Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 170 Kembali


__ADS_3

Dalam kurun waktu dua jam, bencana dahsyat itu menyapu bersih perkampungan yang dihuni oleh sebagian penduduknya yang mengikuti aliran sesat. Mereka semua menjadikan seluruh keluarga mereka sebagai tumbal agar apa yang mereka inginkan tercapai. Rata-rata mereka memilih ritual pesugihan yang jelas-jelas sudah dilarang oleh agama. Itulah sebabnya, kenapa rumah-rumah dikampung ini sangat tidak wajar bila dilihat dari mata pencaharian mereka. Ditambah lagi penduduknya kebanyakan hanya terdiri dari para pria.


Ternyata, semua wanita dan anak-anak mereka sudah mereka jadikan tumbal dan kini jiwa mereka harus terpaksa terikat dengan raja iblis Gengishkhan sampai akhir dunia tiba. Kini, jalan sesat yang telah mereka pilih hingga sampai tega mengorbankan nyawa orang lain, apalagi darah dagingnya sendiri tidak akan bisa bertahan lama.


Kekayaan duniawi itu hanya sementara. Atas kehendak-Nya, apa yang sudah mereka lakukan untuk mendapatkan harta secara instan kini hancur lebur tak tersisa hanya dalan hitungan menit saja. Rumah megah, kemewahan dan banyaknya uang yang mereka dapatkan tak bisa menyelamatkan para manusia sesat itu dari amukan Sang Pencipta. Saat ini, mereka pun ikut terkena dampak dan akibatnya.


***


Sementara itu kembali ke saat Eric datang ke kantor polisi untuk memberitahukan data-data orang yang hilang dan bukti tentang ritual sesat seperti pesugihan ataupun ritual lainnya saat semua orang yang hilang itu dibunuh untuk dijadikan tumbal. Refald dan Eric sengaja mencari bukti-bukti tersebut agar bisa menyelamatkan semua orang dari bencana yang sebentar lagi akan datang.


Untungnya, dengan bukti yang diberikan Eric polisi langsung bergerak cepat untuk mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman termasuk para mahasiswa yang sedang mengikuti ospek di kampung setan itu. Eric dan bantuan polisi, juga memberitahu kepala tim pelaksana ospek untuk segera meninggalkan lokasi dan menjauh dari perkampungan setan ini secepatnya sebelum bencana datang.


Dengan kata lain, seluruh teman-teman Leo dan Shena berhasil selamat dari bencana itu, sebab mereka sudah terlebih dulu meninggalkan kampung setan atas peringatan yang diberitahukan Eric pada mereka semua. Namun, tidak dengan para penduduk kampung setan tersebut. Mereka semua tidak percaya dan malah melawan para polisi dan juga Eric. Perdebatan tak terelakkan dan akhirnya, Eric lebih memilih mengalah daripada terjadi pertumpahan darah. Para polisi pun hanya bisa memantau mereka semua dari kejauhan sampai akhirnya bencana itu datang dan memusnahkan semuanya tanpa ada yang tersisa.


Mereka semua yang selamat, kini berada di balai observasi untuk menunggu infomasi apakah kegiatan ospek mereka dilanjutkan atau tidak. Sedangkan penduduk yang lainnya juga menunggu informasi sampai kondisi daerahnya kembali normal dan aman ditempati lagi.


Laura duduk termenung memikirkan nasib Shena yang menghilang dari semalam dan tidak diketahui bagaimana keadaannya saat ini. Begitu juga dengan Roy yang mengkhawatirkan Leo saat sahabatnya itu langsung pergi mencari Shena. Roy dan beberapa anggota senat lainnya, juga ikut mencari keberadaan keduanya tepat setelah Leo pergi keluar lokasi, tapi meski mereka semua mencari-cari Leo dan Shena di seluruh kampung, mereka tak juga menemukan dua orang itu.


Sampai akhirnya Eric datang dan memberitahu mereka agar segera pergi dari tempat ini. Disela-sela semua mahasiswa yang sibuk mengungsi, Eric datang menghampiri Roy dan Laura kalau sahabatnya Leo dan Shena, baik-baik saja bersama dengan keluarga Leo, siapa lagi kalau bukan Refald dan Fey.


“Mereka berdua baik-baik saja,” ujar Eric di depan Roy dan Laura. “Kalian berdua tidak perlu khawatir. Saat ini, mereka belum bisa datang kemari karena ada sesuatu hal, tapi jika urusan mereka sudah selesai, maka Leo dan Shena akan menemui kalian berdua dan kembali kemari.”


“Apa aku tidak bisa menemui Leo sekarang?” tanya Roy, selama ini tidak ada yang tidak diketahui Roy dari Leo. Keduanya selalu bersama-sama dan ini adalah kali pertama Roy tidak besama dengan Leo. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada sahabatnya itu.


“Saat ini tidak bisa, Roy. Kau jangan khawatir, ada Refald, kau tahu siapa dia, kan?” ujar Eric meyakinkan Roy agar tidak perlu cemas lagi.


“Kau mengenal orang ini?” tanya Laura pada Roy yang berdiri disampingnya.


“Ehm, namanya kak Eric, kami semua saling mengenal sejak kami berada di Jerman dulu,” ujar Roy pada Laura dan beralih menatap Eric lagi. “Syukurlah kalau kak Refald ada bersama mereka. Sampaikan salamku pada Leo dan kak Refald, juga ... istrinya, jika kakak bertemu dengan mereka.”


“Akan aku sampaikan, aku pergi dulu.” Eric menepuk pelan bahu Roy dan pergi meninggalkan mereka semua.

__ADS_1


Itulah pembicaraan singkat antara Eric dan Roy saat mereka bertemu. Apa yang dikatakan dan dilakukan Eric, semua itu atas perintah Refald yang memang meminta Eric agar mereka tidak mengkhawatirkan Leo dan Shena.


“Istri?” tanya Laura bingung saat Eric sudah tak terlihat disini lagi.


“Kakak sepupu Leo, kak Refald sebentar lagi akan menikah. Kau kepo sekali? Lihat wajahmu itu, lucu sekali! Dan juga ... kenapa kau terkejut?” goda Roy.


“Ehm, bukan apa-apa, hanya heran saja ... disaat seperti ini, ada juga yang mau menikah.” Suara Laura terdengar sedih. Itu karena ia tak bisa berhenti mencemaskan keadaan Shena sahabatnya.


Roy sedang memerhatikan Laura yang kembali duduk termenung disaat semua orang dari berbagai daerah serta para wartawan datang berbondong-bondong untuk menyaksikan peristiwa alam yang baru saja terjadi. Beberapa polisi dan para petugas gabungan juga mulai mencari satu persatu jenazah orang-orang yang menjadi korban bencana alam.


Hampir keseluruhan jasad korban bencana alam, hancur dan tercecer dimana-mana. Bahkan beberapa warga juga menemukan banyak potongan-potongan atau bagian-bagian tubuh yang berserakan disekitar aliran banjir yang menjadi jalannya bencana saat melanda perkampungan terkutuk itu. Bahkan aliran sungai yang mengalir disekitar lokasi kejadian juga ikut ditelusuri.


Polisi dan petugas gabungan serta penduduk desa, akhirnya melakukan susur sungai untuk menemukan semua bagian tubuh para korban bencana alam yang terpisah. Beberapa tim basarnas dan tim gabungan terjun kelapangan untuk membantu mengevakuasi jenazah korban dan tak satupun dari warga kampung itu selamat dari bencana alam tersenut.


“Makanlah ini.” Roy memberikan Laura sepotong roti dan juga minuman. “Aku lihat sejak tadi kau belum makan apa-apa.”


“Aku tidak lapar, untukmu saja,” jawab Laura lirih.


“Bagaimana kau bisa yakin? Shena menghilang begitu saja. Dan Leopun juga tak ada kabar apakah ia berhasil menemukan Shena atau tidak? Sebagai sahabatnya apa kau tidak khawatir?”


Roy tidak bisa memberitahu Laura jika selama ada Refald bersama mereka, maka tidak akan ada bahaya apapun yang bakal menimpa sahabat-sahabat mereka.


“Percayalah, mereka berdua baik-baik saja.” Roy meletakkan roti dan minuman disamping tempat duduk Laura. “Aku akan meletakkan makanan ini di sini. Terserah kau mau memakannya atau tidak. Aku beri tahu kau satu hal, Shena dan Leo aman, karena ada yang melindungi mereka dari segala macam bahaya. Jadi kau tenang saja, oke!” Roy mengedipkan salah satu matanya pada Laura sehingga lagi-lagi, gadis itu terlena oleh pesona Roy yang membuat jantung dan hatinya serasa mau copot.


“Seandainya Shena ada di sini, pasti aku senang sekali, karena cuma dia yang mengerti apa yang aku rasakan saat ini.” gumam Laura sambil menatap kepergian Roy.


***


Setelah menabur semua bunga marigold diatas kolam ajaib itu, Refald datang menemui Leo dan menempelkan telapak tangan kanannya diatas kening Shena yang masih berada digendongan Leo.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Leo heran dengan aksi yang dilakukan Refald pada Shena.

__ADS_1


“Menghapus ingatannya,” jawab Refald. “Akan lebih baik jika Shena tidak mengingat apapun tentang apa yang terjadi di sini, termasuk ciuman kalian berdua.”


“Apa yang harus aku katakan padanya jika ia sudah sadar nanti?” tanya Leo.


“Katakan apa saja yang biasa kau katakan, kita harus cepat kembali. Temanmu Roy sudah menunggu.” Refald menatap Fey yang masih betah berdiri di sisi kolam.


“Apa mereka semua selamat?”


“Mereka yang mati, hanya yang berhubungan dengan iblis Geingshkhan. Yang lainnya, masih bisa diselamatkan.” Refald menghampiri Fey dan menggandeng erat tangan istrinya. “Kita harus kembali Honey, nenek dan yang lainnya mencemaskan kita.” Refald menatap wajah sedih Fey, dengan cepat ... Refald mengecup lembut bibir istrinya tepat di depan mata Leo.


“Haish, kalian sengaja melakukannya? Aku tidak percaya ini! Bisa-bisanya kalian berciuman didepanku, ha? Kalian sengaja pamer padaku?” komplain Leo. Ia hanya bisa menatap wajah Shena yang masih lemah karena pingsan.


“Diam kau! Kau bahkan sudah menang banyak saat menyelamatkan Shena, tadi!” hardik Refald.


“Kau yang menyuruhku!” bentak Leo.


“Kalian berdua! Jangan berdebat ditempat ini! Ayo kita kembali!” Fey terlihat kesal karena duo somplak ini bersitegang hanya karena masalah ciuman.


BERSAMBUNG


***


Suka gak sih dengan dunia fantasi ku? Maaf kalau lebay ... sekali lagi, kisah yang aku buat tidak bermaksud menyinggung apapun. Ini hanya murni kisah fiksi fantasi dengan tujuan sebagai hiburan semata.


untuk Playboy Jatuh Cinta season 2 sabar ya .. masih dalam proses .. mungkin baru bisa rilis bulan April karena untuk bulan depan aku masih disibukkan dengan dunia nyata .. sebisa mungkin aku up terus kisah Refald dan dunia mistiknya. maaf jika terkadang up-nya telat.


terimakasih atas semua dukungannya .. love you all ..


jangan lupa hadiah hatinya ya ... hehe .. biar lebih semangat lagi.


__ADS_1



__ADS_2