Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 102


__ADS_3

"Kalau tidak salah dengar waktu kamu di toilet SPBU kamu ngomong masalah bayi, ngomong-ngomong bayi siapa yang kamu maksudkan?" Tanyanya Arion yang semakin memajukan tubuhnya ke arah Shanum.


Sedangkan Shanum yang sejak awal sedang duduk hanya bisa mendongakkan kepalanya ke arah Arion dengan punggungnya yang sudah membentur ke sandaran kursi besi panjang tersebut.


Tubuhnya Shanum bergetar hebat,ia ketakutan jika pria yang dulu merenggut kehormatannya ternyata kembali berniat untuk melakukan hal itu lagi di depan umum.


"Aku mohon jangan dekati aku, aku mohon pergi dari hadapanku!" Teriaknya Shanum yang terus mendorong tubuhnya Arion.


Shanum bukannya menjawab pertanyaan dari Arion malah bereaksi di luar kendali. Ia semakin ketakutan,air matanya juga semakin membanjiri bajunya. Apa yang dilakukan oleh Sahnum sama sekali tidak membuat tubuhnya Arion bergerak sedikitpun.


Arion pun kasihan melihat reaksinya Sahnun yang diluar kendali dan dugaannya. Arion tidak menyangka jika Shanum akan ketakutan melihatnya.

__ADS_1


"Shanum stop!! Jangan seperti ini apa kamu nggak malu diperhatikan oleh pengunjung klinik," Arion sedikit berteriak hingga Shanum tersentak terkejut mendengar suaranya Arion.


Shanum spontan terdiam dan berusaha untuk lebih tenang,"bayi… ini bayi tidak seharusnya hadir di dalam rahimku! Aku tidak menginginkan bayi lahir ke dunia! Aku ingin menggugurkannya!" Teriaknya Shanum yang membalas teriakannya Arion tadi.


Arion kembali tercengang mendengar perkataan dari Shanum perempuan yang sangat dicintainya itu hingga membuatnya terobsesi untuk mendapatkan Shanum dalam keadaan apapun dan cara apapun akan ditempuh oleh Arion untuk mendapatkan Shanum.


Arion memegangi kedua pundaknya Shanum sedikit kuat," "Shanum Inshira Abidzar Al-Ghifari tolong dengarkan aku baik-baik, tenangkan dirimu jangan bertingkah seperti orang gila yang tidak waras saja!" Ketusnya Arion.


"Hahaha! Gila!? Aku memang sudah tidak waras dan sudah gila semua ini gara-gara calon anakmu diperutku yang sudah hampir menghancurkan kehidupanku!" Jeritnya Shanum dengan tatapan matanya yang penuh dengan amarah kebencian dan dendam terhadap pria yang membungkukkan sedikit badannya di depannya itu.


Arion membelalakkan matanya mendengar kejujuran yang diungkapkan oleh Shanum. Dia sangat bahagia karena akhirnya bisa juga memiliki anak dan keturunan dari perempuan yang dicintainya itu.

__ADS_1


"Sha seriusan kamu hamil calon anakku! Tolong katakan yang sejujurnya padaku!?" Arion semakin dibuat tidak sabar untuk mengetahui kenyataan dan kebenaran itu.


Shanum memalingkan wajahnya ke arah lain, karena tidak ingin bertatapan langsung dengan Arion.


"Sha! Aku mohon jujurlah padaku anak siapa yang ada di dalam perutmu, apakah benar itu adalah anakku darah dagingku sendiri?" Bujuknya Arion yang sangat ingin mengetahui apa benar adanya.


Shanum hanya melirik sekilas ke arah Arion, "Aku tidak mau menjawab pertanyaan dari kamu, karena bagiku itu tidak ada gunanya kamu bagiku hanya orang asing dan selamanya hanya akan menjadi orang lain yang tidak ada hubungannya denganku!" Sarkas Shanun.


"Kamu bego atau benar-benar sudah gila, ingat jika anak yang kamu kandung adalah darah dagingku berarti aku punya hak atas dirimu, dan termasuk calon bayi ini," tunjuknya Arion langsung ke perutnya Shanum yang masih datar itu.


"Apapun yang kamu katakan! Tetap aku akan mengugurkan anak sial ini! Kau harus tahu gara-gara anak ini aku sungguh dibuat malu karena telah menghancurkan kepercayaan kedua orang tuaku padaku selama ini, gara-gara kamulah aku hancur!"

__ADS_1


__ADS_2