Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 138


__ADS_3

Semua orang bersyukur dan bisa bernafas lega karena, Shanum setuju dengan permintaan dan lamaran dari Arion Sneider Oesman.


"Alhamdulillah makasih banyak Nak kamu sudah menerima lamaran cucuku, jujur saja saya sangat bahagia karena akhirnya cucuku akan mengakhiri masa lajangnya," imbuhnya Bu Natalia Shinta Oesman.


"Saya yang seharusnya berterima kasih kepada Anda karena telah sudi datang ke rumah kami yang sederhana ini untuk melamar cucu putri pertama kami, sungguh betapa bahagianya diriku ini dan juga segenap keluargaku juga pastinya," ucapnya Bu Rina Amelia yang sangat gembira dan tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.


"Karena lamaran cucuku sudah diterima bagaimana calon pengantinnya saling bertukar cincin dan menentukan hari terbaik untuk melaksanakan akad nikah dan resepsinya Bu Rina," ucap Bu Natalia.


Ini Rina menatap ke arah putra dan juga anak menantunya itu," bagaimana kalau masalah tersebut kita serahkan pada papanya saja, bagaimana menurut Anda nyonya Natalia?" Tanyanya Bu Rina yang tidak mungkin dia yang mengambil hak itu sebagai papanya Shahnum.


"Bagaimana kalau dua minggu dari sekarang hari pelaksanaan akad nikahnya se…," ucapannya pak Hanif Yahya terpotong karena mendapatkan tatapan tajam dari semua orang yang hadir di dalam sana.


Shanum menatap ayah kandungnya itu dengan tatapan tidak suka. Ia tidak menyangka jika papa biologisnya akan mendahului papanya Syamuel.


"Maaf saya tidak bermaksud untuk..," sesalnya Yahya yang baru tersadar.


Saking bahagianya pak Yahya sampai melupakan jika statusnya tidak diakui oleh putrinya sendiri. Apalagi kepada orang lain yang sama sekali tidak mengetahui kebenaran itu atas permintaan dari Shanum sendiri.


"Tidak apa-apa Yahya, kamu pasti ikut gembira setelah mendengar rencana pernikahan putriku, jadi yang lainnya tenang yah mungkin pak Yahya terlalu eksaitik," sanggahnya Dewi yang tidak ingin rahasia besar mereka terbongkar.


Sedangkan kedua calon mempelai perempuan dan pria sesekali diam-diam saling melirik membuat tingkah keduanya sangat lucu dimata mereka.


"Bismillahirrahmanirrahim insha Allah dua minggu lagi dari sekarang tepatnya hari jumat, kebetulan saya ingin merencanakan pernikahan putraku dengan calon istrinya Maryam Nurhaliza juga bersamaan diadakan dengan acara pernikahan Shanum putri keduaku, kebetulan calon istrinya Aidan juga sudah datang hanya kedua orang tuanya yang baru balik dari Malaysia besok, bagiamana menurutmu nak Arion apa kamu tidak keberatan dengan rencanaku ini?" Tanyanya Syamuel yang mengalihkan pandangannya ke arah Arion.


"Kalau masalah itu saya serahkan kepada om saja bagaimana baiknya," jawabnya singkat Arion.


"Alhamdulillah karena Arion setuju, setelah Aidan Akhtar putra keduaku pulang dari London Inggris barulah kita akan mengadakan acara akad sekaligus resepsi pernikahannya, karena insha Allah hari sabtu ini putraku akan balik ke Indonesia," jelasnya Syam dengan senyuman yang tidak pernah pudar dari sudut bibirnya itu.

__ADS_1


Maryam Nurhaliza yang mendengar perkataan dari calon papa mertuanya begitu sungguh bahagia, karena tidak lama lagi ia akan memiliki Aidan sepenuhnya. Pak Yahya sebenarnya sedih dan kecewa karena tidak diikut sertakan dalam bertanya tentang pendapatnya mengenai pernikahannya Shanum anak kandungnya.


"Saya harus mendiskusikan masalah ini dengan Yahya, istriku Shanum dan Arion juga mengenai wali nikahnyah. Karena pasti ketika menikah Arion akan menyebut nama kandung papanya itu. Tapi aku tidak mungkin secara terang-terangan mengungkapkan jati diri siapa Shanum sebenarnya, pasti mentalnya Sha putriku akan terganggu kembali seperti dulu,"


"Alhamdulillah makasih banyak ya Allah semoga rencana baik kami ini diridhoi dan direstui oleh Allah SWT,"


Semua orang bersuka cita atas rencana pernikahan dua anak kembarnya Syam. Canda tawa terdengar begitu alami dan nyata berbanding terbalik dengan suasana di dalam sebuah rumah yang lebih mewah dibandingkan rumahnya Samuel Abidzar Al-Ghifari.


"Bagaimana Nak Arabela Aqila apakah kamu bersedia menerima pinangan dan lamaran dari putra tunggal kami Desta Alamsyah?" Tanyanya Bu Kharisma.


Setelah lamarannya untuk Shanum dibatalkan, kedua orang tuanya Desta segera beralih ke rumahnya dokter Irwansyah. Pria yang menjadi adik iparnya Syamuel.


Beberapa orang duduk di dalam ruangan tamu yang saling berdiskusi dan berbincang-bincang mengenai kehidupan anak-anak mereka kedepannya.


"Bagaimana Nak,apa kamu siap menjadi pendamping dan istri dari putraku?" Tanyanya pak Gilang.


Irwansyah menatap tajam ke arah istrinya," kamu tidak punya hak untuk menentukan kehidupan putriku dan juga jangan sekali-kali berani menentang keputusanku ini! Apa kamu lupa kalau putri kita Ariella Ziudith juga menikah muda dan bahagia dengan suaminya Hanzal, bahkan mereka akan segera dikaruniai anak pertama!" Ucapnya Irwansyah dengan lantang.


"Tapi Mas kisah mereka berbeda! Sedangkan Arabela itu tidak melakukan kesalahan seperti yang dilakukan oleh Ariela! Apa Mas sudah lupakan itu semua kenapa bisa mereka saya restui dan ijinkan untuk menikah!?" Dina pun ikut mengeraskan suaranya walau di depan orang lain karena merasa sudah cukup diperlakukan tak dihargai oleh suaminya sendiri.


"Pak Irwansyah mohon tenanglah,Bu Dina juga kami mohon duduk dulu sebaiknya kita bicarakan lamaran ini baik-baik, karena kami tidak mungkin berani untuk datang langsung melamar putri Ibu Dina jika mereka tidak saling mencintai, apalagi Arabela saya yakin dia sangat mencintai putraku, benarkan Nak Ara apa yang Om katakan?" Ungkapnya Pak Gilang yang berusaha menenangkan dan menengahi perdebatan dua keluarga itu.


Dina terduduk sambil menatap intens ke arah putrinya yang spontan menundukkan kepalanya setelah mendengar perkataan dari pak Gilang.


Dina menghela nafasnya dengan gusar," astaughfirullahaladzim kenapa ya Allah dua-duanya putriku mencintai kekasih dan calon suami kakak sepupunya sendiri? Putraku juga Akhsan sudah salah jalan apa yang terjadi sebenarnya pada kalian, apa cara mendidik, mengasuh dan membesarkanku yang keliru,"


Karena Dina terdiam sedangkan Arabela malu-malu kucing untuk mengatakan dan berterus terang tentang apa yang dia inginkan dan dirasakan oleh hatinya sendiri.

__ADS_1


"Karena melihat sikapnya putri pak Irwan yang wajahnya merah merona tersipu malu, saya yakin dia setuju dengan permintaan dari kami ini," ujarnya pak Gilang.


Irwansyah tersenyum penuh kemenangan," Pak Gilang sangat jeli melihat situasi dan keadaan jadi saya putuskan untuk menikahkan mereka, kalau bisa minggu ini kita nikahkan anak-anak kita yaitu tepatnya di hari minggu saja," Putusnya Irwansyah.


Dina Anelka Mulya tidak bisa berkata-kata lagi. Ia sangat pasrah sekaligus kecewa dengan keadaan yang terjadi di dalam keluarganya.


Ya Allah apakah ini karma yang aku dapatkan karena aku telah jatuh cinta pada pria yang sama sekali tidak pernah mencintaiku sedikitpun.


Saya tidak akan mengijinkan anak-anakmu Samuel bahagia di atas luka dan penderitaanku yang terpaksa harus menikah dengan perempuan yang sama sekali aku tidak cintai. Dewi apa kamu tidak tahu jika aku sangat tersiksa hidup dengan adikmu yang sama sekali tidak aku cintai.


Apakah ini namanya takdir berpihak padaku! Aku tidak akan mengijinkan siapa pun menghalangi niat saya untuk menikah dengan mas Desta. Sekalipun itu mamaku sendiri bahkan mas Desta yang menentang keinginan kedua orang tuanya tidak akan aku ijinkan menghancurkan impianku sejak lama.


Desta hendak ingin menentang keputusan papanya itu segera dicegah oleh mamanya Bu Kharisma. Bu Karisma segera menekan tangannya Desta sekuat tenaga. Hingga ia menggemelatukkan gigi-giginya itu.


Bu Karisma mendekatkan wajahnya ke telinga anak semata wayangnya itu," ingat jika kamu berani berulah dengan menentang keputusan dari papamu, ingat baik-baik bagi Mama dan papa kamu bukanlah anak kami lagi dan kamu tidak akan mendapatkan warisan sepeserpun!" Ancamnya Bu Karisma yang segera tersenyum kikuk karena diperhatikan oleh Dina.


"Saya setuju menikah dengan Mas Desta Pa," jawabnya Arabela yang memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang datang padanya dan bersikap masa bodoh dengan kegagalan pernikahannya Sahnum.


Yang suka baca novel recehanku Alhamdulillah Makasih banyak. jika ada yang tidak suka diskip saja dan ditinggalkan tidak perlu tinggalkan jejak apapun.


Ingat khusus pembaca yang nongol setiap hari baca novelku ini insha Allah ada bonusnya dikit si setiap novelku yang tiga ini:


Belum Berakhir


Satu Atap Dua Hati


Pamanmu adalah jodohku

__ADS_1


Hargailah karya orang lain n bijaklah dalam berkomentar... karena manusia terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat untuk sesama. selow dan damai bestie.


__ADS_2