
Kejadian semalam membuat Leo tidak bersemangat dalam menjalani hari-hari, rasa patah hati karena ditolak Shena membuat Leo tak ingin melakukan apapun, bahkan ia juga tak berselera makan. Namun, cowok itu tidak mau terpuruk terlalu lama, bukan Leo namanya kalau ia menyerah begitu saja hanya karena ditolak satu wanita. Ia pun terpaksa harus melakukan cara yang memang sudah Leo siapkan dari jauh-jauh hari jika rencananya ini gagal dilakukan.
Dalam genggaman tangan Leo saat ini, ada data-data semua mahasiswa teman-teman sekelas Shena yang berisi informasi kelemahan semua orang yang ada dalam data tersebut. Setelah memikirkan semalaman, Leo sudah mengambil sebuah keputusan mutlak yang sudah tidak bisa diubah lagi. Sebuah keputusan besar yang bisa dibilang gila dan juga nekat. Cowok itu langsung menelepon seseorang yang tidak lain adalah pengawalnya sendiri.
“Halo, ini aku. Segera laksanakan apa yang aku perintahkan begitu aku kembali dari Jepang setelah menghadiri pernikahan kakakku. Jangan buru-buru, aku beri kau waktu satu bulan dari sekarang, kalian semua bisa melakukan pengintaian. Pastikan tidak ada yang tahu. Ah, selain itu ... siapkan juga pesta pertunangan setelah keesokan harinya, beritahu ayahku dan seluruh keluarga besarku!” Leo menutup sambungan teleponnya. Ia *******-***** kertas yang ada ditangannya dan menyunggingkan senyum liciknya.
“Kau sendiri yang membuatku memilih jalan ini, Shena. Akan berbeda ceritanya jika tadi kau menerima cintaku. Jangan salahkan aku jika aku harus melakukan semua ini padamu! Bersiaplah untuk menjalani hari-harimu bersamaku! Kau akan jadi milikku selamanya!” gumam Leo pada dirinya sendiri, setelah itu ia bergegas bersiap-siap pergi ke Jepang untuk menghadiri acara pernikahan Refald dan Fey.
Sementara di tempat lain, Shena masih saja gemetar karena menahan amarah yang begitu besar. Gadis itu berdiri tepat di depan makam almarhum sahabatnya, Sasa. Ingatan tentang Leo saat menyatakan cinta padanya, membuat Shena semakin membenci cowok itu.
“Bagaimana bisa pria brengsek itu menyatakan cinta padaku? Padahal kuburanmu saja belum kering?" Shena berbicara pada makam Sasa, sendirian. Rasa kesal dan marah, tak membuat Shena takut berada di tempat seperti ini. "Apa yang dia pikirkan? Bagaimana kau bisa mencintai orang seperti dia? Kau bahkan rela mati hanya demi orang yang tidak punya belas kasih? Dia bilang ... dia mencintaiku dan ingin aku jadi kekasihnya? Huh, bukankah itu sangat tidak masuk akal? Bagaimana bisa orang seperti dia mengerti apa itu cinta sementara cintamu saja tak pernah dihargainya?
“Kau tahu, Sasa? Aku ingin sekali membunuhnya dan membalaskan dendammu padanya. Tapi aku tidak bisa, tidak ada yang bisa aku lakukan selain menolaknya dan membuatnya merasakan apa yang sudah kau rasakan. Dasar Bajingaan tengik, aku sangat membencinya! Kau dengar, Sasa? Aku sangat membencinya.” Shena berteriak sekencang mungkin sambil menangis saat mengatakan itu di depan makam sahabatnya. Gadis itu membersit hidung dan meletakkan bunga serta piala yang ia dapatkan dari hasil lomba pentas seni yang ia menangkan malam ini.
Menurut Shena, Sasalah yang berhak mendapatkan kebahagiaan ini, bukan dirinya. Untuk kesekian kalinya, gadis itu menangis di depan makam Sasa dan mencurahkan seluruh isi hatinya. Ada rasa sakit yang amat sangat saat Shena terus mengingat bagaimana romantisnya Leo ketika cowok itu bernyanyi dihadapannya. Shena akui, suara Leo sangat merdu didengar, siapapun pasti akan terlena mendengar suaranya.
Sayangnya, Shena sudah terlanjur membenci pria yang sudah menyebabkan salah satu sahabatnya meninggal. Sasa, melakukan tindakan bodoh dengan mengatas namakan cinta yang tidak pantas diterima oleh pria bernama Leopard Bay Pyordova itu. Pria itu sama sekali tidak layak mendapatkan cinta suci dari Sasa. Harusnya Sasa bahagia dengan orang yang mencintainya, bukan dengan orang seperti Leo yang bisanya cuma gonta-ganti wanita disetiap jamnya.
Kebencian Shena yang begitu besar, telah mengubur dalam-dalam rasa cinta yang dulu pernah ia miliki untuk Leo sebelum ingatannya dihapus oleh Refald. Sekarang yang tersisa hanyalah rasa benci saja, tidak ada yang lain.
Namun, takdir sudah menentukan garis hidup keduanya. Seberapa besar rasa benci Shena terhadap Leo, takdir akan tetap mempersatukan mereka kembali dalam ikatan suci. Setelah melewati banyak hal, Shena dan Leo akan hidup bahagia bersama demi nama cinta seperti yang terdapat dalam novel ‘playboy jatuh cinta (the king in love)’. Disitulah kisah cinta gila keduanya dimulai.
***
Acara pernikahan Refald dan Fey sudah akan digelar di tempat yang sudah ditentukan, semua keluarga besar keduanya juga sudah berkumpul untuk menyaksikan hari bahagia di mana Refald dan Fey akan sah menjadi pasangan suami istri. Sayang, momen sakral tersebut berlangsung tertutup dan hanya boleh dihadiri keluarga besar kedua mempelai.
__ADS_1
Ijab kabul yang dilakukan di Tokyo Jepang, berlangsung begitu cepat karena Refald mengucapkannya dengan lantang dan lancar dihadapan penghulu dan para saksi yang hadir diacara pernikahannya. Kini, Refald dan Fey sudah dinyatakan sah sebagai suami istri.
Refaldpun menyambut kedatangan Fey yang kini sudah benar-benar sah menjadi istrinya, tak hanya di dunia lain saja mereka menjadi pasutri. Kini, di dunia nyata pun keduanya sudah resmi. Tak bisa dijelaskan betapa bahagianya Refald dan Fey saat ini. Matanya tak henti-hentinya memandang wajah Fey yang berjalan pelan ke arahnya dan menunduk malu.
“Kau cantik sekali, Honey,” bisik Refald ditelinga istrinya ketika mereka sudah berhadapan bersama.
“Kau juga tampan,” balas Fey sambil tersenyum manis.
Tanpa suara dan menatap tajam manik mata istrinya, Refald mencium mesra kening Fey dihadapan seluruh keluarga besarnya. Tepuk tangan dan sorak sorai dari mereka semua menggema disetiap sudut ruangan.
“Selamat untuk kalian berdua, semoga samawa selamanya dan juga cepat dikasih momongan, ya?” ujar salah satu anggota keluarga Refald diikuti anggukan kepala yang lainnya. Mereka semua ikut bahagia melihat dua pasangan pengantin baru yang sangat serasi itu.
Byon dan Ayah Refald mengarahkan semua tamu undangan untuk bersiap-siap pergi ke acara resepsi mempelai pengantin yang sudah disiapkan oleh Leo dan juga keluarga besar lainnya. Kali ini, untuk sementara Refald tidak boleh bertemu dulu dengan Fey sampai acara resepsi pernikahan mereka digelar nanti malam.
“Kenapa aku tidak boleh bertemu dengan istriku? Kami sudah sah menjadi suami istri!” tanya Refald dengan nada tinggi karena ia tiba-tiba saja dipisahkan dari istri yang sejam lalu baru dinikahinya. Leo hanya tersenyum simpul menatap kakaknya sambil berdiri di depan jendela ruang rias Refald.
“Benar juga! Kenapa tidak terpikirkan olehku?” Refald hendak menghilang, tapi tiba-tiba saja pak Po muncul dan menghalangi rencana Refald.
“Tunggu, Pangeran!” ujar pak Po yang mendadak muncul dihadapan Refald.
“Ada apa?” bentak Refald seketika sehingga mengagetkan Leo.
“Kenapa kau berteriak?" tanya Leo.
“Diam kau! Aku tidak bicara denganmu!” hardik Refald dan Leopun mengerti apa maksud ucapan kakaknya.
__ADS_1
Sebenarnya, Leo dulu bisa melihat para pasukan Refald, tapi semenjak Refald menghapus ingatan Leo dan Shena, kakaknya itu juga membuat Leo tak bisa melihat pasukannya lagi. Hal itu terpaksa Refald lakukan untuk mencegah agar ingatan Leo tak kembali.
“Aku akan keluar dari sini, kalau begitu.” Leo bergidik ngeri membayangkan Refald bicara dengan pasukan dedemitnya. “Dasar biksu Tong, bikin merinding saja! Disaat semua keluarga berprofesi sebagai raja gengster dan mafia, cuma Tong Sam Cong itu saja yang berprofesi sebagai rajanya dedemit!” gumam Leo pada dirinya sendiri.
“Aku mendengar gerutuanmu!” teriak Refald pada Leo.
“Dasar cenayang!” celetuk Leo lagi dan menghilang dari balik pintu.
Refald sendiri lebih memilih tak menghiraukan ocehan Leo. Ia beralih menatap tajam pak Po untuk mengetahui apa alasan pasukannya ini mencegahnya pergi menemui Fey.
“Kenapa kau menghalangiku?” tanya Refald lagi begitu Leo menutup pintu ruangannya.
“Kakek buyut Pangeran ingin bertemu dengan anda, ikutlah bersamaku Yang mulia!” pak Po menundukkan kepalanya.
“Tapi ... aku harus menghadiri pesta resepsiku!”
“Saat ini anda tidak diperbolehkan bertemu dengan tuan putri sampai acara resepsi itu dimulai. Karena itulah kakek buyut anda ingin bertemu dengan anda, Pangeran!”
“Ada apalagi ini?” gumam Refald kesal karena ia tidak bisa menemui Fey secepatnya. Refald tidak ingin berpisah dari istrinya walaupun cuma sedetik saja, teganya seluruh keluarganya dan leluhurnya memisahkannya dari Fey, padahal keduanya baru saja resmi menikah.
BERSAMBUNG
***
maaf up nya telat hehehehe ...
__ADS_1