Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 266 Reuni


__ADS_3

Dua hari berjalan dengan cepat. Fey melakukan rutinitasnya di dalam rumah bersama dengan Di selama dua hari terakhir ini. Teman-temannya juga sempat datang menghibur Fey yang kangen berat dengan Refald.


Sejak teror yang dilakukan mbak Kun terhadap Martha and the gengnya, perlahan gosip buruk tentang perselingkuhan Refald dan suami teman-temannnya jadi meredup. Mereka seolah tidak ingin membahas masalah itu lagi. Vike dan Evi sendiri juga tidak berani mengungkit soal Refald dan Fey lagi, sebab setiap malam selama dua hari ini, mereka bermimpi dihantui mbak Kun.


Hal itu sengaja mbak Kun lakukan agar para wanita angkuh itu tidak lagi membuat masalah atau memperkeruh keadaan yang menyulitkan Fey selama Refald tidak ada disampingnya. Meski begitu, Martha and the gengnya masih belum kapok juga. Mereka malah sudah menyiapkan rencana busuk untuk mengganggu Fey dan juga teman-temannya.


“Para wanita sombong itu sedang menyusun rencana untuk membuat ulah di pesta reuni anda nanti Putri,” lapor mbak Kun, dan Fey hanya menanggapinya dengan senyuman.


Sematang apapun rencana teman-teman yang ingin berbuat jahat padanya, tetap tidak akan mengubah rencana Fey sebelumnya dimana orang-orang yang sudah berani menuduh suaminnya yang bukan-bukan, akan mendapatkan balasan yang setimpal.


“Biarkan saja mereka mbak Kun, jangan datang lagi kemimpi mereka.” Fey terlihat santai sambil menikmati makanannya di depan televisi. “Apa kau tahu kapan Refald dan pak Po akan pulang mbak Kun?” tanya Fey penasaran. Ini adalah hari terakhir Refald bertapa.


Harusnya Refald sudah pulang kembali ke rumah. Namun hingga sore hari, orang yang ditunggu-tunggu Fey, masih belum datang juga.


“Tidak ada yang tahu, kapan pangeran menyelesaikan pertapaannya, Putri. Bahkan pangeran sendiri tidak bisa memprediksikan kapan beliau bisa mengakhiri pertapaannya,” terang mbak Kun.


“Semoga saja Refald datang tepat waktu. Kita harus bersiap-siap mbak Kun, matahari sudah mulai terbenam. Tolong bantu Divani mempersiapkan diri juga. Buat dia secantik mungkin agar ketika pa Po kembali suaminya itu merasa senang melihat betapa cantiknya istrinya itu.” Lagi-lagi Fey melamun karena terlalu merindukan suaminya yang tak kunjung datang.


“Baik, Putri.” mbak Kun menghilang dan masuk ke dalam kamar Di untuk membantunya bersiap-siap.


***


Malam yang dinantikan pun tiba. Semua anggota alumni SMA yang seangkatan dengan Fey mulai berbondong-bondong datang ke pesta dengan pasangan mereka masing-masing. Tentu saja mereka menggunakan busana terbaik mereka. Semuanya berlomba-lomba memakai pakaian dan aksesoris untuk mengetahui punya siapakah yang paling mahal diantara mereka semua. Dan yang tak kalah ketinggalan adalah pasangan yang mereka bawa.


Bagi kaum hawa, memliki pasangan tajir melintir dan kaya raya tujuh turunan akan dinobatkan menjadi raja dan ratu di acara pesta reuni kali ini. Bahkan beberapa diantara mereka ada yang sampai menyewa pasangan bayaran agar tidak dipermalukan. Benar-benar acara reuni yang gila.


Berbeda dengan seluruh teman-temannya yang lain. Mia, Yua dan Nura tampil apa adanya meskipun mereka berasal dari kalangan berada. Sejak dulu, Fey dan teman-temannya selalu bersikap biasa, tak pernah menunjukkan kalau mereka berasal dari keluarga yang bisa terbilang kaya. Mereka suka membaur dengan sesama tanpa membeda-bedakan ras dan agama. Itulah kenapa Fey cs selalu disukai oleh teman-temannya yang lain karena sikap mereka yang bersahaja.


Nura dan Eric baru saja datang tadi sore dan mereka langsung menuju keacara pesta reuni ini. Selain Fey dan Refald, yang menjadi pusat perhatian kedua adalah Nura dan pasangannya, Eric. Tidak ada yang menyangka kalau seorang Nura yang berwajah pas-pasan bisa mendapatkan suami setampan dan setajir Eric.


Kedatangan keduanya langsung menjadi pusat perhatian banyak orang di pesta ini. Pasalnya, Nura yang sekarang, bak cinderella yang mendapatkan pangeran tampan. Penampilan Nura yang dulu norak habis kini berubah elegan dan menawan. Semua mata tak bsia berhenti berkedip memandangnya.


“Wah Nura, kau berubah jadi cantik sekarang. Apa dia suamimu?” tanya salah satu teman sekelas Nura yang dulu suka sekali merendahkan Nura yang tidak pernah pacaran karena memiliki wajah pas-pasan.


“Huh, maaf kau siapa, ya?” Nura pura-pura tidak mengenali teman sekelasnya. Padahal dia sangat ingat betul bagaimana perlakuan teman sekelas wanitanya ini terhadapnya dulu.


“Ini aku, Mila. Masa kamu nggak inget aku?” Mila mencoba mengingatkan.


“Nggak! Soalnya yang bisa aku ingat cuma orang-orang baik aja, kalau orang jahat aku suka amnesia. Sorry ya ... permisi.” Nura pun pergi sambil menggamit lengan Eric yang tersenyum simpul mendengar jawaban Nura. Pasangan suami istri yang baru saja datang itu lebih memilih bergabung dengan Mia, Rio, Yua dan juga Epank.


Anehnya, semua orang yang ada disini sama sekali tidak menyinggung soal gosip yang beredar di dgrub chat yang baru-baru ini menjadi trending topik. Mereka semua menikmati pestanya dengan berkumpul bersama teman geng atau pasangan mereka masing-masing. termasuk Vike dan Evi yang memperkenalkan suami-suami tajir mereka. Sedangkan Martha terpaksa menyewa suami bayaran untuk dipamerkan ke semua orang yang ada disini.


“Pestanya membosankan sekali,” ujar Mia, padahal ia ingin sekali mengamuk kalau sampai ada yang mengungkit gosip tidak benar seputar foto perselingkuhan yang ditebar di grub chat mereka.


“Ini belum dimulai, loh. Apa yang mereka tunggu?” tanya Yua.


“Sepertinya mereka sedang menunggu pangeran dan putrinya. Siapa lagi kalau bukan teman kita Fey dan Refald,” ujar Yua. Dan Eric pun ikut tersenyum.


“Kenapa kau tersenyum?” tanya Mia pada Eric.


“Entah apa yang ada dipikiran teman-teman kalian ini sehingga mereka membuat gosip murahan seperti itu. aku sangat tahu seperti apa Refald. Meskipun ada wanita tercantik di dunia ini bertelanjang bulat dihadapannya, ia tak akan pernah mau melihatnya kecuali wanita itu adalah Fey yang kini sudah jadi istrinya. Aku khawatir, kalau sampai Refald tahu masalah ini, mereka semua yang menyebarkan gosip itu akan dalam bahaya besar.” Eric mengambil sebuah minuman yang disediakan dalam pesta itu dan langsung meminumnya dalam sekali teguk.


Kata-kata Eric membuat semua teman-teman Fey saling pandang, ada makna tersembunyi dibalik ucapan Eric tadi meski mereka tidak mengerti apa itu.

__ADS_1


“Sayang, apa maksudmya ucapanmu itu. Kenapa aku merasa, kata-katamu terdengar menakutkan sekali, ya?” Nura menyampaikan pendapatnya.


Eric hanya tersenyum simpul. Ia tak ingin banyak bicara lagi agar tidak menimbulkan spekulasi yang bukan-bukan. Yua dan Mia beserta suami-suami mereka juga mengalihkan pembicaraan yang agak canggung ini.


Tiba-tiba saja, Via datang menghampiri mereka dengan ekspresi sok menyedihkan. Tentu saja Nura dan Mia langsung pasang badan dihadapan Epank agar nenek sihir itu tidak sampai mendekatinya. Sedangkan Tua tetap berada disisi Epank tanpa ekspresi.


“Mau apa kau kemari, ha?” tanya Mia langsung.


“Aku hanya ... minta maaf atas gosip yang tersebar itu ....”


“Tidak perlu!” bentak Nura memotong kata-kata Via.


“Gosip murahan seperti itu tidak berpengaruh pada rumah tangga Yua dan Epank. Sia-sia saja kau kemari, pergi dari sini atau aku akan benar-benar buat perhitungan denganmu!” ancam Nura. Ia serius dengan perkataannya. Yua dan Mia langsung takjub melihat Nura seberani itu, kini gadis tengil itu sudah mirip seperti Fey.


Via tak bisa berbuat apa-apa. Ia terus menatap Epank yang masih saja tidak mau menatapnya. Sebaliknya, Epank malah mengajak Yua berbicara hal lain. Melihat hal itu hati Via semakin tercabik-cabik. Ia pun pergi meninggalkan Nura and the gengnya.


“Dasar nenek lampir tak tahu diri, bukannya menghampiri suaminya sendiri malah mendatangi suami orang lain, pakai acara minta maaf segala lagi. Kenapa tidak kemarin-kemarin saja minta maafnya? Pas lagi heboh-hebohnya itu? Pasti dia sengaja mencari perhatian agar si Epank simpati padanya,” gerutu Nura dengan kesal.


“Kau benar.” Mia membenarkan. “Sudahlah jangan bahas nenek lampir itu lagi. By the way, kemana Fey? Kenapa sampai sekarang belum datang juga?” Mia mulai mencemaskan Fey dan mencari-cari keberadaannya disekitar tempat ini siapa tahu ia sudah datang. Namun, ternyata Mia tak juga menemukan sahabatnya.


“Mungkin ia masih menunggu kedatangan Refald,” jawab Nura dan ia beralih pada Eric. “Apa kau tahu ada dimana Refald sekarang, Sayang?” tanya Nura.


“Entahlah, mungkin dia ada pekerjaan lain yang harus ia kerjakan. Aku juga tidak berkomunikasi dengannya 3 hari ini.” Eric pura-pura tidak tahu.


Padahal sebenrnya, Eric mengetahui kalau Refald sedang bertapa di goa. Tidak ada yang tidak ia tahu soal Refald meski mereka jarang sekali bertemu. Hal itu karena setiap kali Refald mau melakukan sesuatu, ia pasti akan mengunjungi Eric terlebih dulu dengan memakai jurus teleportasinya untuk memberitahu semua yang akan ia lakukan. Sebagai teman masa kecil, Eric hanya bisa mendukung Refald dan tetap merahasiakan siapa dia sebenarnya dan apa yang dilakukannya. Termasuk dari Nura meski istrinya ini adalah sahabat terdekat Fey.


Tak berselang lama kemudian, Feypun datang dengan berjalan kaki bersama Divani yang dipandu oleh mbak Kun agar ia terlihat seperti wanita normal. Ada alasan kenapa Fey merahasiakan kondisi Di yang sesungguhnya. Hal itu ia lakukan untuk menjaga Di dari orang-orang jahil yang suka memanfatkan kesempatan dalam kesempitan jika sampai mereka tahu bahwa Di tidak bisa melihat.


Kenapa Fey memilih berjalan kaki? Istri Refald itu sengaja meminta sopirnya untuk memarkir mobil limosinnya agak jauh dari vila tempat acara reuni SMA nya agar tidak terlalu mengudang perhatian. Inlah gaya Fey yang tidak suka pemer pada siapapun tentang apa yang dimilikinya. Biarlah orang menganggap Fey hanya gadis biasa yang sederhana yang penting hidupnya nyaman.


“Itu Fey! Dia sudah datang!” teriak seseorang begitu melihat kemunculan istri Refald untuk pertama kali.


Sontak semua orang langsung heboh dan berebut tempat yang tepat agar bisa melihat kedatangan Fey yang sedang berjalan pelan menuju vila. Kedatangan Fey kali ini benar-benar mengundang perhatian, bukan karena kehidupan pribadinya, tapi karena kecantikan Fey yang paripurna bak seorang artis ternama papan atas yang membuat mereka semakin kagum akan sosok seorang Fey.


Padahal dulu sewaktu sekolah, Fey sama sekali tak pernah memakai make up berlebihan saperti siswi-siswi yang lain. Bahkan ia cenderung cuek dalam hal apapun dan lebih tertutup pada siapapun. Tak banyak orang yang mengenal Fey kala itu sampai akhirnya Refald datang dan menjadikan Fey sebagai tunangannya.


Dari situlah sosok Fey menjadi pusat perhatian teman-temanya karena mereka semua ingin tahu apa yang dimiliki wanita sederhana seperti Fey sehingga Refald lebih memilihnya dibandingkan dengan wanita yang sepadan dengan Refald tanpa ada yang tahu kalau Fey sebenarnya juga sama tajirnya dengan Refald. Hanya saja waktu, ia memang sedang dalam mode menyembunyikan identitas aslinya dan menyamar sebagai gadis biasa saja.


Selain itu, tak banyak yang tahu kalau Fey dan Refald sudah dijodohkan oleh keluarga mereka. Hanya teman-teman dekat Fey saja yang tahu bagaimana kisah asmara Refald dan Fey.


“Lihat! Fey tidak datang sendirian, dia bersama seseorang, tapi ... orang itu bukanlah Refald! Tunggu! Apa aku tidak salah lihat? Sepertinya ... Fey sedang hamil besar,” cerocos yang lainnya.


“Bukankah wanita yang bersamanya itu ... adalah wanita yang difoto bersama Refald?” sahut yang lainnya lagi.


“Iya benar, kenapa mereka datang bersama? Apa mereka juga salah satu teman SMA kita?” yang lainnya pun ikut bertanya.


“Sepertinya bukan, lihat saja wajahnya, dia bule!” jawab yang lainnya.


“Wuah, jangan-jangan wanita itu adalah saudara mereka, Fey terlihat akrab sekali dengannya.”


“Iya kau benar. Jadi, gosip perselingkuhan Refald itu tidak benar,” seru yang lainnya.


“Pastinya ... lihatlah! Fey cantik sekali. Mana mungkin Refald berpaling dari wanita secantik dia, apalagi Fey sedang mengandung anaknya pula? Rasanya tidak mungkin.”

__ADS_1


Semua orang mulai berkomentar melihat kedatangan Fey dan Divani dan berargumen tidak percaya kalau Refald selingkuh. Martha yang mendengar komentar positif teman-temannya tentang Fey langsung naik darah karena merasa usahanya membuat malu Fey ternyata sudah gagal total bahkan sebelum Fey memberikan klarifikasi secara resmi soal isu perselingkuhan suaminya.


Mereka pada penasaran kenapa Fey datang bukan dengan suaminya melainkan dengan wanita yang ternyata ada di foto yang digosipkan dengan Refald di grub chat. Semua mata memandang heran melihat Fey begitu akrab dengan wanita yang tidak lain adalah Rosalinda Divani, istri dari pak Po.


Mia, Nura dan juga Yua menyambut kedatangan teman spesial mereka. Disaat semua orang pada heboh dengan kedatangan Fey dan Divani, hanya mereka bertiga saja yang terlihat santai karena mereka sebelumnya sudah berkali-kali bertemu dengan Di saat mengunjungi Fey dirumah neneknya. Fey sendiri juga sudah menjelaskan siapa Divani walau tidak semuanya.


“Hai Di, senang kau bisa ikut datang kemari. Dan kau juga sudah datang, Fey. Lama sekali?” Sapa Mia dan langsung memeluk sahabatnya dan Divani secara bergantian begitu pula dengan Nura dan juga Yua. Fepun hanya tersenyum simpul dan membalas semua pelukan sahabat karibnya.


“Kalian semua mengenal wanita ini?” tanya Lisa sambil menunjuk Divani.


Bukan hanya Lisa saja, hampir semua orang penasaran kenapa teman-teman Fey bisa mengenal wanita yang digosipkan selingkuh dengan Refald. Ada apa ini sebenarnya? Itulah pertanyaan yang ada di benak mereka semua.


“Tentu saja kami kenal,” jawab Yua. “Divani adalah istri anak buah Refald. Saat ini keduanya sedang bekerja diluar kota. Fey sengaja meminta Di tinggal bersamanya selama suami-suami mereka berada diluar kota supaya Di tidak sendirian. Tapi kalian semua ....” Yua menunjuk wajah wanita-wanita sok polos itu satu persatu. “Sudah berani membuat gosip yang tidak-tidak tentang Refald. Kalian benar-benar tidak tahu moral!” sengal Yua dan disambut tepuk tangan meriah dari Nura dan Mia atas apa yang dilakukan Yua.


Mendengar ucapan Yua yang bagai sebuah tamparan keras, membuat semua teman-teman Fey menundukkan kepalanya. Mereka semua jadi merasa bersalah pada Fey dan juga Refald serta Mia dan juga Yua karena percaya saja pada gosip yang beredar tanpa mencari tahu dulu kebenarannya.


“Maafkan kami, Fey. Kami tidak tahu, semua ini karena Martha yang mengupload foto nggak jelas itu, kami benar-benar minta maaf. Kami yakin, kau dan Refald adalah pasangan teromantis yang pernah ada. Jadi tidak mungkin kalau dia berpaling darimu, secara dari awal dia datang kemari, cuma kau lah yang dilihatnya. Godaanku saja tak pernah diindahkan olehnya. Kemanapun kau berada, disitulah ada Refald. Sayangnya, kau tak pernah muncul di grub sehingga membuat semua orang jadi memercayai Martha.” ujar Lisa mewakili semua teman-teman Fey.


Sedikit banyak, ia juga tahu seperti apa Refald saat berada disamping Fey. Sebab, Lisa juga satu organisasi dengan Fey dulu. Fey sendiri hanya tersenyum manis sambil menekan tombol di ponselnya dan tak lama kemudian, semua orang menerima notif pesan disaat yang bersamaan. Mereka semua membuka ponsel mereka masing-masing dan membaca pesan yang ternyata dikirim Fey ke grub chat mereka.


“Itu adalah fotoku dan Refald yang sebenarnya. Seseorang telah mengedit foto itu sedemikian rupa sehingga terciptalah gosip perselingkuhan itu. Maaf baru bisa mengklarifikasinya sekarang. Menurutku akan lebih baik mengungkapkan kebenaran yang sebenarnya dengan bertatap muka langsung dengan kalian daripada melalui medsos.” Fey menatap tajam mata Martha yang sudah mulai terlihat panik.


Semua pandangan juga mulai tertuju kearahnya. Kini, semua orang tahu, Martha punya tujuan yang tidak baik pada Fey. Apalagi kalau bukan karena iri dan dengki. Namun, bukan Martha namanya kalau ia menyerah begitu saja. Wanita itu memutar otak untuk membalikkan keadaan dengan mencoba menyudutkan Fey.


“Lalu ... dimana suamimu sekarang? Kenapa ia tidak datang bersamamu? Bukankah dia sangat mencintaimu lebih dari apapun? Harusnya ia menemanimu kemari? Dimana dia? Masa dia lebih cinta pekerjaannya daripada istrinya?” Martha menyeringai membalas tatapan tajam mata Fey.


Sekali lagi, Martha sukses membuat semua orang mulai heboh lagi. Bahkan Yua, Nura dan Mia langsung emosi mendengarnya.


“Dasar nenek lampir!” Nura hendak menyerang Martha tapai tubuhnya di tahan oleh Mia dan Yua. Sementara Fey hanya diam berdiri tenang di depan teman-temannya. Ia mengkode Eric dan juga yang lainnya agar tidak ikut campur urusannya dengan Martha. Mbak Kun pun yang sejak tadi diam juga dilarang ikut campur.


“Baiklah, aku tidak mau menutup-nutupinya lagi,” ujar Fey sambil menghela napas berat sehingga membuat Martha tersenyum senang karena mengira Fey bakal mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Refald tidak baik-baik saja.


“Aku akui aku sedang galau, karena suamiku belum juga kembali. Aku tidak bisa menghubunginya karena ia berada di daerah terpencil yang tidak ada sinyal. Aku berharap, dia datang malam ini, tapi apalah dayaku, aku hanya bisa menunggu suamiku kembali. Syukurlah ada Di yang nasibnya sama denganku. Makanya aku mengajaknya kemari agar tidak kesepian di rumah." Fey berkata yang sebenarnya.


“Huh, bilang saja kalau suamimu itu sudah kecantol wanita lain. Mana mungkin di zaman modern ini masih ada tempat tak ada sinyal. Siapa yang percaya? Memangnya kau hidup di zaman purba, apa?” ujar Martha semakin memperkeruh suasana.


Beberapa teman-teman Fey mulai ragu lagi. Martha benar-benar bersikap menyebalkan sampai membuat Nura, Yua, dan Mia ingin menyumpal mulut Martha dengan sandal.


Belum juga Fey membalas kata-kata pedas Martha, tiba-tiba Fey mendengar suara yang sangat ia rindukan beberapa hari terakhir ini.


“Forget me not, Honey!” seru seseorang dari kejauhan sambil mengangkat tangan kanannya dimana dalam genggaman tangan tersebut sudah ada sebuket bunga ‘forget me not’ seperti yang diucapkan seseorang itu.


Sontak semua mata memandang ke arah sumber suara menggoda itu dan betapa tercengangnya para kaum hawa setelah tahu siapakah yang datang.


BERSAMBUNG


****


Maaf episodenya panjang banget ya ... semoga suka dan nggak bosan.



tengah adalah Fey, sebelah kiri Fey adalah Yua dan sebelah kanan Fey adalah Mia

__ADS_1


__ADS_2