
Pak Po tersenyum mengenang masa-masa betapa gilanya Refald yang bertekad kuat mencari-cari keberadaan tunangannya yang menghilang tanpa jejak setelah mendengar kisah cinta paman dan bibinya, Byon Pyordova dan Biyanca. Sampai akhirnya, Refald dan Fey dipertemukan dalam kisah cinta yang berbeda dan juga bisa dibilang unik.
“Terimakasih, Pangeran. Aku akan menggunakan waktuku dengan sangat baik.”
“Kau tidak perlu berterimakasih. Kamilah yang harus berterimakasih padamu atas kesetiaan yang telah kau berikan pada kami. Aku sangat senang memiliki pasukan seperti kalian semua. Kekuatanku sudah hampir sepenuhnya pulih, jadi kau tidak perlu khawatir lagi.”
Refald tersenyum menatap pak Po lalu ia bergerak cepat masuk kedalam mobilnya. Refald menyalakan mesin dalam diam dan membawa Fey pergi kesuatu tempat menjauh dari lokasi pak Po berdiri secepat mungkin.
“Apa tidak apa-apa meninggalkan pak Po sendirian disana?”tanya Fey saat Refald mulai melajukan mobilnya pergi meninggalkan pak Po sendirian. Ia menoleh kebelakang dan melihat pak Po masih berdiri menatap sesuatu yang tidak Fey mengerti.
“Apa kau tidak bisa merasakannya, Honey? pak Po sedang memanggil rekan-rekannya sesama Pocong. Kau bakal pingsan jika melihat mereka semua berkumpul disitu. Makanya aku buru-buru membawamu pergi dari situ.”
“Apa?” bulu kuduk Fey langsung berdiri membayangkan makhluk berbentuk guling putih dengan jumlah banyak ada disekitar sana. “Kenapa dia memanggil rekannya?”tanya Fey heran.
“Kerena memang ada hal yanga harus pak Po selesaikan dengan para rekan-rekannya itu.”
“Sudah kubilang, akan lebih mudah jika kau membunuh orang itu? Atau kita kerjai saja dia dengan hantu-hantu itu agar orang jahat tersebut tidak berbuat jahat lagi.”
“Dia bukan manusia sembarangan yang bisa dengan mudah dibunuh, Honey. Orang itu punya perjanjian dengan iblis dimana hanya iblis itulah yang bisa membunuhnya. Kau atau aku, tak akan bisa dengan mudah membunuh orang itu.”
“Maksudmu ... dia salah satu pemuja iblis?”
“Kurang lebih seperti itu, dia sangat berbahaya. Tak heran jika Riska ingin lepas darinya walaupun ia tidak tahu seperti apa suaminya yang sebenarnya.”
__ADS_1
“Kenapa ada banyak sekali manusia yang memilih jalan sesat, sih? Aku masih belum bisa melupakan kejadian tentang Raghu beberapa tahun lalu. Sekarang, masih ada lagi orang seperti itu?”
“Untungnya ia tidak menganggu desa ini, Honey. karena para penduduk disini memiliki kekuatan iman yang lumayan kuat bila dibandingkan dengan kampung Setan tempat tinggal Raghu. Meskipun ada yang terpengaruh, masih banyak juga yang tetap berpegang teguh pada agama mereka.”
Fey terdiam dan memikirkan segala hal yang bakal terjadi setelah ini. “Bagaimana dengan Di, Refald. Apa kita tidak terlalu jahat padanya?”
“Di sangat kuat Honey, sama sepertimu. Karena itulah ia terpilih menjadi pasangan pak Po. Kau meragukannya?”
“Sejujurnya, aku tidak kuasa jika hal yang sama terjadi juga padaku.”
“Apa maksudmu? Kau ingin aku jadi hantu?”
“Bukan begitu ... aku ....”
Ucapan Refald membuat Fey lebih sedikit lega. Meski dalam hatinya ia masih khawatir juga. Namun, gadis itu berusaha menepis perasaannya dan mencoba menghadapinya seperti yang Refald katakan. Tak lama kemudian, mereka berdua sampai disebuah rumah yang tidak lain adalah tempat tinggal suami Riska dan sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya.
“Dimana Riska dan Aditya?” tanya Fey saat keduanya masih berada di dalam mobil mengamati sebuah bangunan bernuansa putih itu.
Di depan pintu gerbang rumah itu ada beberapa penjaga keamanan yang berdiri tegap dan bersenjata lengkap . Siapapun pasti tidak akan mudah masuk ke dalam rumah itu.
“Kami disini, Putri!” ujar Aditya yang tiba-tiba muncul dari sisi pintu mobil, Fey. Setelah mendapat kode dari Refald, keduanya masuk ke jok belakang dan duduk didalamnya.
“Apa yang kalian dapatkan?” tanya Refald langsung, tapi Fey masih belum mengerti dengan situasi yang terjadi disini.
__ADS_1
“Mereka sedang mengadakan pesta miras didalam sana, Tuan.”Aditya menjelaskan dan mendapat beberapa foto dari hasil pengintaiannya. Ia menyerahkan foto-foto itu pada Refald.
“Kerja yang bagus." Refald melihat foto-foto tersebut sambil tersenyum licik. "Kalian berdua tetap berada disini. Ayo Honey, kita buat onar di dalam sana!”ajak Refald pada Fey.
“Kau yakin?”
“Bukankah kau yang sejak tadi memintaku membunuhnya? Sebelum ia mati, kita main-main dulu dengannya."
"Bukannya tadi kau bilang dia tidak bisa dibunuh?"
"Bisa, karena aku punya cara, tapi tidak seru kalau ia mati sekarang. Kau tidak keberatan, Riska?"
"Tidak, Tuan. Terserah kalian saja. Maaf sudah merepotkan kalian." Riska sepertinya tidak paduli lagi dengan suaminya yang memang tiap hari selalu menyiksa dan membuatnya tertekan. Ia berharap, setelah ini wanita itu bisa terbebas dan menikah dengan pria yang selama ini memenuhi hati dan pikirannya, Aditya.
Fey tidak begitu paham dengan apa yang akan dilakukan suaminya, tapi ia tidak punya pilihan lain selain menuruti apapun kehendak Refald.
Mereka berdua keluar dari dalam mobil dan berdiri tepat di depan pagar rumah suami Riska. Refald menggandeng tangan Fey sambil berkata, "Bersiaplah, Honey. Setelah ini, hari-hari kita akan menjadi sangat berat." Setelah bicara seperti itu, Refald dan Fey menghilang tiba-tiba entah pergi kemana.
BERSAMBUNG
***
baca juga Playboy Jatuh Cinta season 2 ya ... ganti cover baru lagi ..
__ADS_1