Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 146 Hari Pertama


__ADS_3

Suara binatang kecil menghiasi seluruh kawasan hutan lindung dimana Refald dan Fey mengulang kembali kenangan manis indah mereka berdua 5 tahun silam yang lalu. Di tempat inilah sejarah kisah cinta mereka yang baru dimulai. Tempat ini juga menjadi saksi hidup bagaimana Fey dan Refald bertemu setelah terpisah sekian lama.


Fey meraih tangan Refald, menatapnya, dan juga mengelus lembut lengan yang dulu pernah ia berikan salep yang salah. Gadis itu tersenyum sendiri bila mengingat masa-masa itu.


“Kenapa tidak ada banteng di sini, ya?” Refald tersenyum menatap Fey yang masih menunduk mengamati lengannya dalam diam seolah tahu apa yang sedang Fey pikirkan.


“Setelah insiden kecil yang menimpamu, para perangkat desa mengajukan surat pemindahan banteng bersejarah saksi pertemuan kita ke kawasan hutan lindung yang lain. Hal itu mereka lakukan agar tidak ada lagi korban-korban yang lainnya setelahmu.” Fey memberikan penjelasan atas apa yang Refald katakan.


Tentu saja hal itu sudah Refald ketahui, karena yang membantu memindahkan semua banteng itu adalah pasukan Refald atas perintahnya. Namun, hal itu masih ia sembunyikan dari Fey sampai detik ini. Refald menyentuh lembut dagu kekasihnya dan mencium mesra bibir indah itu.


“Aku punya kejutan untukmu, Honey,” ujar Refald setelah menyudahi ciuman manisnya.


Fey diam dan memandang heran pada orang yang sebentar lagi akan sah menjadi suaminya di dunia nyata. Kejutan apalagi yang akan Refald berikan padaku, batin Fey.


“Lihatlah di sana!” Refald menunjuk sebuah tempat di padang safana yang luas.


Di sana ada banyak sekali para pasukan Refald yang datang dari seluruh belahan dunia. Mereka semua bekerja sama membangun tempat yang nantinya akan digunakan Refald dan Fey mengikrarkan ikatan janji pernikahan mereka. Acara itu akan di gelar di tempat terbuka seperti yang diinginkan Fey selama ini.


Untuk sesaat, gadis itu sangat takjub ketika melihat aktivitas yang dilakukan oleh semua pasukan Refald begitu mengagumkan. Mereka semua sangat antusias menyiapkan segalanya dengan baik sekali.


“Bagaimana menurutmu?” tanya Refald sambil terus memerhatikan calon istrinya.


“Apa yang sedang mereka semua lakukan?” Fey balik bertanya.


“Mereka sibuk mendekorasi tempat yang akan kita gunakan untuk mengikat janji sehidup semati.” Refald memerhatikan semua pasukannya yang beterbangan kesana-kemari.


“Sebanyak itu? Mereka terbang dimana-mana? Aku jadi tidak bisa melihat apa-apa.”


“Aku punya kejutan untukmu nanti, tapi tidak sekarang ... ayo kita kembali, aku tidak bisa menghentikan waktu lama-lama di sana.” Tanpa menunggu jawaban dari Fey, Refald menggendong tubuh mungil itu dan menghilang kembali ke rumah Mia.

__ADS_1


****


Jika Refald disibukkan dengan persiapan pernikahannya, lain halnya dengan Leo yang sudah mulai memasuki hari pertama kuliah. Cowok itu datang ke kampus yang sudah di daftarkan Refald untuknya dengan memakai salah satu motor paling keren di dunia yaitu RSV 1000R dengan kecepatan maksimal 281 km per jam, memiliki mesin V-twin yang mencatatkan kekuatan 141,13 tenaga kuda. Mungkin cuma Leo satu-satunya mahasiswa yang punya motor kece di kampus ini.


RSV yang digunakan Leo langsung menarik perhatian semua mata yang melihatnya. Terutama saat ia memasuki pintu gerbang utama kampusnya. Kedatangan Leo, benar-benar membuat semua orang terkejut dan juga takjub.


Di pintu gerbang kampus lain, datanglah segerombolan geng motor yang terkenal kejam di kampus ini, mereka juga melintas bersamaan memenuhi jalan. Barang siapa yang tidak mau minggir atau menghalangi jalan mereka, maka konsekuensinya adalah ditabrak tanpa ampun. Mau orang yang ditabrak itu terluka atau tidak, mereka semua tidak peduli. Begitu rombongan geng motor itu datang, maka semua orang langsung menyingkir dengan sendirinya.


Disaat semuanya sedang sibuk berlomba-lomba menyisihkan diri menyingkir dari jalan, cuma ada satu orang yang sejak tadi hanya sibuk membaca brosur sambil mendengarkan musik melalui headsetnya. Seorang wanita itu tidak peduli pada apa yang terjadi di sekitarnya. Ia bahkan cuek bebek dengan semuanya, tanpa ia tahu bahwa bahaya besar sedang mengintainya.


“Bos, sepertinya di depan ada mangsa empuk, bagaimana kalau kita sikat dia, beraninya menghalangi jalan kita!” ujar salah satu anak buah ketua geng motor tersebut setelah melihat seorang gadis sedang berjalan didepannya.


“Ayo!” jawab orang yang dipanggil bos.


Seorang wanita cantik mungil berambut panjang meneriaki wanita yang sedang asyik mendengarkan lagu itu supaya cepat minggir ke jalan seperti yang lainnya, tapi wanita tersebut tidak bisa mendengar suara teriakannya. Alhasil, tibalah rombongan geng motor sadis tadi dan hampir saja menabrak wanita yang memakai headset kalau saja Leo tidak segera menabrakkan motornya ke motor ketua rombongan geng motor ketika mereka semua tepat berada di persimpangan jalan utama kampus.


Motor ketua geng itupun langsung jatuh bersamaan dengan pemiliknya saat Leo sengaja menabrakkan motornya. Sedangkan Leo sendiri, masih tetap berdiri kokoh ditempatnya.


Aksi Leo yang dinilai keren itu langsung membuat para kaum hawa yang kebetulan ada di sini berteriak histeris padanya. Dalam sekejap, Leo mendadak jadi idola kampus.


Semua anak buah ketua geng motor itu menghentikan laju motor mereka dan bergegas turun untuk menolong bosnya.


“Bos, kau tidak apa-apa?” ujar laki-laki bertubuh tinggi besar sambil membantu bosnya berdiri.


“Haaah, minggir kalian!” bentak ketua geng motor itu dengan raut wajah merah padam karena marah. Ia menatap tajam Leo penuh dendam.


Sementara wanita yang memakai headset itu langsung ditarik ke pinggir oleh wanita mungil berambut panjang yang meneriakinya tadi.


“Apa yang terjadi? Kenapa kau menarikku?” tanya gadis itu sambil melepas headsetnya.

__ADS_1


“Lihatlah mereka! Hampir saja kau mati ditabrak oleh geng motor gila itu kalau saja cowok keren yang melepas kacamatanya tidak datang tepat waktu menolongmu. Cowok itu sengaja menabrakkan motornya supaya mereka tidak bisa menabrakmu, kau harus berterimakasih padanya nanti,” terang wanita mungil itu. “Oh iya, kau MaBa juga, ya? Kenalin, aku Laura, ambil jurusan Sains. Kalau kau?” Laura mengulurkan tangannya.


“Aku Shena, jurusan Sains juga.” Wanita yang ternyata bernama Shena itu membalas uluran tangan Laura.


“Wah kita satu jurusan.” Laura senang karena ia menemukan teman yang satu jurusan dengannya di hari pertama kuliah.


Shena sendiri masih mengamati gerak gerik orang-orang aneh yang ada didepannya. Sepertinya sebentar lagi bakal terjadi keributan.


“Hei bod0h! Apa kau punya mata, ha? Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?” teriak salah satu anak buah ketua geng motor.


“Punya, beg0! Kau tidak lihat betapa menawannya tatapan mataku ini?” jawaban Leo langsung mengundang tawa banyak orang yang berdiri di sekeliling mereka.


“Bos! Ini orang songong banget. Dia belum tahu siapa kita! Gimana kalau kita beri dia pelajaran supaya mulutnya itu tidak lagi bicara sembarangan!”


Ketua geng motor itu hanya diam mengamati Leo yang terlihat tak gentar pada apa yang ada dihadapannya. Cowok itu memang baru di kampus ini, tapi ia sudah berani bikin gara-gara dengannya yang terkenal kejam dan ditakuti oleh siapapun.


“Ehm, serang dia! Dan lakukan seperti biasa. Aku tidak ingin ke kantor rektor lagi!” perintah ketua geng motor tersebut pada anak buahnya.


“Siap, Bos!” ujar salah satu tangan kanan orang yang dipanggilnya ‘Bos’. “Oey kalian semua! cepat selesaikan orang ini dengan cepat dan kita pergi dari sini sebelum para dosen datang kemari!” seru orang itu pada seluruh rekan-rekannya.


“Siap!” jawab semuanya serentak dan mulai bersiap-siap menyerang Leo.


Leo hanya tersenyum menatap kumpulan para preman kampus didepannya. Cowok itu kembali memakai kacamata hitamnya dan tetap standby di atas motor RSV nya tanpa bergeming sedikitpun.


“Majulah!” ujar Leo dengan kilatan mata elang yang menakutkan.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1



Leo waaauwww


__ADS_2