Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 208 Playboy Beraksi


__ADS_3

Bila Refald dan Fey sedang menikmati masa bulan madu mereka dengan segudang cerita cinta yang ada, maka lain halnya dengan kisah Leo, Shena, Roy, dan Laura. Kisah cinta keempatnya baru saja dimulai.


Kembali ke masa setelah pesta resepsi Refald dan Fey, Leo tak begitu menikmati pestanya karena saat itu hatinya sedang potek habis gara-gara ditolak Shena. Seumur hidupnya, Leo hanya bisa menolak, dan baru kali ini, ia ditolak oleh seorang wanita dari kalangan biasa dan tidak punya apa-apa, tapi sukses merebut hati dan cintanya. Runtuh sudah gelar playboy kelas kakap Leo karena sudah ditolak mentah-mentah oleh Shena, di depan umum pula. Apalagi setelah Refald menunjukkan aksi gilanya begitu berhasil membobol gawang Fey, Leo jadi dongkol akut sehingga suasana hatinya semakin buruk.


Tanpa tahu apa yang terjadi selanjutnya, Leo memilih pulang kembali kerumahnya dan mulai menyusun rencana untuk menjadikan Shena miliknya selamanya. Begitu sampai dikediamannya, Leo langsung menelepon seseorang untuk memulai aksinya.


“Halo, ini aku. Lakukan pengintaian dari sekarang, dan juga periksa seluruh atap gedung teknik. Pasang berbagai pengamanan yang ada untuk berjaga-jaga saja, Pastikan kalian semua menangkap mangsanya tanpa ada yang tersisa dalam keadaan apapun. Meski sakit sekalipun, kalian harus menangkap mereka semua.” Leo menutup sambungannya dan mencoba menelepon Roy sahabatnya. “Roy, kau di mana?” tanya Leo begitu Roy mengangkat teleponnya.


“Aku di kampus, sedang mengintai mangsaku. Sepertinya ia dan Shena baru saja keluar dari perpustakaan,” lapor Roy pada Leo dari balik tempat pengintaiannya. Ia terus mengawasi gerak gerik Laura dan Shena setelah keduanya keluar dari perpustakaan kampus.


“Tembak Laura sekarang, dan buat Shena bertemu denganku sesering mungkin. Aku ingin tahu seperti apa reaksinya,” perintah Leo sambil memainkan anak panah kecil yang akan ia lemparkan pada papan panah di dinding ruang pribadinya.


“Siap, Bos! Aku paling suka bagian ini. Serahkan saja semuanya padaku. Ah ... kalau Cahya mencariku, bilang saja aku sedang sakit,” kekeh Roy.


“Bukan Cahya yang mencarimu, tapi Kris. Sejak tadi dia meneleponku. Sebenarnya, berapa pacarmu saat ini? Kau betah menghadapi mereka semua?” Leo melempar anak panah pada papan panah yang terletak di dinding berjarak 5 meter dari tempatnya berdiri dan anak panah tersebut tepat sasaran mengenai tengah papan.


“Aku suka bersenang-senang dengan mereka semua. Aku tidak begitu ingat ada berapa pacarku, yang aku tahu itu Cahya, Lusi, Nia, ehm ... by the way, Kris itu yang mana?” Roy mencoba mengingat-ingat semua nama pacar-pacarnya.


“Mana aku tahu? Kau memberikan nomerku pada semua pacar-pacarmu? Apa maksudnya itu? Untung ponselku banyak, jadi aku tidak perlu menggubris semua bonekamu itu!” bentak Leo. Ia benar-benar kesal punya teman playboy laknaat seperti Roy.


“Kalau kau mau! Kau bisa ambil mereka!” goda Roy meski ia tahu, Leo tidak akan mungkin mau.


“Aku tidak tertarik dengan wanita manapun selain Shena. Bagiku sekarang, hanya Shena yang ada di hati dan otakku! Tidak ada yang lain.”


“Oke oke! I know I know, jangan diteruskan, aku tidak mau mendengar gombalanmu! Aku akan memulai aksiku sekarang, Laura sudah terpisah dengan Shena.”


“Dasar bengek kau! Good luck!” Leo menutup sambungannya. Dan Roy sendiri mulai mengeluarkan jurus playboy laknaatnya, sementara itu Leo bersiap mempersiapkan segalanya untuk hari H .


***


Roy langsung menghadang Laura saat ia berada tepat dipinggir jalan. Hari ini mobil Land Lovernya kebetulan masuk bengkel, jadi Laura bermaksud pulang dengan naik taksi.


“Mau aku antar pulang? Aku lihat kamu nggak bawa mobil tadi pagi.” Roy mendekati Laura sambil memamerkan pesona senyumannya yang menggoda.


“Ehm, gak usah. Aku nggak mau ngrepotin kamu, aku bisa naik taksi.” Laura membalas senyuman Roy meski dalam hati ia sedang jingkrak-jingkrak senang karena didekati cowok yang sangat dicintainya. Apalagi Roy menawarkan tumpangan untuk mengantarnya pulang, sungguh Laura berasa ingin pingsan.


“Aku nggak repot, justru suatu kehormatan bagiku bisa nganter cewek cantik seperti kamu pulang kerumah, sekalian biar nanti aku bisa apel ke rumah kamu kalau lagi malam minggu.”


“Oh iya? Terus pacar kamu mau dikemanain kalau malam minggu kerumahku?” Laura masih tersipu sambil terus tersenyum pada Roy. Ia berharap Roy masih belum punya pacar.


“Pacarku tidak akan keberatan, karena dia pasti sangat senang kalau aku datang malam minggu ke rumah dia.”


Laura mengerutkan dahinya, ia masih belum ngeh apa maksud ucapan Roy. Ada sedikit kecewa dihatinya karena ternyata Roy sudah punya pacar. “Kalau kamu sudah punya pacar, kenapa mau ngapelin aku?” tanya Laura agak sewot. Ia tidak ingin dicap pelakor.


Roy masih saja memamerkan senyumnya sambil terus menatap Laura yang belum mengerti maksud kata-katanya tadi. “Nggak mungkinlah dia marah, karena pacarku itu kamu.”


“Hah?” Laura langsung terkejut. Ia kembali mencerna kata-kata Roy sebelumnya dan baru menyadari maknanya. “Sejak kapan?” tanya Laura masih shock.

__ADS_1


“Sejak hari ini!”


Awalnya Laura tertegun dan menatap wajah serius Roy, tapi tidak lama kemudian ia langsung tertawa terbahak-bahak, dan menganggap Roy hanya mengajaknya bercanda. “Kamu jangan bercanda deh, ini sama sekali nggak lucu!” Laura masih tertawa.


“Aku lagi nggak bercanda, Laura. Aku ingin kamu jadi pacarku. Kalau kamu nolak, aku bakal lompat ke tengah jalan sekarang juga!”


Untuk membuktikan pada Laura bahwa Roy serius dengan ucapannya, ia pun berpura-pura lompat ketengah jalan sungguhan. Sontak saja Laura berteriak kencang memanggil nama Roy dan dengan cepat ia berlari lalu menarik tangan cowok itu kembali ke pinggir jalan sebelum truk triller yang melaju kencang menabrak Roy.


“Apa yang kau lalukan? Kau sudah gila?” teriak Laura dengan rasa yang amat sangat cemas. Jantungnya berdetak dan tubuhnya sedikit gemetar karena ketakutan jika Roy sampai kenapa-napa gara-gara dirinya.


Tanpa Laura sadari, ia memeluk erat Roy tepat dipinggir jalan dan disaksikan banyak orang. Mereka semua langsung baper akut melihat betapa romantisnya dua pasangan sejoli yang berpelukan dipinggir jalan.


“Makanya aku tanya, kamu mau jadi pacarku nggak? Aku serius!” Roy memasang wajah melas semelas mungkin tanpa Laura tahu bahwa wajah sok nyesek didepannya itu hanyalah akting belaka.


Sebelumnya, Roy memang sengaja membuat mobil Laura mogok dipinggir jalan tadi pagi sebelum Laura berangkat ke kampus dengan menyuruh orang bayaran. Begitu berangkat, mobilnya benar-benar mogok di tengah jalan sehingga membuat Laura terpaksa meninggalkan mobilnya begitu saja setelah menelepon orang bengkel untuk mengurusnya. Setelah itu, Laura pergi ke kampus naik taksi.


Itulah rencana yang sudah disiapkan Roy sejak Leo memberitahunya bahwa ia akan pulang kembali ke rumah setelah menghadiri pesta resepsi pernikahan kakak sepupunya. Kini, rencananya sudah berhasil dan tinggal menunggu jawaban dari Laura.


“Aku mau jadi pacar kamu.” Akhirnya Laura memberikan jawaban yang diinginkan Roy. Tanpa malu lagi, Roy langsung menggendong tubuh Laura dan berputar-putar seolah ia sangat bahagia. Padahal, ini memang merupakan akal bulusnya saja agar Laura masuk ke dalam jebakannya.


Karena ini masih di area kampus, berita jadiannya Roy dan Laura langsung merebak diseluruh kampus dan menjadi trending topik utama. Semua orang kini tahu kalau Roy sudah jadian dengan Laura dan tentu saja kabar ini juga sampai ke telinga Shena.


“Shena, lu tahu? Sohib lu jadian sama si Roy.” Kari, salah satu teman kos Shena memberitahu berita hot tentang Laura dan Roy pada Shena.


“Iya aku tahu, aku juga udah baca artikelnya.” Shena mencoba bersikap biasa meski sebenarnya ia sangat terkejut. Apa yang diinginkan Laura akhirnya terkabul. Namun, tetap saja, Shena merasa ada sesuatu yang aneh dengan berita yang terkesan dadakan ini. Laura dan Roy, mendadak pacaran.


***


Setiap Laura kencan dengan Roy, Laura selalu mengajak Shena ikut serta jika gadis itu sedang senggang begitu juga dengan Roy yang selalu mengajak Leo. Seperti sekarang ini. Roy dan Laura mengajak Shena nonton film di salah satu bioskop mall yang letaknya ada dipusat kota. Tentu saja Leo tak ketinggalan juga. Alhasil mereka berempat datang ke bioskop bersama-sama.


“Kenapa ngajak Leo lagi sih, Ra? Kemaren katanya cuma mau ketemu Roy doang. Ternyata ada si kampret Leo juga di sana. Kamu kan tahu sendiri aku benci banget sama dia!” protes Shena saat keduanya sedang berada di toilet sembari menunggu filmnya di putar.


“Aku mana tahu kalau Leo ikut lagi, Shen. Tadi Roy nggak bilang kalau ada Leo juga. Eh tahu-tahu dia nongol aja, kan?”


“Pokoknya kamu jangan tinggalin aku! Aku nggak mau berduaan sama si berengsek Leo itu! kemarin aja mati-matian aku ngindarin dia. Aku nggak bisa lagi lihat mukanya sekarang.” Shena terlihat sangat kesal, terlebih lagi ia selalu terbayang-bayang almarhum sahabatnya Sasa yang telah tiada.


Selain itu, Shena merasa tak perlu bertemu lagi dengan Leo setelah insiden penolakan itu. Rasanya sangat canggung sekali. Sebab itulah sebisa mungkin Shena tidak ingin melihat wajah Leo lagi. Bahkan saat dikampus, Shena selalu melarikan diri jika ia tahu akan berpapasan dengan cowok yang paling ia benci. Pokoknya, gadis itu benar-benar menjauh dari orang yang bernama Leopard Bay Pyordova.


Namun Shena tidak mengerti, sekeras apapun gadis itu menghindar dari Leo, itu hanya akan menjadi sia-sia saja kerena Leo sudah menyiapkan rencana besar yang membuat hidup Shena berubah 180 derajat. Kebebasan Shena, hanya tinggal menghitung hari karena sebentar lagi gadis itu akan menjadi milik Leo selamanya. Tiada hari tanpa Leo di hidup Shena.


Dari kejauhan, Leo menatap Shena yang berjalan beriringan dengan Laura setelah keduanya keluar dari toilet. Cowok itu hanya menyunggingkan senyumnya melihat Shena yang benar-benar cuek, acuh dan tak ingin melihat wajahnya. Sementara Roy sendiri langsung memeluk Laura dan merangkul pinggangnya yang ramping lalu mengajaknya masuk ke dalam.


“Filmnya sudah dimulai, Sayang. Ayo kita masuk, kamu ngapain aja sih di toilet? Kok lama banget,” ujar Roy yang berjalan pelan di depan Leo dan Shena sambil membelai mesra rambut Laura.


Roy sengaja melakukannya untuk membuat Shena ingin segera punya pacar juga. Tentunya orang disebelahnyalah yang siap sedia jadi kekasihnya. Kedua pasangan yang sedang kasmaran itu benar-benar tidak peduli jika ada Shena dibelakangnya. Mereka terus saja mengumbar kemesraan yang begitu lebay sampai-sampai Shena jadi malu sendiri melihatnya.


“Kamu nggak pengen kayak mereka?” tanya Leo disela-sela keduanya masuk ke ruang bioskop.

__ADS_1


Shena tidak mau menjawab Leo ataupun bicara pada orang yang entah kenapa selalu saja mengikutinya. Gadis itu terus nyelonong masuk dan duduk di belakang Roy dan Laura. Tak disangka, Leo pun langsung duduk disebelahnya. Sebenarnya Shena hendak pindah tempat duduk menjauh dari Leo, tapi tidak jadi karena jalan disebelahnya sudah ditutup oleh para pasangan muda mudi lainnya. Akhirnya dengan sangat terpaksa, Shena kembali duduk dikursinya, tentu saja ia jadi kesal setengah mati.


Bagus! di depan, samping kiri, dan di belakang, semua adalah sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Sementara disebelah kananku ada buaya darat laknaat yang siap menerkamku! Benar-benar neraka dunia yang sempurna, batin Shena sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat.


Ingin rasanya Shena pergi dari tempat ini, tapi ia tidak enak dengan Laura. Jika Shena pergi, sahabatnya itu pasti ikutan pergi dan merusak kencan mereka. Karena itu, Shena berusaha bertahan meski ia sangat tidak menyukai situasi ini.


Leo terus saja mengajaknya bicara dan menawarkan pop corn serta minumannya. Ia sengaja melakukan itu untuk mencari perhatian Shena. Sayangnya, gadis itu samasekali tidak tertarik dengan Leo. Ia bahkan menganggap Leo tidak ada.


Sedangkan beberapa wanita yang ada di sekeliling mereka malah terpaku dengan pesona Leo, bukan filmnya yang mereka lihat, tetapi wajah tampan Leo yang terus saja menatap Shena tanpa henti yang jadi pusat perhatian mereka. Para pasangan kaum hawa tersebut jadi keki dan dongkol akut gara-gara Leo.


Menyadari hal itu, Shena jadi risih sendiri, ia sudah tidak tahan berada didekat Leo, apalagi sikap ganjen para wanita-wanita itu membuatnya tidak nyaman. Ditambah lagi, Leo hanya menatapnya dengan tatapan yang tak dapat dimengerti sambil menikmati popcorn tanpa peduli dengan apa yang terjadi disekitarnya. Shenapun bangun dari kursinya sambil menghela napas panjang agar emosinya tidak keluar.


"Kau mau ke mana?” tanya Leo yang juga ikut berdiri di sampingnya.


“Ke toilet!” jawab Shena dengan ketus untuk pertama kalinya.


Tanpa melihat Leo, Shena langsung pergi ke arah sisi jalan lain agar tidak bertemu muka dengan Leo. Bukan Leo namanya kalau ia harus menyerah begitu saja dengan sikap Shena. Dalam diam, cowok itu mengikuti Shena dari belakang dan tidak peduli dengan ratusan pasang mata kaum hawa yang mengamati kepergiannya menyusul Shena.


“Itu cowok ganteng banget, sih? Sayang ceweknya jutek banget,” komentar salah satu cewek yang dilintasi Shena.


“Iya bener, kalau aku jadi cewek itu, pasti udah aku karungin itu cowok supaya gak dilihat ama cewek lain,” tambah yang lainnya.


Shena yang tidak sengaja mendengar para wanita yang sedang bisik-bisik tetangga membicarakannya jadi dongkol juga.


Kalian semua nggak tahu seberapa bahayanya cowok yang kalian bilang tampan itu! Dasar mata ember! Batin Shena kesal. Ia pun terus nyelonong pergi keluar dari gedung bioskop.


Leo yang mengamati kepergian Shena dari kejauhan langsung menelepon seseorang. “Halo, percepat rencanaku. Kita ajukan lusa, siapkan semuanya!” Leo menutup sambungannya dan menelepon Roy yang masih ada di dalam gedung bioskop bersama dengan Laura. “Roy, menghilanglah 3 hari dari sekarang. Kita ajukan rencananya. Lobi semua teman-teman sekelas, sekarang juga.” Leopun menutup kembali sambungannya setelah mendengar persetujuan dari Roy. Leo pulang kerumahnya untuk menyiapkan segalanya, yaitu menjadikan Shena miliknya seutuhnya.


“Bersiap-siaplah menjadi nyonya Leopard Bay Pyordova, Shena,” gumam Leo sambil tersenyum simpul.


BERSAMBUNG


****


Kisah Leo dan Shena pada part ini langsung nyambung di playboy jatuh cinta (the king in love). Untuk season duanya, akan rilis pada tanggal 9 April. Yang sudah baca Leo dan Shena, pasti tahu seberapa nggak ada akhlaknya dia. Di season dua ternyata dia lebih parah, apalagi nanti ada Leo junior juga. Ditunggu ya ... terimakasih dukungannya, love you all.



Shena



Leo



Roy

__ADS_1



Laura


__ADS_2