
Shanum dan Shaira serta Adisti Ulfah tidak menyangka jika pembicaraan ketiganya di dalam dapur ternyata ada orang yang tanpa sengaja menguping pembicaraannya.
"Papa!" Beonya Sahnun.
"Papa tidak butuh makanan, yang papa butuhkan adalah kejujuran dan penjelasan dari kalian bertiga!" Tegasnya Samuel.
"Ka-mi tak mengerti dengan perkataannya paman Syam," elaknya Adisti.
"Iya Pah, penjelasan apa yang papah inginkan sedangkan kami tidak mengerti dengan maksudnya Papa," sanggahnya Shaira.
"Iya nih papa datang-datang malah langsung meminta penjelasan. Membuat kami bertiga tidak mengerti," elaknya Shahnum.
Syam tertawa miris melihat tingkah lakunya ketiganya dan juga sikap anak-anaknya yang menyembunyikan kenyataan yang ada. Padahal sudah ketahuan dengan jelas apa yang mereka bicarakan.
Syam menarik salah satu kursi meja makan yang ada di hadapannya itu,"Papa mendengar dengan jelas apa yang putri-putriku katakan. Jadi papa mohon berterus terang saja kepadaku Nak," harapnya Syam yang menyembunyikan perasaan marahnya di depan anaknya.
Shaira, Sahnum dan Adisty saling bertatapan satu sama lainnya dan tidak ada yang berani untuk berbicara sepatah katapun ataupun berkomentar.
"Aidan kemarin menikah dengan sekretarisnya yang sudah dipacarinya sekitar setahun yang lalu," jawabnya Abiyasa Akhtam yang baru saja datang bersama dengan istrinya Tanisha Sanika.
Syam dan yang lainnya cukup terkejut mendengar perkataan dari Abyasa dia reflek berdiri dari duduknya.
"Apa!? Ini tidak mungkin! Kamu pasti salah sangka dan salah paham dengan adikmu Nak. Jangan sekali-kali mengada-ada," sanggahnya Syamuel.
Kedua matanya Syamuel melotot saking terkejutnya mendengar perkataan dari anak sulungnya itu. Shaira, Shanum, Adisti mengetahui apa yang terjadi pada Aidan, tapi hanya sekedar melihat saja.
Malahan mereka tidak mengetahui, apabila kakak keduanya telah menikahi selingkuhannya tepatnya kemarin.
"Saya juga ingin menyangkal dan tidak ingin mempercayai semua fakta baru ini, aku bahkan marah ketika teman kerjaku bergosip tentang kehidupan pribadi adikku. Tapi, kenyataannya adalah Aidan Akhtar putranya Papa sudah menikah lagi untuk kedua kalinya dan istrinya sekarang sudah menikah dengan perempuan yang bernama Rachel Amanda," terangnya Abyiza yang terpaksa mengatakan yang sejujurnya.
Memang pahit dan menyakitkan dan juga membuat kecewa bagi siapapun yang mendengarnya berita baru terkuak itu, tapi tetap harus dikatakan.
"Maaf papa ini adalah kenyataan yang sesungguhnya," cicitnya Abyasa yang sedih melihat kondisi papanya yang cukup terguncang hebat dan shock juga.
__ADS_1
"Jadi kak Aidan menghamili perempuan itu dan mereka juga sudah menikah." Lirih Sahnum.
Shaira mengusap wajahnya dengan gusar, "Astauhfirullah aladzim, bagaimana ini bisa terjadi ya Allah.. apa yang akan kami katakan pada Mbak Maryam, jika seandainya dia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi." Cicit Shaira yang kembali terduduk dengan linangan air matanya itu.
Sam tidak sanggup berkata-kata lagi saking terkejutnya dan marahnya serta kecewa dengan sikap dari salah satu anak kembarnya itu.
"Ya Allah, inilah yang aku takutkan. Tapi, akhirnya terjadi juga. Ya Allah jangan biarkan terjadi sesuatu pada keluargaku ini." Ariella Ziudith pun menyesal karena telah memperpanjang pembicaraannya itu.
Ariela merasa menyesal telah ikut berbicara dengan kedua kakak sepupunya itu. Adisti Ulfah yang baru gabung pun ikut andil dalam kejadian tersebut.
"Paman, tidak boleh seperti ini. Ingat kondisi kesehatannya paman. Semuanya bisa kita bicarakan baik-baik." Bujuknya Adisti yang berusaha untuk memegangi tangan kanannya Syam.
Syamuel menghempaskan tangannya Adisti dengan cukup kasar dan menatap tajam ke arah putra sulungnya itu.
"Abya, katakan pada papah, dimana alamat rumah perempuan yang sudah dihamili oleh Aydan!" Tanyanya Syam.
Arion dan Adelio Arsene yang baru bergabung dengan mereka cukup terkejut melihat situasi yang tidak kondusif lagi.
Shanum dan Shaira serta Adisti Ulfah tidak menyangka jika pembicaraan ketiganya di dalam dapur ternyata ada orang yang tanpa sengaja menguping pembicaraannya.
"Papa!" Beonya Sahnun.
"Papa tidak butuh makanan, yang papa butuhkan adalah kejujuran dan penjelasan dari kalian bertiga!" Tegasnya Samuel.
"Ka-mi tak mengerti dengan perkataannya paman Syam," elaknya Adisti.
"Iya Pah, penjelasan apa yang papah inginkan sedangkan kami tidak mengerti dengan maksudnya Papa," sanggahnya Shaira.
"Iya nih papa datang-datang malah langsung meminta penjelasan. Membuat kami bertiga tidak mengerti," elaknya Shahnum.
Syam tertawa miris melihat tingkah lakunya ketiganya dan juga sikap anak-anaknya yang menyembunyikan kenyataan yang ada. Padahal sudah ketahuan dengan jelas apa yang mereka bicarakan.
Syam menarik salah satu kursi meja makan yang ada di hadapannya itu,"Papa mendengar dengan jelas apa yang putri-putriku katakan. Jadi papa mohon berterus terang saja kepadaku Nak," harapnya Syam yang menyembunyikan perasaan marahnya di depan anaknya.
__ADS_1
Shaira, Sahnum dan Adisty saling bertatapan satu sama lainnya dan tidak ada yang berani untuk berbicara sepatah katapun ataupun berkomentar.
"Aidan kemarin menikah dengan sekretarisnya yang sudah dipacarinya sekitar setahun yang lalu," jawabnya Abiyasa Akhtam yang baru saja datang bersama dengan istrinya Tanisha Sanika.
Syam dan yang lainnya cukup terkejut mendengar perkataan dari Abyasa dia reflek berdiri dari duduknya.
"Apa!? Ini tidak mungkin! Kamu pasti salah sangka dan salah paham dengan adikmu Nak. Jangan sekali-kali mengada-ada," sanggahnya Syamuel.
Kedua matanya Syamuel melotot saking terkejutnya mendengar perkataan dari anak sulungnya itu. Shaira, Shanum, Adisti mengetahui apa yang terjadi pada Aidan, tapi hanya sekedar melihat saja.
Malahan mereka tidak mengetahui, apabila kakak keduanya telah menikahi selingkuhannya tepatnya kemarin.
"Saya juga ingin menyangkal dan tidak ingin mempercayai semua fakta baru ini, aku bahkan marah ketika teman kerjaku bergosip tentang kehidupan pribadi adikku. Tapi, kenyataannya adalah Aidan Akhtar putranya Papa sudah menikah lagi untuk kedua kalinya dan istrinya sekarang sudah menikah dengan perempuan yang bernama Rachel Amanda," terangnya Abyiza yang terpaksa mengatakan yang sejujurnya.
Memang pahit dan menyakitkan dan juga membuat kecewa bagi siapapun yang mendengarnya berita baru terkuak itu, tapi tetap harus dikatakan.
"Maaf papa ini adalah kenyataan yang sesungguhnya," cicitnya Abyasa yang sedih melihat kondisi papanya yang cukup terguncang hebat dan shock juga.
"Jadi kak Aidan menghamili perempuan itu dan mereka juga sudah menikah." Lirih Sahnum.
Shaira mengusap wajahnya dengan gusar, "Astauhfirullah aladzim, bagaimana ini bisa terjadi ya Allah.. apa yang akan kami katakan pada Mbak Maryam, jika seandainya dia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi." Cicit Shaira yang kembali terduduk dengan linangan air matanya itu.
Sam tidak sanggup berkata-kata lagi saking terkejutnya dan marahnya serta kecewa dengan sikap dari salah satu anak kembarnya itu.
"Ya Allah, inilah yang aku takutkan. Tapi, akhirnya terjadi juga. Ya Allah jangan biarkan terjadi sesuatu pada keluargaku ini." Ariella Ziudith pun menyesal karena telah memperpanjang pembicaraannya itu.
Ariela merasa menyesal telah ikut berbicara dengan kedua kakak sepupunya itu. Adisti Ulfah yang baru gabung pun ikut andil dalam kejadian tersebut.
"Paman, tidak boleh seperti ini. Ingat kondisi kesehatannya paman. Semuanya bisa kita bicarakan baik-baik." Bujuknya Adisti yang berusaha untuk memegangi tangan kanannya Syam.
Syamuel menghempaskan tangannya Adisti dengan cukup kasar dan menatap tajam ke arah putra sulungnya itu.
"Abya, katakan pada papah, dimana alamat rumah perempuan yang sudah dihamili oleh Aydan!" Tanyanya Syam.
__ADS_1
Arion dan Adelio Arsene yang baru bergabung dengan mereka cukup terkejut melihat situasi yang tidak kondusif lagi.