
Kembali lagi ke kampus dimana Shena berhasil lolos dari cengkeraman Leo. Gadis itu sedang cuci muka di toilet saat beberapa mahasiswi tiba-tiba saja datang dan melabrak Shena.
“Elu siapanya Leo, sih?” tanya salah satu mahasiswi yang bernama Putri.
“Leo?” tanya Shena tidak mengerti dan berpikir sejenak mengenai orang yang dimaksud Putri. “Ah, orang nggak ada akhlak itu? Aku bukan siapa-siapanya.” jawab Shena sambil mengelap wajahnya dengan handuk kecil yang biasa ia bawa kemana-mana.
“Lalu kenapa dia mencium elu tadi? Murahan sekali? Huh dasar tak sadar diri, yang nggak ada akhlak itu elu! Bukan Leo!”
“Terserahlah, aku tidak ada urusan dengan kalian! Satu lagi, kami tidak berciuman! Dia hanya sedang mengintimidasiku. Jadi, jangan bicara yang tidak-tidak!” Shena hendak pergi keluar toilet tapi lengannya dicekal oleh putri dan komplotannya.
“Kita belum selesai!” geram Putri sambil memelototi Shena.
“Terus mau kamu apa? Kamu suka Leo? Silahkan? Asal kamu tahu, kami berdua hanya kebetulan bertemu. Kami tidak saling kenal sebelumnya. Dan kamu juga harus tahu, aku sama sekali tidak tertarik dengan pria model kayak dia yang jelas-jelas kelihatan playboynya. Kalau kau menyukainya silahkan saja, dan jangan pernah sangkut pautkan aku dengannya lagi karena diantara kami tidak ada hubungan apa-apa.” Shena menepis kasar tangan Putri dan berlalu pergi keluar toilet.
Di luar toilet, sedang ada Laura yang tak sengaja mendengar perdebatan antara Shena dan Putri di dalam toilet. “Wuah Shena, kau keren sekali, kau berani membuat Putri and the gengnya terpaku seperti itu. Mereka memang benar-benar menyebalkan. Mereka suka sekali usil sama orang yang sedang pacaran dan bermesraan. Entah kenapa dengan mereka? Aku pengen nyekek mereka semua tadi kalau sampai kau diapa-apain sama mereka.”
“Mereka cuma salah sasaran aja, Ra. Mereka kira aku ada hubungan spesial dengan Leo, padahal nggak ada. Sebaiknya, kita nggak usah ikut campur urusan mereka. Biarkan mereka melakukan apa saja yang mereka suka, yang penting nggak ganggu kita.”
“Leo? Maksudmu? Leo temennya Roy, kan? Cowok yang mendadak jadi idola kampus karena nyelametin kamu?” tanya Laura, keduanya berjalan beriringan menuju kelas mereka.
“Aku nggak minta dia nyelametin aku. Kamu kenal dia?”
“Nggak. Tapi sepertinya aku jatuh cinta sama Roy, Shena. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama saat dia juga nyelametin aku. Dia keren banget tahu nggak sih, baru kali ini aku melihat ada cowok sekeren dia! Kamu mau bantuin aku, kan?” raut wajah Laura begitu bahagia, Shena jadi tak tega menolak apapun yang diminta Laura darinya agar tak merusak moodnya.
“Bantuan apa?” Shena penasaran dan agak takjub juga karena melihat ada orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama.
__ADS_1
“Temani aku ke fakultasnya Roy nanti setelah kegiatan ospek selesai dilakukan. Oh iya, kita satu kelompok loh, dan yang lebih menyenangkannya lagi, kita satu kelompok dengan Roy dan Leo.”
“Apa?” teriak Shena seketika dan mengagetkan Laura. “Kok bisa sama Leo?” Shena jadi shock karena tidak menyangka bakal satu kelompok dengan playboy itu.
“Lah, kamu tadi nggak lihat papan pengumuman apa? Leo dan Roy satu kelompok sama kita selama kegiatan ospek dilakukan.”
“Nggak! Aduh gawat! Dimana aku harus meminta ganti kelompok? Aku tidak mau satu kelompok sama dia, Ra?”
“Kayaknya nggak bisa deh, memang kenapa sih? Apa yang Leo lakukan sama kamu?” tanya Laura bingung tiba-tiba saja Shena bersikap seperti itu.
Shenapun akhirnya menceritakan kronologi saat Leo mengintimidasinya sehingga membuat Putri melabraknya. Laura pun terkejut mengetahui seorang Leo ternyata nekat juga, ia juga tidak menyangka sahabat orang yang dia suka bisa bertindak tak tahu malu pada Shena.
“Kamu tenang aja, Shen. Aku nggak akan biarin Leo macam-macam lagi sama kamu. Pokoknya kita harus selalu bersama-sama supaya Leo nggak bisa berbuat yang aneh-aneh sama kamu.” Laura menggenggam erat tangan Shena supaya Shena mau percaya padanya.
“Kita nggak usah pikirin dia lagi, yang penting kita fokus saja kuliah.” Laura menyemangati Shena agar tidak takut pada Leo.
“Terus, Roy?” tanya Shena.
“Aku kan punya nomernya, aku bisa hubungi dia lewat nomer yang dia berikan padaku.” Laura memerhatikan lengannya yang ada tulisan nomer Roy.
Dasar Laura bucin, batin Shena sambil tersenyum.
Langkah Shena terhenti karena orang yang baru saja ia bicarakan dengan Laura ada di depan kelas mereka. Kedua cowok kece itu sedang dikerumuni banyak wanita yang mencoba mendekati Leo dan Roy.
“Panjang umur sekali mereka, baru juga dibicarakan udah nongol aja dia,” gumam Laura. Matanya tetap berbinar-binar menatap Roy yang sedang berbincang-bincang dengan beberapa wanita yang ada di sana.
__ADS_1
Sedangkan Leo, daritadi hanya diam saja menatap wanita-wanita itu satu persatu tanpa suara seolah sedang ada yang ia pikirkan. Apalagi setelah Leo melihat Shena, matanya tak bisa berpaling dari satu-satunya wanita yang membuat jantungnya berdetak setiap kali mereka bertatap muka seperti sekarang ini. Sayangnya, untuk saat ini cuma Leo yang bisa merasakannya, sedangkan Shena tidak.
“Kita masuk yuk,” ajak Shena untuk menghindari tatapan mata elang Leo.
Belum apa-apa saja sudah caper sana sini, dasar playboy. Pikir Shena saat melewati Leo masuk ke dalam kelas.
Seakan bisa mendengar apa yang dipikirkan Shena tentangnya, Leo hanya tersenyum getir sambil mengekor Shena masuk ke dalam kelas juga.
Saat Laura hendak duduk di sebelah Shena, Leo mencegahnya sambil berkata, “Maaf Nona, bisakah kau duduk di belakang sini dengan sahabatku Roy? Ada yang ingin aku bicarakan dengannya.” Leo melirik Shena supaya Laura mengerti maksudnya.
Sejenak, Laura memandang wajah Shena untuk meminta persetujuan darinya. Shena menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju, tapi Laura terpesona dengan kedatangan Roy yang menuju ke arahnya sehingga ia setuju dengan usulan Leo agar ia sebangku dengan Roy dan Shena sebangku dengan Leo.
Shena lupa kalau teman yang baru dikenalnya itu sedang bucin akut dengan Roy, sehingga mungkin Laura juga lupa kalau saat ini, Shena tidak ingin dekat-dekat dengan playboy laknat yang bernama Leo ini.
Leo tersenyum puas menatap wajah frustasi Shena saat duduk sebangku dengannya. Kalau wanita lain pasti akan menggunakan kesempatan ini untuk mencoba mendekatinya atau merayunya, tapi tidak dengan Shena. Gadis itu malah terkesan cuek bebek dan menganggap Leo seolah tidak ada disisinya. Sepanjang kelas berlangsung, Shena hanya diam dan lebih berkosentrasi pada materi yang diberikan oleh tentor mereka terutama pembinaan tentang apa yang akan mereka lakukan besok selama ospek di luar kota.
BERSAMBUNG
****
Masih ada 1 episode lagi ... semoga suka ya .. dengan dunia halu yang aku ciptakan. Supaya aku lebih semangat lagi, dukung dengan like, komentar, hadiah dan votenya ya ... hehe ... love you all.
__ADS_1