Mia diikuti anggukan kepala yang lainnya. Sedangkan Eric lebih fokus ke cerita masa lalunya yg tidak bisa dihindari lagi.
“Merekalah yang telah membunuh istriku tepat dihari pernikahanku waktu itu, dan sekarang mereka mengira akulah yang menikah lagi sehingga mereka membuntutiku kemari dan hendak menghabisi semua orang yang ada disini. Kalau dipikir-pikir, warna jasku dan jasmu memang sama, wajar kalau mereka salah mengira akulah pengantin prianya.” Disaat seperti ini, Eric malah sempat-sempatnya bercanda.
Tentu saja semua orang yang mendengar penjelasan Eric jadi terkejut setengah mati tak percaya ada orang yang begitu kejam seperti itu.
“Apa alasannya. Kenapa mereka seperti itu padamu? Kau kenal mereka?” tanya Fey yang sudah tidak sabar mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Sebab, seandainya saja Refald tidak memiliki kekuatan super, maka sudah dipastikan nyawa mereka semua yang ada disini bakal melayang begitu saja tanpa alasan yang jelas.
“Aku bergelut dalam dunia bisnis fashion Fey. Banyak pesaing dunia yang iri dengan kesuksesanku. Tentu saja mereka tidak akan membiarkanku hidup bahagia. Sebaliknya, mereka akan terus berusaha menghancurkanku hingga tak bisa bangun kembali dengan menyingkirkan orang-orang yang aku sayangi.” Penjelasan Eric benar-benar membuat Fey bergidik ngeri. Ia kira, kejadian semacam ini hanya ada di dunia novel dan film saja.
__ADS_1
Istri Refald itu tidak menyangka, ternyata di dunia nyata juga bisa terjadi hal-hal mengerikan seperti ini. Apalagi penyebab masalahnya hanyalah karena persaingan global.
“Mereka kejam sekali.” Fey pun jadi ikut bersimpati atas apa yang menimpa sahabat dekat suaminya. “Pangeranku, Refald! Kau bisa melenyapkan mereka semua tanpa jejak? Berani sekali mereka? Seenaknya jidatnya mempermainkan nyawa orang! Para binatang-binatang jalang itu harus membayar mahal atas perbuatan keji yang sudah mereka lakukan. Sebab, aku yakin korbannya bukan cuma Eric saja, dasar!” geram Fey.
“Kenapa aku merasa kau terdengar sadis, Honey!” komentar Refald sambil menyungingkan senyumnya.
“Lakukan saja! Binasakan saja orang seperti mereka! Buang ke laut aja sana, supaya mereka semua bisa menghargai nyawa orang! Memangnya nyawa itu dijual di toko apa?” Fey terdengar semakin emosi.
“Siap laksanakan tuan Putri!” Refald berbalik badan dan mengecup mesra kening istrinya, setelah itu ia memejamkan mata dan memanggil para pasukan dedemitnya untuk membantunya menyingkirkan semua penjahat yang berusaha merusak pesta pernikahannya dengan Fey.
Namun diluar dugaan, para pasukan Refald itu mogok kerja dan tidak mau menuruti perintah Refald lagi. Aksi ngambek massal pasukan dedemit Refald semakin membuat suami Fey itu geram dan naik pitam.
“Ada apa dengan kalian?” tanya Refald kesal.
“Anda bilang akan menikahkan kami begitu anda menikah dengan Tuan putri, Pangeran. Tapi kenapa sampai sekarang kau belum juga menikahkan kami semua!” protes salah satu pasukan dedemit Refald. Yang lainnya pun juga setuju, sedangkan pak Po hanya diam saja.
“Jadi karena itu kalian menolak perintahku? Apa kalian ingin lenyap sekarang juga, ha?” Refald semakin kesal mendengar alasan pasukannya tidak mau lagi menuruti perintahnya.
“Pangeran sudah janji!” seru yang lainnya.
Kerena kesepakatan sudah dibuat, para pasukan Refald membuka semua lubang hitam dan memasukkan semua gigolo itu kedalamnya sampai tak ada jejak yang tersisa. Setelah dipastikan semuanya masuk, barulah pasukan dedemit Refald menutup kembali lubang hitam itu dan langsung membuka kembali penghalang yang tadi dibuatnya untuk melidungi semua orang yang ada di pesta ini.
Kejadian ajaib ini, membuat semua orang kecuali keluarga besar Refald takjub tak percaya. Mereka bahkan berkali-kali menepuk-nepuk wajah berharap bahwa apa yang tadi mereka lihat hanyalah mimpi dan khayalan saja. Namun, sepertinya yang tadi itu benar-benar nyata dan semakin terkejutlah mereka semua.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Refald langsung menghapus semua ingatan tamu undangan termasuk para sahabat-sahabat Fey agar mereka melupakan kejadian tak masuk akal tadi. Sedangakn keluarga Refald yang sudah tahu seperti apa Refald hanya bersikap biasa saja dan tidak terlalu terkejut dengan aksi Refald yang memang memiliki kekuatan supranatural langka.
“Kau melakukannya dengan sangat cepat Pangeranku,” ujar Fey sambil tersenyum senang dan Refald langsung mencium lembut bibir istrinya tepat di depan semua orang yang masih terjaga.
“Aku butuh asupan energi lagi Honey,” bisik Refald dengan senyuman yang menggoda.
“Kami juga butuh asupan pangeran! Cepat nikahkan kami!” protes para pasukan dedemit Refald kompak dengan menggunakan kata-kata yang sama. Mereka semua melayang-layang memutari Refald dan Fey.
“Oke-oke! Kalian para dedemit mesum, akan segera aku nikahkan? Mana calon kalian? Aku ingin melihatnya?” tanya Refald sambil menatap satu persatu pasukannya. Namun, tidak ada jawaban dari mereka.
__ADS_1
“Ehm ... itulah masalahnya Pangeran, kami belum punya pasangan!” ujar perwakilan dari pasukan Refald.
“Apa?” teriak Fey dan Refald bersamaan. Fey langsung tepok jidat dan Refald hanya menghela napas panjang.
“Mengapa aku bisa punya pasukan makhluk astral se-bloon kalian! Kalian semua ngebet minta dinikahkan, tapi pasangan saja tidak punya? Bagaimana kalain bisa menikah kalau tidak punya pasangan, ha? Memangnya kalian mau menikah dengan angin apa? Cepat cari pasangan sana! Baru aku akan menikahkan kalian!” geram Refald. Fey yang awalnya terkejut jadi tersenyum mendengar obrolan suami dan pasukannya yang ternyata sudah gagal fokus.
“Bukannay Pangeran yang kan mencarikan pasangan untyk kami?” kilah yang lainnya.
“Memangnya kau pikir aku ini biro jodoh apa? Kalian cari sendirilah? Masa tidak bisa? Dasar demit!” gerutu Refald.
Eric yangtidak sanggup mendengar geruruan aneh sahabatnya langsung membawa Nura ke ruang peristirahatan yang sudah disediakan Refald di rumah ini, begitu juga dengan para tamu undangan yang pingsan lainnya. Kekacauan pestanya benar-bena membuat Refald jadi badmood, ia langsung menggendong Fey dan menghilang ke tempat yang tidak lain adalah kamar pengantinnya. Tentu saja kamar ini berbeda lagi dari dua kamar pengantin sebelumnya.
“Tempat apa lagi ini? berapa kamar yang sudah kau siapkan untuk kita?” tanya Fey saat Refald menurunkannya dari gendongannya.
Refald, tidak menjawab pertanyaan Fey. Laki-laki itu terkesan sedang serius memikirkan sesuatu.
“Kenapa kau kesal, Pangeranku? Pasukanmu itu lucu.” Fey Berusaa menghibur suaminya.
Mati-matian ia menahan tawa agar tidak muncrat keluar tapi tetap saja ia tak kuasa menahan lagi. Fey akhirnya tertawa terpingkal-pingkal kala mengingat ekspresi pasukan dedemit Refald yang jadi kikuk saat ditanya mana calon pasangan masing-masing.
“Bagaimana aku tidak kesal, Honey? Untuk pertama kalinya mereka menolak perintahku dan maksa minta dinikahkan secapatnya, tetapi nyatanya pasangan saja mereka tidak punya? Mau nikah dengan daun apa?”
Lagi-lagi, Fey hanya menahan senyum melihat kekesalan suaminya. Dan bermaksud menghibur suaminya. “Sebagai pangeran mereka, bagaimana kalau kita mencarikan pasangan yang cocok untuk mereka semua,” usul Fey tiba-tiba.
“Kita tidak bisa sembarangan mencari pasangan untuk pasukanku, Honey. Kau tahu sendiri, ada banyak sekali jenis makhluk astral di duia ini. Kau tidak ingin mereka salah pilih pasangan dari kjlan lain meskipun mereka sama-sama makhluk tak kasat mata.” Refald menatap tajam mata Fey yang duduk rilks diatas tempat tidur. “Sudah cukup pembicaraan tentang pasukan dedemit mesum itu, kini aku minta asupan energi lagi darimu. Energiku terkuras habis setelah kugunakan menyingkirkan para berandal itu.”
“Hah, tapi ....”
“Tidak ada tapi-tapian!” Refald langsung beraksi dengan cepat melakukan adegan maju muncur cantik tanpa melakukan pemanasan terlebih dulu. Karena tenaganya memang sedikit terkuras, Refald meminta jatah dobel sekali main kali ini.
Mereka berdua ber-in the hoi ria dan becinta selama yang mereka bisa hingga patut dikatakan mengalahkan rekor muri. Fey sampai dibuat kualahan melayani keganasan Refald di atas ranjang. Jari jemari Refald terus aktif menggerayangi seluruh tubuh istrinya tanpa henti an hati-hati. Desahan-desahan manja terdengar merdu ditelinga Refald. Bahkan gerakan maju mundur cantik yang ia dilakukan Refald yang biasanya pelan, kini sedikit dipercepat sehingga tanpa sadar, Fey mengerang karena terbuai dengan kenikmatan yang diberikan Refald saat keduanya sedang bercinta dan bergumul mesra.
BERSAMBUNG
__ADS_1
****