Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 86 Cantik di luar Busuk di dalam


__ADS_3

Refald datang menjemputku tepat pukul 06.00 pagi dan sukses membuatku merasa aneh. Ia membawa mobil volvonya ke rumah, tapi bukannya kami berangkat naik volvo yang ia bawa, Refald malah berkendara dengan scoopyku dan memarkir mobilnya di garasi.


“Kita pakai ini, lebih cepat dan praktis, kali ini aku yang menyetir.” Refald menyalakan mesin scoopyku. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi kalau dia sudah bilang begitu.


“Aku bisa menggantikanmu kalau tanganmu itu masih sakit.” Aku sengaja menyindir Refald.


“Kau masih kesal?” tanya Refald yang seolah mengerti apa maksudku.


“Sedikit!” jawabku jujur. “Gara-gara kebohonganmu, aku harus bangun lebih awal, membuang waktu istirahatku bahkan terpaksa menjauh dari teman-temanku. Belum lagi masalah yang harus aku dapat saat kau menjadi idola dadakan di sekolah. Cacian, hujatan, dan bullyan selalu aku terima setiap hari. Apa kau tahu bagaimana buruknya hari-hariku waktu itu?” aku menatap Refald dengan ekspresi kesal.


Refald menarik tanganku ke arahnya dan mendaratkan ciuman lembut dibibirku. “Aku akan mengganti hari-hari buruk itu menjadi menyenangkan mulai hari ini. Ayo kita berangkat, jangan sampai aku dihukum karena aksi ngambek ini.” Refald tersenyum manis melihatku terkejut atas aksinya yang selalu tiba-tiba.


Bagaimana aku bisa marah kalau kau selalu menciumku seperti itu? Dasar mesum.


Setelah berpamitan pada Ayah dan Nenek, kami berangkat ke sekolah bersama. Aku sangat senang, akhirnya kami bisa bersama-sama menjalani kehidupan kami sekarang. Hal-hal semacam inilah yang aku nantikan saat kami tersesat di dalam hutan waktu itu. Bagiku, setiap detik kebersamaan kami sangatlah berharga.


Aku memeluk erat tubuh Refald yang melaju dengan kencang saat mengendarai motor scoopy. Aku bisa mendengar suara teriakan teman-teman yang naik angkot saat kami berdua menyalip mereka, aku bahkan bisa mendengar dengan jelas suara teriakan Nura dan Mia.


Sesampainya di sekolah ternyata lebih heboh lagi. Banyak siswa siswi sekolah langsung mengarahkan tatapan mereka pada kami yang datang bersama-sama secara terang-terangan tanpa ada yang disembunyikan, bahkan kali ini aku yang dibonceng oleh Refald.


Aku berusaha menjaga jarak dengan Refald saat kami berjalan di parkiran, tapi Refald menggenggam erat tanganku dan menuntunku keluar dari parkiran tanpa peduli dengan ratusan pasang mata yang memerhatikan kami dengan terheran-heran.


“Wuuuuu ... cie cie, pangeran dan putri sudah kembali setelah sekian lama berhibernasi ....” komentar seseorang saat kami melintas didepannya.


“Awo awo ... bikin iri aje ... mau dong di gandeng juga tanganku ... “ yang lain ikut berkomentar.


“Gak pernah masuk sekolah, pas giliran masuk kayak pengantin baru aje ....” yang lainnya pun tak mau kalah memberikan celetukan-celetukan mereka.

__ADS_1


“Makin lengket deh kayak perangko ... eh, girl kau mau nggak jadi pacarku? Kayak mereka itu.” aku terkekeh pada seseorang yang langsung nembak cewek yang berdiri disebelahnya saat melihat kami melewati mereka.


“Dasar gila!” jawab cewek itu dan berlalu pergi meninggalkan si cowok yang otomatis langsung patah hati karena di tolak mentah-mentah.


“Ada-ada saja mereka itu?” aku bingung apakah aku harus malu atau tertawa mendengar segala macam komentar mereka yang kebanyakan terdiri dari kaum adam. Anehnya, para kaum hawa yang ada di sini hanya diam dan menyaksikan kami tanpa mau berkomentar apapun. Padahal sebelumnya, merekalah yang selalu menghujatku ketika aku berdekatan dengan Refald.


Semakin banyak orang yang melihat kami semakin banyak pula celetukan mereka. Namun, Refald sama sekali tidak peduli dengan komentar-komentar mereka. Dia tetap membawaku berjalan sampai ke depan kelasku. Refald ikut masuk ke dalam kelas dan duduk disebelahku tanpa memedulikan semua tatapan yang menuju ke arah kami. Tidak bisa dijelaskan lagi seperti apa tatapan mereka.


Aku masih saja belum terbiasa dengan situasi seperti ini, meski kami berdua sudah menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sekolah kami sejak kemunculan Refald yang pertama kali. Ingin rasanya bisa mengatasi semua ini seperti yang Refald lakukan sekarang, yaitu bersikap tenang-tenang saja.


Refald membuka tasnya ketika kami duduk berdampingan dan mengeluarkan buku tulisnya, lalu menuliskan sesuatu diatasnya.


Jangan pedulikan mereka, bukalah bukumu dan fokus saja belajar, aku akan selalu berada di sisimu.


Tulisan tangan Refald ternyata sangat indah dan rapi. Ia menyodorkan tulisannya padaku dan aku tersenyum membacanya. Aku mengambil bulpoinku dan membalas tulisan Refald di bukunya.


Refald membaca tulisanku lalu menggenggam erat tanganku sambil tersenyum padaku. Tatapan mata Refald itu membuat semua teman-teman sekelasku langsung heboh dan mereka langsung mengumpat ke luar ruangan.


“Anjiiirrrrr, edan coey .... hari gini masih aja ada yang mesra-mesraan?” teriak salah satu teman sekelasku.


“Boy! Aku absenin! Aku nggak mau masuk, aku sakit hati liat mereka, kenapa aku masih aja jomblo sampai sekarang.” Aku tahu itu pasti suara Riko. Ketua kelas paling konyol di kelasku.


“Absen aja sendiri, mataku lagi sakit nggak bisa liat karena sudah ternodai oleh mereka!” komentar Boy langsung jadi bahan candaan untuk kami semua yang ada di dalam kelas.


Refald sama sekali tidak peduli dengan ocehan-ocehan mereka yang menurut Refald tidaklah penting. Aku hanya terkekeh melihat tingkah konyol teman-temanku yang kekanak-kanakan seperti biasa.


Pandangan mataku teralih saat Via datang memasuki kelas dan langsung menatapku dengan sinis. Ia duduk dibangkunya dengan muka kesal setengah mati. Dia semakin dongkol setelah mendengar beberapa teman mulai menyinggung bahwa dirinya dan Epank sudah putus. Nenek lampir itu semakin kesal dengan pembicaraan teman-temannya yang semakin menyudutkannya.

__ADS_1


“Kau tidak kekelasmu? Sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.” Aku mencoba mengusir Refald supaya aku bisa bebas menikmati wajah masam Via yang membuatku puas bahagia.


“Aku akan masuk setelah Yua datang. Selama dia belum datang aku akan menemanimu di sini. Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian.” Refald bersikap sok sweet sehingga membuatku jadi ingin tertawa saja.


“Ayolah Refald, ini sekolah ... tidak akan ada yang menculikku di sini? Apa yang membuatmu sekhawatir itu?”


“Tidak akan ada yang tahu Honey, bahkan mereka pun juga tidak tahu, segala hal bisa saja terjadi.” Refald masih bersikap cuek seperti biasa.


Mereka yang dimaksud Refald pasti adalah para dedemit yang menjadi pasukannya. Tiba-tiba saja aku merinding membayangkan para dedemit itu berkeliaran juga diruangan ini.


Untungnya aku tidak bisa melihat mereka, jadi untuk saat ini aku aman.


Aku selalu memercayai apapun yang dikatakan Refald. Bukan karena dia berbeda dari manusia lainnya yang memiliki kekuatan lebih, melainkan karena instingnya tidak pernah salah dalam situasi apapun. Refald juga selalu waspada akan segala hal baik yang belum atau yang sudah menimpa kehidupannya. Itulah kenapa aku merasa aman setiap kali bersamanya.


Tanpa sengaja, aku melirik Via yang terlihat dongkol akut saat melihatku bersama dengan Refald. Pasti Via iri kerena apa yang Refald lakukan padaku sekarang juga biasa dilakukan Epank saat masih berpacaran dengan Via. Namun, kini Via tidak akan pernah lagi bisa seperti dulu. Sebab saat ini, Epank lebih memilih Yua dibandingkan dengan Via yang ternyata cantik di luar tapi busuk di dalam.


Di detik-detik menjelang bel masuk sekolah, tiba-tiba dari luar terdengar suara heboh siswa siswi yang bersorak sorai seperti saat menyambut kedatangan Refald pertama kali waktu itu.


Aku dan Refald saling pandang begitu juga dengan yang lainnya. Hanya saja, disaat semua keluar untuk mencari tahu penyebab kehebohan itu, hanya aku dan Refald saja yang masih standby di tempat tanpa bergeming sedikitpun.


“Aku tidak menyangka mereka bakal seheboh ini,” gumamku pada Refald.


“Itu karena, mereka adalah pasangan fenomenal nomor 2 setelah kita.” Refald tersenyum sambil menatapku.


Aku pun membalas lembut senyumannya.


Benar, pasangan fenomenal kedua yang bisa membuat heboh satu sekolah selain aku dan Refald adalah ... Yua dan Epank.

__ADS_1


****


__ADS_2