Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 244


__ADS_3

Semua orang saling bertatapan satu sama lainnya karena tidak tahu apa yang harusnya mereka katakan dan menjawab perkataan dari salah satu perawat yang menggendong cucu-cucu laki-laki mereka sebelum menaruhnya di dalam box khusus bayi.


"Tapi maaf salah satu bayinya tidak bisa diselamatkan," jelasnya perawat yang baru datang itu.


"Mak-sudnya a-pa Sus? katanya hanya kembar dua saja?" tanya Abiyasa yang tidak paham dengan perkataannya suster yang baru datang itu.


"Maksudnya kami Nyonya Maryam sebenarnya hamil tiga bayi, tapi bayi yang berjenis kelamin perempuan harus meninggal dunia," terangnya suster itu.


"Innalilahi wa innailaihi rojiun alfatihah untuk bayinya Maryam, cicit ku yang cantik," lirihnya Bu Rina Amelia yang cukup shock mendengar perkataan dari suster.


"Dewi! Dimana hati nuraninya putramu! Kenapa anakku itu lebih mengutamakan pekerjaan dan kepentingan perusahaan dari pada istri dan kedua anak-anak kembarnya!?" Teriak Syam yang baru kali ini meluapkan kemarahannya di depan orang lain.


"Iya aku juga kecewa dengan sikap putraku mas, kenapa disaat seperti ini dia malah lebih memilih untuk pergi kerja dari pada menemani istrinya," cercanya Dewi yang sejujurnya juga kecewa dan marah dengan sikap anak keduanya itu.


"Aku sudah menghubungi nomor ponselnya, tapi selalu berada di luar jangkauan. Ini tidak pernah terjadi padanya. Biasanya dia selalu mengaktifkan nomor ponselnya."timpalnya Abyasa.


Adisti hanya terdiam memperhatikan perdebatan dari kakak sepupunya dan pamannya itu.


Ya Allah.. apa jangan-jangan kak Aidan dengan Rachel Amanda seperti yang diisukan di kantor yah,?


Astaughfirullahaladzim semoga saja tidak seperti yang aku takutkan. Karena memang hubungan mereka di kantor jika aku perhatikan hubungan sekretaris dan atasannya yang tidak normal.


Syamuel tidak habis pikir putra keduanya itu tidak hadir disaat kelahiran kedua buah cintanya.

__ADS_1


"Apakah pekerjaan lebih penting daripada kelahiran anak-anak kembarnya?" Kesalnya Syam.


Shaira yang melihat kemarahan papanya segera berjalan ke arah Syam sambil mengelus lengan kanannya Syam.


"Papa jangan berfikir dzuudzon pada kakak, aku yakin pasti ada alasan yang sangat urgen sehingga kakak lebih memilih untuk pergi ke luar daerah, apalagi kelahiran kedua anaknya tidak diketahui sebelumnya," bujuknya Shaira.


"Abyasa, tolong adzanin kedua anak-anak adikmu, papamu tidak bisa karena dalam keadaan marah seperti ini," pintanya Bu Rina Amelia.


Sedang Dewi dan Dina mengurus jenazah bayinya Maryam Nurhaliza yang berjenis kelamin perempuan yang telah meninggal dunia sebelum dilahirkan ke dunia ini.


"Kalau menurut aku sebaiknya papa saja Nenek, karena Papa yang lebih berhak dibandingkan dengan aku Pah, dan aku ini hanya sekedar unclenya saja, andaikan Papa enggak ada pasti tanggung jawab itu akan aku ambil," tolaknya Abiayasa Akhtam dengan halus.


"Tapi nak, Papa dalam keadaan yang tidak baik-baik saja gara-gara ulahnya adikmu, papah tidak sanggup untuk melakukannya," tampiknya Syamuel.


"Papah apa tidak mau memenuhi permintaannya Dede Aira Pah? Anggap saja ini permintaan pertamaku kepada papah," Shaira berbicara seperti itu sambil menangkupkan kedua tangannya ke depan dadanya.


Perawat tersebut segera meninggalkan mereka yang masih berdebat. Perawat itu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku dan sikap dari kelurga pasien yang melahirkan.


Setelah perdebatan kecil terjadi, mereka pun memutuskan Syamuel yang akan mengadzani kedua cucu jagoannya. Dengan rasa kecewa yang terbersit di dalam setiap benak dan pikiran serta hati semua orang.


Ya Allah semoga saja pikiran negatif aku tidak benar adanya. Karena aku yakin ada yang disembunyikan oleh kak Aidan dari kami semua.


Tapi semoga saja semua ini hanya firasat aku yang tak bakalan jadi kenyataan.

__ADS_1


Shaira pernah sekali datang berkunjung ke perusahaan suami dan adik iparnya itu. Tanpa sengaja melihat kedekatan keduanya yang tidak normal dan lazim terjadi.


Tapi, Shaira selalu menepis dugaan-dugaan itu, karena takutnya jika hal itu malah jatuh jadi fitnah.


Dengan hati yang kesal Syam melakukan dan menggantikan kewajiban dari putra keduanya saat itu juga.


Dewi dan mertuanya mengurusi pemakaman bayi mungil yang berjenis kelamin perempuan itu. Mereka semua mengangumi kecantikan paras dari bayi yang sudah tidak bernyawa itu.


"Nak kamu sangat cantik sekali, nenek tidak menduga jika kamu telah tiada sebelum kamu melihat kami semua yang menunggu kelahiranmu," lirihnya Dewi yang tidak sanggup menahan suara isak tangisannya itu.


"Iya Nak, cucumu sangat cantik, tapi sayangnya dia telah tiada sebelum kita menggendongnya, Aidan putrimu sangat cantik seperti bidadari kecil,apa kamu tidak berniat untuk pulang melihat anak-anakmu," ucapnya Bu Rina Amelia yang sangat sedih dengan duka cita yang menghampiri keluarganya itu.


Sanika Tanisha memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi pada anggota keluarga dari suaminya itu.


Ya Allah semoga saja disaat aku melahirkan kelak suamiku hadir disisiku dan mendampingi diriku ini.


Entah apa yang terjadi padaku, jika aku berada diposisinya Maryam Nurhaliza. Tapi aku berharap semoga saja Mbak Maryam tidak mengetahui pertengkaran kami ini gara-gara ulahnya Aidan suaminya, takutnya jiwa terguncang dan kepikiran lagi.


Berselang beberapa menit kemudian, Maryam dan kedua putra kembarnya telah dipindahkan ke dalam kamar perawatan. Semua orang tidak ada lagi yang berkomentar mengenai ketidak hadirannya Aidan Akhtar di saat persalinan istrinya.


Tapi, Maryam Nurhaliza merasakan ada keanehan yang terjadi pada suaminya itu, tapi dia sangat lihai dan pintar menyembunyikan perasaannya dan kemelut rumah tangganya itu.


Biarlah cukup aku yang mengetahui masalah yang diperbuat oleh suamiku. Aku masih bisa menerima dana memaafkannya demi kedua anak-anakku.

__ADS_1


Lagian mana ada manusia di dunia ini yang tidak pernah melakukan kesalahan besar ataupun kecil.


Aku hanya berharap semoga pernikahanku baik-baik saja walaupun suamiku melakukan hal-hal yang tidak aku sukai. Biarlah aku saja yang mengalah demi keutuhan cinta kita berdua.


__ADS_2