Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 286 Hari Patah Hati Nasional


__ADS_3

Tatapan mata Rey begitu kuat dengan sejuta tanda tanya yang tak bisa digambarkan oleh Rhea. Untuk saat ini, Rhea tak bisa berkutik ataupun melawan suaminya sendiri seperti yang biasa ia lakukan pada setiap laki-laki lain yang mencoba mengganggunya atau mengganggu teman-temannya. Bahkan ia juga tak bisa melarikan diri dari situasi gawat bin darurat ini.


“Tolong, lepaskan saya Pangeran, saya ... siap menerima hukuman apapun asalkan anda bersikap seolah tidak mengenal saya ... untuk hari ini saja. Tidak enak dilihat semua teman-teman sekolah kita. Saya akan jelaskan semuanya nanti, saya mohon ...” Rhea memasang wajah semelas dan seimut mungkin agar suaminya Rey mau melepaskannya.


“Tidak saling kenal, ya? Oke!” Rey langsung melepas pelukannya dan berdiri agak jauh dari Rhea, tapi tatapan matanya terus menatap tajam wajah istrinya.


Rhea hanya bisa menelan saliva. Ia sangat tahu Rey sedang marah padanya sekarang. Tapi, ia akan mencoba menjelaskan semuanya setelah mereka berdua pulang ke rumah. Bel tanda masuk berbunyi. Rhea terselamatkan dari api kilatan mata Rey. Tanpa suara, gadis itu langsung berlari keluar kelas dan masuk ke dalam kelasnya sendiri.


Dalam hati, ia sangat bersyukur karena suaminya tidak satu kelas dengannya. Apa jadinya jika sampai mereka satu kelas. Rhea bisa kehilangan napas karena jika terus-terusan berada dalam situasi gawat seperti tadi. Tatapan mata Rey tersirat seolah ia ingin sekali melahapnya hidup-hidup.


Masalah yang dihadapi Rhea bukan hanya antara dirinya dan Rey saja, tapi juga seluruh teman-temannya disekolah. Sikap Rhea dinilai berbeda saat berhadapan dengan Rey, tidak seperti sikapnya pada siswa cowok lain. Biasanya, Rhea selalu jutek dan cuek, tapi ketika dengan Rey, gadis itu hanya bisa diam tak bergeming. Bahkan insiden tadi benar-benar mengejutkan semua orang. Hal itu membuat penasaran teman-temannya, ada apakah gerangan diantara Rey dan Rhea? Dan bagaimana Rey bisa tahu nama depan Iran yang sering dijuluki si cantik dari goa hantu. Bahkan Rey berani memeluknya.


Begitu jam pelajaran selesai dan memasuki waktu istirahat pertama, Rhea langsung diberondong berbagai macam pertanyaan oleh teman-teman sekelasnya atas insiden yang terjadi tadi pagi. Bahkan Mira pun terkejut setelah tahu Rey yang tadi menolaknya ternyata bisa memeluk Iran alias Rhea tanpa mengalami luka, dan anehnya sahabatnya itu tak melawan saat dipeluk Rey. Padahal, semua siswa siswi di sekolah ini tahu, tidak ada seorang pun yang bisa menyentuh Iran bahkan secuilpun. Setiap kali ada cowok yang mencoba menyentuhnya, pasti akan mendapat bogem mentah dari Iran.


“Kau mengenal Rey?” tanya salah satu temannya pada Rhea.


“Apa hubunganmu dengannya?” tanya temannya yang lain.


“Bagaimana kalian bisa kenal?” sahut yang lainnya lagi.


Tak satupun pertanyaan teman-temanya dijawab Rhea. Ia hanya diam membisu sambil memikirkan cara mengatasi kemarahan Rey.


Di tempat yang berbeda, Rey juga diberondong pertanyaan sama oleh teman-teman cowoknya.


“Kau kenal Iran? Kau bilang kau tidak tahu dia? Bagaimana bisa kalian berpelukan seperti itu? Apa hubunganmu dengan si cantik dari goa hantu itu. Bahkan dia sampai menghentikan pukulannya agar tidak jadi mengenaimu?”


Itulah pertanyaan-pertanyaan yang dilayangkan temannya untuk Rey, tapi yang ditanya hanya diam seribu bahasa dan malah berjalan keluar menuju kelas lain sambil membawa tas sekolahnya tanpa peduli dengan puluhan pasang mata yang menatapnya.


Rey masuk begitu saja ke dalam kelas Rhea yang sedang dikerubungi seluruh teman-teman sekelasnya. Dalam diam, Rey berjalan cepat menghampiri Rhea, merapikan seluruh buku-buku istrinya dan memasukkannya ke dalam tas Rhea. Rey membawakan tas cantik berwarna biru muda dan menggandeng tangan Rhea berjalan cepat keluar kelas tanpa bicara sepatah katapun. Bahkan Rey menganggap tidak ada siapa-siapa di kelas ini.


Yang lainpun juga tidak ada yang bertanya ataupun berbicara saat Rey membawa Rhea pergi begitu saja. Rhea sendiri tidak berani melawan pangerannya sendiri. Jika sampai ia bersuara atau berontak atas sikap dan perlakuan Rey padanya, maka sudah dipastikan kalau ia bakal kena omel kedua orangtua, paman dan bibinya. Apapun yang dilakukan Rey, Rhea harus menurutinya tanpa syarat.


“Sepertinya, memang ada sesuatu diantara mereka,” gumam teman-teman Rhea.


“Jangan-jangan, Reylah cowok yang disukai Rhea,” tebak Mira langsung.


Ucapan Mira dibenarkan seluruh teman-teman Rhea. “Hancur sudah hati ini. Si ganteng Rey, sudah menjadi milik si cantik dari goa hantu!” tangisan seluruh siswi di kelas langsung pecah setelah mengetahui fakta hubungan antara Rey dan Rhea.


Meski keduanya masih bungkam, tapi dari gelagat Rey saat menatap Rhea begitu juga sebaliknya, membuat mereka semua semakin yakin bahwa Rey dan Rhea memiliki hubungan spesial lebih dari sekedar teman.


“Kita mau kemana?” tanya Rhea saat ia sudah berada di luar kelas.


“Kau harus mendapatkan hukuman atas apa yang terjadi ini,” jawab Rey tanpa menoleh pada Rhea tapi tangannya menggandeng erat tangan istrinya.


“Berikan tasnya, biar saya sendiri yang membawanya,” Pinta Rhea.


“Apa setiap hari kau membawa buku sebanyak ini?” tanya Rey balik, tapi tetap membawakan tas Rhea.


“Saya lupa jadwal sekolah hari ini, makanya saya bawa semua bukunya,” ujar Rhea polos.

__ADS_1


Rey hanya menghela napas, istrinya ini memang benar-benar unik. Jadwal pelajaran sekolah saja sampai lupa.


Dalam hati, Rhea terus bertanya-tanya apakah Rey masih marah padanya atau tidak. Ia juga penasaran hukuman seperti apa yang akan diberikan Rey nanti.


Rupanya, Rey sengaja meminta izin pada wali kelas Rhea untuk mengantarnya pulang dengan alasan kesehatan, Rhea masih belum pulih benar. Tanpa curiga, wali kelaspun memberikan izin. Padahal itu cuma modus Rey agar bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan Rhea terlepas dari kejasian yang mengejutkan tadi.


Dengan disaksikan ratusan pasang mata yang ada di sekolah, Rey membawa Rhea masuk kedalam mobil volvonya dan keluar pintu gerbang meninggalkan sekolah di jam istirahat. Tak butuh waktu lama bagi semua siswa menerima kabar bahwa antara Rey dan Rhea terdapat hubungan spesial. Didetik itu juga, mereka menobatkan bahwa hari ini adalah hari patah hati nasional karena sang idola mereka sudah punya pasangan. Apalagi, Rhea dan Rey terlihat begitu serasi sehingga semua mata yang memandang mereka berdua hanya bisa gigit jari.


***


Rey membawa Rhea pergi ke suatu tempat yang letaknya ada di kampung sebelah. Ia tidak ingin penduduk desa tempat tinggal Rey sekarang melihatnya kencan dengan Rhea disaat ia masih memakai seragam sekolah. Rey juga tidak mungkin membawa Rhea pulang kerumahnya karena pasti ibunya bakal marah kerena Rey mengajak Rhea bolos sekolah dan malah pergi berkencan.


“Kenapa kita ke tempat ini?” tanya Rhea bingung. Sebab, Rhea tidak menyangka Rey membawanya ke warung bakso dan mi ayam yang terkenal di kampung ini.


“Aku lapar, temani aku makan. Aku tidak sempat sarapan tadi pagi. Anggap saja ini adalah hukumanmu.” Rey mengajak Rhea masuk ke dalam warung yang lumayan luas dan sedang ramai pengunjung, padahal warung ini baru saja buka.


“Bukakah kita bisa makan di kantin sekolah? Kenapa harus berbohong dan malah datang kemari?”


“Aku tidak bohong, wajahmu pucat pasi tadi, aku hanya tidak ingin kau pingsan menghadapi pertanyaan-pertanyaan teman-temanmu. Lagipula, sekolah sedang gempar sekarang. Aku tidak bisa berpura-pura tidak mengenalimu meski kita baru saja kenal.”


Rey memesan dua porsi bakso berukuran besar dan duduk saling berhadapan dengan Rhea. Untuk beberapa saat keduanya saling diam tanpa bicara apa-apa. Namun, diam-diam Rhea mencuri pandang ke arah Rey. Ini adalah pertama kalinya ia berkencan dengan pangeran pujaan hatinya di tempat umum seperti ini tepat setelah keduanya sudah menikah di dunia lain. Walau bukan di tempat yang indah atau mewah. Momen ini tetap akan mejadi momen spesial bagi Rhea.


“Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa wajahku kurang tampan?” tanya Rey.


“Kenapa anda mengajak saya kemari? Tempat ini ....” Rhea langsung mengalihkan pembicaraan.


Sontak Rhea langsung terkejut. Bagaimana Rey bisa tahu rumor tentang ayahnya? Padahal selama ini, Rhea berusaha menyembunyikan perasaanya dan menganggap kalau ia tidak tahu apa-apa tentang rumor yang sudah mencemarkan nama baik ayahnya.


“Pangeran, apakah anda ....”


“Aku mendengar pembicaraan ayah dan ibuku. Aku sendiri tidak akan percaya, mertuaku yang polos itu ... tidak mungkin melakukan hal yang melanggar peraturan kerajaan ayahku. Ayahmu adalah tangan kanan ayahku. Meski aku baru bisa melihat pasukan ayahku kemarin, entah mengapa aku bisa mengetahui seperti apa mereka sesungguhnya. Mungkin karena darah ayah dan ibuku mengalir didalam tubuhku dan aku merasa ... ada sesuatu juga. Sepertinya ... yang dikatakan ayah dan ibu benar, kekuatanku muncul saat aku ... jatuh cinta padamu.”


Rhea hanya menggigit bibir saat Rey bicara seperti itu padanya. Bukan karena pernyataan cinta Rey, melainkan kepercayaan yang Rey yakini terhadap ayahnya yang membuat Rhea semakin mengagumi suaminya ini.


Menantu yang baik, batin Rhea sambil tersenyum sendiri.


“Terimakasih, Pangeran.” Rhea menundukkan wajahnya agar tidak menangis kerena terharu.


“Untuk apa?”


“Untuk segalanya, terutama karena pangeran sudah mau percaya pada ayah saya.”


“Menantu mana yang tidak percaya pada mertuanya? Kau ini ada-ada saja.” Rey memerhatikan wajah Rhea karena mulai berkaca-kaca. “Kau menangis?”


“Tidak.” Rhea mecoba menyeka air matanya yang mau jatuh dan berusaha keras tersenyum manis di depan Rey. Sangat tidak lucu jika Rhea menangis disaat seperti ini.


“Kita makan dulu, baru bicara lagi. Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu, istriku,” goda Rey. Ia sangat tahu seperti apa perasaan Rhea saat ini.


Sejujurnya, Rey sangat menyesal karena tidak datang lebih awal supaya bisa menjadi sandaran wanita yang kini dicintainya ini. Saat memikirkan apa yang Rey lakukan di Swiss, rasa bersalah itu semakin besar. Rey bersenang-senang sendirian mengusir rasa bosan bergaul dengan banyak wanita, semantara sang pujaan hati malah harus menanggung beban hidup sendiri sebagai putri dari makhluk astral paling fenomenal di negara ini.

__ADS_1


Lebih parahnya lagi adalah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, istri ghaib Rey ini memilih tinggal di tengah hutan belantara, tapi selalu bersikap biasa layaknya manusia normal lainnya. Pasti sulit untuk berbaur dan mendapatkan teman di sekolah dengan latar belakang Rhea yang berbeda dari manusia normal lainnya.


Senyum mengembang terpancar di wajah Rhea ketika Rey berani menyebutnya sebagai istri di tempat umum seperti ini. Walau sekilas, Rhea merasa bahagia. Ia hanya berharap Bahwa pangerannya ini benar-benar mencintainya. Bukan hanya karena fisiknya yang menarik dan cantik tapi karena dari lubuk hati Rey yang terdalam.


Pesanan keduanya sudah datang dan mereka bersiap-siap menyantap bakso jumbo yang menggiurkan itu. Dari baunya saja, rasanya sudah mengguggah selera untuk segera melahap makanan berbentuk bulat besar yang berbahan dasar daging. Namun, nafsu makan Rhea langsung hilang kala mendengar orang-orang disekitarnya mulai membicarakan rumor penglaris yang menyangkut-pautkan nama pak Po.


“Eh kau dengar tidak? Di warung seberang sana, makanannya pakai penglaris loh,” ujar salah satu orang yang sedang menikmati hidangan bakso pada temannya.


“Oh iya? Warung yang mana?” tanya temannya yang diajak bicara.


“Itu, warung makan serba ada. Disana kan rame banget, tuh. Semua orang pada bergunjing kalau warung itu pakai penglaris pocong dimana setiap makanan yang diludahinya terasa enak banget kalau dimakan. Padahal, aslinya gak ada rasanya,” terang seseorang itu.


Tangan Rhea mengepal kuat sampai ia tidak sadar kalau sendok dan garpu yang digengngamnya menjadi bengkok. Mati-matian Rhea menahan emosi di depan Rey. Ingin rasanya dia bangkit berdiri dan menghajar mulut lamis orang itu karena sudah menyebarkan hoaks yang bukan-bukan.


“Kau tunggu disini,” ujar Rey bangkit berdiri.


“Anda mau kemana, Pangeran?”


“Memberi pelajaran si kampret itu karena sudah berani memfitnah mertuaku!” Rey berjalan hendak menghampiri dua pria yang sedang menyebar hoaks dimana-mana. Namun langkah kakinya kalah cepat dengan seorang wanita cantik memakai kacamata hitam dan langsung menghardik dua orang yang hendak dilabrak Rey.


“Siapa yang bilang kalau makanan itu diludahi pocong? Apa kau menyaksikannya sendiri, ha?” bentak wanita cantik itu.


Entah kenapa Rey merasa suara wanita tersebut tidak asing lagi ditelinganya, begitu juga dengan Rhea. Tapi mereka berdua belum yakian karena tidak bisa melihat wajahnya karena posisi wanita tersebut mebelakangi Rey dan Rhea.


“Siapa kau?” tanya orang itu bingung.


“Jawab saja!” bentak wanita itu dengan penuh emosi.


“Kalau tanya orang yang sopan dong, situ kan cewek ... masa nggak punya tata krama sama sekali ....”


Belum sempat pria itu menyelesaikan perkataannya, wanita berkacamata itu langsung mencengkeram kerah baju pria tersebut dan melemparnya jauh sampai menabrak dinding warung. Sontak kejadian itu membuat semua orang langsung memusatkan perhatiannya pada biang keributan di warung ini. Anehnya, mereka tidak berani mendekat ataupun melerai.


“Jaga mulut lamismu dan ingat kataku baik-baik. Tidak perlu tata krama untuk menghadapi manusia tukang fitnah sepertimu. Rumor palsu yang kau sebarkan itu benar-benar membuatku kesal. Tidak ada makhluk astral manapun yang bertindak kotor seperti yang kau tuduhkan itu. Jika kau tidak pecaya, datanglah malam ini ke warung itu ... biar kuperlihatkan padamu apa yang sebenarnya terjadi.”


Wanita tadi berbalik arah menatap Rey dan Rhea. Dan betapa terkejutnya mereka berdua setelah tahu siapa wanita cantik yang sudah berani membuat keributan besar di warung bakso dan mi ayam ini.


“Gawat,” gumam Rey pelan.


Tanpa pikir panjang, Rey menarik tangan Rhea dan hendak melarikan diri keluar. Namun, di depan mobil volvonya, sudah berdiri seseorang yang Rey dan Rhea kenal juga. Pria tampan itu sedang melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap tajam ke arah Rey.


“Mau melarikan diri kemana kalian?” ujar Pria tampan tersebut.


Habislah aku hari ini! batin Rey.


BERSAMBUNG


***


Pasti sudah bisa nebak siapakah wanita cantik dan pria tampan itu, ya ... hehe ...

__ADS_1


__ADS_2