Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 197


__ADS_3

Semua orang segera bersiap tanpa terkecuali menuju rumah sakit. Mereka ingin melihat kondisinya Vela Angelina.


"Kenapa bisa Vela bisa keguguran?" Tanyanya Shaira yang berjalan ke arah kamar ganti dengan terburu-buru.


"Kamu akan mengetahui kondisi temanmu itu jika kamu telah sampai di rumah sakit?" Ucapnya Adelio yang sedikit mengeraskan suaranya karena Shaira sudah masuk ke dalam ruang ganti.


Adelio juga mengganti pakaiannya karena tidak mungkin keluar rumah hanya memakai celana pendek dan baju kaos oblongnya saja.


"Benar juga apa yang dikatakan oleh abang Lio, mana mungkin kami di rumah ini mengetahui dengan jelas penyebabnya dengan pasti, walau tadi Amar mengatakan jika Vela keguguran karena terjatuh," cicitnya Shaira seraya mengganti pakaiannya dengan secepatnya dan asal megambil pakaiannya saja secara acak.


Shaira terdiam sembari mengamati penampilannya di depan cermin sambil kembali teringat perkataan dari suaminya semalam.


Adelio menyandang kepalanya Shaira ke pundaknya sendiri sambil berkata," jika esok dan kapanpun kamu merasa lelah,maka pundak kekarku ini akan selalu ada sebagai tempat kamu bersandar,"

__ADS_1


Ucapan itu masih terngiang di telinganya hingga saat ini hingga mampu membuat senyuman tersungging di wajah ayunya itu.


Alhamdulillah makasih banyak ya Allah Engkau memberikan aku suami yang sangat mencintaiku. Aku hanya berharap diakhir hayat kami, cinta ini masih sama tak tergantikan, harapanku hanya itu ya Allah.


Shaira memakai pakaian baru yang diambilnya dari dalam lemari, tetapi pikirannya terus tertuju kepada keromantisan dan kedekatannya dengan suaminya itu.


Besok siang Abang Adelio akan berangkat ke luar negeri tepatnya di Paris Perancis, tapi aku merasa suamiku akan pergi lama banget akan balik ke Indonesia,


Shaira memakai satu persatu pakaiannya dengan terus memikirkan keberangkatan suaminya ke luar negeri.


Shaira kembali tersenyum ketika pertama kalinya melakukan hubungan suami istri, yaitu suaminya sudah berada di puncak kenyamanannya, Adelio Arsene Smith berhasil membobol gawangnya dia langsung berteriak kencang dan mengucapkan kata merdeka.


Itulah yang terkadang membuatnya tersenyum sendirian,"apakah aku sudah mulai mencintai dan menerima kehadirannya di dalam hatiku ini,"

__ADS_1


Sedangkan di dalam kamar pribadinya Aidan Akhtar dan Maryam Nurhaliza.


Apa kecelakaan ini ada hubungannya dengan Ahsan, karena katanya dia balik ke Jakarta, walaupun aku belum pernah lihat secara langsung, tapi menurutku kalau semua ini terjadi karena Akhsan.


Maryam seperti linlung karena, terlalu banyak pikiran. Bukannya masalah hubungan rumah tangganya sendiri, melainkan memikirkan segala hal kemungkinan yang bisa terjadi pada sahabatnya itu.


Aku hanya berharap tidak terjadi sesuatu pada Vela, walau calon bayinya harus meninggal dunia.


Aidan melihat istrinya seperti sedang melamun, sehingga ia mendekati istrinya itu sambil memeluknya dari arah belakang. Tangan kekarnya melingkar di pinggang ramping istrinya itu.


"Honey apa yang terjadi padamu?" Tanyanya Aydan.


Maryam yang diperlakukan seperti itu agak geli, karena tangannya Aydan mulai nakal memainkan aset terpenting miliknya itu, padahal Maryam sudah bersiap untuk berangkat.

__ADS_1


"Sayang nanti malem setelah balik dari rumah sakit kita lanjut yah, soalnya kita ini sudah ditungguin oleh yang lainnnya, kasihan mereka jika menunggu kita terlalu lama bersiap nya suamiku yang paling ganteng dan gagah di dunia ini," tolaknya Maryam secara halus.


__ADS_2