Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 158 Insting


__ADS_3

Leo sangat terkejut karena orang yang menolongnya adalah orang yang sudah ia kenal. Sejauh ini, Leo memang berharap bisa bertemu dengan orang itu setelah sekian lama tak bersua. Dan ia tidak pernah menyangka bakal bertemu dengan penyelamatnya di sini.


“Kakak ipar? Sejak kapan kau ...,” Leo sangat terkejut menyaksikan bahwa orang yang menolongnya ternyata Fey, istri kakak sepupunya, Refald.


Sedangkan Shena sendiri sejak tadi masih terpana tak percaya dengan pemandangan luar biasa yang baru saja ia saksikan di depan matanya. Mulutnya bahkan menganga lebar dan sulit sekali dikatupkan.


“A-apa itu, tadi?” tanya Shena pada Leo tanpa berpaling menatap wanita cantik yang tidak lain adalah Fey. Wanita cantik luar biasa itu sedang berjalan ke arah mereka.


“Bukan aku yang melakukannya, tadi itu Refald dengan cepat menendang Leopard dan ia langsung memindahkannya ke tempat yang jauh dari jangkauan manusia agar tidak lagi mengganggu manusia lainnya. Biasanya, dia tidak seagresif itu, mungkin ...,” Fey tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena raut wajahnya yang tadinya ceria bisa bertemu dengan adik iparnya berubah jadi suram mengingat apa yang sebentar lagi akan terjadi. Dan tiba-tiba saja ...


Buk!


Shena terjatuh tepat di atas punggung Leo. Gadis itu pingsan setelah Refald memukul pelan tengkuk Shena dari belakang agar gadis itu tak sadarkan diri.


“Apa yang kau, lakukan? Kenapa kau membuat Shenaku pingsan?” bentak Leo pada Refald.


“Akan lebih baik kalau ia tak sadarkan diri daripada harus menjelaskan apa yang terjadi. Huh, kau masih saja buta arah hingga tersesat sampai kemari, ha?” ledek Refald.


“Aku sengaja mengulur waktu agar bisa berduaan saja dengannya! Makanya aku sengaja menyesatkan diri kemari!” kilah Leo.


“Oey, Leo!” panggil Fey. “Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan? Kau pikir ini tempat bermain, apa? Ini hutan! Bahaya apapun bisa saja terjadi selama kalian berada di sini? Dasar kau ini! Untung saja Refald tahu tentang kedatangan kalian, jika tidak kalian berdua bisa mati sia-sia di tempat ini!” Fey mulai mengomeli adik iparnya.


“Aku memang sengaja mencari kalian kemari. Refald sendiri yang menyuruhku untuk menemuimu, Kak. Makanya aku datang kemari.” Leo beralih menatap Refald. “Kau tidak bilang padanya kalau aku mau datang?” tanya Leo menyalahkan Refald.


Refald tersenyum menatap Fey yang juga menatapnya. “Aku hanya bilang padanya kalau kita akan kedatangan tamu, itu saja!”


“Kalau saja aku tidak menggendong Shena, pasti sudah kucincang kau hidup-hidup!” geram Leo. “Sekarang bagaimana? Bawa aku ke lokasi kami berkemah. Sepertinya kami sudah terlalu jauh masuk ke dalam hutan.”


“Kau bukan hanya terlalu jauh masuk ke dalam hutan, tapi kau masuk kesarang kumpulan binatang buas! 500 meter dari sini kau akan bertemu dengan sekelompok cheetah dan sejenisnya. Dasar kau ini! Apa kau sudah bosan hidup sampai harus mengajaknya mati di tempat ini?” geram Refald yang benar-benar kesal dengan kekonyolan Leo. Adik sepupunya itu selalu bertindak sesuka hatinya tanpa memikirkan bahaya apa yang sedang mengintainya.

__ADS_1


“Diam kau!” bentak Leo. “Gara-gara kau aku harus menggendong Shena sekarang!”


“Kalau kau keberatan aku bisa menggantikanmu!” Refald dengan senang hati menawarkan diri walau sebenarnya ia hanya menggoda Leo.


“Kau mau cari mati? Kau tidak lihat ada kakak ipar, di sini?” Leo terlihat cemburu.


“Honey, kau keberatan jika aku menggendong kekasih Leo?” tanya Refald pada Fey yang berdiri di sampingnya.


“Tidak,” jawab Fey cepat. “Aku akan meminta Leo menggendongku juga.” Fey tersenyum manis pada Leo.


“Setuju!” Leo langsung tersenyum senang sehingga membuat wajah Refald yang tadinya tampan, berubah jadi menyeramkan seolah siap menerkam Leo.


“Awas saja kau kalau sampai berani menyentuh pengantinku!” ancam Refald sambil menatap tajam mata Leo.


“Aku juga akan buat perhitungan denganmu jika kau sampai berani menyentuh Shenaku! Kau pikir cuma kau saja yang punya pasangan, ha? Kini aku juga punya meski sekarang ini kami belum resmi pacaran!” Leo pun tak kalah tajam menatap Refald. Kakak beradik itu saling beradu pandang melindungi wanitanya masing-masing.


****


Akhirnya Leo sampai juga diperkemahan tempat mereka mengadakan ospek berkat petunjuk dari Refald. Semua orang terkejut melihat kedatangan Leo sambil menggendong Shena di punggungnya. Gadis itu belum juga sadarkan diri. Leo meletakkan Shena di tenda darurat agar ia bisa mendapatkan pertolongan pertama.


“Apa yang terjadi, Leo? Kenapa Shena bisa pingsan?” tanya Laura yang terlihat khawatir pada Shena.


“Kami tersesat di dalam hutan, dia hanya kelelahan.” Leo berbohong, tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya pada Laura atau semua orang yang ada di sini tentang apa yang terjadi sebenarnya. “Tolong jaga dia, aku pergi dulu. Kabari aku jika dia sudah sadar.” Tanpa menunggu jawaban dari Laura, Leopun keluar tenda yang sudah ditunggu Roy dari luar.


“Apa yang terjadi dengan kalian berdua, bagaimana kalian bisa tersesat?” tanya Roy penasaran.


“Aku hanya ingin berduaan dengannya dan menghindari upacara pembukaan ospek, hehe.” Leo tersenyum puas saat mengatakannya pada Roy.


“Dasar gila, kau!” umpat Roy. Keduanya pun pergi ke tenda mereka dan istirahat didalamnya sambil menunggu acara kegiatan selanjutnya.

__ADS_1


***


Refald dan Fey memerhatikan Leo dan kawan-kawannya dari jauh. Keduanya baru pergi setelah memastikan semua baik-baik saja. Seperti biasa, Refald menggendong Fey berlari dengan kecepatan kilat agar lekas kembali sampai ke rumah Fey lagi. Di sana rupanya sudah ada Nura dan Eric yang menunggu Fey dan Refald sejak tadi.


“Kalian darimana saja?” tanya Nura. Eric juga ada di belakang Nura.


“Kami habis jalan-jalan sebentar,” ujar Refald dan langsung mengajak Eric masuk ke dalam.


Sedangkan Fey menatap curiga Nura yang tiba-tiba saja bersama Eric di rumahnya. “Apa ... kau dan Eric ...,” Fey memberi kode dengan menyatukan kedua jari telunjuknya bahwa Eric dan Nura sedang dekat sekarang.


“Jangan berpikiran yang bukan-bukan! Kami tidak sengaja bertemu di jalan dan tujuan kami sama, yaitu datang kemari untuk bertemu denganmu, dan dia ingin bertemu dengan Refald. Tidak ada apa-apa diantara kami,” terang Nura agar sahabatnya Fey tidak salah paham padanya.


Sebenarnya, Fey ingin menggoda Nura lagi, tapi tiba-tiba saja, Fey tersentak hingga langkahnya terhenti karena merasakan sesuatu yang mengerikan. “Apa itu tadi?” gumam Fey agak sedikit terkejut. Jantungnya berdetak dengan kencang dan ia langsung mencari-cari keberadaan Refald.


Tak lama kemudian, Refald berlari keluar rumah diikuti Eric dari belakang. “Honey, aku harus pergi. Mereka mulai beraksi lagi, kali ini ...,” Raut wajah Refald terlihat cemas.


Kedua tangan Fey mengusap lembut pipi suaminya. “Pergilah, hati-hati Sayang, doaku bersamamu. Lakukan terbaik yang kau bisa.” Fey tersenyum manis pada Refald dan suaminya itupun mencium Fey dengan lembut. “Aku pergi dulu Honey, begitu kembali, aku akan langsung menemuimu. Jangan khawatirkan apapun dan tetaplah di rumah. Panggil saja mbak Kun jika kau butuh sesuatu.” Refald mengusap lembut pipi wanita yang dicintainya. “Ayo, Eric!” ajak Refald yang diikuti anggukan dari Eric. Mereka berdua pun pergi ke suatu tempat yang tidak diketahui Fey.


“Sebenarnya, ada apa Fey. Refald dan Eric mau pergi kemana?” tanya Nura bingung.


“Mereka ada urusan yang harus diselesaikan. Ayo, kita masuk saja ke dalam. Biarkan mereka menyelesaikan urusan laki-laki. Kau bilang, kau ingin melihat gaun pengantinku.” Fey mencoba tersenyum manis pada Nura seolah tidak terjadi apa-apa agar Nura tak mencemaskan dirinya. Padahal dalam hati, Fey benar-benar takut setengah mati. Sebab, sedikit banyak ia bisa merasakan sesuatu yang buruk sedang terjadi.


BERSAMBUNG


Like 150 aku langsung up lagi, jangan bosan baca ya ... love you all



__ADS_1


__ADS_2