Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 168. Shaira dan Adelio Punya Cerita


__ADS_3

Jakarta Selatan, Jumat 11 Agustus 2023, pukul 10:28 WIB.


Setelah lafadz nikah diikrarkan dengan begitu lantang dan kata terakhir sah menggema di dalam ruangan itu akhirnya Maryam Nurhaliza bisa bernafas lega juga.


Alhamdulillah, akhirnya mas Aidan bisa menjadi milikku sepenuhnya. Aku tidak perlu khawatir dengan ancaman dari wanita itu lagi.


Perempuan yang sedari tadi memperhatikan acara ijab kabul Maryam dan Aydan segera meninggalkan area masjid. Dia tidak ingin kehadirannya di tengah-tengah para tamu undangan yang menjadi saksi ketahuan oleh siapapun juga.


Selamat tinggal Aidan, semoga kamu bisa hidup bahagia bersama Maryam Nurhaliza, mungkin inilah jalan yang terbaik untuk kita bertiga.


Air matanya merembes membasahi masker wajahnya yang berwarna putih itu. Ia sangat sedih, tapi mau diapa memang mereka saling mencintai satu sama lain. Tapi perbedaan yang terlalu mencolok yang tidak mungkin menyatukan mereka.


Aidan menatap ke arah barisan orang-orang yang duduk di pojok kiri bangunan masjid. Tapi, orang yang sedang dicarinya sudah pergi. Hingga ia tidak menemukan jejak wanita yang dianggap adalah Cindy Clara Smith.


Mungkin aku hanya salah lihat saja, mungkin itu orang lain yang jelas-jelas bukan Cindy.


Cindy maafin aku, ini jalan yang aku tempuh untuk kebaikan kita semua. Kamu memang perempuan yang sangat aku cintai,tapi aku tidak ingin juga kehilangan Maryam yang selalu ada di saat aku membutuhkan seseorang menjadi sandaran hidupku.


Maryam selalu mengerti akan keadaanku, tempat berkeluh kesahku selain kepada Allah SWT. Maryam gadis yang sangat baik, sholeha dan lemah lembut aku tidak mungkin meninggalkannya demi cintaku padamu.


Lagian kita tak mungkin bersatu, mengingat terlalu banyak dan besar perbedaan antara kita berdua.


Maafkan aku yang hanya mampu mencintaimu saja dan terima kasih karena waktu itu kamu memberikan padaku sesuatu hal yang sangatlah penting dalam hidupmu.


Sam memeluk tubuh putranya itu dengan penuh haeyy, mereka saling berpelukan erat seperti kakak adik saja.


"Alhamdulillah selamat nak kamu sudah jadi suami, ingat jika memiliki istri itu berarti sudah tidak seperti ketika masih bujangan dan anak muda lagi. Sekarang tanggung jawab kamu semakin bertambah besar jadi papa minta bijaklah dalam bertindak," nasehat Samuel.


Aidan hanya menganggukkan kepalanya dan bergiliran berpelukan dengan kakak sulungnya yaitu Abyasa Akhtam yang dilangkahi oleh ke-tiga adiknya itu.


"Selamat dek kamu sudah menjadi suami, tinggalkan masa lalu dan mulailah buka lembaran baru okey," Abyaza menepuk dengan pelan punggungnya Abiyasa.


Maryam berjalan ke arah kerumunan anggota keluarganya yang berjumlah lebih dua puluh orang yang datang dari negeri Jiran seberang tetangga yaitu Malaysia.


"Alhamdulillah karena pasangan pertama sudah selesai saatnya gilirannya siapa Pak Syam?" Tanyanya pak Fuad.


"Iya pak Fuad dan silahkan Pak Syam untuk menikahkan putri bungsu Anda yang bernama Shaira, seperti pengantin lainnya kalau sudah siap silahkan pengantin pria maupun perempuannya di bawah ke sini," pintanya Pak Salim Kamal.

__ADS_1


Dewi segera memerintahkan kepada keponakannya Adisty khaerunnisa untuk menjemput Syaira di dalam kamarnya. Sedangkan Adelio pun sudah bersiap dan berjalan ke arah altar mimbar pernikahan mereka.


"Nak Dewi kenapa Aidan tidak sungkeman dengan istrinya?" Tanyanya Bu Hasnah bibinya yang sengaja datang dari kampung bersama dengan rombongan yang cukup banyak semuanya difasilitasi oleh Adelio pulang pergi Jakarta dan kota S.


"Acara sungkemannya nanti lah dulu Ibu, kalau sudah selesai ada sesi khusus untuk mereka semua nantinya secara bergantian,biar tertib dan lebih rasa kekeluargaannya terasa," tampiknya Dewi Kinantii Mirasih.


"Ohh gitu, Mama lupa prosesi yang sudah diatur oleh wedding organizernya," ucapnya Bu Rina Amelia dengan tersenyum tipis.


Shaira dan Adisti sudah berjalan ke arah dimana Adelio dan Andrew berada. Syaira memandang ke arah depan dengan senyuman yang selalu tersungging di sudut bibirnya itu.


Masya Allah begitu cantiknya kamu Shaira, andaikan aku yakin berada di posisinya kakak Adelio mungkin betapa bahagianya diriku menjadi seorang pria yang mendapatkan calon penghuni surga.


Perempuan sholeha, dengan kecantikannya yang selalu mampu menghipnotis kaum Adam, terutama saya sebagai calon adik iparnya sebagai pengagum rahasianya.


Tapi, aku bukan tipe laki-laki egois yang lebih mementingkan diri sendiri daripada kebahagiaan dari gadis manis yang aku cintai itu.


Adelio terkesima melihat kecantikan alami yang ada pada Shaira calon istrinya itu. Ia kagum dan takjub melihat penampilan Shaira yang tidak seperti biasanya dalam balutan gaun pengantin ala Eropa. Kulitnya yang putih kontras dengan pakaian berwarna gold yang dipakainya itu. Warna hijabnya senada dengan gaunnya yang sungguh sangat elegan dan mewah.


Subhanallah, sungguh kamu memang wanita yang sangat cantik, aku tidak salah memilih kamu sebagai perempuan yang akan selalu berada disisiku menemani hidupku kelak hingga hanya maut yang memisahkan cinta kita berdua.


Kedua Kakek dan neneknya yang turut hadir tersenyum puas melihat cucu mantunya yang diluar ekspektasinya. Bahkan lebih.


"Iya suamiku kamu memang benar, entah kenapa putraku Frans tidak mau hadir diacara putra sulungnya, walau kita sudah berbeda dengan Frans dan istrinya Natali tapi, setidaknya lihatlah Adelio yang akan memulai kehidupan barunya hari ini, mereka lupa jika kehidupan dan jaman sekarang sudah berubah dan modern, kenapa masih mempermasalahkan perbedaan, apa hati nurani mereka sudah tertutup," ketusnya Bu Natalia.


"Hemph!! Bagaimana pak Adelio apa sudah siap?' tanyanya Pak Lutfi Hamdani pria yang menggantikan tugasnya Pak Fuad untuk acara pernikahan kedua memandu acara ijab qobul antara Adelio dan Saira.


"Insya Allah siap lahir batin Pak Luffy," balasnya Adelio dengan penuh semangat yang membuat suasana riuh tak ada ketegangan di antara mereka.


"Pengantin mempelai prianya sepertinya tidak sabar lagi Pak Lutfhi untuk menikah," kelakarnya Pak Salim Kamal yang duduk tepat di sampingnya Pak Lutfi.


Semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar candaan dari salah satu penghulu yang cukup banyak yang sempat datang hari itu.


Pak Lutfi dan Adelio sudah saling bertatapan dan sesekali Adelio melirikkan tatapannya ke arahnya Shaira yang begitu cantik pagi ini. Sam yang duduk tepat di hadapannya Adelio hanya tersenyum simpul melihat ulah dan tingkah anak muda ini.


"Bismillahirrahmanirrahim ikuti saya yah Nak Adelio Arsene Smith, saya nikahkan dan kawinkan engkau Adelio Arsene Smith dengan putriku yang bernama Shaira Innira Abidzar binti Al-Ghifari dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 24 karat seberat 45 gram logam mulia satu set dibayar tunai!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Shaira Innira Abidzar bin Al-Ghifari dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" Tegasnya Adelio dengan suara yang cukup jelas, fasih dan besar.

__ADS_1


Sam tersenyum lega mendengar ucapannya Adelio. Masih sering tidak menyangka, jika putri bungsunya yang dulunya tidak mau ke sekolah taman kanak-kanaknya apabila Shaira tidak digendong dipundaknya papanya setiap hari selama Sahira masih TK.


Aku bangga padamu Nak karena kamu mampu menjaga kehormatan kamu sebagai seorang perempuan muda yang pemberani dan tangguh.


Syam menyeka air matanya setelah berhasil menikahkan anaknya sendiri.


Dewi mengangkat tangannya ke atas dan melihatnya dengan penuh haru.


Ya Allah aku tidak menduga nih secepat ini putriku dipersunting oleh pria dari London Inggris.


Aku masih merasa baru kemarin putriku aku timang dan gendong dalam kedua tanganku ini.


Dan hari ini aku melihat Shaira putri kecilku yang selalu dikuncir rambutnya itu menikah dengan pria yang insha Allah sangat mencintai istrinya yaitu putriku tercinta.


Bu Rina Amelia melihat anak menantunya yang terharu segera memeluk tubuhnya Dewi dari arah samping. Dewi terisak dalam tangisannya kebahagiaannya, saking bahagianya sampai-sampai dia menangis.


"Bagaimana para saksi apakah sah?!" Tanyanya pak Luthfi sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan masjid terbesar kedua di Jakarta.


"Sah!!" Pekik semua orang Yang masih melihat Shaira dan Adelio belum bubar.


"Alhamdulillah robbil alamin," ucapnya pak penghulu sambil membaca beberapa doa khusus untuk sang mempelai pengantin baru itu.


Shaira menatap ke arah pria yang barusan mengikrarkan janji suci sehidup semati melalui tali pernikahan.


"Semoga pilihanku ini tepat dan membawaku kelak ke surgaaMu yah Allah,"


Selamat tinggal bang Hansal, ini adalah jalan yang terbaik untuk kita bersama. mulai hari ini mari kita mulai kehidupan baru tanpa ada niatan penyesalan ataupun selalu mengungkit masa lalu.


Kenangan indah itu sudah aku simpan di dalam relung hatiku yang terdalam, maaf kamu tidak boleh hadir menghantui hidupku lagi.


Sedangkan di tempat lain, pria yang pagi tadi berpamitan kepada istrinya yang sedang hamil itu. pamitnya ke kantor, tapi malahan mobilnya terparkir di salah satu club malam hari yang buka 24 jam itu.


"Shaira aku tidak akan pernah mengikhlaskan kamu hidup bahagia dengan pria bule itu!!!" teriaknya sambil melempar gelas dan botol minuman ke atas lantai.


Prang!!


brak!!

__ADS_1


Untungnya pagi itu club tersebut belum ramai dipadati oleh pengunjung. semua orang terkejut melihat amukan amarah pria muda yang kira-kira berusia 24 tahun itu.


__ADS_2