Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 234


__ADS_3

Refald menatap wajah Fey yang masih tetap berada digendongannya. Sebenarnya bukan ini yang ia inginkan, tapi istrinya ini mempunyai rencana yang tak terduga lebih dari yang ia bayangkan. Meminta mbak Kun menjadi pasangan iblis yang berubah wujud sebagai aktor Lee dong wook adalah hal teraneh yang pernah Refald lihat sepanjang hidupnya. Refald juga bisa marasakan aura kejahatan yang tadinya menyelimuti iblis itu, kini berubah jadi aura penuh cinta dan kerinduan yang begitu besar. Benar-benar aneh bin langka.


“Apa yang akan kita lakukan sekarang? Aku tidak bisa berdiam diri saja melihat iblis itu jatuh cinta, apalagi dengan mbak Kun.”


“Kau cemburu?” tanya Fey sambil tersenyum.


“Kenapa aku harus cemburu? Bukan kau yang jadi pasangannya?”


“Kalau begitu biarkan saja mereka. Setidaknya iblis itu sekarang sudah tidak berbahaya. Cinta bisa mengubah segalanya, seperti yang terjadi pada iblis itu. Dia sudah tidak jahat lagi karena virus cinta itu menyerang hatinya.” Fey menatap iblis itu yang mesih betah memeluk mbak Kun dengan segenap hati dan perasaannya.


“Honey, jangan membuatku tertawa. Mana ada iblis punya hati?” Refald tertawa pelan.


“Wujud iblis yang asli memang tidak punya hati, Refald. Tapi dia Lee dong wook, manusia yang berprofesi sebagai artis papan atas Korea, dia punya hati sama seperti kita. Meskipun dia Lee dong wook KW, namun mereka sama-sama punya hati dan juga cinta. Kau sendiri yang menyuruhnya berubah wujud. Iblis itu tidak suka dengan wujud aslinya dan lebih suka dengan wujudnya yang sekarang. Sebagai pangeran, harusnya kau tahu itu?”


“Baiklah! Terserah kau saja. Kau punya setengah dari kekuatanku, karena itulah kau jauh lebih unggul dariku dan tahu segalanya.” Refald merasa dongkol karena kini istrinya jadi tahu banyak hal melebihi dirinya sendiri.


“Kau marah?”


“Tidak, aku hanya kesal.”


“Ya sudah,” ucap Fey cuek.


“Apa maksudmu ‘ya sudah’?” Refald jadi semakin dongkol dengan Fey.


“Kau bilang lagi kesal? Ya sudah, mau bagaimana lagi?”


Refald langsung mencium Fey dalam gendongannya. Durasinya lumayan lama juga sampai membuat Fey benar-benar kehabisan napas.


“Kita sedang berperang? Kenapa kau mesum begitu, ha?”


“Mulai sekarang kalau aku lagi kesal. Aku akan menghabisimu dengan ciumanku!” ujar Refald menatap tajam wajah Fey. Keduanya saling pandang satu sama lain dengan perasaan masing-masing.

__ADS_1


Sementara mbak Kun sendiri, jadi kebingungan tiba-tiba dipeluk sesama makhluk astral tak kasat mata yang tidak pernah ia kenal sebelumnya atas perintah istri pangerannya. Meski terkejut, dia harus tetap melaksanakan tugasnya. Namun lama-lama, pelukan iblis ini membuat mbak Kun tidak nyaman juga.


“Hei kau! Lepaskan pelukanmu! Aku tidak mengenalmu kenapa kau memelukku seperti ini, ha?” mbak Kun mencoba melepas pelukannya, tapi iblis tersebut malah semakin mengeratkan pelukannya seolah enggan melepaskan mbak Kun.


“Tidak mau! Kau pasanganku sekarang!” ujarnya dengan suara khas orang yang ditirunya.


“Apa? Aku sudah punya kekasih! Lepaskan aku!” teriak mbak Kun dengan kesal, apalagi tiba-tiba saja dia juga tidak bisa mengeluarkan kekuatannya agar bisa lepas dari pelukan iblis ini. “Aneh, kenapa aku tidak bisa lepas?” gumam mbak Kun bingung.


“Kau milikku sekarang!” ujar iblis itu dan memang sengaja mengunci kekuatan mbak Kun agar tidak bisa berontak.


“Apa kau tidak dengar? Aku sudah punya kekasih!” bentak mbak Kun lagi.


“Putuskan saja dia dan hiduplah bersamaku selamanya, akan aku buat kau bahagia. Aku janji!” tidak ada yang tahu apakah yang dikatakan iblis itu benar atau tidak. Sebab pemandangan ini benar-benar membuat Fey dan Refald terpana menatap keduanya.


Tiba-tiba terlintas dipikiran Fey untuk melakukan sesuatu. Istri Refald itu memejamkan mata dan kosentrasi berteleportasi dengan mbak Kun melalui pikirannya. “Mbak Kun, bawa iblis itu pergi dari sini. Ada banyak sekali iblis jahat yang akan datang mendekat kemari, aku dan Refald harus menghadapai mereka semua. Jangan kembali kemari sampai kami mengalahkan semua iblis-iblis itu. Pengaruh cinta yang merasuki iblis Lee dong wook itu bisa hilang jika rekannya datang membebaskan pengaruh itu.” itulah kata-kata yang disampaikan Fey pada mbak Kun melalui pikirannya.


Mbak Kun menundukkan kepalanya tanda mengerti apa yang diperintahkan Fey padanya. “Baiklah, iblis Gumiho. Bawa aku pergi dari sini, tunjukkan tempat terindah yang pernah kau lihat, aku tidak suka disini. Tempat ini gelap dan menyeramkan. Aku bosan,” ujar mbak Kun pada iblis itu untuk membawanya pergi dari sini sesuai yang diinginkan Fey.


“Wuah, gila? Cinta benar-benar bisa membuat orang jadi gila? Iblis itu benar-benar membawa mbak Kun pergi!” Fey tersenyum girang karena rencananya berhasil menyingkirkan iblis tersebut tanpa perlu membuang-buang tenaga.


“Lalu, bagaimana dengan kekasih mbak Kun, Honey? Kau tidak memikirkan bagaimana perasaannya? Kekasihnya kau suruh berselingkuh dengan orang lain?”


Deg!


Pertanyaan Refald benar-benar membuat Fey merasa jadi orang yang jahat. Namun, Fey melakukan semua ini bukan tanpa alasan. Gadis itu tahu apa yang sudah ia lakukan.


“Biarkan saja, dia! Gara-gara kekasih mbak Kun itu, aku tidak bisa leluasa memanggilnya kapanpun aku membutuhkannya. Bahkan apa yang terjadi pada pak Po pun mbak Kun tidak tahu. Disaat kita dalam bahaya pun mbak Kun tidak muncul, meski kau mengabaikannya, tapi aku tidak bisa. Aku tidak suka kekasih mbak Kun yang sekarang. Dia terlalu over protektif dan sudah sangat keterlaluan. Makhluk itu tidak bisa mengerti dan memahami mbak Kun. Sebagai sesama wanita, aku tidak bisa membiarkan hal itu terus menerus terjadi meski aku dan mbak Kun berbeda dunia.


“Mungkin ini terdengar tidak masuk akal, tapi entah kenapa aku lebih suka mbak Kun bersama iblis bloon itu daripada dengan kekasihnya yang sekarang. Iblis bloon itu ... menurutku ... dia 11 12 dengan pak Po.” Fey mengutarakan semua alasannya kenapa ia memilih memanggil mbak Kun dan bukanya dedemit yang lainnya untuk menghadapi iblis yang berubah wujud menjadi aktor Korea. Fey memang sengaja mempertemukan iblis bloon itu dengan mbak Kun berharap mereka bisa bersama meski kemungkinannya sangat kecil.


“Tapi, Honey ... iblis itu punya majikan, dan dia ....”

__ADS_1


Fey menatap tajam Refald yang tidak bisa menyelesaikan kalimatnya. Wajah gadis itu berubah marah setelah mengerti apa yang ada dalam pikiran Refald. Fey tahu siapa majikan iblis yang kini bersama dengan mbak Kun itu. Walau awalnya terkejut dan tidak percaya, tapi inilah fakta yang sebenarnya.


Dalam hidup, memang selalu penuh dengan kejutan dan hal tak terduga menimpa hampir semua manusia seperti yang terjadi saaat ini. Daripada memiliki kemampuan mengetahui apa yang akan terjadi, sebenarnya Fey lebih memilih untuk tidak tahu apa-apa. Sebab, jika ada hal buruk yang akan menimpa, Fey tak harus merasa sedih terlalu lama kerena telah mengetahui sebelumnya.


“Aku akan melepaskan perjanjian mereka, agar iblis itu bisa bebas darinya!” Fey pun memaksakan diri turun dan berlari menjauh meninggalkan Refald dengan perasaan campur aduk tak karuan antara percaya dan tidak percaya tentang orang yang menjadi majikan iblis gumiho tadi. “Dasar bajingaan tengiik! Akan kuhabisi kau jika aku menemukanmu!” Fey pun membulatkan tekad untuk melepas perjanjian orang itu dengan iblis yang sekarang bersama dengan mbak Kun.


“Honey!” tiba-tiba saja Refald sudah ada dihadapan Fey dan menghalangi jalannya. Fey sendiri sudah tidak kaget lagi dengan kecepatan Refald saat bergerak.


“Jangan halangi aku! Aku sendiri yang akan menghabisi si brengseek itu!” geram Fey tanpa mau menoleh ke arah suaminya.


“Aku tahu kau marah. Ini semua salahku karena aku lemah. Aku sudah menyadarinya sejak tadi, tapi aku tetap mebiarkannya pergi. Tidak ada kebohongan dalam kisah percintaan mereka, Honey. Karena itulah aku membiarkan mereka pergi. Semua itu adalah murni pilihan hidup mereka. Tapi, jika pilihan itu berubah maka lain lagi ceritanya. Kau tidak bisa membunuhnya sekarang.”


“Orang itu tidak akan berubah menjadi baik, Refald. Wanita itu sedang dalam bahaya karena orang yang bersamanya jauh lebih kejam dari mandor itu. Sayangnya ....” Fey tidak sanggup meneruskan kalimatnya apalagi sampai membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.


“Dia dibutakan oleh cinta, Honey. Seperti yang kau bilang, cinta bisa mengubah segalanya. Dari jahat menjadi baik begitu juga sebaliknya. Itu adalah pilihan yang mereka ambil, kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali pilihan itu berubah.”


“Tetap saja aku harus bertemu dengan mereka sebelum semuanya terlambat! Jangan halangi aku! Fokuslah pada iblis-iblis yang sebentar lagi datang kemari.” Fey hendak melangkah kesisi lain tetapi Refald tetap saja menghalangi Fey. “Sudah kubilang, jangan halangi aku!” seru Fey kesal.


“Kau tidak boleh kemana-mana sendirian, Honey. Aku akan menemanimu. Naiklah kepunggungku. Kita harus cepat mengejarnya sebelum mereka keluar dari desa ini.” Refald membungkukkan bandannya sambil membelakangi Fey. “Cepat naik!” seru Refald.


Sambil tersenyum senang karena dugaannya salah, Fey pun naik digendongan suaminya dan dalam sekejap Refaldpun berlari dengan cepat menembus angin malam. Kalau dipikir-pikir, sudah lama juga Refald tidak menggendong Fey seperti ini. Dulu, Refald sering mengajaknya berlari menembus rimbanya hutan menuju ke sebuah tempat yang indah dan belum pernah dijamah oleh tangan manusia. Kini, setelah keduanya menikah, baru pertama kali ini Refald kembali menggendong Fey menembus gelapnya malam untuk menghentikan hal buruk terjadi.


“Aku sangat suka jika kau menggendongku seperti ini, aku merasa seperti terbang bersama angin.” Fey berbisik di telinga suaminya.


“Maaf kalau aku sudah tidak pernah mengajakmu berlari seperti ini. Setelah ini selesai, aku akan lebih sering menggendongmu dan membawamu ketempat-tempat indah yang kau inginkan.” Ucapan Refald, sukses membuat Fey jadi lebih tenang ditengah rasa marahnya yang membara.


“Janji?”


“Aku janji, Honey. Akan aku lakukan apapun untukmu!” Refald semakin berlari kencang agar cepat sampai ke tempat tujuannya.


***

__ADS_1


__ADS_2