Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 237


__ADS_3

Adisti tergugu dalam tangisannya itu, dia tidak menduga jika bundanya bersikap seperti ini sangat jauh berbeda dengan apa yang diketahuinya baru saja.


Adisti meremas ujung hijabnya dengan deraian air matanya yang terus menerus menetes membasahi pipinya yang sedikit tirus itu.


Ya Allah, kenapa hidupku seperti ini!? Aku tidak ingin percayai jika ayah bukanlah ayah kandungku. Aku tidak sanggup jika hidup tanpa ayah Syamil.


Ya Allah aku tidak percaya jika ayah Syamil, Paman Sam, Tante Dewi, Mbak Shaira dan yang lainnya adalah bukan keluarga kandungku sendiri.


Adisti memukul-mukul seprei berwarna kuning sesuai dengan warna favoritnya itu. Ia mengusap wajahnya dengan gusar dan sesekali menghela nafasnya dengan cukup berat.


Adisti mengusap wajahnya yang penuh dengan air matanya menggunakan kain hijabnya. Karena tissue yang berada di dalam kotak tissue sudah habis dan ludes dipakainya.


Tapi, apapun yang terjadi ayahku adalah tetap Syamil Aldiansyah sampai kapanpun hingga aku menutup mata ini untuk selamanya.


Keesokan harinya..


"Kalau kamu Adisti apa kamu bersedia menerima lamarannya Nak Ade Nugraha? Kalau kau bersedia kalian bisa menikah berbarengan dengan Faris adikmu saja, gimana menurut kalian?" Tanyanya Sam kembali.

__ADS_1


"Kalau menurut Mama itu jalan keluar dan solusinya yang paling tepat, takutnya mereka kembali berbuat dosa," cercanya Bu Rina Amelia.


Sejak semalam perasaan Bu Rina yang mulai tidak terlalu suka dengan Adisti yang notabene bukan cucu kandungnya apalagi mengingat dia putrinya Karina yang sudah menghina anak menantu kesayangannya.


"Semuanya sudah diputuskan, kalau gitu kita tunggu sampai masa Iddah dari Sheila Alona selesai barulah kalian menikah, dan untuk Adisty dan Ade Nugraha, apa kalian berdua siap menunggu lima bulan lagi dari sekarang?" Tanyanya Syamil.


"Insha Allah kalau saya selalu siap kapan saja Paman, hanya saja takutnya Adisti akan berubah pikiran lagi," tampiknya Ade dokter spesialis mata itu.


"Itu sih maunya kamu, enggak sabaran banget," ketusnya Aidan.


Semua orang sibuk dan ribut mengolok-olok sahabat mereka. Shaira, Aidan dan Abyasa sengaja melakukan semua itu untuk mencairkan suasana karena melihat Adisti Ulfah Salsabiela yang kebanyakan terdiam dan berbicara sekena dan seperlunya saja.


Aku yakin Adisti pasti masih sangat sedih dan terguncang hebat jiwanya setelah mendengar kebenaran tentang ayahnya dan bundanya.


Shaira menyentuh punggung tangan adik sepupunya itu dengan senyuman teduhnya,agar Adisty lebih tenang dan sabar.


Sepertinya dek Adisti sedih, kecewa, sakit hati dan pikirannya bercabang-cabang dan memikirkan apa yang terjadi pada rumah tangga kedua orang tuanya.

__ADS_1


Maryam Nurhaliza ikut sedih melihat adik sepupu dari suaminya itu.


Aku yakin kamu pasti kuat dan mampu untuk menahan segala cobaan ini. Bersabarlah deke, karena Allah SWT selalu bersama selamanya dengan orang-orang yang tulus dan berhati lapang.


Dina Anelka Mulya datang berkunjung ke rumah kakak satu-satunya itu untuk mengabarkan kepada mereka semua jika Nadia Yulianti, putrinya Ariela Ziudith digiring ke Mapolres Jakarta Pusat oleh beberapa orang yang berseragam polisi.


Tapi, usahanya itu dia tunda sementara waktu untuk mengabarkan kepada kakaknya dan juga berencana untuk meminta tolong kepada suami keponakannya, yaitu pada Adelio Arsene Smith dan Arion Sneider Oesman.


Kenapa orang-orang sangat ramai dan wajah mereka nampak tegang. Apa yang terjadi pada mereka semua? Ini bukan waktu yang tepat untuk menyampaikan kabar tersebut, apalagi untuk meminta bantuan kepada mereka.


Syamil melihat kedatangan Dina, dia merasa canggung dengan kejadian semalam. Dia sudah curhat dan menceritakan segala apa yang terjadi pada rumah tangganya itu.


Kenapa Dina ada di sini, apa yang terjadi padanya? Aku perhatikan kayaknya dia sedang panik dan sedang ada masalah serius yang dihadapinya juga.


Dina pun tanpa sengaja pandangannya tertuju pada pria yang baru sehari mengucapkan kata talak tiga pada istrinya itu.


kenapa aku merasa enggak enak hati kepada Mas Syamil, apalagi semalam ikut emosi setelah mendengar perkataan tentang perbuatan jelek istrinya Mbak Karina Ranau.

__ADS_1


__ADS_2