
Masih di sekitar area asrama putri Aidan dan Abyasa yang hendak menaiki tunggangan roda duanya masing-masing segera terhenti ketika tanpa sengaja melihat laki-laki yang katanya menyukai Shaira dan berani berkorban untuk Shaira.
"Sepertinya peringatanku tidak dihiraukan oleh bapak yang terhormat Adelio Arsene Smith!" Sarkasnya Aidan yang segera membuka kembali helm berwarna merahnya itu.
Abyasa pun tidak jadi memasang helm nya melihat Adelio berjalan ke arah mereka dengan seringai liciknya.
Abiyasa menepuk pundaknya Adelio dengan cukup kuat," kamu cukup punya nyali rupanya untuk menemui adikku! Tapi aku salut padamu jika kamu tidak gentar dan takut dengan ancaman ku!" Cibir Abya.
Kedua adik kakak kembar itu sudah berdiri tegak di depannya Adelio untuk menghadang laju langkah kakinya Adelio.
Sedangkan CEO muda itu hanya tersenyum simpul menanggapi perkataannya dari calon kakak iparnya.
"Kamu memang pantas mendapatkan titel kakak terbaik ter the best karena kalian cukup bagus menjaga Shaira, tapi aku perlu katakan padamu sebelum janur kuning melengkung di depan rumahmu dan kata sah diucapkan oleh calon pasangannya Shaira bagiku kesempatan dan peluang untuk menikahi Shaira Innira Abidzar Al-Ghifari masih terbuka lebar," tampiknya Adelio.
Abyasa tersenyum tipis," salut dan aku patut bersyukur dengan kegigihan kamu ini,tapi jangan berharap jalan dan keinginan kamu itu akan terjadi semudah membalik telapak tangan! Kami tidak akan mengijinkan pria semacam kamu untuk bersanding dengan adikku!"
Aidan menepuk pundaknya Adelio dengan cukup keras tapi tidak membuat Adelio bergeming sedikitpun, "Benar sekali apa yang Abang katakan, apa kamu tidak sadar diri jika kamu dengan kami itu perbedaannya sangat banyak. Bagaikan langit dan bumi yang tidak akan pernah bertemu dan bersatu kecuali langit tertinggi runtuh mengenal permukaan bumi, apa kamu lupa keyakinan dan kepercayaan kita itu yang menjadi penghalang kalian untuk bersatu!"
"Jika aku bisa melewati jembatan pemisah kami dan aku mengikuti cara hidup kalian dan keyakinan aku seperti Shasa gimana? Apa aku berhak untuk mendapatkan dan menghalalkan Shasa?" Tanyanya Adelio dengan senyuman smirknya.
"Hahaha! Itu tidak mungkin banget terjadi saya sangat mengetahui dengan jelas silsilah dalam keluarga besar Smith yang tidak mungkin mengijinkan kamu berpindah dan mengikuti cara hidup kami, itu sungguh mustahil banget," ketusnya Aidan dalam bahasa Inggris.
Adelio menatap intens ke arah Aidan," maaf aku bukan Cindy Clara yang bego mengorbankan cintaku demi keangkuhan dan keegoisan kedua orang tuaku, karena aku berbeda dan hari ini aku akan buktikan padamu jika dalam waktu dekat ini aku tidak bisa hidup seperti cara kalian maka kalian berhak untuk mengajar memukuliku dengan cara apapun itu aku tiada akan melawan," tekadnya Adelio.
Perdebatan ketiga pria itu sekilas menjadi bahan tontonan dari orang-orang yang kebetulan lewat di area parkiran.
__ADS_1
"Baiklah bung buktikan semua apa yang kamu katakan tadi! Kami butuh pembuktian bukan hanya bualan dan omong kosong belaka saja!" Ucapnya Abyaza yang segera meninggalkan tempat tersebut.
"Iya buktikan dan perlihatkan pada kami jika kamu sudah layak dan pantas menjadi adik ipar kami dengan cara baca beberapa ayat Alquran surah Al-Baqarah,eh bukan semua ayat surah Al-Baqarah sebagai bukti keseriusan kamu untuk mendekati Shaira bukan sebagai calon suaminya ingat itu baik-baik!" Aidan tersenyum menyeringai lebar melihat Adelio.
Perdebatan dan adu argumentasi mereka tanpa sengaja dilihat langsung oleh Maryam dan Vela Angelina.
"Hum sungguh sulit tantangan yang diberikan oleh Aidan untuk si bos kita satu ini, aku saja beberapa bulan lamanya aku bisa hafal semua ayat dalam surah Al-Baqarah apalagi Adelio yang notabene baru belajar," cicitnya Vela.
"Iya Vel, sungguh rintangan dan halangan yang dihadapi oleh pak Adelio si duren ganteng kita satu ini memang butuh perjuangan ekstra yang luar biasa sepertinya," sahutnya Maryam.
Untungnya Shaira sudah sibuk mengepak dan mengemasi beberapa barang bawaannya itu untuk memboyong semua barang penting kembali ke tanah air. Sehingga Shaira tidak mengetahui jika terjadi perang dingin urat syaraf yang terjadi antara dua calon kakak ipar dan calon suaminya di masa depan.
Kalau seperti ini bakal lama yah readersku untuk Shaira dan Adelio bersatu. Hemm ditunggu dukungan dan doanya yah untuk kedua pasangan yang belum pernah menyatakan cintanya langsung.
Sedangkan di tanah air tiga hari kemudian…
Maryam diminta khusus untuk datang ke Indonesia bersama dengan Shaira. Karena memang kedua orang tuanya Maryam juga sudah seminggu lagi menetap di Jakarta.
Sehingga Dewi memutuskan untuk meminta secara khusus Maryam, agar menginap beberapa hari di rumahnya selama menunggu kedatangan Bu Selma Blair dan Pak Malik Adam Blair.
Dewi menyentuh punggung tangan kiri suaminya yang tidak memegang setir mobilnya itu, "Abang aku sudah tidak sabar menunggu kepulangan putriku Aira," imbuhnya Dewi.
Sam tersenyum simpul menanggapi perkataannya Dewi," Abang juga sama dengan apa yang kamu rasakan putri kecilku akhirnya balik ke rumah setelah sekian lama di luar negeri,"
Di mobil itu hanya mereka berdua saja sedangkan mobil satunya ada Shanum bersama dengan Bi Siti sedangkan mang Jono tidak jadi pergi karena harus berjaga-jaga di rumah di pos security karena akan banyak sanak saudaranya yang akan datang untuk bersilaturahmi menunggu kepulangan Shaira.
__ADS_1
"Tapi Abang apa perlu mengatakan kepada anak-anak jika Shanum dan Shaira tertukar di rumah sakit atau kita katakan kepada mereka yang sebenarnya saja?" Usulnya Dewi tentang putri kandungnya yang sesungguhnya dan sebenar-benarnya.
"Biarkan cari waktu baik lebih dulu untuk mengatakan yang sebenarnya kebenaran fakta besar ini, takutnya Shanum merasa tidak tersisihkan, sedih dan kecewa jika kita mengatakan jika dia adalah hanya anak angkat pasti akan kembali terpukul sedangkan Shaira adalah putri kandung kita sayang," tampiknya Syam yang mengkhawatirkan kondisi psikologis dan kejiwaannya Shanum putri angkatnya itu.
Dewi menatap intens ke arah suaminya," kalau itu memang yang terbaik untuk anak-anak kita lakukan saja bang, takutnya akan memicu perselisihan antara mereka, saya juga tidak ingin berpisah dengan Sha saya sudah menganggap seperti anak kandungku sendiri selama setahun lebih saya memberikan asi eksklusif untuk mereka bersama bang," tuturnya Dewi yang sedih jika harus kembali mengingat Shanum adalah putri dari orang lain.
"Tapi ngomong-ngomong bang apakah besok kalau Desta datang melamar Shanum, apakah putri kita tidak keberatan lagi dan apa Sha sudah melupakan apa yang sudah terjadi sebelumnya pada masa lalunya?" Tanyanya Dewi yang mulai mencemaskan keadaan salah satu putrinya itu.
"Insha Allah istriku, karena kejadiannya juga sudah lama, Shanum sudah bisa menerima semua yang terjadi padanya dan saya sudah berbicara dengan Desta katanya dia tidak mempermasalahkan jika Sahnum tidak bisa punya keturunan lagi, itu sih katanya kemarin saat Abang bertemu dengannya di kafe," ungkapnya Samuel.
"Ini kesempatan yang baik dan kalau Shanum dan Desta menikah rencananya Aidan dan Maryam akan aku nikahkan bersama mereka kembar juga gitu, supaya kebahagiaan kita sebagai orang tuanya double gitu suamiku," harapnya Dewi yang tersenyum lebar memikirkan rencananya itu.
"Berarti akan ada dua anak kita yang akan menikah yah, semoga Allah SWT mengabulkan keinginanmu Istriku," tutur Sam.
Sam raut wajahnya langsung berubah drastis ketika mengingat kejadian beberapa hari lalu. Tentang kedua orang tuanya Desta yang kurang setuju dengan rencana putranya yang akan menikah dengan gadis yang tidak peee raaa waan lagi dan mengalami masalah dirahimnya.
"Ya Allah semoga esok semuanya berjalan lancar, aku ingin melihat putra putriku bahagia dengan kehidupannya masing-masing,"
Mobil sedan putih yang dikendarai oleh Samuel sudah berbelok arah menuju bandara internasional Soekarno Hatta.
Mobil yang dikendarai oleh Shanum Inshira lebih duluan masuk ke dalam area parkir khusus mobil bandara tersebut.
"Alhamdulillah akhirnya adikku dede Aira akan pulang ke rumah, semoga setelah mereka tahu jika saya hanya kakak angkatnya Aira tidak akan bersikap lain-lain ataupun berubah rasa sayangnya padaku nanti,"
Shanum sering kali merasa takut dan khawatir jika ketiga saudara angkatnya berubah dan tidak menyayanginya lagi seperti dulu.
__ADS_1
"Ya Allah besok mas Desta akan datang melamar ku, padahal sudah aku tolak mentah-mentah rencana lamarannya, aku juga tidak pernah mencintainya ya Allah... mana mungkin aku bisa hidup dengan pria lain sedangkan pria yang aku datangi entah kemana perginya,"