
PERINGATAN!
Ini hanyalah murni cerita fiksi bergenre fantasi action, tidak ada hubungannya dengan dunia nyata atau bahkan menyingung pihak apapun. Aku hanya mengajak kalian berhalu ria tanpa menyinggung nilai-nilai apapun. Jika tidak suka, episode ini boleh di skip supaya tidak ada yang tersinggung. Sama seperti halnya dunia fantasi ‘Harry Potter’, aku juga menciptakan dunia haluku sendiri. Semoga yang suka dengan dunia fantasi, nggak bosan dengan cerita ini.
Happy reading!
***
Fey mulai membuka matanya dan mengingat semua kejadian yang ia alami sebelum pingsan. Hal pertama yang ia lihat ketika membuka mata adalah sesosok makhluk bertubuh tinggi besar, berambut gondrong bergelombang tebal berwarna hitam pekat, terurai sampai ke pinggang dengan hiasan mahkota ala kerajaan berlapis emas, terpasang rapi di atas kepala sosok tersebut. Sosok makhluk itu sedang berbincang-bincang dengan beberapa orang yang berada disamping kanan kiri singgasananya.
Melihat suasana yang tidak asing lagi bagi Fey, ia menyadari kalau saat ini dirinya ada disebuah istana megah yang tentunya bukan berasal di dunia manusia ataupun istana leluhur Refald, melainkan di dunia sebangsa jin/iblis seperti yang pernah ia lihat sebelumnya. Tempat inilah yang selalu ada dalam bayangan Fey dan membuat Refald merasa khawatir dan selalu dirundung kesedihan yang begitu dalam. Gara-gara bayangan istana inilah, hari-hari menjelang pernikahannya dengan Refald di dunia nyata, harus menjadi suram, semua gara-gara keberadaan istana ini.
Di sisi kiri sosok mengerikan itu terdapat sekumpulan anak-anak kecil dan semua para wanita berwajah pucat pasi dengan pandangan mata kosong tanpa ekspresi berdiri di balik jeruji besi berlapis emas. Tidak ada yang bergerak. Semuanya berdiri layaknya patung mayat hidup. Fey langsung tahu siapa mereka semua. Mereka itu, pasti korban dari jiwa yang dijadikan tumbal oleh orang yang menyembah iblis laknaat ini.
Dada Fey seakan mendidih melihat sosok bengis yang sedang tertawa riang didepannya itu. Mata Fey benar-benar memancarkan kilatan kebencian tak terkira pada makhluk yang tega membuat semua orang menderita dan menyebabkan mereka mengambil langkah sesat sehingga menyebabkan bencana yang sebentar lagi akan terjadi.
Saat akan menggerakkan tubuhnya, Fey baru sadar kalau kedua tangannya sedang diikat menggunakan sebuah tali bercahaya yang pastinya hanya ada di dunia ghaib ini. Artinya, tali yang mengikat kedua tangan Fey, tidak akan mudah dilepaskan begitu saja apalagi oleh manusia biasa sepertinya.
Walau tak bisa bergerak dengan leluasa, Fey mencoba bangun dari atas kursi panjang berwarna merah dan berlapis emas yang ia duduki saat ini. Disebelahnya juga ada Shena yang terbaring lemah. Kekasih Leo itu, juga belum sadar dari pingsannya. Kedua tangan Shena, diikat dengan tali menyala sama seperti Fey.
__ADS_1
“Nona, bangunlah ... kau bisa dengar aku?” Fey mencoba membangunkan Shena, tapi gadis itu tidak bergerak juga.
“Oh, pengantin pangeran Refald sudah sadar rupanya,” ujar sosok makhluk tinggi itu ketika menyadari Fey sudah terjaga.
Sambil tetap duduk disinggasananya, sosok mengerikan itu mengamati Fey yang menatapnya lekat-lekat. Fey sendiri yakin, pasti sosok itulah raja dari semua makhluk yang ada di istana ini.
“Siapa, kau!” tanya Fey dengan sikap tenang setenang permukaan air.
“Aku? Hahaha ... kau tidak tahu siapa aku? Apa suamimu tidak memberitahumu? Aku raja iblis di kerajaan ini. Aku salut padamu, tadinya aku kira, kau sudah mati karena berani menembus dementorku. Aku bahkan berencana menyiapkan seluruh pasukanku untuk menghadapi pasukan suamimu yang pasti bakal menyerangku jika tahu istrinya mati karena menembus jiwa salah satu anak buahku. Yah, walau itu sebenarnya bukan murni kesalahanku. Itu salahmu sendiri! Kenapa kau ikut campur dan datang kemari? Apa kau sudah bosan hidup?” tandas makhluk yang mengaku sebagai raja iblis itu.
“Kau sudah mencelakai banyak orang dan menyebabkan penderitaan dimana-mana. Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti calon istri adik iparku dan menjadikannya budakmu seperti yang kau lakukan pada mereka! Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi!” Fey menunjuk kumpulan wanita dan anak-anak yang terkurung dalam sebuah kurungan penjara berlapis emas dengan tatapan mata Fey yang tajam penuh dengan api kemarahan.
"Dengan begitu, pangeran Refald yang diagung-agungkan itu akan kalap dan berubah menjadi iblis sepertiku. Sementara adiknya, pasti juga akan kujadikan budakku jika sampai rasa benci dan dendamnya melebihi kapasitas karena kekasihnya kulenyapkan juga. Hahahaha ...” sosok yang mengaku sebagai raja iblis itupun tertawa kembali mendengar kata-katanya sendiri begitu juga dengan para pengikutnya.
“Jangan pernah kau samakan setan alas sepertimu dengan Refald. Dia keturunan raja yang sesungguhnya dan bukan iblis jahat sepertimu!” Fey tidak terima jika makhluk jelek menyeramkan itu menyamakan dirinya dengan suaminya yang sempurna. “Lagipula ...,” Fey melanjutkan kalimatnya. “Kau tidak bisa membunuhku dengan mudah, karena Refald tidak akan pernah membiarkanmu menyentuhku!” Fey menatap tajam semua makhluk astral yang ada dihadapannya.
Tawa raja iblis itupun langsung reda mendengar ucapan pengantin Refald yang terlihat sedikit angkuh. “Oh iya? Jika benar demikian, kenapa sampai detik ini suamimu itu belum juga datang? Apa dia sibuk mencari pengantin baru? Hahahaha ...” raja iblis itu tertawa lagi dan suka sekali mengompor-ngompori orang dengan kata-katanya yang menyebalkan. “Asal kau tahu, wahai pengantin pangeran Refald, aku bisa saja melenyapkanmu saat ini juga jika aku mau, tapi ... aku ingin membunuhmu tepat saat suamimu datang kemari dan menyaksikan bagaimana caraku melenyapkan wanitanya. Selama ini, aku tidak pernah melihat pangeran itu marah, dan aku penasaran bagaimana wajah seorang putra raja itu marah besar ketika tahu bahwa istrinya kulenyapkan. Huuuuuh, pasti akan sangat menakutkan sekali, hahahahaha!” raja itu tertawa lagi dan lagi.
Dasar iblis bengek! Mulutnya apa nggak keram daritadi mangap begitu? Semoga saja tidak ada jangkrik yang masuk ke dalam mulut besarnya itu! gumam Fey dalam hati saking kesalnya dengan setan satu itu. Fey masih melirik Shena yang masih belum sadar juga. Ia mulai khawatir dan berharap Shena baik-baik saja.
__ADS_1
“Panggil pangeran Refald kemari, Putri? Aku sudah tidak sabar ingin melihat seperti apa amarahnya? Kenapa ia lama sekali? Haruskah aku menyiksamu dulu baru dia akan muncul?” hardik raja iblis itu.
“Untuk melenyapkan iblis sepertimu, Refald tak perlu terburu-buru. Suamiku punya alasan kenapa ia belum juga datang kemari. Bisa saja, saat ini ia sedang sibuk menyiapkan tempat khusus untuk melenyapkan iblis jahat sepertimu!” Fey menatap tajam mata iblis itu tanpa takut sedikitpun.
Meskipun sebenarnya, Fey tidak tahu kenapa Refald belum juga datang, Fey sangat yakin, suaminya itu bisa mendengar apa yang sedang terjadi di sini.
“Kau pemberani juga rupanya, pantas saja pangeran Refald memilih manusia biasa sebagai pengantinnya. Kita lihat saja! Apa mulutmu itu masih bisa sombong setelah apa yang akan aku lakukan padamu!” raja iblis itu pun memerintahkan anak buahnya untuk mendekati Fey. “Rasuki tubuhnya dan buat dia bungkam selamanya. Siksa dia sampai suara jeritannya didengar oleh suaminya. Hahahaha!” raja iblis itu semakin tertawa kencang membayangkan Refald bakal mengamuk di istananya.
BERSAMBUNG
***
Kisah ini ditulis semata-mata hanya sebagai hiburan semata biar gak bosan dengan persoalan rumah tangga ... hehehe ... bercanda.
Jika ada kesamaan karakter tokoh, nama dan pengalaman pribadi, berarti itu hanya kebetulan.
episode berikutnya giliran Refald dan Leo beraksi. hehehe ..
Terimakasih buat yang ngasih hadiah kopi dan mawarnya, aku sangat bersemangat menulis kisah Reflad-Fey bonus Leo-Shena di dunia fantasi mereka. Love you all ...
__ADS_1
Like tembus 150 aku up lagi .... terimakasih!