
Adelio sama sekali tidak mengerti dan mengetahui jika perempuan yang disayangi oleh adik tunggalnya itu adalah Shaira perempuan yang baru saja dinikahinya beberapa menit yang lalu.
"Kalau gitu bukalah hatimu untuk gadis lain dan jalin lah hubungan yang baik dengan perempuan itu, tapi ingatlah dek jangan sekali-kali berniat untuk merusak hubungan mereka,kamu pria yang cukup ganteng,baik hati, sholeh, pintar, smart, pengusaha muda kriteria apa lagi yang diharapkan dari kamu semuanya sudah paket komplit," ujarnya Adelio sambil menepuk pundak adiknya itu.
"Kalau masalah itu insha Allah aku tidak akan mengusik ataupun mengacaukan ketenangan hidup dari perempuan itu, dia bahagia aku juga pasti akan bahagia, intinya apapun akan aku lakukan asalkan bisa melihat senyumannya itu sudah cukup," sahutnya Andre Parker Smith.
Sekarang gilirannya Sahnun akan menikah dengan Arion,tapi terjadi perdebatan kecil antara Syam dan pak Hanif Yahya.
Hanif menyentuh punggung tangan suaminya itu, "Sahabatku, aku memang papa biologisnya, tapi aku bukan pria yang membesarkannya dengan penuh kasih sayang, bukan aku yang selalu berada disampingnya setiap kali Sahnum merasakan kesedihannya dan ketika butuh sandaran kamulah yang ada menemaninya, tempat dia bermanja-manja, tempat berkeluh kesah, kalian berdua memang kedua orang tuanya putriku dan hanya kamu yang pantas menjadi wali nikahnyah," tolaknya Hanif Yahya yang ketika dimintai oleh Sam untuk menjadi wali nikahnyah Shanum.
Syam memegangi kedua lengan sahabatnya dulu itu," andaikan kamu tidak ada di dunia ini aku pasti akan mengambil alih menjadi wali nikah putriku,tapi kamu yang lebih berhak, kamu juga berhak atas Shanum, ingat kamu itu adalah papanya Shanum dalam agama dan kepercayaan kita yang berhak atas perwalian dari pihak anak perempuan adalah papa dan saudara laki-lakinya atas Shanun, jadi aku mohon majulah agar kamu bisa segera menikahkan mereka," bujuknya Samuel.
Pak Fuad sebagai penghulu dari kua setempat segera meluruskan pembicaraan mereka berdua,"maaf bukannya saya menggurui ataupun sok tahu apa yang terjadi pada kalian, tapi sesuai dengan apa yang saya ketahui wali nikahnyah tetap bapak kandungnya, saudara laki-lakinya atau pamannya, tapi sedikit saya luruskan pak niatnya kalian tanpa ada rasa menjatuhkan dari kalian berdua dan saya mau bertanya apa benar Sahnum lahir ke dunia ini dengan tanpa rasa ada pernikahan sebelumnya atau kalian berdua menikah?" Tanyanya Pak Fuad Rahmany selaku KUA setempat yang ditunjuk langsung oleh kantor urusan agama kecamatan setempat.
"Sebenarnya kami belum menikah pak ketika aku hamil yang lalu, maaf saya membongkar aib saya di hadapan orang banyak, Tapi ini demi putriku saya harus membuka permasalahan ini sebelumnya dihadapan orang banyak," ucapnya sendu Bu Gina Anelka Mulya.
"Kalau gitu yang wajib menikahkan putri Anda adalah wali nikah dari kantor urusan agama, karena Shanum ceritanya terlahir dari tanpa dalam ikatan pernikahan, jadi wali nikahnyah memakai wali hakim, apa kalian sudah paham dengan penjelasan singkat saya ini?" Tanyanya Pak Fuad Rahmani.
"Bagaimana Pak Yahya dan pak Syam apakah setuju dengan apa yang saya katakan? Kasihab pengantin prianya yang sudah sangat lama menunggu gilirannya untuk menikah," imbuhnya pak Hasan Ishaaq.
"Insha Allah kami paham pak penghulu,kalau seperti itu Gina bawa ke sini putrimu bersama dengan Mamanya Bu Dewi Kinantii Mirasih, kasihan Nak Arion sudah menunggu terlalu lama takutnya saking bosannya menunggu sampai-sampai harus marah-marah." Candanya Pak Syarif sebagai wali hakim yang telah bersiap untuk nenikahkan Arion dengan Shahnum.
"Jadi sudah dipahami dengan baik yah semua anak perempuan yang lahir tanpa ada ikatan sah tali pernikahan, berarti wali nikahnyah diserahkan sepenuhnya kepada wali hakim, kalau begitu kita bisa memulai acara selanjutnya," ujarnya Pak Luthfi penghulu yang gilirannya akan menikahkan Arion dengan Shanum.
Sedangkan Shaira Innira dan Adelio Arsene Smith dinikahkan oleh papanya sendiri tapi dibantu oleh pak Salim Hakim.
"Bagaimana pak Arion Sneider Oesman apakah sudah siap?" Tanyanya pak Luthfi yang sudah memegangi tangannya Arion untuk saling berjabat tangan.
"Insya Allah siap pak!" Jawabnya Arion.
__ADS_1
"Hemp! Sepertinya tangannya tidak perlu digenggam seperti ini juga Tuan Arion, bisa-bisa tenaga saya untuk menikahkan Anda ini sudah habis saking kuatnya jabatan tangannya Tuan Muda Arion," kelakarnya Pak Lutfi Hasan yang terkekeh melihat sikapnya Arion.
Hahaha
Suara tawa membahana memenuhi setiap sudut penjuru ruangan area lantai dua masjid.
"Cepat lah pak penghulu mempelai prianya sudah tidak sabar sepertinya," candanya seseorang yang berteriak menanggapi sikapnya Arion itu.
Semua tersenyum mendengar perkataan dari pria yang tidak lain adalah adik sepupunya Arion sendiri dari pihak maminya itu.
"Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan dan kawinkan engkau ananda Arion Sneijder Oesman Sapta dengan ananda Sahnum Inshira Hanif binti Yahya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas 24 seberat 20 gram dibayar tunai!" Ujarnya Pak penghulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya Shanum Inshira Hanif binti Yahya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!!" Tegasnya Arion yang suaranya sungguh menggelar memenuhi seluruh isi masjid tersebut.
Pak Lutfi kembali dibuat tersenyum simpul menanggapi perkataannya dari Arion sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut.
"Bagaimana para saksi apakah sah!" Tanyanya pak penghulu.
"Kalau kami tidak bilang sah bisa-bisa bang Arion ngamuk pak!" Teriak Adriano Galliani adiknya Aryon yang baru balik dari Sidney Australia.
Adik sepupu dari pihak mami kandungnya Arion sengaja datang melihat bagaimana sepupunya itu menikah dengan orang asli Indonesia. Mengingat perjalanan cinta mereka hingga ke pernikahan sungguh rumit, terjal dan tidak lancar seperti Vela Angelina dan Amar Alfarizi atau Maryam Nurhaliza dengan Aydan Akhtar Al-Hakim.
Gelak tawa kembali menggema seantero ruangan masjid yang begitu meriah, megah,mewah dan indahnya dengan hiasan pengantin yang dominan berwarna merah muda.
"Saya bertanya sekali lagi apakah sah!" Teriak Pak Luffy lagi.
"Sah!!" Balas berteriak pula orang-orang tamu undangan dan semuanya tanpa terkecuali.
Syamil dan mamanya serta istrinya Karina Ranau berjalan ke arah belakang masjid. Kebetulan melihat pembantu rumah tangganya Irwansyah berlari ke arah mereka bertiga.
__ADS_1
Nafasnya ngos-ngosan memburu dan tersengal saking capeknya berlari, awalnya mereka naik motor ke tempat acara dan segera memarkirkan motor mereka dengan asal.
"Nyonya Rina Amelia!" Jeritnya seorang perempuan paruh baya.
Ketiga orang yang kebetulan mendengar suara teriakan segera berbalik badan secara bersamaan.
"Astaauhfirullahaladzim, kenapa bibi harus berlari seperti ini!?" Tanyanya Bu Rina yang mengenali bibi Midah.
"Hush!! Hosh," suara nafasnya yang semakin memburu.
"Tolong tenangkan diri bibi terlebih dahulu sebelum berbicara," sarannya Karina yang kasihan melihat Bi Midah dan mang Santoso.
"Nyonya tolong Ariela dan Arabela mereka tidak sadarkan diri di rumah," ucapnya mang Santoso.
"Ada apa dengan Ara dan Ariella wanita gila itu!?" Sarkasnya Bu Rina Amelia yang menatap mencemooh mendengar namanya anak kembarnya Dina disebut.
"Mereka pingsan tak sadarkan diri dan banyak luka di tubuh mereka," jawabnya bi Midah.
"Apa mereka sudah dilarikan ke rumah sakit?" Tanya Samil.
"Mereka masih di rumah, karena tidak ada satupun mobil di rumah yang bisa dipakai, sedangkan kedua suaminya den Hanzal dan Desta Alamsyah tidak bisa dihubungi nomor ponselnya mereka, sebenarnya bukan tak bisa dihubungi tapi kami tidak tahu Bu Rina," ungkapnya Bi Midah lagi dengan deraian air matanya itu.
"Astauhfirullah aladzim kenapa kalian repot-repot kesini untuk buang-buang waktu, seharusnya kalian membawa mereka ke rumah sakit nanti mereka berdua mati, bukannya ke rumah sakit malah ke sini yang percuma saja!" Cibirnya Bu Rina Amelia.
Samil memegangi lengannya mang Santo, "Kalian pulanglah dan cepat hubungi ambulans agar mereka segera tertolong karena aku yakin mereka pasti sudah gawat keadaannya," usulnya Samil.
Mereka segera berlalu dari hadapan ketiga orang itu, Bu Rina hanya tersenyum meremehkan dan menghina saja.
"Apa kita harus sampaikan kepada Mbak Dewi Bu, kasihan mereka," bujuknya Karina.
__ADS_1
Bu Rina melototkan matanya saking terkejutnya mendengar perkataan dari anak menantunya itu.
"Biarkanlah saja seperti itu, mereka pantas mendapatkan hukuman dan karma atas perbuatannya sendiri, Irwansyah Hatif terlalu sombong dan inilah akibatnya jika selalu saja jahat! Ingat kalian berdua harus diam seolah-olah kalian tidak mengetahui apa yang terjadi pada mereka," Cibirnya Bu Rina.