
Shaira menghela nafasnya dengan cukup pelan sambil menghempaskan tubuhnya ke atas kursi kerjanya itu dan tidak menyangka jika hari pertama ia bekerja cukup padat di padati oleh pasien anak balita hari ini.
Alhamdulillah hari ini melelahkan tapi, aku bersyukur karena bisa bertemu dengan banyak anak-anak.
"Dokter Shaira cantik yah dan masih cukup muda sudah mendapatkan posisi dan jabatan yang cukup tinggi," ucapnya Natalia asisten satu Shaira.
"Aku setuju dengan perkataan kamu, dokter Shaira bahkan lebih muda dari kita ini tapi, cukup baik dan dewasa serta seperti dokter yang sudah lama dan banyak pengalaman kerjanya dalam menangani pasien," sahutnya Salsa perawat yang memakai hijab itu.
Shaira memutar ponselnya di atas meja kerjanya seolah ia sedang menunggu telepon seseorang. Dia tidak tahu apa yang akan dilanjutkan itu sambil menunggu waktu istirahat untuk melaksanakan shalat dzuhur terlebih dahulu sebelum santap siang.
"Hey kamu lihat gak dokter Shaira, dia sungguh cantik dan berkharisma, aku perhatikan sedari tadi ketika memeriksa pasien itu seperti enggak sedang memeriksa orang lain saja, malahan seperti yang dia periksa itu adalah anak kandungnya sendiri," pujinya Salsa.
Natalia terlebih dahulu menatap ke arah Shaira yang memainkan hpnya itu sebelum menimpali perkataan dari Salsa.
"Saya setuju dengan apa yang kamu katakan, karena sudah banyak dokter yang lebih tua dan dewasa dari dokter Shaira, tapi dokter kita satu ini bekerja sepenuh hati sehingga semua pasien yang berdatangan itu pulangnya dengan senyuman kegembiraan yang tidak seperti orang yang sedang sakit saja," timpalnya Kasturi.
"Terkadang aku merasa setiap apa yang dilakukan oleh dokter Shaira itu adalah tidak bekerja menjalankan tugasnya malah sebagai seorang ibu yang merawat dan menjaga anak-anaknya dengan penuh keyakinan, ketulusan dan keikhlasan, andaikan aku masih anak-anak pasti akan happy dan senang bertemu dengan dokter cantik seperti dokter Aira," sahutnya Natalia.
Semua orang yang baru pertama kali mengenal Shaira Innira pasti akan berpendapat seperti itu lah. Suara ketukan di pintu praktek mereka membuyarkan pembicaraan ketiganya.
"Siapa yang ngetuk pintu, apa masih ada pasien hari ini?" Tanyanya Natalia.
Kasturi mengangkat pundaknya tanda tidak mengerti, "Entah mungkin masih ada yang kepepet harus datang sebelum ke belakang kesetiap kamar inap pasien,"
"Saya buka saja daripada menduga-duga tak jelas," gerutunya Salsa.
Salsa segera berjalan ke arah pintu, Salsa menautkan kedua alisnya melihat seorang pria yang memakai pakaian seragam kerja berwarna hijau seperti di aplikasi ojek online yang lagi viral itu.
"Maaf apa dokter Shaira ada?" Tanya sang kurir.
"Ada kenapa emangnya Pak cari dokter Shaira?" Tanyanya balik Salsa.
Kurir itu mengangkat empat paper bag dengan setiap paper bag itu memiliki tulisan masing-masing pemilik paper bag. Pak kurir segera mengangkat beberapa paper bag itu kehadapannya Salsa.
"Ini ada pesanan khusus untuk Ibu dokter harap diterima Sus," ucapnya pria itu lagi.
Salsa langsung mengambil alih semua paper bag untuk Shaira," Hem siapa yang mengirim? pak kalau boleh tahu."
"Maafkan saya enggak bisa membocorkan siapa pengirimnya sus, karena pihak pengirim tidak mengatakan namanya," jelasnya kurir itu.
"Makasih banyak atas paketnya Pak, selamat siang," ucapnya Salsa.
__ADS_1
Salsa segera membawa ke arah dalam paket kiriman itu dengan penuh bahagia.
Salsha membaca nama restoran tersebut yang ternyata resto cukup elit, makanannya enak-enak dan pastinya sangat mahal.
Natalia yang melihat kedatangan Salsa tidak bisa menahan rasa penasarannya karena melihat perubahan raut wajahnya Salsa yang tersenyum bahagia.
"Sepertinya kamu bahagia, ada apa dan ngomong-ngomong apa yang kamu bawa itu?" Tanyanya Kasturi.
Salsa mengangkat paper bagnya ke atas wajah kedua teman kerjanya itu.
"Ini untuk kita bertiga dan dua paket ini untuk Bu dokter Shaira, pengirimnya entah siapa orang baiknya yang sangat perhatian pada Bu dokter dan kita bertiga," imbuhnya Salsa.
"Hemm, baru kali ini kita dapat hadiah kiriman makanan padahal kita sudah hampir lima tahun bekerja disini," tampiknya Natalia.
"Anggap saja ini anugerah dan rezeki besar dalam hidup kita,tapi menurut aku sih sepertinya ini gara-gara kedatangan dokter baru kita yaitu ibu dokter Shaira Innira Abidzar Al-Ghifari deh, itu menurut aku sih," timpalnya Natalia.
"Kalau aku sih terserah siapa yang memberikan semua ini, yang paling penting makanannya enak, lezat,aman, bersih dan halal kalau bisa setiap hari saja ada yang seperti ini," ucapnya Salsa sambil berjalan ke arah mejanya Shaira.
"Amin ya rabbal alamin, semoga saja," ucap semuanya.
Salsa menyimpan tiga paper bag dengan label nama restoran terbaik di Jakarta itu sudah tersimpan di atas meja kerjanya Shaira. Sang pemilik meja mendongak menatap Salsa.
"Maaf ini apa? Kok ada paper bag seperti ini yang kamu bawa?" Tanyanya Shaira sembari mengernyitkan dahinya itu yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
"Makasih banyak, kamu boleh kembali ke tempat kamu," ucap Shaira.
Shaira belum menyentuh semua benda-benda itu karena ia akan melaksanakan shalat dzuhur terlebih dahulu sebelum makan siangnya.
Andaikan Salsa Ayana Shahab, Kasturi Adifa, dan Natalia Cristiani mengetahui makanannya Shaira pasti mereka akan tercengang dan tidak percaya.
Shaira awalnya hendak shalat terlebih dahulu, tapi karena belum adzan dzuhur berkumandang. Sehingga Shaira menyempatkan waktunya untuk menikmati santapan siangnya.
Sedangkan di tempat lain, seorang pria tersenyum simpul menanggapi perkataan dari asisten pribadinya yaitu Alex Rudiart yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik.
"Makanannya sudah sampai ke tangannya Shaira?' tanyanya Adelio Arsene Smith.
"Alhamdulillah sudah pak, dijamin paketnya sudah di dalam genggaman tangannya Dokter Shaira," balasnya Alex Rudiart.
Adelio tersenyum tipis," oke mulai hari ini kamu harus menjalankan tugas tambahan untuk setiap waktu makan Shaira,kau harus mengantar makanan khusus untuknya sebelum mereka selesai bekerja, tapi kalau Shaira tidak masuk kerja kamu tidak perlu membelikan makanan untuknya," pintanya Adelio.
"Siap Tuan Muda saya akan melaksanakan sesuai dengan apa yang Tuan Muda inginkan, tapi ngomong-ngomong apa menunya terserah dari saya atau bertanya terlebih dahulu kepada saya sebelum mengirimkan makanan untuk gadisku,"
__ADS_1
Alex hanya tersenyum sebelum meninggalkan ruangan pemilik rumah sakit tersebut sekaligus direktur utama.
Adelio tersenyum melihat pintu itu tertutup," aku akan membuktikan kepada kamu jika Adelio Arsene Smith itu berbeda dengan Hanzal Abdul Djailani pria yang tidak punya hati nurani itu,"
Shaira membuka paper bag yang dikirimkan khusus oleh seseorang tanpa dikenalnya itu.
Alhamdulillah ada yang mengirimkan makanan yang spesial hari ini, tapi entahlah siapa orangnya.
Shaira membuka paper bag tersebut, ia cukup terkejut setelah membuka paper bag tersebut.
Ini kan sate kambing, sayur lodeh, tempe mendoan dan udang goreng tepung. Ini semua makanan kesukaanku
Kedua matanya berbinar-binar terang saking bahagianya dengan makanan yang sangat paling disukainya.
Sedangkan ketiga asisten perawat itu sudah menikmati makanan yang dibelikan oleh pemilik rumah sakit tersebut. Menu makanan mereka sungguh sangat berbeda. Menu ketiga perawat itu adalah daging rendang, perkedel kentang dan juga soto Betawi.
"Alhamdulillah akhirnya hari ini datang juga kita menikmati makanan enak dan gratis, semoga bukan cuma hari ini kita makan enak moga besok makan enak lagi," harapnya Salsa.
"Yang paling utama sang pengirim makanan ini akan mengirim lagi makanan yang lebih enak dari ini," sahut Kasturi.
Jika mereka mengetahui bahwa menu makan siang yang dikirim khusus untuk Shaira siang hari itu.
Semua tersenyum bahagia karena mendapatkan rezeki yang tidak terduga dan tidak terbayangkan sebelumnya.
Setiap hari seperti ini, disetiap jam makan dan istirahat mereka selalu kedatangan hadiah khusus dari orang rahasia yang hingga detik ini mereka tidak mengetahui siapa orang yang ngirim makanan spesial tersebut akan selalu datang ke dalam ruangan prakteknya Shaira dokter spesialis anak itu.
Beberapa hari kemudian, acara pernikahan antara Aidan Akhtar dengan Maryam Nurhaliza, Shanum Inshira dengan Arion Snider Oesman dan pasangan terakhir adalah Amar Alfarizi dengan Vela Angelina.
Dewi berjalan ke arah kamar putri sulungnya itu didampingi oleh Gina selaku ibu kandungnya Shanum. Tapi, karena permintaan Shanum sendiri sehingga Gina diakui oleh mereka sekeluarga.
"Mbak kok Sha yang mau nikah dan melakukan ijab kabul malah aku yang deg degan yah," ucapnya Gina ketika berjalan beriringan dengan Dewi.
Dewi melirik sekilas ke arah Gina Anjani," hehe itu biasa terjadi, saya kalau boleh jujur saja juga merasakan hal yang serupa seperti yang Mbak hadapi," ujarnya Dewi sambil memegangi tangannya Gina dengan senyuman selalu terlihat di sudut bibirnya Dewi.
"Saya yakin semua perempuan yang bernama ibu akan mengalami hal yang sama, tapi saya terlalu bahagia menjelang akad nikahnya Shanum putri kita," tukasnya Gina.
Kedua wanita itu berjalan beriringan menuju kamarnya Shanum. Sedangkan Shaira masih sibuk di rumah sakit sehingga kemungkinannya akan terlambat datang menghadiri acara akad nikah kakaknya pagi ini sekitar jam sebelas siang.
Shanum belum dimake up karena masih terlalu pagi belum jam 7 pagi juga. Sehingga mereka masih memiliki sedikit waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya terutama mentalnya mereka.
Segala sesuatu semuanya sudah dipersiapkan terlebih dahulu untuk memperlancar proses pernikahan mereka.
__ADS_1
Makasih banyak untuk readers yang masih setia membaca karya recehanku ini.