Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 141 Pesta Pertunangan


__ADS_3

Saat aku memasuki ruang pesta pertunanganku sendiri, aku melihat banyak sekali tamu yang sudah berkumpul memenuhi ruangan. Pesta ini digelar dengan sangat meriah, entah seperti apa persiapan yang sudah disiapkan oleh keluarga besar Refald, yang jelas pesta ini benar-benar megah dan dihadiri oleh banyak sekali tamu penting yang ada di seluruh dunia.


Aku menuruni tangga secara perlahan dan di pandu oleh Leo yang berjalan lebih dulu didepanku. Rasa gugup terus saja menyelimutiku, tapi aku berusaha keras menyembunyikan perasaanku. Semua tamu memandang ke arahku ketika aku hampir sampai di lantai dasar.


“Kakak, kau primadona pesta malam ini, Kakakku pasti takjub melihat betapa cantiknya istrinya ini. Silahkan!” Leo mempersilakanku berjalan di karpet merah yang sudah disediakan khusus untukku.


Meski aku tak mengerti apa maksud kata-kata Leo, tanpa bicara akupun berjalan di sepanjang karpet digelar. Dan ternyata, di ujung karpet itu sudah ada Refald berdiri tegap menunggu kedatanganku.


Untuk sesaat, aku terpesona oleh ketampanan Refald malam ini. Ia benar-benar pangeran yang sesungguhnya. Langkahku terhenti saking takjubnya melihat suamiku berdiri didepanku. Ia tersenyum padaku. Karena aku tak juga beranjak dari tempatku, Refald datang menghampiriku dan mengulurkan tangannya.


“Kau cantik sekali malam ini, Honey.” Tatapan mata Refald benar-benar membuatku sesak napas. Yang bisa kulakukan hanyalah berusaha menguasai diri agar aku tidak pingsan karena terlalu terhanyut dalam pesona Refald yang begitu menawan. Aku menerima uluran tangannya dan Refald langsung mencium punggung tanganku dihadapan banyak tamu undangan.


Tepuk tangan dan teriakan cuitan mereka menggema di seluruh ruangan. Refald menuntunku ke atas panggung kecil yang disiapkan untuk kami berdua. Leo berdiri di atas mimbar di sebelah kami berdua berdiri, ia bertugas sebagai MC acara pertunangan kami malam ini. Meski masih anak-anak, Leo pandai sekali berkata-kata. Ia juga tampil penuh percaya diri dalam memberikan sambutan acara malam ini. Apalagi, Leo juga punya daya tarik tersendiri dimata keluarga besarnya.


Sampai akhirnya, tibalah inti dari acara kami malam ini, yaitu penyematan cincin di jari manis kami masing-masing. Refald menyematkan cincin berlian yang dibawakan Leo dijari manisku lebih dulu. Setelah itu, giliranku menyematkan cincin di jari manis Refald. Semua orang kembali bertepuk tangan untuk kami berdua.


Saat semua orang berbahagia untuk kami, tiba-tiba sekali lagi waktu terhenti. Tentu saja Refald menggunakan kekuatannya menghentikan waktu.


“Apa yang sedang kau lakukan?” tanyaku bingung.


“Memberimu ruang agar kau tidak gugup di depan banyak orang. Ayolah Honey, kau permaisuriku malam ini, tapi sejak tadi kau hanya menundukkan kepalamu. Tidakkah kau tahu aku ingin sekali melihat wajah cantikmu sepuasnya malam ini. Sayang saja ini hanya pesta pertunangan kita. Seandainya saja ini adalah pesta pernikahan, maka aku pasti sudah menculikmu dan membawamu pergi dari sini,” terang Refald panjang lebar.


Aku tidak bisa berkata-kata, ini sungguh terlalu luar biasa bagiku. Meski aku tidak mengenal semua tamu undangan yang ada di sini, mereka tetap antusias menghadiri acara kami dan ikut berbahagia menikmati pesta malam ini.


“Kau tahu ini pertama kalinya aku bertemu dengan keluarga besarmu dalam pesta besar seperti ini. Aku sangat gugup dan juga takut kalau mereka tidak menyukaiku. Kau begitu sempurna Refald, bahkan kau terlalu sempurna untukku.”


“Honey, mereka semua mendukung kita, siapa bilang mereka tidak menyukaimu? Mereka semua menyayangimu? Kau hanya belum pernah bertemu dengan mereka. Jika mereka tidak menyukaimu, tidak mungkin semuanya mau jauh-jauh datang kemari untuk ikut merayakan pesta pertunangan kita.” Sebuah ciuman manis dari Refald mendarat lembut di bibirku. “Berjanjilah kau tidak akan mengatakan hal seperti itu lagi padaku. Aku tak sempurna tanpamu disisiku. Aku mencintaimu, Honey.” Sekali lagi, Refald menciumku dengan mesra.


“Aku juga mencintaimu.” Aku merebahkan kepalaku di dada Refald. Merasakan detak jantungnya yang berdetak kencang sama seperti yang kurasakan saat ini.

__ADS_1


“Aku punya kejutan untukmu, lihatlah ke atas,” ujar Refald sambil melepaskan pelukannya.


Aku menengadah dan terkejut karena pak Po, mbak Kun dan yang lainnya datang kemari. Mereka semua terlihat cantik dan juga tampan. Semua tak berbeda dengan para tamu undangan yang ada di sini. Satu persatu para pasukan Refald turun dan memberikan ucapan selamat pada kami.


“Selamat Putri, dan juga anda yang mulia ... kami semua turut bahagia melihat peresmian pertunangan kalian. Cepatlah menikah supaya aku juga bisa menikah,” curhat pak Po.


“Memangnya siapa yang mau menikah denganmu?” Refald bisa sewot juga.


“Tentu saja makhluk berjenis kelamin wanita yang mulia.” Pak Po yang memakai kostum seperti pria cogan lainnya menjawab pertanyaan Refald dengan santai.


“Pasti mbak Kun,” godaku.


“Tidak Putri, dia tidak mau menikah denganku, kini dia lebih memilih bersama dengan pacar bule Jepangnya. Lihatlah, bule Jepang itu bahkan ia bawa kemari.” Nada sura pak Po terdengar nyesek juga di hati.


Bukannya ikut prihatin atas apa yang dirasakan salah satu pasukan Refald ini, aku malah tertawa melihat ekspresi pak Po yang seolah sedang patah hati akut. Dia tidak terima dengan kehadiran hantu bule Jepang kekasih mbak Kun saat ini. Aku baru tahu, ternyata tak hanya manusia saja yang memiliki konflik cinta segitiga, dunia makhluk astral pun juga punya.


“Minggir kau!” tiba-tiba mbak Kun datang dan menendang pak Po hingga terpental jauh keluar menembus dinding ruangan. “Dia berisik sekali Yang mulia, kami semua sudah menunggu giliran untuk mengucapkan selamat pada kalian berdua.”


“Baiklah cepatlah, aku tidak bisa lama-lama menghentikan waktu.”


Mendengar kata-kata Refald membuatku jadi teringat sesuatu. “Kami akan menemui kalian semua di dunia lain nanti, pergilah sekarang.” ujarku. Aku tidak ingin Refald pingsan seperti waktu itu karena terlalu memforsis kekuatannya.


“Baik Putri.” Mbak Kun dan yang lainnya langsung menghilang setelah mendengar perkataanku.


“Wuah, mereka langsung menuruti apa yang aku katakan.”


“Tentu saja, sekarang kau adalah putri mereka. Kata-kata yang keluar dari bibir indahmu, merupakan suatu perintah bagi mereka.”


Aku tersenyum menatap Refald dan Ia pun kembali menghidupkan waktu hanya dengan mengedipkan. Aku sangat terkesan dengan kekuatan baru yang Refald miliki. Semakin lama, kekuatannya semakin berkembang. Aku merasa, Refald menjadi lebih kuat, tidak seperti sebelumnya. Kali ini, Refald sama sekali tidak berkeringat.

__ADS_1


Suara bising dari semua orang yang ada di sini mulai terdengar kembali. Mereka semua bertepuk tangan dengan meriah menatap kami berdua termasuk Leo yang sejak tadi ada di samping kami.


Tak berselang lama, dari kejauhan aku melihat ada sosok pria tinggi kekar berjalan ke arah kami. Disampingnya juga ada seorang wanita cantik, anggun nan elegan menggandeng lengan pria kekar itu.


“Refald, apakah mereka ...,” aku tak bisa melanjutkan kata-kataku.


“Paman dan Bibiku, Byon dan Biyanca Pyordova,” jawab Refald langsung.


“Daebak, mereka berdua sungguh luar biasa. Tentu saja Ayah dan Ibu juga sangat luar biasa. Kalian semua benar-benar menakjubkan."


Malam itu, adalah malam yang paling bahagia dalam hidupku. Pertunanganku dengan Refald sudah diresmikan dan diketahui oleh semua orang yang ada di dunia termasuk keluarga besar Refald.


Aku tak menyangka, Refald memberiku hadiah pertunangan dengan memberitahu kalau usia ayahku, diperpanjang lagi 5 tahun dari prediksi Refald sebelumnya. Itu artinya ada banyak sekali waktu yang bisa kuhabiskan bersama dengan Ayah.


THE END


****


Lanjut ke season 2 ya ... baca pengumuman dulu supaya tidak bingung.



Fey



Refald


__ADS_1


Leo saat jadi MC


__ADS_2