
“Refald!” panggil Fey yang sejak tadi mengamati suaminya dan pergerakan musuh disekitarnya.
Refald pun menatap istrinya sambil tersenyum dan mulai berbalik arah menghadap semua wajah para iblis disekitarnya. Setiap iblis yang ditatap Refald langsung terpental jauh dan mengerang kesakitan. Kesempatan itu digunakan para pasukan Refald untuk memasukkan mereka ke dalam gucci yang sudah mereka siapkan sejak tadi.
“Honey, awasi Leo, tapi jangan coba-coba mendekati penghalang itu. Mereka berdua tidak akan bisa keluar dari penghalang itu. Akan lebih aman bagi mereka berada di dalam sana, sementara aku mengalahkan para iblis ini.” Refald menatap tajam mata istrinya yang diikuti anggukan kepala tanda mengerti dari Fey. Refald beralih menatap pak Po. “Lindungi istriku, pak Po!” perintah Refald.
“Siap yang mulia!” pak Po pun langsung berada di belakang Fey untuk bersiap-siap.
Sedangkan Refald sendiri, ia mulai berjalan pelan mendekati raja iblis yang sudah berani menculik pengantinnya. Berulang kali raja iblis itu menyerang Refald bertubi-tubi, tapi tak satupun serangan dari raja iblis itu bisa mengenai tubuh Refald. Refald bahkan bisa menghalau semua serangan mengerikan itu hanya dengan kibasan salah satu tangannya tanpa membalas balik serangan musuhnya.
“Aku sudah memberikan kesempatan untukmu selagi aku masih sabar, tapi kau terlalu meremehkanku.” Kata-kata Refald terdengar menakutkan begitu juga dengan tatapan matanya.
“Kau tidak bisa melenyapkanku! Aku raja iblis di sini! Kau tidak bisa ikut campur urusanku karena kita sudah sepakat dengan leluhurmu. Bencana itu akan lebih dashyat jika sampai kau melanggar kesepakatan itu!” teriak raja iblis itu.
“Aku datang kemari bukan untuk mencampuri urusanmu walaupun aku sangat ingin menghentikan bencana yang kau ciptakan itu. Kaulah yang sudah melanggar kesepakatan kita. Kau berusaha menjadikan pengantin adikku sebagai budakmu. Itu artinya, kau sudah cari gara-gara denganku. Dan kau tahu apa akibatnya jika kau melanggar kesepakatan itu. Aku berhak melenyapkanmu!” ucapan kalimat terakhir Refald sukses membuat raja iblis itu terpaku. Apalagi tatapan mata Refald mengeluarkan pancaran cahaya yang menakutkan dan dikedua tangan Refald mulai muncul kilatan api merah yang mengerikan.
“Kau itu cuma manusia biasa! Kau tidak bisa melenyapkanku! Kau pikir aku takut dengan gertakanmu?” teriak iblis itu menggelegar.
Iblis itu menggunakan kekuatannya untuk menyerang Refald dengan pancaran kobaran api yang besar, tapi Refald bisa dengan mudah memadamkan api itu hanya dengan satu kibasan tangan. Beberapa iblis mendekat dan hendak menyerang Refald dengan parang. Namun, lagi-lagi Refald bisa menghalau parang itu dan mencekik leher iblis yang berusaha menyerangnya hingga hancur menjadi abu.
Raja Gengishkan tercengang menyaksikan anak buahnya lenyap dan menjadi abu. “Siapa kau? Manusia biasa tidak akan bisa melakukannya?” mata raja iblis itu melotot tak percaya kalau dia bakal dikalahkan oleh manusia biasa seperti Refald.
__ADS_1
“Huh, aku ... adalah putra raja dengan gelar pangeran Mirza Banta!” Refald mulai mengayunkan satu tangannya menyerang raja iblis didepannya hingga raja itu terbang jauh kebelakang sampai terbentur kursi singgasananya sendiri. “Aku yang sekarang memang jauh bertambah kuat dari aku yang dulu. Kau tahu kenapa? Karena aku akan melindungi orang-orang yang aku cintai dari iblis jahat sepertimu! Kau ... sama sekali tidak ada apa-apanya bila dibandingkan denganku.”
Secepat kilat, Refald mendekati raja iblis dan langsung mencekik lehernya hingga iblis tersebut terduduk lunglai di singgsananya.
Tiba-tiba saja, pasukan dementor datang dan dengan sekejap berhasil melenyapkan sebagian pasukan Refald begitu mereka bersentuhan dengan jiwa dementor tak berbentuk itu. Refald yang merasakan ada sesuatu yang berbahaya langsung merentangkan satu tangannya yang tersisa membuat penghalang untuk Fey agar tubuh istrinya tak bisa bersentuhan lagi dengan jiwa dementor itu.
Refald semakin kuat mencekik raja iblis itu sebelum dementor datang menyerangnya. “Kau punya peliharaan yang bagus rupanya. Huh, tapi tetap saja, dia tidak akan pernah bisa mengalahkanku! Sebaliknya, dialah yang akan lenyap.”Rafald tersenyum getir.
Tanpa menoleh ke arah dementor yang mendekatinya, Refald merentangkan kembali satu tangannya untuk menghalau dementor tersebut. Begitu dementor itu menyentuh telapak tangan Refald, dalam sekejap, dementor itu menghilang tanpa jejak.
Sekali lagi, raja iblis itu dibuat terkejut dengan aksi Refald yang sungguh berada diluar dugaannya. Ia mencari-cari makhluk kesayangannya yang paling berbahaya dan ditakuti di sini. Namun, ia tak menemukan makhluk itu lagi dimanapun, bahkan keberadaannya juga sudah tidak terasa.
“Kau apakan makhluk kesayanganku, ha?” teriak raja iblis dengan suara menggelegar hingga menggetarkan istananya sendiri. Ia berusaha lepas dari cengkeraman Refald dengan penuh amarah dendam dan kebencian yang membara.
“Apa? Beraninya kau!” teriak raja iblis itu. Sayangnya, ia terlalu lemah sehingga lagi-lagi Refald berhasil mencengkeram kembali leher raja iblis itu sampai tidak bisa bergerak. “Walaupun kau melenyapkanku!" ujar raja iblis itu yang sudah jelas kalah telak dari Refald. "Bencana alam itu tak akan bisa dihindari lagi. Kampung setan itu akan musnah seperti yang aku harapkan selama ini! Hahaha ... kau tidak akan bisa menyelamatkan semua orang yang terkurung di sini! Jiwa mereka akan ikut pergi bersamaku kemanapun kau mengirimku karena mereka semua sudah terikat perjanjian denganku! Kau bisa melenyapkanku sekarang, tapi kau tak bisa mengubah perjanjian jiwa yang telah mereka persembahkan untukku. Kau kalah, pangeran Refald! Kau sudah kalah! Hahahahahaha....”
Sejenak Refald memang terpaku mendengar kata-kata raja iblis itu. Sebab, yang dikatakan raja iblis itu memang benar. Meski raja iblis ini musnah, jiwa manusia yang ada di sini tak akan pernah bisa kembali ke alamnya dan akan terus mengikuti raja Gengishkhan dimanapun dia berada.
“Asal kau tahu! Sebelum datang kemari, aku sudah memantapkan hati dan menerima kekalahanku atas manusia-manusia tak berdosa yang sudah menjadi budakmu! Huh, meski hari ini aku kalah, tapi pada saat di hari akhir nanti ... kaulah yang kalah! Karena jiwa mereka akan terbebas darimu atas kehendak-Nya! Camkan itu baik-baik dan enyahlah kau dari kehidupan ini untuk selamanya!” teriak Refald dan menekan kuat cengkeraman tangannya di leher raja iblis tersebut sehingga tubuh raja iblis itu sedikit demi sedikit berangsur menjadi abu.
Disaat terakhir sang raja manjadi abu, pandangan matanya terhadap Refald berubah menjadi sendu dan menyiratkan makna yang terdalam seolah mengungkapkan rasa terimakasih yang begitu besar. Awalnya, Refald terkejut melihat mata sendu raja iblis itu, tapi ia tetap melakukan apa yang harus ia lakukan, yaitu melenyapkan raja iblis yang sudah banyak menyebabkan kehancuran hidup manusia lainnya.
__ADS_1
Saat abu dari tubuh raja Gengishkan mulai terbang melayang, potongan-potongan kecil abu tersebut memperlihatkan seluruh kenangan semasa hidup raja iblis yang ternyata sebelumnya ia adalah seorang manusia biasa sepertinya. Satu persatu kenangan itu, bisa dilihat jelas oleh Refald dan betapa terkejutnya Refald setelah tahu apa yang menyebabkan sosok Gengishkhan yang tadinya manusia, berubah menjadi iblis jahat yang terkenal kejam di dunia ini.
Refald terduduk lunglai dan matanya berkaca-kaca saat menyaksikan kenangan kisah hidup Gengishkhan yang begitu menyakitkan. Matanya terlihat pudar dan ikut merasakan sesak didadanya. Refald mengepalkan tangannya dengan sangat kuat dan berteriak sekencang-kencangnya seolah mengeluarkan semua marah yang ada dalam diri Refald termasuk kesedihan yang begitu dalam.
“Aaaaaaaaaaargghhhhh!” teriak Refald menggelegar sampai menggetarkan seluruh istana raja Gengishkhan yang sudah lenyap menjadi abu.
Suara teriakan Refald terdengar memilukan semua yang mendengarnya. Bahkan semua pasukan Refald tak terkecuali pak Po langsung bersujud bersamaan seolah ikut merasakan kesedihan mendalam atas apa yang dirasakan Refald saat ini.
Refald menunduk dan masih berusaha menenangkan hati dan pikirannya serta menerima semua yang terjadi baik dimasa lalu atau yang akan terjadi setelah ini. Fey yang berdiri dalam diam, mulai keluar dari penghalang yang dibuatkan Refald untuknya. Perlahan, gadis itu berjalan mendekati suaminya dan memeluknya dari belakang. Fey bisa merasakan apa yang dirasakan Refald meski ia tidak begitu paham apa yang menyebabkan Refald sesedih ini.
Beberapa hari yang lalu, Refald memang dirundung kesedihan karena memikirkan bencana yang bakal merenggut nyawa banyak koban, tapi kesedihannya kali ini, lebih parah dari sebelumnya. Refald memang memenangkan peperangan ini, tapi apa yang dialami Refald saat ini menandakan bahwa dirinya telah kalah telak dari apa yang Refald menangkan.
"Apa yang terjadi, Refald? Katakan padaku?" tanya Fey yang juga ikut menangis bersama Refald.
BERSAMBUNG
****
Yang tidak suka fantasi boleh di skip. Terimakasih atas dukungannya, semoga suka dengan cerita yang aku buat, ya ... love you all
__ADS_1
Refald dengan kekuatannya