Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 160 Firasat Buruk


__ADS_3

Shena terlalu kesal dengan Leo yang tetap tidak mau mengatakan apa yang terjadi sebenarnya. Padahal jelas-jelas apa yang diingat Shena bukanlah mimpi atau halusinasi belaka. Saking kesalnya, tanpa sadar, Shena sudah berjalan terlalu jauh meninggalkan lokasi perkemahan dan mulai memasuki perkampungan sepi dan menyeramkan. Ia juga tidak sadar kalau sejak tadi ada beberapa orang sedang mengikutinya.


“Bos, bagaimana?” tanya salah satu orang yang sedang mengikuti Shena dari balik semak-semak.


“Kita sikat dia, dan jadikan dia tumbal. Satu mahasiswa harusnya tidak masalah, besok kita akan pura-pura membantu para mahasiswa itu mencari keberadaan gadis ini. Salah sendiri, siapa yang suruh mereka setor nyawa kemari,” ujar orang yang dipanggilnya ‘bos’ sambil tertawa riang.


“Siap, Bos!”


Beberapa orang yang daritadi mengikuti Shena mulai bergerak mengepung gadis malang itu tepat setelah Shena berada di lokasi sepi. Mereka semua tiba-tiba muncul di sekeliling Shena sehingga membuat gadis itu terkejut dan was-was.


“Siapa kalian?” tanya Shena. Suasana saat ini sangat gelap sehingga ia tidak bisa melihat apa-apa. Termasuk orang-orang yang berdiri dihadapannya.


***


Setelah selesai mengantar Nura pulang kerumahnya, Fey bermaksud mengambil jalan memutar melintasi perkampungan yang kini dipakai Leo berkemah sekaligus memeriksa keadaan di sana. Tentu saja Fey tidak sendirian, ia didampingi oleh mbak Kun yang terbang disisi mobilnya.


“Putri, kau yakin akan masuk ke perkampungan setan itu? Aku tidak bisa masuk ke sana. Sebab, itu wilayah kekuasaan mereka. Jika aku masuk, mereka akan marah besar dan bisa saja menyulut api peperangan dengan pangeran,” ujar mbak Kun memperingatkan Fey.


“Aku tahu mbak Kun, tapi aku punya firasat buruk di sini, dan firasatku tidak pernah salah. Cepat beritahu Refald supaya menyusulku datang kemari, sejak tadi aku menghubunginya tapi tidak bisa.” Fey terus melaju sambil konsentrasi menyetir. Ia juga memerhatikan jalan yang ada didepannya berharap apa yang ia khawatirkan tidak terjadi.


“Baik Putri, aku akan segera kembali membawa pangeran Refald kemari.” Mbak Kun menghilang tepat sebelum Fey memasuki pintu gapura perkampungan yang terkenal dengan sebutan ‘kampung setan’ itu.


Dan benar juga dugaan Fey, saat memasuki jalanan sepi, ia melihat beberapa orang tak dikenal sedang membawa paksa seorang gadis yang tidak lain adalah Shena. Sepertinya mereka sedang terlibat perkelahian karena Shena berusaha melawan. Namun, Shena kalah jumlah dan juga kalah kuat dari mereka sehingga mudah sekali tertangkap.


Melihat kejadian itu, Fey menyorotkan lampu mobilnya pada orang-orang yang tak dikenal itu sehingga mereka menghentikan aksinya memaksa Shena. Fey membuka pintu kaca mobilnya dan berteriak pada Shena, “Cepat naiklah!”


Shena yang tadinya khawatir kalau nyawanya sedang dalam bahaya, langsung melompat masuk ke dalam mobil volvo silver yang dikendarai oleh Fey. Begitu Shena masuk ke dalam, istri Refald langsung tancap gas dan melesat pergi meninggalkan perkampungan tersebut.

__ADS_1


Sayangnya, perkampungan ini tidak memiliki jalan pintas lain selain menuju perbukitan dan pegunungan. Dengan kata lain, Fey tidak bisa putar balik agar bisa keluar dari perkampungan ini. Ia menghentikan mobilnya tepat di pinggiran hutan lebat di malam hari.


“Sial! Sepertinya kita harus jalan kaki dari sini. Para bedebah itu benar-benar bikin onar. Aku tidak bisa memanggil mereka semua kemari, wilayah ini terlarang bagi mereka. Haaaish, disaat seperti ini kenapa Refald belum juga datang,” Fey ngedumel sendiri sementara Shena masih shock dengan kejadian tadi. “Kau tidak apa-apa?” tanya Fey yang baru sadar kalau ada Shena disampingnya.


Shena hanya mengangguk karena tangannya masih gemetar ketakutan. “Te-terimakasih,” ujar Shena dengan nada gemetar.


“Masih terlalu dini untuk berterimakasih, kita belum tentu selamat dari sini, tapi kau tidak perlu khawatir, semua pasti baik-baik saja. Aku akan mencoba memutar kembali mobilnya dan menerobos pertahanan mereka supaya kita bisa keluar dari sini.” Fey kembali menyalakan mesin mobilnya, tetapi sayangnya ia kehabisan bensin sehingga mesinnya tidak menyala. “Aduh! Sial banget, sih! Kenapa Refald lupa mengisi bahan bakarnya.” Fey kembali memukul-mukul kendali mobilnya dengan kesal. “Ayo kita pergi dari sini! Kau aman bersamaku, jadi jangan khawatir, oke!”


Fey membuka pintu mobil dan keluar. Shena pun mengikuti langkah Fey. Dalam hati, apa yang dikatakan gadis asing yang baru saja ditemuinya, mengingatkan Shena pada seseorang. Siapa lagi kalau bukan Leo. Jika saja ia bersama dengan Leo saat ini, pasti Leo juga akan mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan Fey padanya tadi.


Kenapa aku jadi kepikiran cowok playboy menyebalkan itu, sih? Batin Shena kesal jika ia harus mengingat wajah menjengkelkan itu.


“Ayo! Ikut aku!” Fey mencoba menarik tangan Shena supaya keduanya tidak terpisah dan mulai mencari jalan keluar dari perkampungan ini. Sayangnya, baru beberapa langkah mereka berjalan, para berandal kampung itu datang dan menghalangi langkah mereka.


“Mau lari ke mana kalian, ha!” ujar seseorang yang berdiri paling depan.


***


Leo langsung bangkit berdiri dengan sejuta kecemasan dimatanya. “Apa maksudmu?” tanya Leo dengan suara gemetar.


“Kau tidak lihat dia? Bukannya ... tadi dia bersamamu?” tanya Laura lagi, ia tak kalah terkejut dari Leo. Apalagi Shena tidak sedang bersama Leo. Sahabatnya, tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak.


Seakan mengerti apa yang sedang terjadi, Leopun berlari keluar perkemahan dan mencari sosok Shena. Ia berlari secepat kilat sambil meneriaki nama Shena.


“Leo!” teriak Roy yang sudah jelas tak bakal didengar oleh Leo. “Anak itu tidak berpikir jernih dulu sebelum bertindak!” gumam Roy dan beralih menatap Laura. “Apa yang terjadi?” tanya Roy pada Laura.


“Aku juga tidak tahu, tadi Shena bilang mencari Leo, aku pikir ia sedang bersama Leo saat ini, tapi ternyata Leo malah sama kamu, aku tidak tahu ada di mana Shena sekarang. Ia tidak ada dimana-mana.” Laura jadi khawatir pada Shena. Ia cuma berharap, tidak ada hal buruk yang terjadi pada sahabatnya mengingat mereka saat ini ada di tempat asing.

__ADS_1


“Kamu tunggu di sini!” Roy pun bergegas pergi ke tenda panitia ospek untuk membicarakan masalah ini dengan mereka.


Sementara di tempat lain, Refald dan Eric memang sedang mengawasi pergerakan makhluk astral yang sejak tadi bergentayangan di area perairan sekitar gunung. Eric mengetahui persis seperti apa kekuatan sahabatnya, makanya ia bersedia membantu Refald menemani mengamati sesuatu yang tidak bisa dinalar dengan akal sehat. Sebab, Eric hanya manusia biasa yang tak punya kekuatan apa-apa seperti Refald, tapi ia bisa melihat makhluk astral seperti para pasukan Refald dan sejenisnya.


“Kau menemukan sesuatu?” tanya Eric saat berdiri di samping Refald.


“Mereka hanya bersenang-senang di sini, tapi kenapa firasatku buruk sekali? Fey juga mengatakan hal yang sama!” Refald mencoba mencari tahu apa yang akan terjadi dengan menggunakan kekuatannya, tapi tak juga menemukan apa-apa.


“Pangeran!” tiba-tiba saja mbak Kun muncul dihadapan Refald tanpa peringatan. Untung Refald sudah terbiasa dengan kedatangan salah satu pasukannya.


“Kenapa kau meninggalkan Fey sendirian mbak Kun? Aku menyuruhmu untuk selalu bersamanya dalam keadaan apapun?” gertak Refald. Ia terkejut karena mbak Kun malah muncul kemari.


“Masalahnya, putri menuju ke sana pangeran, kau tahu sendiri wilayah itu terlarang bagi kami! Karena itulah aku datang kemari memberitahumu supaya cepat menyusul putri ke sana,” ujar mbak Kun menjelaskan apa yang terjadi.


“Apa?” Refald benar-benar terkejut sekarang. Inilah firasat buruk yang ia rasakan daritadi. “Eric!” seru Refald pada sahabatnya. “Cepat pergi ke kantor polisi dan laporkan apa yang terjadi saat ini, bawa juga data-data yang sudah kita kumpulkan tadi. Mbak Kun akan mengawalmu supaya kau selamat sampai tujuan. Pak Po dan yang lainnya, kalian semua ikut aku!" ujar Refald pada pasukannya. "Dan kau mbak Kun, jaga temanku dengan baik. Pastikan ia sampai tujuan dengan selamat!” perintah Refald pada seluruh pasukannya.


Eric mengerti apa yang diperintahkan Refald, ia bergegas masuk ke dalam mobilnya dan melesat pergi bersama dengan mbak Kun. Sedangkan Refald langsung menghilang bersama dengan pasukannya menuju ke tempat Fey berada.


BERSAMBUNG


****


Mulai tegang, nih! Terus tunggu episode selanjutnya ya ... pasti udah bisa nebak dunia fantasiku selanjutnya seperti apa ... 200 like aku up lagi sembari beraktivitas dulu .... terimakasih buat yang suka dengan Refald-Leo, dukungan kalian membuatku semangat menciptakan dunia halu yang nggak masuk akal. Hehehe ... pokoknya love you so much ...



__ADS_1




__ADS_2