Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 225


__ADS_3

Hotel X.. Sore pukul 16:21 Jakarta


Sedangkan di tempat lain, Ariela Ziudith yang baru saja mengaktifkan kembali ponselnya setelah menjalankan tugasnya seperti biasanya bersama kekasihnya Om Farrel, dia kemudian mengaktifkan layar ponselnya itu.


Ternyata papa sudah meninggal dunia, aku bukan sedih mendengar kabar duka ini tapi malah bersyukur sih.


Senyuman terukir di sudut bibirnya saking bahagianya melihat papanya telah ditemukan dan meninggal dunia.


"Syukurlah deh, Papa sudah meninggal dunia, berarti saya enggak punya beban lagi yang meminta uang padaku setiap minggunya, karena papalah yang menjadi buronan sehingga saya harus menjadi wanita simpanan enam orang om-om," cicitnya Ariela dengan seringai licik muncul di sudut bibirnya itu.


Hahaha…


Akhirnya kamu mati juga!! Aku menjadi perempuan bayaran semua karena papa yang memaksa aku bertindak seperti ini!


Papa aku harus kehilangan anakku dan suamiku bang Hanzal Abdul Djailani menceraikan aku tanpa harta gono-gini sepeserpun! itu semua penyebabnya papa yang membuat aku menderita!


Ariela tertawa terbahak-bahak mendengar kabar duka itu tapi baginya adalah kabar bahagia.


Aku patut bersyukur kepada Tuhan karena sudah mengabulkan doa-doaku selama ini, aku jadi wanita simpanan om-om bau tanah karena papa! semua ini karena ulahnya papa Irwan!" lirihnya Ariela dengan senyumannya jahatnya terus tersampir di wajahnya.


Farel di om-om berusia 48 tahun itu mendekati Ariela," Hem.. sepertinya kekasihku ini bahagia banget," Farrel mulai memeluk punggungnya Ariela yang tidak tertutupi sehelai benangpun.


Sedangkan Ariella yang diperlakukan seperti itu mulai teee raaang saang, karena tangannya Om Farrel menelusup dari pahanya hingga ke atas di kakinya yang tidak terhalang apapun.

__ADS_1


"hemph, Augh!" Lenguhan kecil berhasil meluncur dari bibir mungilnya Ariella.


Pak Farrel mulai membujuk Ariela lagi, "Sekali lagi yah sayang sebelum Om balik menemui istriku yang sudah tua keriput itu," cibirnya Om Farrel.


Ariella segera berbalik badan sehingga mereka saling berhadapan, Ariela menahannya sehingga tangan kanannya Om tua itu terhenti.


Ariella mengerlingkan matanya dengan penuh manja dan seen suuaal seolah sengaja memancing om Farrel,"Boleh saja sih om tapi tambah lagi dong, masa sih hanya lima puluh juta padahal kita mainnya sudah tiga jam lebih loh,"


Pria tua yang disapa Om Farrel segera merampas ponselnya dari atas meja sofa dan segera membuka aplikasi mbangkinnya. Dia tanpa ragu segera mengirim sejumlah uang ke nomor rekeningnya Ariela.


Baru beberapa detik Ariela berbicara seperti itu, sudah ada notifikasi yang masuk ke dalam ponselnya.


Ting…


Ariela mencium bibir Om Farel dengan rakusnya, dia tidak memberikan waktu kepada kekasihnya untuk bernafas bebas.


"Thanks sayangku, memang Om Farrel paling loyal terhadapku," pujinya Ariela padahal semua pacarnya pee muuu *** kebutuhan naff suu nya semuanya orang yang kaya raya tidak kekurangan uang.


"Hemph!! Ahh!"


Ariela Ziudith mulai kembali digendong dan tubuhnya langsung dihempaskan ke atas ranjangnya.


Siapapun laki-laki genit mata keranjang pasti akan tergoda dengan kecantikan dan bentuk tubuhnya Ariela. Sudah hampir enam bulan Ariela menekuni dunia seperti ini dan mendapatkan uang puluhan juta rupiah.

__ADS_1


Dia tidak peduli dengan usia pasangannya yang paling penting dia bisa mendapatkan uang minimal dua puluh juta sekali bermain.


Aku akan kaya, papa sudah miskin dan melarat apalagi sudah tidak ada di dunia ini! Mama Dina hanya mampu memberikan makan tiga kali sehari saja, tapi tidak sanggup memenuhi gaya hidup aku yakin glamor dan shoping barang branded.


Tapi, Arabela entah kenapa anak itu enggak mau mengikuti jejakku,malah harus pacaran dengan banyak brondong kismin dan malah uangnya diporotin harta peninggalan yang diberikan oleh mantan suaminya yaitu Desta ketika mereka bercerai.


Kita tinggalkan Ariela yang melakoni kehidupannya sebagai wanita simpanan.


Dewi dan Syam sudah sampai di depan rumahnya, sedangkan mobil satunya yang didalamnya terdapat Aidan, Maryam dan Abiayasa Akhtam masih berada di jalan berjibaku dengan pengendara mobil lainnya.


"Kakak minta pada kalian berdua untuk tidak mengatakan dan menyampaikan kepada Tante Dina mengenai kelakuan bejak anak-anaknya, Ariela dan Arabela sekarang itu melakoni pekerjaan sebagai perempuan simpanan dan bayaran, sedangkan Ahsan malah menjadi gii goo lo tante-tante girang yang haus dengan belaian," ungkapnya Abyasa.


Maryam menutup mulutnya saking terkejutnya mendengar perkataan itu.


"Astaughfirullahaladzim ya Allah kenapa mereka semakin menjauh dari Allah SWT, apa mereka tidak takut dengan hukum Allah SWT dan murkanya Allah kepada mereka yang telah berzinah," cercanya Maryam.


"Mereka tidak peduli dengan dosa dan penyakit atau apapun itu yang paling penting bagi mereka adalah hidup bergelimang harta tanpa peduli cara mendapatkannya," ucapnya Abiyasa.


"Mereka berpikir yang paling penting bahagia, apapun akan mereka lakukan bahkan akan menghalalkan segala cara untuk kepuasan mereka," sahutnya Aidan.


"Mereka sungguh bejak dan tidak peduli lagi dengan nasibnya Tante Dina Anelka," timpalnya Maryam.


Kemarahan dan kemurkaan jelas terlihat dari raut wajah mereka yang telah mengetahui tingkah laku semua anak-anaknya almarhum dokter Irwansyah Hatif.

__ADS_1


"Semoga hanya mereka saja yang bersikap dan melakukan kesalahan,kita semua ini tidak termasuk manusia yang lalai dan terus melakukan kekhilafan," harapnya Aidan.


__ADS_2