Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 83


__ADS_3

Dewi tidak mungkin langsung mengatakan yang sejujurnya di hadapan adiknya karena keyakinannya pasti Dina tidak akan bisa percaya dengan mudah apa yang dikatakannya.


Bahkan kemungkinan besarnya yang bisa terjadi jika Dina akan mencurigai apa yang akan dikatakan nantinya. Bahkan Dina akan menuduh Dewi memiliki maksud tertentu dengan kejujurannya itu.


Makanya itulah resiko kemungkinan besarnya yang dipikirkan oleh Dewi sehingga mengurungkan niatnya untuk jujur dan menunggu waktu yang tepat untuk berbicara apa adanya di depan adik tunggalnya tersebut.


Untuk sementara saya akan sabar dan melihat apa yang akan dilakukan dokter Irwansyah, jika memang sudah terdesak saya terpaksa akan mengatakan kejujuran tersebut apapun resikonya.


"Mbak Dewi katanya Mas Irwan demi saya dibeli juga rumah di sekitar sini, alasannya supaya saya dengan Mbak Dewi semakin dekat dan tidak berjauhan lagi sehingga hubungan silaturahmi kita semakin akrab," imbuhnya Dina yang tersenyum lebar saking bahagianya.


Dewi terkejut mendengar perkataan dari mulut adiknya itu,ia kembali mengarahkan pandangannya ke arah Irwansyah. Tapi Dewi segera mengalihkan perhatiannya ke arah anaknya yang dipangkunya itu. Karena ia seminimal mungkin menghindari


Ya Allah… apa sebenarnya yang diinginkan oleh Irwan, saya tidak mengerti kenapa sampai harus membeli rumah di sekitar sini juga, kalau seperti ini saya yang harus pintar-pintar jaga keluargaku dari hal-hal jelek terutama dari Irwan anggota keluargaku sendiri.


Irwansyah mengecup punggung tangannya Dina di hadapannya Dewi agar Dewi menganggap, "Kami ingin lebih dekat dengan keluarga kalian, karena saya biasanya bepergian jauh ke luar daerah sehingga lebih aman jika Dina berdekatan dengan kakaknya sendiri apalagi aku yakin Mbak itu perempuan yang baik pasti akan aman dan nyaman Dina jika sewaktu-waktu aku tinggalkan untuk dinas keluar kota," ucapnya Irwansyah.


"Tapi, sayangnya istriku ini bukan seorang baby sitter yang bertugas untuk menjaga istrimu!" Ucapnya sinis Syam yang baru saja pulang kerja dan melihat jika Irwansyah sudah berada di dalam ruangan tamunya.


Untungnya Syam segera mendapatkan kabar berita dari BI Siti mengenai kedatangan Irwansyah atas perintah dari Dewi sendiri melalui kode rahasia yang diberikan oleh Dewi padanya.


Karena tidak memungkinkan jika Dewi yang main hp di depan tamunya walau pun adiknya sendiri. Tetapi mengingat karena ini masalah yang tidak mungkin Dewi hadapi sendiri tanpa bantuan dan sepengetahuan suaminya itu sehingga Dewi segera mengambil jalan keluar menghubungi nomor hp suaminya secepatnya.

__ADS_1


Semua orang menolehkan kepalanya ke arah sumber suara sehingga mereka mengalihkan pandangannya ke arah kedatangan Syam.


"Kenapa Abang berbicara seperti itu?" Tanyanya Dina yang kurang peka dengan apa yang sebenarnya terjadi perang urat syaraf antara Syam dan Irwan.


"Maksudnya suamiku itu saya tidak mungkin jagain Dina kan Dina bukan bayi atau anak kecil lagian saya punya empat anak ribet dan mana ada waktu luang untuk menjagamu dek," kilahnya Dewi yang mengalihkan pembicaraan agar Dina tidak curiga dengan sikapnya Syam yang terang-terangan menabuh genderang perang saja.


Syam segera merangkul pinggangnya Dewi dengan posesif kemudian mengecup sekilas bibirnya Dewi di depan orang banyak.


"Intinya istriku ini bukan juga security kalau masalah amannya Dina kamu kenapa enggak gaji body guard atau security yang bisa jagain kemanapun perginya istrimu ini," Syam segera mendudukkan dirinya itu dengan tatapan matanya yang tajam menelisik ke arahnya Irwansyah dokter saraf yang gila katanya readers.


"Hahaha Abang bisa saja, saya semakin jatuh cinta berkali-kali kalau Abang selalu memperlakukan aku begitu mesra seperti ini," ujarnya Dewi yang menangkupkan kedua tangannya di kedua pipinya Syam kemudian membalas ciumannya Syam di depan matanya art dan kedua tamunya yang tidak lain adalah adik dan adik iparnya sendiri.


Bu Juba, bi Mina dan Bu Siti sampai-sampai menutup mata dan wajahnya mereka masing-masing.


Bi Siti memperhatikan dengan seksama Irwansyah," kenapa feelingku mengatakan jika dokter satu ini menyembunyikan sesuatu yang sangat serius dan aku perhatikan diam-diam selalu mencuri pandang dan perhatiannya Ibu Dewi, tapi Ibu Dewi sama sekali tidak menggubris sikapnya adik iparnya sendiri,ya Allah semoga saja ini hanya perasaan aku saja yang terlalu berlebih-lebihan."


Kenapa kedua pasutri ini begitu santainya memperlihatkan kebucinan mereka di depan umum, kenapa menurut aku ini terasa aneh, karena nyonya Dewi selama kami tinggal disini Tuan Syam dan Dewi sama sekali tidak pernah memperlihatkan keromantisan seperti saat ini. Tapi sudahlah kalau memang ada yang aneh saya akan membantu Nyonya Dewi menangkal kejahatan yang akan datang.


Dewi tersenyum simpul menanggapi sikapnya Syam malah semakin memperlihatkan kemesraannya di depan Irwan yang sebenernya malu dan risih tapi demi kebahagiaannya sendiri dia harus meladeni permainan dari suaminya itu.


Hahaha kamu kira aku tidak mengetahui dan mengerti dengan kondisi kehidupan rumah tangga kalian. Aku cukup kagum melihat apa yang kalian lakukan di depan mataku.

__ADS_1


"Dina bolehkah Mbak minta tolong kamu temani Mbak Siti dan Mbak Jubaedah tidurin sikembar di kamarnya?" Pintanya Dewi agar Dina segera pergi dari sana karena sepertinya suaminya ingin mengatakan sesuatu hal penting di depan Irawan.


Dina segera mengambil Shaira ke dalam gendongannya itu untuk membawa keempat anaknya itu. Ketiga asisten rumah tangganya pun segera menuruti perintah dari majikannya itu.


"Siap Nyonya Dewi," jawabnya Bi Minah.


"Mas Irwan saya antar baby embul ke dalam kamarnya, Mas bisa berkenalan dengan Abang Syam suaminya Mbak Dewi karena saya yakin kalian berdua tidak saling kenal kan," ujarnya Dina yang sama sekali tidak mencurigai hubungan ketiganya.


Dina tidak pernah melihat langsung Irwansyah dulu ketika Dewi diobati waktu diopname di rumah sakit ketika kejadian beberapa bulan lalu itu.


"Dina kalau bisa bantuin Mbak yah untuk jagain keempat anaknya Mbak karena Mbak Minah dan bi Siti masih punya kerjaan di dapur," perintah Dewi agar Dina berlama-lama di dalam kamarnya baby twins.


Dina dan ketiga asisten rumah tangganya yang merangkap sebagai baby sitter itu segera meninggalkan ruangan keluarga. Syam dan Dewi menatap punggung keempat perempuan itu sudah tidak nampak di depan mata mereka.


Syam segera membuka percakapan diantara mereka, "Aku sangat mengerti maksud dan tujuan kamu menikahi Dina itu hanya untuk berdekatan dengan Dewi dan balas dendam padaku iya kan?" Tebaknya Syamuel yang tidak melepaskan pelukannya dari tubuhnya Dewi.


"Iya pak dokter apa sebenarnya tujuan Anda menikahi adikku? Karena mustahil banget jika dalam waktu singkat Anda bisa jatuh cinta pada adikku dan apa yang sudah pak dokter perbuat sehingga adikku begitu jatuh cinta padamu?" Ketusnya Dewi.


Irwansyah tersenyum tipis menanggapi perkataan kedua pasangan suami istri terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan mereka.


"Hahaha!! Tebakannya kalian berdua sungguh benar dan tidak meleset, betul sekali jika aku menikahi Dina bukan karena cinta tapi karena aku ingin balas dendam dengan apa yang telah kalian perbuat dulu telah menghinaku, terutama pada kamu Sam akan buktikan padamu jika aku akan mampu merebut Dewi Kinanti Mirasih dari dalam pelukanmu karena aku yakin Dewi itu tidak bahagia menikah dengan pria yang punya dua istri sekaligus!" Sarkasnya Irwansyah.

__ADS_1


Seseorang dari balik tembok besar tersebut mendengarkannya perkataannya dari ketiga orang itu dari sejak Syam berbicara. Orang itu semakin menajamkan pendengarannya hingga tak ada satupun perkataan dari mereka bertiga terlewatkan.


__ADS_2