Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 155


__ADS_3

Semua orang mengarahkan pandangannya ke arah pak Irwansyah Hatif dengan tatapan yang berbeda-beda.


Kalau aku jawab enggak bisa-bisa kena pecat di rumah sakit. Kalau aku bilang ya pasti aku akan melihat bahwa Shaira putrinya musuh bebuyutanku akan dipermalukan malam hari ini juga.


Cukup sudah saya mendengar berbagai macam pujian yang mereka dapatkan dari para tamu undangan, Benar-benar saya muak melihatnya dan mendengarkannya.


Pak Irwansyah menatap tajam ke arah Syam dan Dewi serta keempat anak-anak kembarnya Syamuel dan Dewi.


Jadi saatnya sekarang waktu yang tepat untuk melihat mereka dipermalukan bahkan untuk berpijak di tanah pasti mereka akan sangat malu dengan kejadian malam ini. Saya yakin akan hal itu jika dia akan dihina dan dicemooh oleh orang-orang banyak.


Ini baru pertunjukan seru, aku yakin Shaira dan keempat saudaranya akan dipermalukan sehingga mereka akan bersembunyi dan tidak berani keluar rumah saking malunya.


Semoga papa menerima dan menyetujui permintaan pria bule itu. Hanz kamu lihatlah siapa perempuan yang kamu cintai itu, hingga kamu akhir-akhir ini memperlakukan aku dengan dingin, tapi setiap malam minta jatah, sebel kan jadinya.


Andrew Parker Smith menepuk pundak kakak sulungnya itu dengan senyuman smirknya sebelum berjalan ke arah Irwansyah yang baru diketahuinya jika dokter Irwan adalah salah satu dokter unggulan di rumah sakitnya.


"Bagaimana Pak Irwansyah Hatif apakah Anda setuju meluangkan waktunya dan sedikit tempat untuk mengijinkan kakakku membacakan ayat suci Alquran," imbuhnya Andrew.


Irwansyah terdesak sekaligus terkejut setelah mengetahui jika pria yang hendak melamar Sahira adalah orang kaya dan juga pemilik rumah sakit yang cukup besar di Indonesia.


"Baiklah Pak Andrew, silahkan melakukan kegiatan dan pekerjaan yang Anda inginkan, saya akan memfasilitasi apapun itu demi kelancaran kerjaan sesuai yang Anda inginkan Pak Andre," ucapnya Irwan yang mulai ketakutan dan gentar menghadapi tantangan yang akan dilakukan oleh Adelio.


Beberapa pihak wedding organizer yang memang sedari tadi selalu standby di tempat perhelatan segera mengerjakan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Andrew.

__ADS_1


Dalam sekejap mata, tempat altar atau panggung yang sebelumnya dipakai oleh Desta dan Arabela menikah akan dipakai oleh Adelio untuk membacakan beberapa surah ayat suci Al-Quran terutama surah Al-Baqarah.


Adelio berjalan ke arah Aidan dan Abyasa," semoga saja setelah ini kalian berdua tidak akan menjilat air liur sendiri untuk kembali menentang niat baikku untuk melamar Shaira adik bungsu kalian," ucapnya Adelio yang segera berjalan ke arah mimbar.


Semua para hadirin tamu undangan segenap orang yang hadir perhatiannya tertuju pada Adelio yang sudah duduk di atas mimbar dengan sebuah Al-Qur'an besar terletak di atas sebuah meja kecil.


Adelio menatap ke arah Shaira dengan senyuman yang tersungging di sudut bibirnya sebelum memulai membaca Alquran.


"Bismillahirrahmanirrahim, assalamualaikum, maaf saya meminta waktunya sebentar dan sudah menganggu kenyamanan para tamu undangan pak Irwansyah Hatif, saya disini akan membacakan beberapa surah Al-Qur'an sesuai dengan tantangan yang diberikan oleh calon kakak iparku yaitu Aidan Akhtar dan Abyasa Akhtam untuk meminang gadis pujaan hatiku yang saya cintai sejak beberapa tahun lalu dan saya hari ini berencana untuk melamarnya menjadikan pendamping hidupku dan menjadikan Shaira Innira Abidzar Al-Ghifari adalah satu-satunya istri dalam hidupku," ungkapnya Adelio panjang lebar saat membuka pidato sekaligus ungkapan hatinya itu.


Shaira menutup mulutnya saking terkejutnya mendengar perkataan dari Adelio.


Ya Allah berarti pak Adelio sejak dulu mencintaiku, apa jangan-jangan pria yang setiap hari mengirimkan banyak bunga mawar dan matahari itu adalah pak Adelio waktu saya masih di UK Inggris London.


Ariela menatap intens ke arah suaminya yang terus menatap intens ke arah Shaira. Hans tidak menyangka jika sudah ada pria yang melamar perempuan yang sangat dicintainya tapi juga dikhianatinya dalam waktu bersamaan.


"Ya Allah ini jodoh untuk Shaira sangat layak dan pantas mendampingi Shaira gadis cantik, sholehah dan pintar lagi, dibandingkan dengan mantan tunangannya yang direbut oleh adik sepupunya dulu," cercanya seorang ibu-ibu yang menjadi tetangga mereka.


"Iya benar sekali apa yang ibu katakan, aku yakin pria Eropa ini sangat kaya karena dengar-dengar seorang pengusaha muda dan memiliki banyak rumah sakit dibandingkan dengan pria pengecut tukang selingkuh itu sangat lah jauh bagaikan langit dan bumi perbedaan mereka," cibirnya Bu Dania.


"Kalau anakku yang dilamar pria seperti anak muda itu pasti saya tidak akan lama dan banyak pikir untuk menjawab lamarannya," tampiknya seorang bapak-bapakĀ 


Segala ucapan suara sumbang dan pujian serta mereka yang membandingkan antara Shaira dan Ariela Ziudith itu terdengar langsung ke telinganya Samuel, Dewi, Dina Anelka Mulya dan Irwansyah Hatif tentunya serta semua orang pastinya.

__ADS_1


Adelio pun mulai membaca basmallah dan ta'awudz terlebih dahulu sebelum membaca semua ayat Al-Baqarah. Dengan suara yang cukup merdu dan pelafalan intonasi serta tajwid yang sangat pas dan sesuai membuat semua orang takjub dan memuji penampilan dari Adelio.


Semua orang menatap intens ke arah Adelio yang masih tidak percaya dengan seorang pria keturunan Indonesia-Inggris yang berbeda keyakinan dengan Shaira sementara mengaji dan membaca ayat demi ayat dengan baik dan rapi.


"Ini tidak mungkin, pasti aku sedang bermimpi!" Cicitnya Aidan.


"Dia ternyata mampu membuat kita takjub dan dengan gagah berani memenuhi tantangan kalian berdua," ucap Shanum yang memuji penampilan dari Adelio.


"Calon suami cucuku yang satu ini sungguh luar biasa sudah cakep, kaya raya dan calon suami sholeh penuh tanggung jawab," puji Bu Rina Amelia.


Aku yakin mas Irwansyah pasti sangat malu, marah dan murka dengan apa yang dilihatnya langsung. Aku sangat bisa pastikan hal tersebut. Tapi aku bersyukur karena keponakanku masing-masing mendapatkan jodoh idaman sesuai dengan keinginan mereka sendiri.


Dewi menitikkan air matanya dengan mendengarkan suara merdu nan syahdu dari Adelio Pria yang katanya ingin menikahi putrinya itu.


Dewi merangkul lengannya suaminya itu," Ya Allah subhanallah indah benar suaranya Nak Adelio, semoga saja apa yang dilakukannya itu menarik simpatik dan perhatiannya Shaira putri kita Abang Sam," harapnya Dewi yang ikut terharu mendengarkan lantunan ayat suci Alquran yang dibawakan oleh Adelio hingga akhir surah Al-Baqarah.


"Mbak Aira terima dong pak Adelio menjadi suaminya Mbak,kalau bisa kalian bisa menikah kembar empat loh lusa nanti," teriaknya Adisti Ulfah Syafira setelah calon suaminya kakak sepupunya menyelesaikan bacaannya.


Semua orang bertepuk tangan dengan riuh tepuk tangan memenuhi segala penjuru gedung tersebut. Adelio menutup bacaannya dengan mengecup penuh takjim Al-Qur'an itu.


"Bagaimana Aidan dan Abiyasa apa saya sudah bisa melamar langsung Syaira?" tanyanya Adelio.


Abya dan Aidan saling bertatapan satu sama lain sambil mengalihkan penglihatannya ur arah kedua orang tuanya yaitu papa dan mamanya.

__ADS_1


__ADS_2