Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 174. Sungkeman Jilid 2


__ADS_3

Setelah shalat jumat berjamaah mereka melaksanakan sungkeman pengantin baru. Ada delapan pasang orang tua duduk saling berjejer rapi, mulai dari Syamuel Abidzar Al-Ghifari, Dewi Kinanti Mirasih, Gina Anelka Mulya dan Hanif Yahy orang tua kandungnya Sahnum Inshira.


Selanjutnya Fina dan Danu Triadji kedua orang tuanya Vela Angelina aba dan umminya, Syafiq Fatahillah dan Kania ayah dan ibunya Amar Alfarizi.


Satu persatu pasangan pengantin baru itu mulai membungkukkan badannya untuk sungkeman dengan kedua orang tuanya dan berakhir di hadapan nenek mereka.


Kedua orang tua mempelai pasangan mereka masing-masing pun turut dalam acara tradisi itu tanpa terkecuali.


Tangis haru mewarnai acara itu, rasa sedih, bahagia dan bangga bersatu menjadi satu bagian di dalam hati mereka.


"Maafkan kami yang sudah banyak salah dan kekurangan selama ini, kami sebagai anak kalian sangat bangga telah dilahirkan oleh kalian, tidak ada lagi kata yang mampu kami ucapkan atas jasa-jasanya kalian seumur hidup kami tidak akan mampu membalasnya," ucapnya Shaira yang berlinang air mata.


"Iya ma Sha juga sama, sejak kami lahir hingga dewasa kami hanya selalu menyusahkan kalian, kami tidak tahu harus membalas jasa dan budi baik kalian berdua selama ini, kami mengabdikan hidup kami pun tidak akan sebanding dengan kebaikan kalian yang sudah tulus mendidik dan membesarkan kami hingga menjadi orang seperti saat ini," ucapnya Shanum dengan berlinang air matanya itu.


"Terima kasih papa, mama Aidan benar-benar bangga dan senang bisa terlahir di dalam keluarga kita ini, andaikan saya tidak menjadi anak kalian berdua, tidak mungkin saya bisa berdiri seperti sekarang ini, kalian sungguh orang tua kami, kebanggaan kami,sumber inspirasi kehidupan kami selanjutnya," ujarnya Aydan.

__ADS_1


"Adelio, Arion, Maryam Papa serahkan anak-anak kami menjadi pasangan partner hidup kalian semua, cintailah anak-anak kami dengan setulus hati kalian, jika ada kekeliruan dalam sikap mereka dan salah melangkah maka tegurlah mereka, dan nasehati suami dan istri kalian dengan baik, jangan selalu melakukan tindakan dengan kekerasan ataupun menghadapi masalah apapun dengan keras kepala kalian, papa sangat bangga kepada kalian yang sudah bersedia menjadi pasangan hidup putra putriku," terangnya Syam yang memberikan wejangan kepada anak menantunya itu.


"Insha Allah pa, kami bertiga akan selalu mendampingi anak-anaknya Papa dengan baik, kami juga meminta restu dari papa dan mama, ikhlaskan putri dan putranya Papa menjadi teman hidup kami hingga hanya maut yang memisahkan cinta kami, dan tegurlah kami jika kedepannya kami salah langkah dalam membimbing istri-istri kami kelak," ucap Adelio Arsene Smith seraya memeluk mencium punggung tangan kedua mertuanya itu.


Arion dan Maryam diwakilkan oleh Adelio, mereka seperti terlalu bahagia bersanding dengan orang yang mereka cintai dalam hidup ini.


"Kami berjanji akan membahagiakan putrinya Papa, kami akan selalu memperlakukan mereka bagaikan perempuan yang paling bahagia di dunia ini, ijinkan kami untuk memulai kehidupan baru kami bersama mereka," ucapnya Arion yang meminta restu dan doa setulus hati dari kedua mertuanya itu.


Dewi tidak sanggup berkata-kata lagi, dalam sehari tiga anak kembarnya telah menemukan pasangan hidup masing-masing.


Begitupun juga yang dirasakan oleh Shanum Inshira, Aidan Akhtar, Vela Angelina, Maryam Nurhaliza dan Amar Alfarizi. Tangis haru mewarnai seluruh rangkaian sungkeman hingga  acara itu berakhir.


"Kalian sudah menemukan pasangan hidup kalian masing-masing, berbahagia lah nak, mama berdoa dan berharap agar pernikahan kalian semua menjadi pernikahan yang sakinah mawadah warahmah hingga kakek nenek dan hanya maut yang memisahkan cinta kalian berdua," ucapnya Bu Fina ibundanya Vela Angelina.


"Iya aba juga berharap agar kamu hidup dengan baik bersama pria yang begitu tulus menerima keadaan kamu ini, Amar pria yang sangat baik, dewasa dan bijaksana, cintailah dia dengan setulus hatimu nak, jangan biarkan godaan dari cinta masa lalu membuat kamu hancur dan sedih," ucapnya pak Danu Triadji.

__ADS_1


Vela bersimpuh di hadapan kedua orang tuanya, dia merasa tidak pantas mendapatkan kasih sayang dari semua orang atas sikapnya yang telah merusak nama baik kedua orang tuanya. Hingga air matanya terus menggenangi pelupuk matanya itu.


"Makasih banyak ummi, aba saya sangat bangga dan gembira memiliki orang tua seperti kalian berdua, tanpa kalian hidupku tidak ada artinya di dunia ini, aku bangga menjadi putri kalian," imbuhnya Vela sambil memeluk tubuh mamanya itu.


Satu persatu tamu undangan meninggalkan area masjid yang didapuk sebagai tempat pelaksanaan akad nikah kembar empat itu. Mereka hari ini disuguhkan dengan banyak cerita dan kisah perjalanan hidup pengantin mempelai.


Shanum memeluk tubuh kedua orang tua angkatnya terlebih dahulu sebelum memeluk tubuh kedua orang tua kandungnya.


"Sha maafkan mama yah sudah menitipkan kamu kepada Bu Dewi, tapi sungguh Mama tidak menyesal menitipkan kamu kepada Bu Dewi karena mereka berdua suami istri yang sangat baik, membesarkan kalian terutama kamu nak tanpa meminta balasan jasa atas pengorbanannya, mama hanya berharap kamu tetep mencintai mereka seperti dulu dan kami juga berharap kamu tidak melupakan kami berdua sebagai orang tua kandungmu putriku," imbuhnya Bu Gina panjang lebar yang tidak kuasa menahan tangisnya itu.


"Amar Alfarizi kamu sudah mengetahui dengan pasti kondisinya Vela, jadi mama minta padamu cintai dia setulus hatimu, jangan biarkan bayang-bayang masa lalu menghantui kalian untuk mengarungi bahtera rumah tangga kalian berdua, jangan terus bercermin pada kesalahan itu tapi teruslah berpijak dan menapaki kehidupan baru kalian," nasehatnya Syafiq Fatahillah papanya Amar.


"Insya Allah pa, teruslah bimbing kami dan dampingi kami untuk selalu berada di jalan yang baik, Amar juga meminta maaf kepada kalian berdua, memang selama ini belum mampu membalas kalian dengan baik, tapi saya berjanji tidak akan pernah mengecewakan papa dan mama," tuturnya Amar.


Kania memeluk putra semata wayangnya itu," berbahagialah nak karena kamu patut untuk berbahagia seperti mereka yang sudah lebih dulu mengarungi kehidupan baru, mama hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua, dan kamu Vela ingatkan suamimu jika dia salah dalam melangkah ataupun salah bertindak, saling menegur lah karena hidup itu tidak semudah membalik telapak tangan pasti akan banyak batu sandungan yang akan menguji cinta kalian," tutur nasehatnya Kania panjang lebar.

__ADS_1


Setelah sungkumen mereka menyantap santapan siang mereka yang sudah tersaji di dalam ruangan khusus di lantai paling bawah masjid. Pihak wedding organizer sudah bekerja keras dengan memberikan yang terbaik untuk semua orang yang hadir diacara akad nikah keempat anak-anaknya pasangan pengantin baru itu.


__ADS_2