
Shaira yang terkejut mendengar teriakannya Vela segera berjalan tergesa-gesa ke arah depan pintu asramanya.
"Vela apa yang terjadi padamu?" Tanyanya Shaira yang sudah berdiri di belakangnya Vela.
Shaira membelalakkan matanya melihat buket bunga yang sungguh sangat besar berdiri tepat di depan ambang pintu asramanya. Vela Angelina tersenyum penuh arti karena sudah mengetahui siapa pelaku dari banyaknya bunga yang memenuhi teras asramanya itu.
"Ini pasti ulahnya pak Adelio deh, aku yakin banget akan hal itu,"
"Vela kamu sungguh mengagetkanku, aku pikir kamu terpeleset atau apalah itu, tapi ternyata kamu terkejut melihat begitu banyak bunga yang dikirim oleh kekasihmu itu," gerutu Shaira yang bersyukur karena melihat Vela dalam keadaan baik-baik saja.
Hanya saja sudah dibuat ketakutan setengah mati sehingga Shaira sedikit marah dengan sikap sahabatnya itu.
Vela Angelina terkekeh mendengar perkataan dari temannya itu, "Hehehe siapa gak terkejut kalau melihat bunga segeda ini,kalau kamu diposisiku pasti kamu juga akan kaget," tukasnya Vela.
__ADS_1
"Permisi Mbak maaf diantara kalian siapa yang bernama Shaira Innira Samuel Abidzar?" Tanyanya kurir yang mengantar paket bunga dengan hampir menjadi taman dan toko bunga di depan rumahnya.
"Saya pak, kenapa emangnya cari saya?" Tanyanya Shaira seraya menunjuk ke arah hidungnya itu.
"Ini paket bunga khusus untuk Mbaknya jadi mohon tanda tangan di sini," pintanya pria itu.
"Tapi ngomong-ngomong ini bunga dari siapa, soalnya aku enggak mesan bunga setangkai pun pak?" Tampiknya Shaira yang masih saja kebingungan dengan bunga-bunga yang sudah diatur berjejer rapi di depan pintu.
Vela segera mengambil alih kertas nota serah terima bunga-bunga itu," tidak perlu banyak tanya anggap saja ini adalah rezeki kamu pagi ini jadi tidak perlu bertanya macam-macam," pungkasnya Vela yang langsung membubuhkan tanda tangannya.
"Tidak perlu repot-repot berfikir keras untuk memikirkan siapa orangnya yang berbaik hati mengirim semua hadiah cantik dan spesial ini, karena aku akan mengatur bunga-bunga indah ini sebagai bunga untuk menyambut kedatangan semua teman-teman kita hari ini," ucapnya Vela yang sudah mengangkat satu persatu bunganya itu.
"Makasih banyak Mbak saya pamit dulu, good morning Mbak," ujar pria kurir pengantar bunganya.
__ADS_1
"Sama-sama pak selamat pagi juga," imbuhnya Shaira yang akhirnya menyerah saja dengan kejadian ini.
Shaira hanya menggelengkan kepalanya itu," tapi ngomong-ngomong siapa yang mengirim semua bunga ini? Ish aku terlalu bego diperdaya dan dihalang-halangi oleh Vela sehingga aku lupa untuk bertanya langsung siapa pengirimnya, sebel kan jadinya karena mana mungkin aku menerima pemberian orang tanpa mengetahui siapa yang memberikan gimana kalau orangnya tukang korupsi, *******, penjahat kriminal atau jangan-jangan mafia yang memiliki niat terselubung lagi padaku,"
Shaira bergidik ngeri dengan pemikirannya sendiri. Dia segera berjalan ke arah dalam sambil memegang salah satu bunga matahari yang paling menarik perhatiannya.
Sedangkan seseorang yang sedari tadi memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukan oleh Shaira dengan bunga-bunga pemberiannya.
"Ini baru permulaan saja, nanti sore aku akan perlihatkan kepadamu jika aku mampu membahagiakanmu dibandingkan dengan mantan kekasihmu yang bejaknya itu, karena cintaku padamu berbeda dengan pria itu dan secepatnya aku orang itu menyeringai lebar melihat Shaira yang menata rapi bunga-bunganya.
Maryam Nurhaliza yang baru terbangun karena memang setelah shalat subuh kembali berbaring sehingga ia tidak mengetahui apa yang terjadi di depan rumahnya.
Sehingga ia hanya menganga melihat begitu banyaknya bunga yang sungguh cantik terletak di depan asramanya itu.
__ADS_1
"Masya Allah sungguh indah dan menawan bunga-bunganya, Aira ngomong-ngomong ini bunga yang mesan siapa, apa mau bangun taman bunga atau mau buka gerai toko bunga yah," candanya Maryam Nurhaliza yang sudah menghirup aroma wangi bunganya yang baru bermekaran.