Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 184. Penyesalan Dina Anelka Mulya


__ADS_3

Semua orang sudah berada di depan ICU, Bu Rina Amelia dan Syamil serta istrinya sedikit menjauh karena mereka tidak ingin bertemu langsung dengan Bu Minah asisten pembantu rumah tangganya Irwansyah.


"Bu Minah apa sebenarnya yang terjadi pada Ara dan Ariela kenapa mereka terlambat ditangani oleh dokter?" Tanyanya Dewi yang sudah berdiri langsung dihadapan bi Minah dan Pak Jamal.


Keduanya menatap ke arah ketiga orang yang sedikit menjauh dari depan pintu ICU.


"Kami tadinya ke pasar Nyonya Dewi tapi karena kami banyak urusan di luar sehingga terlambat datang," jawab bu Minah.


"Terus kenapa bisa dalam lokasi yang sama mereka jatuh terluka parah! Apa bibi tidak melihat ada orang lain di sana?" Tanya Aidan Akhtar yang sangat kepo dengan apa yang terjadi pada adik sepupunya itu.


"Ka-mi ha-nya me-li-hat Non Ara dan Ariela yang tidak sadarkan diri lagi, sedangkan keadaan rumah sepi dan tidak ada orang lain selain kedua Nona muda Ara dan Ariela yang sudah terkapar bersimbah darah," jelas Pak Jamal yang sedikit ketakutan.


Syam memegangi lengannya pak Jamal"Mamang tidak perlu takut seperti ini, karena kami hanya bertanya saja kok, jadi mang Jamal santai saja,"


"Tapi apa Hanzal Abdul Djailani, Desta Alamsyah atau Ahksan Haydar dan Irwansyah mereka semua tidak ada di tempat saat kejadian? Karena aku yakin ini sama sekali tidak berkaitan dengan pencuri ataupun maling yang masuk mencuri rumah Tante Dina," sanggahnya Abiyasa.


"Semua barang-barang penting dan berharga Alhamdulillah dalam keadaan yang aman dan tidak terganggu sedikitpun, kamar dan lemari penyimpan barang berharga semuanya masih terkunci seperti sebelum kami pergi dari sana pak," terangnya Bu Mina lagi.


Mang Jamal berusaha untuk mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, "Hanya ruangan di sekitar balkon lantai dua yang terhubung dengan ruangan tengah yang berantakan Tuan Muda Abiyasa, sedangkan yang lainnya masih terkendali dan tidak berantakan," tuturnya Mang Jamal.


"Sepertinya masalah ini akan rumit dan sulit dipecahkan, jika tidak menghubungi kantor polisi untuk mengamankan dan menangani kasus ini bakal berbuntut panjang karena tidak ada saksi di lokasi kejadian," sahutnya Arion Sneider yang akhirnya buka suara juga.


"Saya kira setiap sudut ruangannya Om Irwan memiliki cctv, bagaimana kalau kita cek langsung cctv nya maka akan ketahuan, tapi itu sangat sulit ketahuan jika Om Irwansyah Hatif ada di rumahnya itu!" Ujarnya Adisty Ulfa.


Semuanya terdiam sejenak dan memikirkan segala kemungkinan besar yang bisa terjadi.


"Serahkan padaku kalau masalah menyelidiki cctvnya, aku pasti akan segera mengetahui penyebabnya dan saran ku tidak perlu hubungi pihak kepolisian, setelah mengetahui penyebabnya langsung barulah kita menghubungi pihak kepolisian jika semua ini berkaitan dengan kasus kriminal," sarannya Arion Sneider Oesman.


"Setuju dengan idenya adik ipar, kamu cepatlah selidiki kasus ini diam-diam takutnya bukti yang mengarah kepada pelakunya dihapus," timpalnya Aidan Akhtar.

__ADS_1


Aryon segera menghubungi nomor nya Farel sebelum menjawab perkataan dari Aidan, "Serahkan kepadaku, aku akan segera menelpon asisten pribadiku Farrel yang paling handal mengatasi masalah kita ini, insya Allah dalam waktu satu jam sudah kita peroleh nama pelakunya,"


Semua orang segera duduk di kursi tunggu pasien, Dina hanya berdoa dan tak henti-hentinya berharap kepada Allah SWT akan keselamatan kedua anak kembarnya itu. Sehingga dia hanya kebanyakan terdiam saja tanpa menimpali percakapan mereka.


Ya Allah kenapa aku merasa masalah ini berhubungan dengan mas Irwan, aku takut sekali jika memang benar adanya, aku tidak akan tinggal diam saja, aku akan segera melaporkan dia kepihak yang berwajib.


Dina Anelka mengepalkan tangannya saking marahnya melihat kondisi anaknya yang sangat mengkhawatirkan. Sesekali Dina menyeka air matanya itu yang terus menerus menetes membasahi pipinya.


Bu Rina Amelia mengelus punggungnya Dina untuk memberikan kekuatan, kesabaran, dan dorongan moral agar Dina bisa bersabar tabah dan kuat mengahadapi ujian dalam hidupnya.


"Ingat kamu itu tidak sendiri, ada kami semua orang yang selalu mendukungmu demi kebaikan kalian bersama, jadi berserah diri lah kepada Allah SWT agar semuanya segera teratasi dengan baik," nasehatnya Bu Rina selaku orang yang paling tua diantara mereka semua.


"Benar sekali Tante, lihatlah ada begitu banyak anggota keluarganya Tante Dina yang akan selalu mendukung dan membantu Tante untuk menghadapi cobaan ini, insya Allah Arabela dan Ariela akan selamat," imbuhnya Adisty Ulfa.


Berselang beberapa menit kemudian, beberapa orang berpakaian putih segera berjalan ke arah mereka semua.


"Maaf apa kalian adalah anggota keluarganya pasien yang bernama Arabela Aqila Irwansyah dan Ariela Ziudith Irwansyah?" Tanyanya dokter.


"Kondisi mereka sudah selamat dari masa kritisnya, tapi sayangnya bayi yang dikandung oleh kedua putri Nyonya tidak ada yang bisa diselamatkan," ungkapnya dokter perempuan yang seumuran dengan Dewi Kinanti.


"Mak-sudnya a-pa! Putriku Arabela juga hamil dokter?" Tanyanya Dina yang sangat terkejut mendengar perkataan dari dokter.


"Benar sekali, bukan hanya pasien yang bernama Ariela Ziudith saja yang hamil delapan bulan, tapi saudari kembarnya yang bernama Arabela itu juga hamil dua bulan Nyonya," terang dokter itu lagi.


Dina tersungkur ke atas kursi dan terduduk saking terkejutnya mendengar kenyataan yang sungguh diluar kendalinya dan dugaan mereka semua.


"Bukannya Ara belum cukup sebulan menikah dengan Desta Alamsyah kenapa bisa dikatakan hamil dua bulan? Berarti!" Ucap Bu Rina Amelia yang sungguh semakin dibuat kaget dengan begitu banyak fakta besar yang baru terungkap.


"Apa!! Apa yang dokter katakan itu benar adanya atau hanya salah diagnosa saja!" Tampiknya Bu Kharisma mama mertuanya Arabella.

__ADS_1


"Kami tidak mungkin salah Bu karena kami sudah membersihkan dengan cara jalan kurek agar rahimnya bersih total, sehingga dia masih memiliki kesempatan untuk mengandung lagi, tapi untuk saudaranya mohon maaf yang sebesar-besarnya tim dokter rumah sakit kami sudah berusaha keras untuk menolong calon bayinya,tapi semuanya tidak bisa selamatkan lagi, dan rahimnya terpaksa kami memutuskan untuk mengangkatnya sebelum membahayakan kesehatan pasien itu sendiri," jelasnya panjang lebar dari dokter.


"Hahah!! Saya yakin bukan putraku yang menghamili anakmu Bu Dina karena, mereka tidak pacaran sebelumnya dan rencana awalnya putraku akan menikahi perempuan itu!" Ucapnya Bu Karisma sambil menunjuk ke arah Shanun.


Semua orang mengarahkan pandangannya ke arah Bu Karisma yang mulutnya tidak pakai filter itu dalam berbicara. Desta Alamsyah yang mendengar perkataan dari mamanya itu tersungkur ke atas lantai.


Dia tidak menyangka jika apa yang dikatakan oleh Ara padanya tadi pagi, jika dirinya hamil sangat tidak dipercayainya. Karena memang Ara menyerahkan kehormatannya kepada Desta, agar segera dinikahi dan rencana pernikahannya dengan Sahnun dibatalkan.


"Tidak mungkin, bayiku sudah meninggal ini tidak mungkin!!" Teriak Desta yang seperti orang gila saja.


Semua orang mengerutkan keningnya melihat drama rumah tangga yang dilakoni oleh Bu Karisma dan putra tunggalnya itu. Bu Karisma segera berjalan ke arah putra semata wayangnya itu.


"Apa kamu tidak sadar atau kamu bego! Mana mungkin itu darah dagingmu Desta, sedangkan kamu menikah dengan dia baru dalam hitungan dua minggu jadi itu tidak mungkin!" Sanggah Bu Karisma yang tidak ingin percaya dengan apa yang dikatakan oleh putranya itu.


"Mama itu calon bayiku, dan kami sedari dulu sering bertemu diam-diam di hotel sebelum acara lamaran untuk Shanum ma," tuturnya Senja yang masih terduduk di atas lantai keramik rumah sakit.


Abiayasa segera maju ke depannya Desta kemudian memukuli Desta hingga dua kali di wajahnya. Desta yang tidak menyangka akan dipukuli tidak waspada sehingga terkena pukulan hingga dua kali tepat di kedua pipinya itu.


"Dasar bajingan! Kamu memang pria rendahan! Dengan siapa kamu di hotel ha!!" Makinya Abyasa yang sepertinya sangat marah.


Arion dan Syam segera mencegah apa yang dilakukan oleh putranya itu. Abyasa masih bersikeras untuk menendang Desta m tapi untungnya Arion tenaganya yang cukup kuat sehingga Desta terselamatkan.


"Stop! Jangan seperti ini apa kamu ingin menambah masalah?" Teriaknya Samuel.


Syamuel sangat takut melihat kemarahan membuncah yang diperlihatkan oleh Abiayasa yang baru kali ini memperlihatkan sisi lainnya.


Sekarang kamu menangis atas kematian calon bayimu! Yang benar saja, kamu tidak pantas untuk mendapatkan calon bayi lagi, dasar pria tukang selingkuh!" Abiyasa menghempaskan tubuhnya Desta.


"Cihh!! Ini lah putranya Bu Karisma yang terhormat dan Anda banggakan ha!! Aku sungguh terkadang heran dengan ibu, selalu saja mencari kesalahan dan kejelekan orang lain, tapi tidak sadar dengan kesalahan anaknya sendiri!" Geramnya Aidan.

__ADS_1


Dewi segera memeluk tubuh putra keduanya itu," Nak kita ini lagi di rumah sakit loh, jangan bertindak seperti ini, tidak enak di lihat orang dan lihatlah apa yang kalian lakukan membuat pasien terganggu!" Bujuknya Dewi.


Dina semakin meraung dan histeris melihat kekacauan yang ditimbulkan dan disebabkan oleh anak menantunya itu.


__ADS_2