Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 181. Perasaan Yang Berbeda-beda


__ADS_3

Adelio tersenyum tipis," pergilah Ma, insha Allah selama aku ada di sini tidak ada yang akan terjadi pada Shaira istriku, aku akan menjaganya dengan sebaik-baiknya, jadi Mama Wi dengan yang lainnya silahkan menikmati pestanya, masalah Shaira serahkan padaku," ucap Adelio yang berusaha untuk meyakinkan mama mertuanya itu sebelum Dewi pergi.


Dewi hanya melihat putrinya yang sedang tertidur pulas di atas ranjang king size-nya.


Dewi menepuk pundak anak menantunya itu," Alhamdulillah, Mama sangar senang dan beruntung memiliki seorang anak menantu seperti kamu, Dede Aira pasti sangat bahagia karena mendapatkan suami yang begitu pengertian padanya," pujinya Dewi.


"Mama terlalu memuji dan menyanjungku, padahal memang ini sudah menjadi tanggung jawabku sebagai seorang suami, jadi Mama tidak perlu sungkan seperti ini, bukannya aku juga putranya Mama Wi," ucapnya Adelio yang lebih nyaman menyapa Mama mertuanya dengan sebutan mama Wi.


"Kalau gitu Mama dan mewakilkan yang lainnya pamit, kalau ada apa-apanya kamu telpon kami saja,tapi mama yakin Shaira tidak akan kenapa-kenapa selama kamu berada disisinya," imbuhnya Dewi lagi.


Semua orang berangkat menuju hotel tempat pelaksanaan acara resepsi pernikahannya anak pertamanya Syafiq Fatahillah dan Karina yang bernama Amar Alfarizi dan Vela Angelina.


Suasana sangatlah ramai, tamu undangan sudah bergantian mengucapkan doa restu dan selamat ulang untuk semua tamu undangan yang telah menyempatkan waktu dan dirinya hadir di tengah-tengah mereka.


Vela dan Amar memperlihatkan kemesraannya di hadapan orang lain,tapi jika tidak ada orang yang berada di sekitarnya pasti Amar akan kembali ke mode diam seribu bahasa dan lebih bersikap dingin.


Ya Allah kenapa Mas Amar masih mendiamkan aku, mulai pagi tadi seperti ini. Apa yang terjadi padanya, karena sejak dia yang memegang ponselku dia mulai berubah.


Apa jangan-jangan mas Akhsan mengirim chat atau menelpon langsung dan mas Amar berbicara dengannya.


Vela memperhatikan dengan seksama suaminya itu yang akan tersenyum kaku dan lebih memilih diam daripada mengajaknya berbicara.


Setelah acara ini selesai aku akan bertanya langsung padanya. Jujur saja hatiku sangat sedih dan sakit diperlakukan seperti itu oleh suamiku sendiri.


Kalau memang ada hubungannya dengan mas Ahsan aku akan menemuinya dan berbicara langsung padanya untuk jangan sekali-kali menghubungi aku lagi.


Kalau perlu aku akan memblokir nomor ponselnya setelah bertemu dengan Mas Ahksan. Aku tidak ingin gara-gara masa laluku yang akan menghancurkan masa depanku.


Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, sakitnya tuh disini reader setiap kali berbicara dicuekin, seolah-olah berbicara dengan tembok Berlin saja.

__ADS_1


Amar sangat paham apa yang terjadi pada istrinya itu,tapi dia tidak akan berbicara pada Vela kecuali Vela sudah menyadari kesalahannya yang telah diperbuatnya dengan terus berkomunikasi dengan sang mantan kekasihnya.


Ya Allah mungkin aku sudah berdosa besar dan salah jika berharap agar calon bayi yang ada di dalam kandungannya istriku tiada.


Karena sejujurnya jika bayi itu masih hidup hubungan kami selanjutnya akan terus seperti ini.


Karena aku yakin Ahksan Khaidir akan mengatasnamakan anak mereka untuk terus datang mengusik ketenangan dan ketentraman rumah tanggaku.


Astaughfirullahaladzim maafkan aku yah Allah sudah berfikiran jelek, padahal aku sudah menerima anaknya dengan lapang dada, tapi jika Ahsan pria brengsek dan luknut itu terus mengusik ketenangan kami maka aku akan bertindak kejam padanya juga.


Amar bertekad untuk memenuhi ajakan untuk bertemu langsung dengan Ahksan sejak kemarin. Awalnya Ahksan ingin menemui Vela, Akhsan yang membaca pesan chat itu sehingga mau tidak mau Amar yang menyamar menjadi Vela.


Sedang di dalam mobil yang di dalamnya ada Bu Rina Amelia, Syamil dan istrinya Kania Ranau, serta Syamuel Abidzar yang menyetir mobilnya. Dewi terdiam memikirkan kondisi kesehatannya Shaira.


Dewi sebenarnya tidak enak hati meninggalkan putrinya bersama dengan suaminya dihari pertama mereka menikah.


Ya Allah aku khawatir dengan nasibnya putriku, tapi aku juga tidak mungkin tidak memikirkan Adelio yang begitu perhatian kepada istrinya.


Aku sebagai mamanya hanya berharap pernikahan mereka langgeng hingga kakek nenek, sakinah mawadah warahmah.


Sedangkan di mobil satunya ada Arion Sneider, Sahnum Inshira, Adisti Ulfah Syafira, Abyasa Akhtam. Sedangkan di mobil sedan satunya yang laju kendaraannya paling lambat adalah ada pengantin baru satunya, Maryam Nurhaliza dan Aydan Akhtar.


Aidan melihat istrinya yang seperti masih mengantuk dan sangat kelelahan tersenyum smirk.


Aidan menggenggam tangannya Maryam," maafkan mas yah, ini semua gara-gara mas yang sudah meminta kamu untuk memenuhi tanggung jawabmu di hari pertama kita menikah," ucap sesalnya Aidan.


Maryam yang hendak memejamkan matanya itu spontan membelalak saking terkejutnya mendengar perkataan dari Aidan yang meminta maaf.


"Ehhh tidak apa-apa kok Mas, ini sudah menjadi tugasnya dan kewajiban aku sebagai istrinya mas, jadi santai saja bahkan aku berjanji akan terus-menerus berusaha untuk membahagiakan mas Aydan agar tidak ada kesempatan sekecil apapun untuk perempuan lain memasuki daerah dan wilayah kekuasaanku," tuturnya Maryam yang serius tapi dibarengi dengan bercanda pula.

__ADS_1


Aidan masih serius dan fokus mengendarai mobilnya itu menuju lokasi pesta sambil sesekali mengelus lengannya Maryam ataupun menoel pipinya dan hidung mancungnya Maryam gadis dari negeri Jiran Malaysia itu.


Aydan terkekeh mendengar perkataan dari istrinya itu," Masya Allah pemikiran istriku luar biasa, tapi aku senang banget dengernya, mas akan berjanji


Sedang di dalam sebuah kamar, Shaira Innira masih terlelap dalam tidurnya semenjak setelah meminum obat pereda rasa sakit ketika datang tamu bulanannya. Adelio masih di dapur dan berkutat dengan berbagai peralatan dapur.


Bi Ijah yang berniat ingin merapikan dapur dan mengecek beberapa bahan-bahan pokok sembako di dapurnya tanpa sengaja sudut ekor matanya melihat.


"Tuan Muda kenapa ada di dapur? Kalau ada yang ingin tuan Muda butuhkan tinggal katakan saja padaku," ujarnya bibi Ijah yang muncul dari arah belakang punggungnya Adelio.


Adelio segera menghentikan kegiatannya sesaat sambil menolehkan kepalanya ke arah Siti.


"Tidak perlu repot-repot kok Bi, selama saya bisa mengerjakannya saya tidak akan pernah meminta bantuan atau meminta tolong kepada orang lain, lagian saya ingin memasak makanan khusus untuk istriku selama pms yang sangat butuh asupan makanan segar yang banyak mengandung vitamin khusus dari daging segar yang mengandung banyak kaya akan manfaat seperti daging sapi dan buah-buahan juga," jelasnya Adelio panjang lebar dan segera melanjutkan kembali pekerjaannya setelah dia menjelaskan secara rinci.


"Apa boleh bibi bantuin den Adelio? Kebetulan bibi sudah tidak punya kerjaan jadi tidak apa-apa kalau bibi bantuin Aden," imbuhnya Bu Siti.


Bibi Siti adalah asisten pembantu rumah tangganya yang sudah cukup lama bekerja di rumah itu dimana Shanum dan ketiga saudara-saudarinya belum lahir ke dunia ini.


"Tidak perlu bi repot-repot, lagian sisa nunggu masak juga sudah masakannya mateng," tolaknya Adelio dengan cukup lembut ketika menolak bantuan dari Bu Siti.


Sedangkan bi Ijha malah memotret dan mengambil gambar serta video dari apa yang dilakukan oleh Adelio di dapurnya.


Aku akan mengirimkan video dan fotonya tuan muda Adelio ke nomor hpnya non Shaira pasti bakal tersenyum melihat pria gagah dan tampan memakai apron ditubuhnya yang terlihat kekar dan berotot itu semakin membuatnya kelihatan berkharisma.


Adelio memplating makanan yang berhasil dimasaknya itu. Ada daging yang dimasak dengan kecap saos tiram, dengan sayuran segar berwarna hijau sebagai pelengkapnya yaitu sayur buncis, wortel, kentang, jamur kancing, tomat serta cabai hijau serta bawang bombai semakin menambah kenikmatan dari masakannya Adelio bercita rasa Inggris itu.


Aromanya sudah menyebar kemana-mana memenuhi setiap sudut penjuru rumah itu. Aromanya yang nikmat dan lezat membuat kedua art itu merasakan perutnya yang keroncongan.


Adelio segera menata masakannya ke atas piring khusus dengan sepiring nasi putih pulem yang masih mengepul asapnya itu.

__ADS_1


"Masih ada sedikit sisa makanannya, kalau bibi minat silahkan dicicipi dan dicoba masakan ala Adelio ini," terangnya Adelio yang segera menaruh piringnya ke atas nampan.


__ADS_2