
Afiq pun mulai menjelaskan apa tujuannya datang mengunjungi Dewi secara diam-diam, sedangkan Dewi tidak pernah mengungkapkan secara terbuka alamat lengkapnya di kabupaten tempat ia tinggal sebelumnya.
"Aku meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Mbak Dewi atas kelancanganku menjebak Mbak, semua itu aku lakukan semata-mata karena aku tidak ingin sampai Mbak Nadia Yulianti mengetahui jika Mbak adalah istri pertamanya mas Samuel, aku tahu bagaimana karakter dan orangnya Mbak Nadia walaupun aku hanya adik sambungnya saja beda ibu, tapi aku sejak kecil tumbuh bersamanya Mbak, aku itu kasihan melihat Mbak jika diperlakukan tidak adil dan ditindas oleh Mbak Nadia makanya sebelum itu semua terjadi aku menghentikannya dengan caraku sendiri, semoga Mbak Nadia mengerti dengan apa yang sudah aku perbuat," ungkap Afiq dengan penuh penyesalan.
Dewi sempat terkejut dan kaget mendengar penuturan dan penjelasan dari Afiq adik iparnya suaminya itu. Awalnya ia tidak menerima dengan berbagai tuduhan tersebut yang dilayangkan untuknya, tapi Dewi berfikir positif dan memikirkan juga kedepannya nasibnya dan kedua anaknya juga.
Astagfirullah aladzim ternyata Afiq yang sengaja membuat tuduhan palsu itu,tapi saya juga patut bersyukur karena bisa pergi dari rumah itu tanpa harus mencari alasan atau berbohong untuk harus pergi dari sana sebelum Nadia ataupun orang lain yang mengetahui siapa saya sebenarnya.
Dewi menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya dengan cukup perlahan dan pelan. Dewi tidak menyangka jika rahasia besarnya terbongkar dan ada yang mengetahui jika dia adalah istri pertamanya Samuel Abidzar Al-Ghifari. Tapi,dia juga tidak memungkiri jika bersyukur karena orang baik lah yang mengetahui jika dia itu sudah menikah dengan Sam. Jika tidak pasti dampak dan akibatnya akan lebih parah dari tuduhan palsu dan rekayasa itu.
__ADS_1
Dewi tersenyum tipis menanggapi perkataan dari mulutnya Afiq pria berusia 23 tahun itu.
"Awalnya saya memang marah, jengkel,kesal dan kecewa karena tuduhan itu membuatku menjauh dari Abang Syam, tapi disisi lain aku juga bersyukur karena berkat kebohongan dan drama yang kamu ciptakan saya bisa terlepas dan terbebas dari Mbak Nadia yang kemungkinannya akan mengetahui apa yang saya perbuat, karena jujur feelingku mengatakan kalau dia menyelidiki apa yang sudah saya lakukan dengan Abang Syam," jelasnya Dewi dengan panjang lebar.
Afiq tersenyum penuh sumringah karena apa yang sudah diputuskannya beberapa hari lalu, tidak membuat Dewi marah atau pun melakukan hal-hal diluar batas dan kendalinya.
"Alhamdulillah sungguh mulia hatinya Mbak Dewi, pantesan Mas Syam jatuh cinta kepada Mbak Dewi yang bukan saja hatinya baik, tapi juga rupanya yang cantik, Mas Syam sangat beruntung mendapatkan istri yang sholeha dan baik seperti Mbak Dewi ini," pujinya Afiq.
Ya Allah andaikan Mbak Dewi bukan istrinya Mas Sam mungkin aku akan jadi pebinor dalam rumah tangga mereka. Betapa sungguh beruntungnya Mas Syam mendapatkan wanita sebaik Mbak Dewi, sayangnya aku cukup terlambat untuk berkenalan dan bertemu dengan wanita berhati mulia ini.
__ADS_1
"Maafkan saya sebelumnya Afiq, kalau sudah tidak ada yang ingin dibicarakan sebaiknya kamu pergi dulu dari sini, esok hari baru datang lagi berkunjung, karena takutnya apa yang kita lakukan ini akan menimbulkan fitnah karena kita tidak ada hubungan kekerabatan sedikitpun, saya harap kamu mengerti dengan kondisiku yang perempuan sudah bersuami," pintanya Dewi yang berbicara sangat hati-hati takutnya dia menyinggung perasaannya Afiq.
Afiq segera tersadar dari lamunannya setelah mendengar perkataan dari Dewi yang secara tidak langsung mengusirnya dari dalam rumahnya itu. Afiq tidak mempersalahkan hal tersebut, karena memang harus segera pergi dari sana karena mengingat sudah masuk waktu malam. Lagian Dewi sudah punya suami sedangkan dia bukan siapa-siapa Dewi.
Afiq tertawa cengengesan sambil segera menghabiskan kopi seduhan dan buatannya Dewi Kinanti Mirasih. Narendra Afiq Lukman segera berpamitan dan mengambil kunci mobilnya yang tergeletak diatas meja sofa ruang tamu.
"Mbak kalau besok-besok aku datang lagi untuk bertamu, apa tidak masalah dan tidak apa-apa jika aku kembali disini?" Tanya Afiq setelah selesai memakai sepatu sneakernya itu.
Dewi berusaha bangkit dari duduknya itu dengan perutnya yang semakin membuncit saja walaupun kesusahan, "Kalau masalah itu tergantung sih, kamu datangnya pagi, siang, sore atau malam yang jelasnya pintu rumahku selalu terbuka untuk adikku," balasnya Dewi.
__ADS_1
"Masya Allah… Alhamdulillah makasih banyak Mbak, tapi aku berharap semoga kedepannya aku balik dari sini dan kembali lagi aku sudah bisa menggendong tubuhnya calon ponakan aku," harapnya Afiq.