Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 158.


__ADS_3

"Mas Irwan, apa yang mas katakan dan minta ini sungguh diluar dugaan kami dan sangat tidak masuk akal! Kenapa Mas semakin menjadi saja! Padahal mereka sama sekali tidak menggangu ketenangan para tamu undangan," ucapnya Dina Anelka Mulya.


Irwansyah menatap tajam penuh benci ke arah mantan istrinya itu, "Kamu cukup diam saja! Kamu sama sekali tidak berhak ikut campur dengan apa yang sudah aku putuskan, ingat jaga batasan kamu!" Bentaknya Irwansyah.


Semua orang menjadi ribut dan suasana semakin gaduh dan kacau ketika Dokter Irwansyah membuka suaranya itu.


"Om Irwan apa ini tidak terlalu picik ide dan ucapannya Om Irwan jika gara-gara apa yang dilakukan oleh calon suami adikku sampai-sampai Anda menuntut ganti rugi yang jumlahnya sangat tidak masuk akal!" Sarkasnya Shanum Inshira.


"Kamu tidak perlu ikut campur dalam permasalahan ini, kamu itu hanya orang luar anak pungut yang tidak berhak mencampuri urusan kami sekeluarga!" Hinanya Pak Irwansyah yang sangat menohok hatinya Sahnun yang tidak menduga jika omnya itu mengetahui apa yang terjadi padanya.


Shaira segera memeluk tubuh kakaknya itu dengan erat, "Stop!! Jangan sekali-kali menghina kakakku Dokter Irwansyah yang terhormat kami akan memenuhi semua segala apa yang Anda inginkan! Tapi saya tidak ingin mendengar satu katapun yang menghina kakakku ataupun keluargaku! Ingat satupun kata!" Ancamnya Shaira yang mulai murka dengan apa yang diperbuat oleh mantan suami tantenya itu.


Arion pun maju ke depan untuk membela sang calon istrinya itu," katakan saja apa hanya 1 Milliar yang Anda minta Pak Irwansyah Hatif? Kalau hanya itu detik, menit ini juga saya akan memberikannya asalkan jangan sekali-kali kamu mengusik ketenangan calon istriku!" Tegasnya Arion Sneider Oesman.


Ya Allah kalau pak Arion marah dan murka kepada papanya Arabela bisa-bisa aku juga terseret dan terkena imbasnya dari perselisihan mereka.


Desta Alamsyah segera menarik tangannya Arabela sekuat tenaganya, "Arabela Aqila katakan pada papamu itu untuk segera menghentikan perdebatannya dengan Tuan Muda Arion jika tidak masalah jabatan dan pekerjaanku aku di perusahaannya bisa hancur, karirku akan berantakan gara-gara ulah papamu yang sangat angkuh dan serakah itu!" Bisiknya Desta.


Aku tidak mungkin melakukan semua itu untuk mencegah Papa karena pasti akan berakhir percuma saja. Tapi jika papa dibiarkan begitu saja pasti mas Desta akan marah padaku.

__ADS_1


Arabella pun berjalan ke arah papanya dan berusaha untuk membujuk papanya itu.


"Papa jangan seperti ini yah, mereka kan sudah setuju untuk memberikan kompensasi terhadap apa yang sudah mereka perbuat pada papa, jadi hentikan kemarahannya Papa yah," bujuknya Arabella yang terpaksa merendahkan harga dirinya untuk memelas dihadapan orang lain demi masa depan suaminya itu.


Irwansyah segera menghempaskan tangannya Arabela dengan kekuatan penuh hingga tubuhnya Ara terpelanting ke arah belakang.


"Argh!!" Teriaknya Ara.


Desta Alamsyah yang melihat istrinya diperlakukan kasar seperti itu cukup terkejut, "Arabella!" Teriak Desta yang segera berlari ke arah Ara untuk menolongnya.


Dina dan Adisti segera berlari cepat ke arah Arabela sang pengantin yang terbanting keras tubuhnya ke arah beberapa kursi tamu undangan.


"Astaughfirullahaladzim ternyata seperti ini yah sikapnya seorang dokter besar dan terkenal itu, anaknya hanya ingin memperingatkan atas kekeliruan dan kesalahan yang diperbuatnya malah diperlakukan kasar dan sangat tidak manusiawi seperti itu," cibirnya seorang bapak-bapak dari arah samping gedung.


"Aku tidak menyangka jika pak Irwan yang terkenal baik dan santun ternyata sangat kasar dan tidak punya perasaan sedikitpun, pantesan istrinya meminta cerai karena sudah tidak sanggup diperlakukan kasar," cercanya seorang wanita tua yang menjadi tetangganya Irwansyah.


"Mas Irwan dimana kamu simpan perasaan dan hati nurani kamu sebagai seorang ayah, lihatlah atas perbuatanmu ini, Ara terluka! Apa mas Irwan tidak malu-malu dengan sikapnya Mas yang sudah diluar kendali dan sangat kasar!" Hardiknya Dina.


"Hahaha! Saya sama sekali tidak peduli dengan nasib anak-anakku yang bego dan tidak tahu diuntung seperti mereka, asalkan mereka membayar ganti rugi sebesar satu milliar bagiku lukanya Ara tidak sebanding dengan uang banyak yang akan aku dapatkan!" Ketusnya Pak Irwan.

__ADS_1


Adelio menatap ke arah adiknya itu Andre yang mengerti arti tatapan kakaknya segera membuat cek senilai 1 miliaran rupiah. Andrew Parker Smith juga sudah menghubungi asistennya di rumah sakit untuk segera memecat Dokter Irwansyah Hatif Pramudya.


Adelio maju ke depannya Irwansyah sambil menyodorkan selembar kertas yang sudah bertuliskan uang senilai 1 milliar rupiah.


"Ini sejumlah uang yang kamu minta,tapi satu hal yang perlu bapak ingat jika kamu dan anggota keluargamu mengganggu, mengusik ataupun menyentuh secuil kukupun calon istriku dan anggota keluarganya itu! Jangan harap kamu bisa hidup tenang! Dan makasih sudah memberikan kami waktu dan kesempatan untuk melamar kekasihku bidadari surgaku," tegasnya Adelio Arsene Smith.


Syamuel berjalan ke arah sahabatnya itu," Irwansyah saya sangat tidak menyangka jika karena cintamu ditolak oleh istriku yang membutakan mata hatimu dan membuat kamu menjadi pendendam dan membenci saya dan keempat anak kembarku, Irwansyah bertaubatlah sebelum terlambat," tuturnya Syam yang berusaha untuk menasehati teman masa abu-abu nya itu.


Irwansyah menurunkan tangannya Sam dari pundak kanannya Irwansyah," saya tidak akan berhenti untuk bersikap seperti ini selama kalian belum hancur, ingat saya akan selalu menghantui rumah tangga dan masa depan keempat anakmu, saya tidak akan puas sampai melihat kamu hidup terpuruk dalam kehancuran!" Ungkapnya Irwan.


Semua orang kembali kaget dan tidak menyangka jika seorang dokter terkemuka dan hebat serta berpendidikan tinggi lulusan luar negeri ternyata seperti ini. sikap dan tingkah lakunya yang memiliki hati yang penuh dengan kebencian, amarah, dendam, dengki, iri hati dan tidak pernah berpuas diri dan bersyukur dengan apa yang dia dapatkan selama ini.


"Astaughfirullahaladzim ya Allah mas Irwansyah aku tidak menduga jika dia sangat membenci pernikahanku dan hubunganku dengan suamiku, kenapa kami terlalu buta untuk mengetahui segala keburukan dan kebusukannya," keluhnya Dewi Kinanti Mirasih.


"Ayo kita pergi dari sini, tidak usah berlama-lama dalam neraka yang diciptakan oleh Pak Irwansyah yang terhormat!" Sarkas Aidan sambil segera berlalu dari hadapan semuanya.


"Papa, Mama, Sha, Dede Aira sebaiknya kita pergi dan cabut dari tempat luknut dan terkutuk ini! Kita akan sial jika terus berada di sini," cercanya Abiyasa Akhtam.


Arion bersama Shanum, Adelio berjalan beriringan dengan Shaira dan yang lainnya mengekor di belakang mereka. Beberapa tamu undangan yang sudah mencicipi menu masakan yang tersaji segera meninggalkan tempat perhelatan Resepsi pernikahan dari Arabela Aqila dengan Desta Alamsyah Budikusuma.

__ADS_1


__ADS_2