
Sesekali Syamuel menarik nafasnya dalam-dalam saking lelahnya menghadapi masalah yang sama sekali tidak pernah terpikirkan dan dibayangkan olehnya. Ia pun kemudian berjalan ke arah sudut ruangan yang kebetulan terdapat sebuah kursi khusus untuk penunggu pasien.
Syam mendudukkan dirinya di atas kursi tersebut. Ia merogoh saku celananya dan mencari keberadaan hpnya yang sejak beberapa jam lalu tidak pernah disentuhnya ataupun dipakainya. Syam menyalakan layar hpnya dan betapa terkejutnya melihat banyaknya pesan chat dan panggilan tidak terjawab dari kekasihnya.
"Astaghfirullah aladzim, aku sampai lupa mengabari Nadia jika aku sudah sampai di kota B," cicitnya Syam.
Awal pertemuan keduanya yaitu ketika kakaknya Nadia menikah dengan kakak sepupunya Syam. Dari situlah awal hubungan keduanya. Hingga lambat laun pertemuan mereka intens dan terjalinlah hubungan hingga mereka memutuskan untuk menikah.
Nadia Zahwa gadis periang bekerja di salah satu perusahaan dimana Syam pun bekerja. Nadia adalah kekasih sekaligus calon istrinya yang rencananya, jika tidak ada halangan akan dinikahinya sekitar tiga hari lagi sesuai dengan jadwal yang kedua belah pihak keluarga besar mereka sepakati.
__ADS_1
Syam memutuskan menyudahi pacarannya dengan meminang perempuan yang sejak enam tahun lalu dikenalnya itu. Syam menyugar rambutnya kebelakang dengan gusar, ia terlalu larut dalam kemelut masalah Dewi sampai-sampai melupakan calon istrinya.
"Ya Allah… Nadia pasti sangat menghawatirkan keadaanku, karena hampir lima jam saya sama sekali tidak mengabarinya, semoga saja dia tidak berfikiran macam-macam tentangku," lirihnya Syam.
Samuel membalas satu persatu pesan chat yang masuk ke dalam nomornya dari keluarganya,rekan kerjanya dan juga kekasihnya. Ia bahkan sudah melupakan kondisi keadaan kamar perawatan Dewi yang tadinya heboh dan gempar dengan ulahnya Bu Salma dan Heri.
Sedangkan disudut lainnya, seorang perempuan paruh baya meratapi nasib malang keponakannya yang sudah seperti anak kandungnya sendiri. Anak yang sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama menjadi anak yatim-piatu bersama dengan adiknya.
"Kalau seperti ini, bagaimana sudah jadinya nasib dan kehidupannya Dewi,saya yakin tidak bakal ada lagi pria yang mau sudi menikahinya jika mereka tahu semua kemalangan yang menimpa dirinya, tapi tidak mungkin juga saya ngemis kepada Heri untuk," ratapnya Bu Husnah.
__ADS_1
Air matanya menetes membasahi pipinya yang sudah mulai nampak kelihatan beberapa kerutan di wajahnya, itu termakan oleh usia dan status pekerjaannya setiap hari yang cukup menguras tenaga dan melelahkan. Bu Husnah bekerja dengan ladang dan juga mengurus beberapa tambak ikan dan udang bersama suami dan kedua anaknya.
"Astaghfirullah aladzim, bagaimana sudah nasibnya keponakanku kalau sudah seperti ini, pasti dia akan menjadi bahan pergunjingan dan akan diolok-olok kedepannya di lingkungan masyarakat, ya Allah… apa salah keponakanku dan kami sampai cobaan berat seperti ini Engkau berikan kepada kami," keluhnya Bu Hasnah.
Ibu Hasnah adalah adik kandungnya Bu Husnah yang paling bungsu. Mereka empat bersaudara. Yaitu Pak Hamid Bambang, Pak Hasan Ishaaq bapaknya Dewi, Bu Husnah Aminah dan Bu Siti Hasanah. Mereka bertiga lah yang mengurus kehidupan Dewi dan Dinar setelah kedua orang tuanya Dewi meninggal dunia.
"Mas Hamid, saya sangat marah dengan sikapnya Bu Salma terhadap Dewi, mentang-mentang mereka dari keluarga berada sehingga ingin seenaknya menginjak harga diri kita semua!" geramnya Bu Hasnah.
"Saya akan memutus hubungan dengan mereka,tega sekali melakukan itu pada Dewi dimana hati nurani mereka simpan!? seharusnya prihatin dan menolong Dewi agar segera sembuh ini malah menambah masalah saja,saya hanya berharap semoga Dewi segera sembuh dari sakitnya," harapnya Bu Husnah seraya memperbaiki letak hijabnya Dewi yang berantakan.
__ADS_1
Pak Hamid Bambang pun menambahkan," Ingat mulai detik ini kita tidak ada kaitannya dengan keluarga besar Heri apapun yang terjadi jangan sekali-kali menyebut nama mereka disebut di depanku! cukup sudah penghianatan dan penghinaan yang mereka berikan kepada kita semua!" putusnya Pak Hamid.
"Husnah jangan risaukan masalah jodohnya Dewi, insya Allah... Allah SWT akan berikan jodoh yang terbaik untuknya, Dewi anak yang baik dan sholehah pasti akan diberikan jodoh yang terbaik pula," ujarnya Bu Halimah kakak iparnya.