Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 144 Kedatangan Duo Somplak


__ADS_3

Fey meminta Refald mengantarnya ke rumah salah satu sahabatnya sembari menunggu calon suaminya itu menyelesaikan segala urusannya. Fey ingin sekali bertemu dengan teman-temannya selagi ia kini ada di Indonesia. Maka dari itu, ketika Refald hendak pergi keluar, ia ingin sekalian diantar ke rumah Mia.


“Apa kalian janjian lagi?” tanya Refald saat keduanya ada di dalam mobil volvo silver milik Refald.


“Tidak, teman-temanku bahkan tidak tahu kalau kita sudah kembali. Aku hanya ingin bertemu dengan Mia dulu. Aku ingin tahu bagaimana kabarnya kali ini. Kalau yang lainnya, mungkin sedang sibuk sekarang. Diantara kami berempat, cuma aku dan Nura saja yang belum menikah.” Fey tertawa sendiri.


“Menurutmu kenapa sampai sekarang kita belum menikah?” Refald sengaja menyindir Fey karena waktu itu, Feylah yang merengek minta menunda pernikahan mereka. Itu karena ia ingin fokus pada ayahnya sebelum ayahnya benar-benar kembali bersama dengan almarhum ibunya.


“Sayang, saat itu aku merasa aku belum siap untuk menjadi nyonya Refald di dunia nyata. Tapi sekarang berbeda, aku sudah sangat siap.”


Mendengar jawaban calon istrinya, Refald pun tersenyum walau ia tahu bukan itu alasan yang sebenarnya.


“Kapan Nura akan menikah?” tanya Refald.


Fey tersentak karena tiba-tiba saja Refald bertanya soal pernikahan Nura.


“Dia tidak akan pernah menikah, dia mengikuti paham artis idolanya, yaitu Johnny Yen yang menganut paham tidak menikaisme. Huh, aku tidak tahu dia mengambil istilah nyeleneh itu darimana. Tapi Nura memang berbeda, dia terlalu bucin akut dengan artis idolanya dan memilih menjadi fans fanatiknya.”


“Johnny Yen?”


“Kau tidak akan pernah mengenalnya, Edward Cullen saja kau tidak kenal, apalagi artis China.”


“Temanmu itu ada-ada saja, tapi kau pasti senang karena mereka semua sudah hidup bahagia.”


“Iya, aku memang sangat senang. Dengan begitu, aku tidak perlu lagi mengkhawatirkan mereka. Oh iya, turunkan saja aku di depan gang itu, kau tidak perlu mengantarku sampai ke dalam. Aku ingin memberikan kejutan pada Mia.”


“Kau yakin?” Refald masih ragu.


Fey mengangguk. “Ehm, jangan lupa jemput aku kalau urusanmu sudah selesai, dan titip salam untuknya, bye.” Fey mengecup lembut bibir Refald lalu keluar dari mobil menuju rumah Mia.


Refald hanya menatap Fey sampai calon istrinya itu menghilang ditikungan jalan, baru ia melanjutkan perjalanan menjemput seseorang yang spesial bagi Refald di Bandara.


Saat akan memasuki halaman rumah Mia, dari jauh Fey melihat ada Nura sedang duduk santai di depan teras rumah sahabatnya sambil menikmati indahnya mentari yang cerah di pagi hari.


Rumah Mia tidak berubah, tetap asri dan bersih, bahkan koleksi bunga-bunga Mia yang ada di halaman rumahnya jauh lebih banyak dari yang dulu sehingga menambah nyaman rumah ini. Fey jadi teringat akan masa lalunya saat masih menjadi siswi SMA dan sering datang kemari untuk bermain, mengerjakan tugas dan menonton drakor dan dracin bersama.


“Tak terasa, waktu sudah berlalu begitu cepat,” gumam Fey lirih sambil mengamati sekitar rumah Mia yang semakin indah dan tertata rapi.


Nura sangat terkejut begitu melihat Fey datang. Spontan ia langsung berdiri dan berlari ke arah sahabatnya untuk menyambut kedatangan Fey dengan pelukannya.


“Fey! Kapan kau datang! Wuah, kau semakin cantik saja, aku hampir tidak mengenalimu tadi,” ujar Nura sambil memeluk Fey.


Mia yang tadinya sibuk aktivitas di dalam rumah, jadi ikut keluar karena mendengar kehebohan Nura. Ia pun terkejut setelah melihat siapa yang dipeluk Nura.

__ADS_1


“Fey!” teriaknya. Ia pun berlari dan ikut memeluk sahabat yang sudah sangat ia rindukan. Terakhir mereka bertemu adalah saat Fey dan Refald datang ke acara resepsi pernikahannya dan membuat heboh semua para tamu undangan dengan kecantikan dan ketampanan yang dimiliki Fey dan Refald.


“Kenapa kau tidak memberitahu kami sebelumnya kalau kau akan datang kemari? Aku bisa menyiapkan pesta penyambutan untukmu.” Mia melepaskan pelukannya dan menuntun temannya untuk duduk di teras rumah.


“Aku sengaja ingin memberi kejutan untuk kalian. Oh iya, apa si jones alias jomblo ngenez Nura ini sering datang kemari?” Fey mulai menggoda Nura.


“Dia selalu saja kemari kalau merasa bosan dan mengganggu kehidupanku. Aku sudah menyuruhnya untuk mencari pacar supaya hidupku tentram tanpa gangguan darinya. Tetapi ia tidak mau. Katanya hidupnya hanya untuk Johnny Yen. Lagian mana mungkin mau si Johnny Yen sama dia? Secara dia artis dan kampret itu cuma gadis desa biasa.” Kata-kata Mia tidak berubah, tetap sama ceplas-ceplos dan asal jeplak saja.


“Biarin aja, suka-suka aku dong, kenapa malah kau yang ribet. Lagian siapa yang kau sebut kampret itu, ha?” kilah Nura agak keki juga dengan Mia.


“Dasar tak sadar diri!” Mia masih saja suka membuat Nura emosi.


“Sudah-sudah jangan bertengkar. Mungkin Nura masih ingin menikmati masa mudanya. Kapan lagi dia jadi jones kalau tidak sekarang.”


Mia tertawa mendengar kata-kataku. Kami berdua memang suka menggoda Nura dari dulu. Dia gadis desa lugu yang selalu terobsesi dengan cogan. Tapi yang paling ia suka adalah artis Taiwan Johnny Yen. Entah apa yang Nura suka dari artis tersebut. Kalau di pikir-pikir, oppa Sehun, Cai Xukun, Lin Yi, Cha Eun Wo, dan Kim Younghoon, jauh lebih tampan daripada Johnny Yen. Tapi teman Fey yang satu itu hanya ngefans sama artis China si Johnny Yen.


“Oke, terus saja meledekku. Aku akan menelepon Yua supaya ia cepat datang kemari dan membelaku. Kalian berdua curang karena mengeroyokku disaat Yua tidak ada di sini.” Nura agak menjauh dari kedua sahabatnya untuk menelepon Yua supaya cepat datang kemari.


“Apa kau tidak punya teman yang bisa dikenalkan untuk Nura? Aku sangat mencemaskan anak itu. Jika kau menikah dengan Refald, maka hanya tinggal dia saja yang masih lajang, itu mencoreng dunia persilatan kita,” bisik Mia ditelingaku.


“Persilatan apanya? Kau ini ada-ada saja.” Fey selalu terkekeh mendengar setiap istilah nyeleneh yang keluar dari mulut Mia.


“Sudah sejak dulu kita berempat merupakan saudara seperguruan IJS alias Ikatan Jomblo Sejati. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kita bertiga sudah menemukan pasangan kita masing-masing. Hanya tinggal si bodooh itu yang belum punya kekasih sampai sekarang, dan malah asyik dengan dunia halu tingkat setannya. Aku khawatir halunya bisa membuat dia jadi gila. Apa itu namanya kalau tidak merusak dunia persilatan kita? Ada nggak sih yang mau mencintainya dan menerima Nura apa adanya?” Mia menatap Nura yang sedang sibuk menelepon Yua.


“Ada, sebentar lagi dia juga akan datang.” Ucapan Fey membuat Mia langsung mengerutkan alisnya.


Fey hanya membalas pertanyaan Mia dengan senyuman mencurigakan.


***


Sementara itu, Leo dan Roy tiba di bandara Soetta dan menginjakkan kaki untuk pertama kalinya setelah 9 tahun lamanya tak pernah datang kemari lagi.


“Wah, banyak sekali perubahan yang terjadi di sini.” Leo mulai berkomentar saat ia mengamati sekeliling tempat yang dulu sering ia kunjungi setiap musim liburan.


“Kau benar, apa kau akan langsung pulang kerumahmu? Atau kau mau langsung mencari pacar kecilmu?” tanya Roy pada Leo.


“Aku akan pulang dulu, besok hari pertama kita kuliah, aku harus ke tempat kakakku juga untuk membantunya menyiapkan pernikahannya. Bagaimana denganmu?”


“Aku akan menemui ibuku dulu, baru aku akan pulang ke rumah nenekku.”


“Kenapa kau tidak tinggal saja dengan ibumu?” Leo heran, Roy masih saja menghindari ibunya. Padahal keduanya sudah lama tidak bertemu.


“Aku tidak ingin menjadi penghalang kebahagiaan ibu di hidupnya yang baru bersama anak dan suami barunya. Baiklah, kita berpisah di sini dan sampai ketemu lagi besok.” Roy pun beranjak pergi meninggalkan Leo lebih dulu.

__ADS_1


Leo pun mengangguk dan sangat mengerti betapa rumitnya rumah tangga kedua orangtua Roy. Namun ia bersyukur, bisa bertemu dengan Roy di Jerman dan menjadikan persahabatan mereka layaknya seperti saudara sendiri. Keduanya tumbuh dan besar bersama-sama. Bahkan sampai detik ini pun pasangan duo somplak itu juga ada dalam satu kampus yang sama. Dimana ada Leo, disitulah Roy berada.


Sesampainya di istana Leo, ia langsung mendapat sambutan bogem mentah dari seseorang yang tiba-tiba saja muncul dari balik pintu tanpa pemberitahuan terlebih dulu.


Buk!


Sebuah pukulan telak mendarat mulus di pipi Leo. Leopun terpental ke belakang tapi ia masih bisa berdiri tegak. Leo sangat marah karena tiba-tiba saja ada seseorang yang berani memukul wajah tampannya. “Brengsek! Beraninya kau ...,” Leo yang tadinya kalap akibat serangan dadakan yang dilayangkan padanya tadi langsung terkejut karena ternyata orang yang menampolnya adalah kakak sepupunya sendiri, Refald. “Kakak!” ujarnya.


“Dasar bocah tengik! Apa yang sudah kau lakukan di Jerman, ha? Paman menyuruhku menghajarmu habis-habisan di sini! Beraninya kau buat onar dan mematahkan semua tulang-tulang orang-orang itu? Apa kau sudah gila? Paman harus berurusan dengan polisi gara-gara ulahmu? Kau ini berandal atau apa, sih?” Refald langsung mengomeli Leo.


“Mereka sendiri yang cari gara-gara denganku! Kenapa kau malah memukulku?” protes Leo sambil mengusap wajahnya.


“Baik, anggap saja aku memaafkanmu. Kalau sampai kau buat onar di negara ini! Maka aku sendiri yang akan mencincangmu! Ingat itu! Ah satu lagi, besok adalah hari pertama kau kuliah. Kalian semua akan ospek di tempat tinggal Fey dan aku saat ini. Kau harus ikut ke sana dan temui kakak iparmu. Kalau kau sampai tidak datang, akan aku seret dengan paksa kau ke sana!” ancam Refald.


“Iya, baiklah ... dasar bawel, sejak kapan kau jadi emak-emak begitu!” Leo menanggapi ocehan Refald dengan malas.


“Selama kau ada di sini, aku tidak keberatan menjadi emak-emak untuk mengomelimu! Ingat kataku tadi, jangan sampai buat onar di sini atau kalau tidak ...,”


“Iya iya ... pergi sana! Dan tinggalkan aku sendiri! Aku mau tidur, aku sangat lelah sekali setelah perjalanan jauh tadi.” Leo memotong kata-kata Refald


Refald pun langsung menghilang tanpa suara hanya dalam sekejap mata dari hadapan Leo. Tentu saja hal itu membuat Leo sangat sangat sangat terkejut karena ini pertama kalinya Leo tahu kalau Refald bisa juga datang dan pergi seperti setan.


“Wuah, daebak. Kekuatan kak Refald semakin menakjubkan saja. Kini dia bisa menghilang juga.” Leo mencari-cari keberadaan Refald yang memang sudah tidak ada lagi di sini.


Leo masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan dirinya di atas ranjang. Ia mengeluarkan foto gadis kecil dalam saku celananya dan mulai memandangi foto tersebut.


“Entah kenapa aku punya firasat, kalau kita bakal bertemu. Oh iya! Tadi kenapa aku tidak tanya Refald saja! Dia pasti tahu ada dimana gadis yang aku cari itu sekarang, Sial!” Leo bangun dari tempat tidurnya dan menuju keluar.


BERSAMBUNG


****


Aku kasih episode panjang kali ini, mudah-mudahan gak bosan ya ... oh iya di sini, detail kisah Roy-Laura, Shena-Leo dan kisah romantis Fey-Refald aku ceritakan disini. Jangan bosan menunggu upnya ya ... kayaknya episodenya juga bakal panjang ngalahin playboy jatuh cinta. Nanti kalau bosan bilang, ya ... hehe ...


Terimakasih yang sudah mau meluangkan waktunya membaca kisah mereka ... love you all.



Leo saat bicara sama Refald



Refald yang lagi memelototi Leo .. Haha

__ADS_1



Roy


__ADS_2