
Refald memerhatikan arlojinya sambil mengamati sekitarnya. Ia menurunkan Fey dari atas kap mobil lalu mencium mesra istrinya. “Ayo kita pergi, pak Po sedang menunggu kita. Ah, satu lagi, berikan cetak biru ini padanya. Aku berencana membangunkan istana megah untuk pak Po beserta pabrik yang nantinya akan dikelola atas namanya dan juga atas nama istrinya.” Refald mengambil sebuah gulungan hitam berisi cetak biru bangunan yang sudah dirancang khusus oleh Refald untuk pak Po.
Fey membuka gulungan itu dan betapa terkejutnya ia setelah melihat cetak biru yang dibuat Refald sangatlah sempurna. Bukan hanya bangunannya yang terbilang megah, tapi sistem dan peralatannya juga canggih. Fey yakin, pasti pabrik dan rumah ini akan menjadi satu-satunya bangunan termegah di desa ini.
“Wauww ... ini ... luar biasa, Refald? Kenapa kau tidak membangun istana untukku juga? Kapan kau membuat cetak biru seamazing ini? Bagus sekali? Kau keren sekali, Sayang.” mata Fey langsung berbinar terang memandangi cetak biru yang dibuat Refald.
“Kau tidak perlu istana, Honey. Aku sudah membuatkan sebuah dunia khusus untuk kita berdua. Apa kau lupa?” Refald memeluk istrinya dari belakang dan menyandarkan kepalnya di bahu Fey.
“Iya juga sih, dunia yang kau ciptakan untukku juga tak kalah menakjubkan. Aku beruntung punya suami sekeren dan sehebat dirimu, Refald. Kapan kau membuatnya? Kenapa aku tidak tahu?”
“Semalam, setelah kau memberiku banyak sekali energi. Aku membuat cetak biru kilat. Dengan ini, kau tidak perlu repot-repot membagikan uangku untuk semua penduduk desa yang ada disini. Mereka semua bisa bekerja di tempat yang akan aku bangun nanti. Selain itu, mereka semua juga bisa menggunakan fasilitas canggih modern untuk ladang mereka. Jadi, para petani disini tak perlu menggunakan cara tradisional yang meguras tenaga untuk mengurus ladang mereka. Peralatan canggih ini akan mempermudah pekerjaan semua petani yang ada disini. Bagaimana? Kau senang?” Refald masih memeluk Fey dari belakang sambil melihat kembali hasil karyanya.
“Wauww, daebak! Aku baru tahu suamiku salah satu orang terkaya didunia juga. Selain itu, ternyata kau arsitek terhebat yang pernah aku kenal. Pantas saja kau jadi rebutan banyak orang terutama pengusaha sukses diluar sana. Dalam waktu sekejap, kau bisa menciptakan karya sebagus ini.”Fey tak henti-hentinya mengagumi hasil karya Refald. Sebab, ini pertama kalinya Refald memperlihatkan hasil karyanya pada Fey.
“Tentu saja, karena aku punya istri yang luar biasa keren juga.” Refald membalikkan tubuh Fey supaya menghadapnya. Lagi-lagi, ia meminta jatah energi dengan mencium mesra istrinya dalam kurun waktu lumayan lama sampai gadis itu benar-benar kahabisan napas.
****
__ADS_1
Pak Po sedang menunggu Refald di sebuah ladang seperti yang disampikan Riska dan Aditya. Dari kejauhan, ia melihat mobil canvas Refald datang mendekat ke arahnya. Refald dan Fey pun turun dari dalam mobil dan berjalan pelan menemui pak Po yang berdiri tegak menyambut kedatangan pangeran beserta putrinya.
“Apa kau sudah datang sejak, tadi?” tanya Refald membuka pembicaraan.
“Baru saja Pangeran, kenapa anda meminta saya datang kemari? Kita bisa bicara dirumah.”
“Kau terlalu sibuk melakukan malam pertama pak Po. Sudah berapa ronde yang kau mainkan dari semalam hingga sekarang!” Fey memicingkan mata menatap pak Po.
“Entahlah Putri, Di meminta terus jadi mau tidak mau saya harus melayaninya,” ujar pak Po tanpa dosa.
“Oh, iya? Tapi yang aku lihat tidak seperti itu? Kau terus menempel pada Di seperti perangko lengket, pasti kau yang kebelet, bukannya Di! Dasar kau ini!”
“Stop dan jangan diteruskan! Kau tidak malu pada kami?” tanya Fey geram juga melihat pak Po. Fey melirik suaminya dengan marah. "Kau yang mengajarinya?" Fey beralih menatap Refald.
"Bukan aku," sanggah Refald.
"Lalu siapa?"
__ADS_1
"Apa yang aku katakan kan benar Honey, sekali coba bikin ketagihan." Refald membela diri.“Selamat untukmu pak Po, kau berhasil belah duren! Dan kau Honey, redam emosimu. Kembalilah ke mobil dan tunggu aku disana. Ada yang ingin aku bicarakan dengan pak Po berdu saja.” nada suara Refald terdengar serius yang artinya, ia tidak ingin dibantah. Sambil terus memelototi pak PO, Fey pun kembali ke dalam mobil dan mengamati gerak gerik suami serta mantan pasukannya yang sedang berdiskusi dihadapannya.
Awalnya Refald membicarakan masalah cetak biru dan bangaunan yang akan ia bangun disini untuk pak Po. Namun, wajahnya berubah serius saat sedang membicarakan topik lain. Begitu juga denga wajah pak Po yang terlihat sedikit menegang. Entah apa yang sedang mereka bicarakan yang jelas, sepertinya ada sesuatu genting yang bakal terjadi.
“Malam ini, tetaplah dirumah dan jaga Di baik-baik, pak Po. Aku dan Aditya akan menemui orang itu. Setelah pertemuan ini, ia pasti akan melakukan ritual yang bsia melemahkan kekuatan penghalang yang dibuat oleh teman-temanmu. Maka dari itu, kau tidak boleh keluar rumah. Jangan sampai mereka menyadari keberadaan kalian berdua. Aku sudah memasang penghalang tesembunyi untuk menyamarkan keberadaanmu dan Di. Kau harus ingat kata-kataku tadi.”itulah kalimat terakhir yang dikatakan pada pak Po.
Tidak seperti biasanya, pak Po hanya bisa diam dalam pikirannya sendiri seolah ia harus membuat keputusan yang sangat genting. Sebuah keputusan besar, dimana tidak akan ada seorangpun sanggup mengatasinya. Namun, pak Po sudah membulatkan tekad, sejak awal ia juga sudah tahu, cepat atau lambat, hal ini pasti bakal tejadi.
“Pangeran!” panggil pak Po setelah Refald beranjak pergi meninggalkannya. Refaldpun berhenti berjalan dan berbalik arah menatap pak Po.
“Aku akan melalukannya, jika kalian berdua dalam bahaya ... maka tugasku adalah melindungi kalian berdua. Tak akan kubiarkan siapapun menyakiti Putri. Ini sudah jalan takdir yang sudah digariskan untukku dan Di. Meskipun anda memintaku menghidarinya sekarang, suatu saat nanti, hal ini bakal terjadi. Tidak ada gunanya menghindar. Saya harus menghadapi dan menerimanya. Tolong sampaikan padaPutri untuk tidak merasa bersalah jika terjadi sesuatu pada saya. Dan juga ....”
“Aku tahu! Kau tenang saja. Aku tidak akan membiarkan kalian berakhir mengenaskan. Semua pasti indah pada waktunya. Aku janji padamu, ini bakal lebih menarik daripada saat aku mencari Fey keliling dunia tapi tak bisa juga menemukannya. Kali ini, giliranmu merasakan apa yang aku rasakan dulu, pak Po.”
BERSAMBUNG
****
__ADS_1
Maaf upnya telat ... sebagai gantinya aku up 2 episode sekaligus.