Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 262


__ADS_3

Dewi dan Sham walaupun tidak pernah menyukai sikapnya Rachel, tapi rasa iba karena kemanusiaan tetap muncul dari dalam hati kedua pasangan suami istri itu.


Rachel yang sudah tidak sadarkan diri segera dibawah ke dalam ruang operasi untuk mengambil tindakan medis terbaik untuk menangani kondisi kesehatannya Rachel.


"Dokter Riana tolong berikan penanganan medis yang terbaik untuk pasien," perintahnya Shaira.


"Dokter Shaira tenang saja Anda tidak perlu khawatir,kami akan melakukan apapun yang terbaik untuk pasien," balasnya dokter Rania.


Shaira segera menemui Mama dan papanya yang duduk di salah satu kursi tunggu.


"Mah, Pah saya ke kantor Abang Adelio dulu yah. Kalau ada apa-apa dengan Rachel tolong kabari aku secepatnya," pintanya Shaira.


Dewi memegangi lengannya Shaira putri kesayangannya itu,"Tidak apa-apa Nak, ada kami disini. jadi kamu bekerja saja dengan tenang tak perlu mengkhawatirkan Rachel Amanda."


"Kamu tidak perlu banyak pikiran Nak, karena kedua orang tuanya Rachel akan segera datang. Setelah mereka datang, Papa meminta Aidan. kakakmu itu untuk berbicara dengan kedua mertuanya. Papa tidak ingin masalah kisruh rumah tangganya kakakmu berlangsung seperti ini." Imbuhnya Sam.

__ADS_1


"Itu ide yang sangat bagus Pah, aku juga tidak ingin kakak terus hidup dengan dua istri. Apalagi Rachel adalah perempuan yang tidak baik jadi sebaiknya mereka mencari solusi yang paling terbaik untuk jalan keluar hubungan mereka, karena aku yakin kak Aidan tidak ingin melanjutkan pernikahannya dengan Rachel," ujarnya Shaira sebelum berpamitan kepada kedua orang tuanya itu.


"Nak, ngomong-ngomong kakakmu Abyasa dan istrinya Tanisha kok belum sampai di rumah sakit, bukannya mereka ikut bersama kalian kan?" Tanyanya Dewi.


"Kalau kak Abiyaza sepertinya ke klinik bagian ruang praktek dokter kandungan Ma, tadi sebelum aku ke sini, mereka berdua pamit padaku katanya mau memeriksakan kondisi kesehatannya Tanisha terlebih dahulu sebelum menemui Mama dan papa," jelasnya Shaira.


"Oh gitu yah, kamu pergi saja Nak bukannya Mama usir kamu,tapi enggak enak dengan rekan kerjamu kalau kamu terlambat. Seharusnya kamu yang memberikan contoh yang baik untuk mereka. Walaupun suamimu yang sebenarnya pemilik rumah sakit ini,"usulnya Dewi lagi.


Shaira hanya tersenyum simpul mendengar perkataan dari kedua orang tuanya yang sangat disayangi dan dihormatinya itu.


Berselang beberapa menit kemudian, Shaira segera bekerja bersama dengan beberapa suster yang selalu membantunya.


"Waalaikum salam selamat pagi dokter Sahira, sepertinya hari ini dokter kelihatan berseri-seri. Apa ada hal yang sangat membahagiakan dokter cantik?" Tanyanya Arina.


Arina adalah sang asisten barunya yang baru bekerja sekitar tiga bulan yang lalu karena menggantikan bidan yang bekerjasama dengannya selama ini yang pindah ke rumah sakit lain setelah menikah.

__ADS_1


Shaira yang baru saja menyentuhkan bokongnya ke atas kursi empuk itu tersenyum simpul menanggapi perkataannya dari sang asisten paling dekat dengannya.


Semua tiga orang asisten pribadinya itu orang baru semua. Karena ada yang karena ada yang pindah ke luar kota,ada yang dicuti hamil dan ada juga yang memang sudah tidak ingin bekerja lagi atas permintaan suami mereka.


"Kamu selalu saja bisa membaca setiap arti dari raut wajahku ini, karena tebakan kau benar insha Allah setelah shalat dzuhur, aku yang akan mentraktir kalian bertiga makan apapun yang kalian inginkan," tuturnya Sahira sambil membuka layar laptopnya terlebih dahulu untuk memeriksa beberapa data pasien yang sudah mendaftar secara online.


Arina, Farah dan Vita segera berjalan ke arah Shaira ketiganya langsung bertanya kepada atasannya itu. Untuk memastikan apakah benar apa yang didengarnya barusan.


"Apa benar yang dokter katakan?"


"Iya dokter apakah kami hari dapat traktiran lagi?"


"Alhamdulillah berarti kita akan makan besar, hore!!"


Ketiganya sangat bahagia mendengar hal itu bakal mendapatkan makanan enak, tapi gratis. Shaira mengangguk sebelum menjawab pertanyaan dari ketiga bidan cantik itu.

__ADS_1


"Insya Allah, saya akan mentraktir kalian bertiga. Tapi, dengan satu catatan semua pasien hari ini harus selesai sebelum jam jam 12:30." Imbuhnya Shaira.


"Siap! Kami akan melakukannya demi makan gratis!" Teriak ketiganya itu.


__ADS_2