
Semua pulang ke rumah hanya Dewi dan Syam yang tinggal bersama mereka. Mereka meminta maaf karena tidak bisa berlama-lama di rumah sakit. Mengingat kondisi mereka juga baru saja melaksanakan akad nikah dan syukuran resepsi mereka juga. Apalagi sudah ada yang unboxing tenaga mereka dan pikiran cukup terkuras banyak.
Dina bersyukur karena keluarga kakaknya tetap mendukungnya walaupun sudah jelas-jelas mereka sering kali di ganggu, dihina dan dicemooh serta dihancurkan oleh Irwansyah mantan suami dan ketiga anaknya. Tetapi, mereka tetap saja berdiri di garda terdepan dalam membantu dan memberikan dukungan moril untuknya.
Dina tak henti-hentinya mengucap bersyukur kepada Allah SWT, karena disaat dia terpuruk masih banyak keponakan dan anggota keluarganya yang selalu siap sedia mendukungnya dalam hal kebenaran.
"Makasih banyak atas kedatangan kalian, insha Allah Tante baik-baik saja Nak, kamu tidak perlu repot-repot untuk menemani Tante disini. Apalagi mengingat kalian yang seharian sudah beraktifitas padat." Ucapnya Dina yang melepas kepergian sanak saudaranya itu yang selalu ada untuk memberikan dukungan dan membantunya.
"Kenapa ada kata terima kasih Tante, kita ini keluarga bukanlah orang lain, jadi sesama keluarga sendiri tidak ada kata ucapan terima kasih dalam bentuk apapun. Ingat kewajiban kita adalah saling membantu meringankan beban dan penderitaan saudara kita sendiri, bukannya begitu papa Sam," imbuhnya Abiyaza yang selalu bijaksana dari semua ketiga adiknya itu.
"Kami pamit pulang dulu Di, semoga kamu bisa lebih kuat dan tegar menghadapi segala cobaan yang ada." Ucap Bu Rina Amelia sambil memeluk tubuhnya Dina yang rapuh itu.
Karina pun memeluk tubuhnya Dina," Kami pamit pulang dulu, kamu harus kuat demi anak-anakmu, kami akan selalu bersamamu dalam suka maupun dukamu,"
Shanum memeluk tantenya itu dengan deraian air matanya yang terus menerus menetes membasahi pipinya saking kasihan melihat Dina yang sudah nampak kacau.
__ADS_1
Arion berjalan sambil merangkul pinggangnya Shanum dengan posesif, dia seakan ingin memperlihatkan pada dunia jika Shanun Inshira adalah wanitanya yang sangat dicintainya bukan perempuan lain.
"Kau sepertinya sangat capek,abang akan membuatmu menghilangkan rasa capek itu," bisiknya Arion.
Shanum mendelikkan kedua matanya mendengar perkataan dari suaminya itu," sepertinya bukan menghilangkannya suamiku, tapi malah akan menambah pekerjaan aku nantinya," balasnya Sahnun.
Arion tertawa mendengar perkataan dari istrinya itu," hahaha kamu selalu paham dan mengerti apa yang aku inginkan, tapi kali ini Abang akan memperlihatkan padamu kesungguhan dan keseriusan hatiku jika aku berbeda dengan suami-suami lainnya termasuk saudaramu sendiri," balasnya Arion yang berbicara tepat di dekat telinganya Sahnum.
Sahnum hanya tersenyum tipis menanggapi perkataannya dari Arion pria yang sungguh-sungguh sangat dicintainya, dibutuhkannya, dan kehadirannya dalam hidupnya sangat berarti baginya.
Irwansyah kabur setelah mendengar berita penangkapannya, polisi melakukan pencarian dan pengejaran terhadap Irwansyah Hatif. Sedangkan Bu Karisma sudah mendekam di penjara setelah dilaporkan ke pihak yang berwajib. Perusahaan yang dibangunnya bersama suaminya itu dengan kesombongan dan culas akhirnya hancur juga.
Pencarian dan pengejaran terhadap Irwansyah semakin gencar dilakukan. Namanya sudah masuk daftar pencarian orang DPO seluruh Jakarta, bahkan ke pelosok negeri.
Arion tidak main-main bahkan mengerahkan seluruh anak buahnya untuk menemukan Irwansyah dokter gila dan syaraf itu. Bahkan Arion memberikan imbalan yang cukup banyak bagi siapapun yang berhasil menemukannya. Mereka semua murka terhadap sikapnya Irwansyah yang tidak berperikemanusiaan terhadap putri kembarnya sendiri.
__ADS_1
Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di rumah mereka. Maryam Nurhaliza dan Aidan Akhtar lebih duluan sampai di rumah. Karena mereka tidak mampir ke tempat yang lain berbeda halnya dengan Shanum dan Arion yang mampir ke suatu tempat sebelum mereka pulang.
"Alhamdulillah akhirnya bisa juga pulang ke rumah, sepertinya tubuhku sudah sangat lelah hari ini," ucapnya Aidan sambil menghempaskan tubuhnya ke atas ranjangnya tanpa berganti pakaian terlebih dahulu ataupun membersihkan seluruh tubuhnya.
Maryam hanya tersenyum melihat sikap suaminya itu. Ia tanpa ragu untuk membantu suaminya berganti pakaian terlebih dahulu.
Maryam membuka lemari pakaian khusus untuk suaminya Aidan
Aku akan melakukan segala cara untuk membuat suamiku hanya mencintaiku seorang.
Maafkan fania kemarin enggak sempat ngetik dan update karena kesibukan di dunia nyata real life sungguh menyita waktu banyak.
ingat awal bulan 9 akan ada lagi give away bonus khusus pembaca setia dan paling konsisten mendukung novel recehanku ini.
Fania Mikaila Az-zahra ucapkan "Selamat hari kemerdekaan untuk seluruh rakyat Indonesia dimanapun berada. Merdeka sekali merdeka tetap merdeka.. semangat meraih kemerdekaan yang sesungguhnya.
__ADS_1